Revisi😁....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UDY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menyerap teknik ' 5 teknik tarian Pedang Dewa'(REVISI)
" baik adik/ kak. kami mengikutimu" ucap Fira dan Tina serempak.
~~
semua orang kini tengah bersedih. bagaimana tidak, pahlawan penyelamat dan Dewa mereka akan pergi. kemungkinan besar tidak akan bertemu dengan mereka lagi.
Rian, Fira dan Tina sedang berada di pintu benteng pertahanan mereka.
" jaga diri kalian!!" ucap Rian singkat di sertai senyum yang mampu membuat semua wanita mimisan. " baik Dewa" ucap mereka serempak. " saya bukan Dewa, saya hanya manusia Biasa!" ucap Rian.
___
ekspresi Rian kebingungan sekaligus canggung karena sebutan nya yang membuatnya sangat sangat canggung.
" tidak usah memanggil ku Dewa. kalian bisa memanggilku Rian saja" ucap Rian merendah, dan tulus dari hati.
ada banyak yang merasa tertusuk panah tak kasat mata yang menancap di hati para wanita yang terpesona pada Rian.
pemuda ( Rian) yang menyelamatkan mereka ini sangat merendah, sedangkan mereka yang baru di puji sedikit merasa melayang di atas awan. bahkan kesombongan mereka sangat tercela sekali. banyak dari mereka yang termotivasi untuk tetap merendah, karena apa? karena Rian lah yang mengajari mereka agar tidak sombong sebanyak apapun yang kamu miliki.
sombong boleh. Tapi! itu untuk membungkam mulut tetangga atau teman yang menghina kalian. jangan kepada yang memang lebih lemah dari kalian. " Baik Rian!!" ucap mereka nyaring. Fira dan Tina tersenyum melihat kelakuan Rian yang memang tak pernah menyombongkan diri walau sudah di atas rata rata.
' system!, manipulasi pikiran mereka setelah aku pergi!' batin Rian memerintahkan.
[ Baik Host!]
" kami akan pergi dulu, jika sempat kapan kapan kami akan berjunjung ke sini" ucap Fira dan di angguki mereka dengan semangat. " Teleport!" ucap Rian. perlahan tubuh Rian, Fira dan Tina di kelilingi oleh angin. sebelum menghilang Tina mengatakan.
" dadah semua nya!!" teriak Tina melambaikan tangan. sebelum hilang tak berbekas. semua pun melambaikan tangan dengan sedih. mereka yang sekarang masih belum percaya dengan semua ini, di mulai dari vrus zombie, penyelamat, kekuatan yang hanya ada di dalam dunia fantasi mereka sendiri kini ada di dunia nyata.
sulit di percaya. inilah yang dimaksud ' semakin besar kekuatan maka semakin besar resiko dan tanggung jawab'. seperti sekarang, Rian memiliki kekuatan besar yang menuntunnya ke jalan kebenaran. tapi itu semua harus mengorbankan sesuatu yang pastinya berharga. bagi masing masing orang.
WUSSHHH.....
suara angin berhembus menciptakan angin kencang yang berbentuk bola. bola itu berisi 1 laki laki, dan 2 orang perempuan. mereka bertiga adalah Rian, Fira dan Tina. angin yang berhembus kencang membentuk sebuah bola itu perlahan hembusan nya menjadi pelan bahkan tidak terasa sekali. terlihat 3 orang terlihat dengan jelas.
dan satu yang paling mencolok di antara mereka bertiga! siapa lagi jika bukan Rian yang dengan rambut dan pupil putihnya, tapi ia sangat tampan. seperti seorang petapa yang suci dan tidak bisa di sentuh sedikitpun.
" di mana kita?" tanya Fira melihat sekeliling yang hanya ada sebuah kota yang terlihat seperti tak berpenghuni. kota yang terlihat tak memiliki penghuni atau lebih tepatnya kota yang di tinggalkan oleh semua penghuni kota.
' system di mana ini?' Batin Rian bertanya kepada system.
[ Host sekarang berada di sebuah kota di mana penghuni manusianya tergolong cukup banyak. semua manusia bersembunyi di ruang bawah tanah untuk menghindari para zombie]
' apa nama kota nya. system!' Batin Rian menekankan kata system di akhir kalimat.
[ kota ini dulunya di namakan sebagai kota the Art City. di mana kota ini adalah penghasil pelukis terbaik di seluruh dunia bahkan menjadi kota yang wajib di kunjungi oleh mereka yang menyukai hal dalam menggambar dan melukis]
' apa ini kota yang terkenal itu. ohh lihatlah penampakan di mana mana, urak urakan' Batin Rian tak percaya.
sebelum wabah zombie, kota ini merupakan kota yang sangat indah dan memiliki perlindungan militer paling baik di seantero bumi... dan sekarang, sulit di jelaskan. banyak gedung miring bahkan retak. di dalam caffe semua meja berhamburan, kaca pecah. dan di jantung kota ini. yaitu alasan kenapa kota ini di namakan The Art City. sebuah galeri seni terbesar dan terkemuka di dunia. tidak ada yang tidak mengenal kota ini.
setiap seseorang menyebutkan atau menyinggung kata gambar, lukisan, patung dan pahatan pasti ujung ujungnya mereka membicarakan The Art City dengan Binar bahagia dan semangat yang membara. apalagi jika seseorang itu adalah peminat karya seni seperti lukisan, patung pahatan dan semacamnya. mereka pasti tidak akan bisa di hentikan seperti para penggosip.
" kak ini di mana?" tanya Tina kepada Fira dan Rian. Fira yang tak tahu ini di mana hanya menggedikkan bahunya tanda tak tahu apa apa. " mungkin kalian tidak percaya dengan apa yang aku katakan.percaya atau tidak itu terserah kalian..." ucap Rian menggantung kata katanya untuk mengumpulkan penjelasan yang singkat, padat dan jelas.
" apa kak, cepat beritahu aku!!" desak Tina mengaitkan lengan nya dengan manja di lengan Rian. di tambah puppy eyes dan telinga serta ekor anak anjing. sungguh imut dan menggemaskan.
" ini adalah kota yang peling terkenal akan seni nya. kota yang di juluki dengan nama The Art City" ucap Rian yang membuat mereka mengedarkan pandangan dan menjatuhkan rahang. Fira dan Tina beruntung karena mereka menjatuhkan rahang di tempat yang tidak ada makhluk sekecil seperti semut atau nyamuk.
sudah di pastikan mereka pasti akan tersedak bahkan mati karena kesedak lalat, nyamuk atau serangga kecil lain nya saat mereka menjatuhkan rahang mereka. " kamu nggak bohong kan!!" ucap Fira melemparan pandangan menyelidik kepada Rian, begitu pun dengan Tina. pasalnya mereka berdua sangat menyukai Seni semacam patung dan Lukisan. impian mereka adalah ke tempat ini namun tidak pernah tercapai.
" misi kalian adalah mencari manusia yang bersembunyi di ruang bawah tanah. sedangkan aku melindungi kalian selama kalian bertugas dalam misi. tapi walaupun kalian aku lindungi, kalian harus tetap bertarung dengan para zombie menggunakan senjata suci ini. ambil lah!" ucap Rian lalu melemparkan pedang yang baru saja ia dapatkan dari hadiah system.
kebetulan pedang itu adalah pedang suci walaupun dalam level tingkat menengah tetapi sudah cukup untuk membantai zombie tanpa sisa di sebuah kota besar. " wow auranya sangat kuat" ucap Fira saat menangkap pedang berwarna biru seperti elemen nya yaitu air. begitu juga dengan Tina yang menangkap pedang berwarna merah seperti elemen nya. yaitu elemen api.
" gunakanlah dengan baik!" ucap Rian dengan tegas lalu pergi meninggalkan mereka masuk ke dalam cincin ruang dimensi. di dalam ruang dimensi, Rian menyerap pengetahuan dari buku yang dihadiahkan system karena telah mengalahkan Commander-in-Chief Zombie commander
Rian hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk menyerap buku ' 5 teknik tarian Pedang Dewa'. Rian lalu berlatih menguasai semua jurus tarian Pedang Dewa. Rian akan mencobanya pada hutan yang berada di bagian utara cincin ruang dimensi yang tak terbatas ini.
____________________________
semoga kalian suka ya. terima kasih bagi yang sudah mampir ke karya author yang remeh dan masih pemula. author masih perlu banyak pengalaman. jadi tolong mengerti jika ada TYPO bertebaran di setiap episode sebelumnya.
jika kalian ada nasehat untuk menambah pengalaman, author akan terima.
semoga betah membaca karya author.
jangan lupa
# like
#vote
#koment
# share ke temen temen kalian
# follow akun author