Eryna, gadis cantik yang tiba tiba saja di culik dan di paksa menikah dengan seorang pria yang ia tidak kenal sama sekali.
Menjalani pernikahan dengan pria yang kejam, membuat hari hari Eryna menjadi hancur..
Mampukah Eryna bertahan dengan pernikahan ini..?
Atau mampukah Eryna mengubah sosok pria yang kejam ini menjadi pria yang baik,?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
"Hey kamu.." Tegur Ella pada Vi..
"Kalau masuk rumah orang, jangan kaya hewan dong..!! masuk ngak pake permisi, dan langsung nyosor aja.." Geram Ella..
"Ella. Diam.." Bentak Will..
"Sayang,." Rayu Vi.
"Kak.." Ucap Ella..
"Ella, kaka bilang diam.." Bentak Will., Vi tersenyum dalam hati..
"Aku ngak akan diam sampe kaka jelasin siapa dia..?" Ucap Ella menunjuk ke arah Vi..
"Dia Vivian, gadis kecil yang kaka cari selama ini." Jawab Will..
"Jadi dia gadis itu..?" Tanya Ella dengan melirik sinis ke arah Vi..
"Hay Ella,. Perkenalkan aku Vi, calon istri kaka mu." Ucap Vi, dengan santai nya..
Ella memandang penampilan Vi, dari ujung kaki sampai ke ujung kelapa.. "Semua barang yang di kenakan bermerek, pasti dia dari kalangan berada." Batin Ella..
"Kau yakin kak Will, dia gadis itu..? Malaikat kecil yang kau cari selama ini..?" Tanya Ella, dan Will hanya sibuk memakan sarapan nya..
"Kok aku ragu yah, dia sepertinya bukan malaikat tapi melainkan mak lampir." Ejek Ella.
"Ella, apa yang kau katakan...?" Tegur Will..
"Ahhh, sudahlah kak.. Ella mau naik dulu," Ucapnya pamit..
"Ouh yah kak, aku lebih suka sama kak Eryna di banding mak lampir itu."
•••••••••••
"Sayang, siapa Eryna..?? Kenapa Ella lebih suka padanya..?" Tanya Vi dengan manja nya..
"Dia hanya pembantu,. Jadi tidak usah di pikirkan."
"Baiklah.. Ouh ya sayang, kapan kau akan datang ke apartemen ku..?"
"Untuk saat ini aku belum bisa ke apartemen mu. Tapi aku janji, akan secepatnya mendatangi orang tua mu."
"Kau serius sayang...?? Kau akan menemui ayah dan ibuku..?"
"Hhmmm.."
"Makasih sayang.." Ucap Vi, mencium pipi Will..
Eryna yang berjalan dari arah taman ingin menuju ke dapur, melihat Vi mencium pipi Will, dan bermanja manja dengan Will.. Eryna hanya tersenyum dan terus berjalan,. Will yang tanpa sengaja melihat Eryna tersenyum, lagi lagi bertanya dalam hati.. "Kenapa dia tersenyum?" Batin Will..
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Seminggu berlalu, Ella dan Eryna sudah seperti sahabat, dan bahkan seperti kaka beradik.. Ella lebih sering menghabiskan waktu bersama Eryna, dan hampir tiap malam Ella tidur di kamar Eryna, seperti malam ini.. Ella kembali tidur di kamar Eryna.
Ella dan Eryna berbaring, sambil menatap dinding atas rumah.. Mereka berdua masih dalam keadaan yang sama sama sadar..
"Kak, apa kau mencintai kak Will...?" Tanya Ella, namun Eryna hanya terdiam..
"Kenapa diam kak.. Apa kaka mencintai kak Will.?" Tanya nya kembali. Namum Eryna masih terdiam.
"Tidak usah di jawab, diam nya kaka, membuat ku tahu jawaban nya.. Pasti kaka mencintai kak Will kan..?"
"Cinta..??? Hahaha,, apa kah aku masih bisa bilang cinta kepada orang yang telah begitu jahat kepadaku..?" Eryna membuka suara..
"Jika tidak cinta, kenapa kaka bertahan..??
"Karna kemanapun aku lari, aku yakin Will akan menemukan ku.."
"Jika kak Will meminta maaf, apa kaka akan memaafkan nya...?"
"Entahlah." Jawab Eryna sambil mengangkat kedua pundak nya..
"Jika aku meminta kaka tetap berada di sini, apa kak akan tetap di sini..?"
"Entahlah." Jawab Eryna kembali..
"Jika kaka tidak mencintai kak Will, dan tidak bisa memaafkan kak Will, kenapa kak harus bertahan di rumah ini.. Harusnya kaka pergi jauh,.."
"Aku akan pergi, saat waktunya telah tiba.." Lirih Eryna.
"Maksud kaka...???"
"Tidurlah Ella. Kita harus bangun pagi, karna besok kau sudah berjanji akan membawaku berkeliling kota.."
"Hhhmm baik lah kak.."