NovelToon NovelToon
Legend Of Darknes

Legend Of Darknes

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam / Wuxia / Fantasi Timur
Popularitas:577k
Nilai: 4.7
Nama Author: Chndr001

"Aku...Dihabisi oleh perbedaan."

"Aku...Dengan membawa ingatan lalu. Hidup dan bangkit kemabali dengan satu tujuan, menghabisi para iblis berwajah malaikat."

"Aku...Dengan tekad dan kerja keras menjadi orang yang terhormat. Jenius diantara yang jenius, kuat diantara yang terkuat."

"Aku...Dengan membawa dendam yang membara menciptakan sebuah kisah. Kisah tentang anak manusia yang menentang penjuru langit dan bumi, bukan untuk menjadi yang terkuat atau berdiri di puncak dunia, tetapi hanya untuk menuntut keadilan."

"Aku... Menciptakan sebuah legenda yang dikenang dan ditulis dengan tinta emas."

"Aku adalah...Xu Chen, sang Legenda Kegelapan"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chndr001, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26. Rintangan

Beberapa saat berlalu, Xu Chen telah menggunakan berbagai Jurus, mulai dari Tebasan Ilusi hinggah Naga Pembasmi Iblis, namun keadaan tak bisa ia kendalikan dan Qi Pemuda itu semakin menipis, setiap kali Xu Chen menghancurkan para Golem mereka akan bertambah banyak

"Ini gawat! jika seperti ini terus, aku akan kehabisan energi, aku harus memikirkan suatu cara, agar bisa mengalahkan para Golem jelek ini," ujar Xu Chen

Namun tak ada satu idepun yang terlintas dipikiran Xu Chen, saat ini Pemuda itu hanya bisa menghindari setiap Golem yang menyerangnya, sambil berpikir keras

"Xu Chen, Xu Chen, ayolah berpikir!" ucap Xu Chen pada menyemangati dirinya sendiri

"Oh, Iya! aku menguasai lima elemen dasar, mungkin cara itu bisa!" ujar Xu Chen semangat memikirkan suatu rencana

Setelah itu Xu Chen menyarung kan kembali Pedangnya, dan mulai membuat segel tangan, lalu Pemuda itu menepuk kan tangannya keras ketanah

Seketika terdengar suara retakan hebat, lalu diikuti tanah yang seketika terbelah menelan semua Golem yang ada, menciptakan lobang dengan para Golem didalam, yang meraung raung marah memukuli tanah. Sebenarnya para Golem mencoba naik, tetapi karena curamnya lubang mereka hanya bisa pasrah

Melihat hal itu Xu Chen tertawa lantang "Hahaha! rasakan itu Golem jelek! tenanglah, pertunjukan belum usai" ujar Xu Chen sambil melihat para Golem yang terjauh di lubang yang ia ciptakan

Namun aksi Xu Chen tak berhenti sampai disitu saja, Pemuda itu kembali membuat segel tangan, mengambil nafas dalam, lalu menyemburkan air dari mulutnya dalam jumlah besar, hinggah memenuhi lubang para Golem berada. Kini terlihat pemandangan suatu kolam kecil, dengan para Golem yang meleleh didalamnya

"Hahaha! itulah akhirnya" ujar Xu Chen sambil berdecak pinggang, lalu meninggalkan tempat tersebut dengan senyum puas

***

Kini, Xu Chen telah melihat dengan jelas Kastil Penyihir yang di carinya, Pemuda itu memutuskan beristirahat sejenak dan memulihkan Qinya yang hilang saat bertempur melawan para Golem Tanah

"Hahh! rasanya lega, saat Qi telah pulih. Kini saatnya aku melanjutkan perjalanan!" ujar Xu Chen sambil meregangkan tangannya dan otot-ototnya

Xu Chen kembali berjalan, dan tak butuh waktu lama, Pemuda itu telah sampai di depan gerbang Kastil, jaraknya kini tinggal beberapa meter lagi, dan hanya di pisahkan parit yang mengelilingi Kastil, namun itu bukanlah halangan bagi Xu Chen, Pemuda itu hanya membutuhkan satu lompatan santai untuk melewati parit tersebut

Namun langkah Xu Chen kembali terhenti, saat menemui pintu kastil yang kuat dan kokoh, bahkan saat terkena gempuran Tehnik Pedang Pembantai, bahkan membuat Xu Chen bertanya tanya, jika pintu Kastil saja sangat kuat, bagaimana dengan Penyihir itu sendiri. di saat itulah ada sedikit keraguan di hati Xu Chen

Namun, tiba tiba pintu berdecih dan terbuka perlahan, mempersilahkan Xu Chen untuk masuk. Dengan kehati-hatian penuh, Xu Chen perlahan memasuki Kastil Penyihir, saat pemuda itu telah berada di dalam Kastil, tiba tiba pintu yang tadi terbuka lebar kini kembali menutup rapat

Gelap, suram, dan menakutkan. Itulah kesan pertama Xu Chen, saat sudah memasuki Kasti tersebut

Dalam keadaan seperti itu, Xu Chen mencoba untuk tetap tenang dan mencoba memasuki Kastil lebih dalam

***

"Ruangan apa ini?" tanya Xu Chen pada dirinya sendiri

Saat ini, Pemuda itu terjebak di suatu ruangan yang sangat besar dan luas, pintu di ruangan itu hanya ada dua. Yakni yang pertama (Pintu masuk), pintu yang Xu Chen lalui saat memasuki ruangan namun telah tertutup rapat

Dan yang kedua (Pintu keluar), ada di bagian lain ruangan itu yang masih tertutup rapat. Jika di tarik garis lurus, maka kedua pintu itu sejajar

Dalam kebingungannya itu, tiba tiba suara wanita terdengar, "Mengalahkan Kematian lalu Memperoleh Kehidupan! apa kau siap?"

Mendengar hal itu Xu Chen mengerutkan keningnya tak mengerti "Mengalahkan Kematian lalu Memperoleh Kehidupan? apa maksudnya?" pikir Xu Chen

Tak ingn pusing dengan hal itu, Xu Chen berkata, "Wanita yang berbicara, aku tidak tahu maksudmu, Memperoleh Kehidupan lalu Kematian! tapi, apapun itu aku siap"

Setelah Xu Chen menyelesaikan ucapannya, tiba tiba lantai Kastil bergetar hebat, lalu keluar tengkorak dengan jumlah yang sangat banyak, sangking banyaknya sampai memenuhi ruangan tersebut, dengan posisi Xu Chen berada di tengah tengah

Sambil mengusap-usap bagian belakang kepalanya, Xu Chen berkata dengan nada malas, "Ahh, merepotkan!"

Bersamaan dengan itu Xu Chen melompat tinggi keatas dan mengeluarkan Tehnik Pedang Pembantai, Pemuda itu bergumam pelan "Amarah Sang Dewi" pisau-pisau angin dengan jumlah yang sangat banyak menari-nari, menyerang para tengkorak dengan beringas, saat satu pisau angin mengenai satu tengkorak, pisau angin itu tak akan berhenti, melainkan terus melaju mencari target selanjutnya

Saat Xu Chen mendarat di tanah, para tengkorak telah di bereskan, dan hanya menyisakan tualang-belulang yang berserakan ditanah

Namun Xu Chen tak berhenti hanya sampai di situ, tak ingn mengulang kesalahan yang sama saat melawan para Golem. Xu Chen kembali mengeluarkan Api Pembakar Malam dan membakar habis tulang-belulang, hingga menjadi abu

Suara wanita kembali bergema di ruangan tersebut "Kematian telah sirna, namun tak ada yang abadi, Kehidupan hanyalah ilusi!" bersamaan dengan itu ruangan bergetar hebat lalu pintu keluar terbuka

Xu Chen kembali melangkah, untuk keluar dari ruangan aneh tersebut, dan masuk keruangan selanjutnya

Xu Chen tak bisa menahan keterkejutannya, saat menemukan ruangan yang ia masuki selanjutnya, sangat berbeda dengan ruangan sebelumnya. jika ruangan sebelumnya beraura suram dan menakutkan ruangan tempat Xu Chen berpijak saat ini beraura nyaman dan menenangkan

Namun saat Xu Chen masih sibuk memperhatikan setiap sudut ruangan, suara wanita kembali terdengar "Apa yang kau lihat belum tentu nyata. kadang, semua hanyalah sandiwara dan ilusi, berhati hatilah itu bisa mencelakai"

Mendengar hal itu Xu Chen berkata "Kali ini apa lagi?"

Namun tiba tiba pandangan Xu Chen berubah, Pemuda itu bisa melihat hamparan Bungan yang indah, dengan berbagai macam warna dan bentuk "Dimana ini, apa aku sudah mati? aku tak bisa mengingat apapun, selain hari yang mengerikan itu!" ujar Xu Chen sambil memegangi kepalanya yang pusing

Seperti teringat sesuatu yang begitu penting, Xu Chen berlari tak tentu arah sambil berteriak memanggil Gurunya "Guru, Guru, dimana Guru berada?"

Namun tiba tiba suara yang begitu akrab di telinganya terdengar memanggilnya, "Nak, siapa yang kau cari?"

Mendengar itu, spontan Xu Chen berbalik dan betapa terkejutnya pemuda itu, teryata suara itu adakah suara ibunya, suara yang begitu ia rindukan, seketika lutut pemuda itu bergetar hebat, hinggah memaksanya pada posisi jatuh berlutut dan tangisnya pecah

"Ibu, Ibu, apakah ini ibu?" ujar Xu Chen dengan suara yang bergetar dan air mata berlinang

Dengan senyum hangat, ibu Xu Chen berkata, "Ini ibu nak, kemarilah apa kau tidak merindukan ibu?"

"Ibu aku sangat merindukanmu!" ujar Xu Chen seraya bangkit ingin menghampiri ibunya

Dengan langkah gontai, Xu Chen menghampiri ibunya "Ibu, dimana ayah dan yang lainnya?" tanya Xu Chen

"Meraka menunggumu nak, datanglah pada ibu, ibu akan mengantarkan mu pada mereka," balasnya

Dengan sedikit berlari kecil, Xu Chen berkata "Ya, ibu"

Namun, saat tinggal beberapa langkah lagi dari ibunya, Xu Chen tiba tiba langsung menghentikan langkahnya, dan pikirannya tiba tiba terngiang sesuatu

***

Like/Komen dan Vote guys. See You

1
Jade Meamoure
yah emang susah kalo mau bersatu orang ayah Kaisarmu yang bantai kluarga Xu juga
Jade Meamoure
beehh gimana coba kalo pangeran tadi nyerah bukankah Xu Chen akan buntung 🤨🤣
Jade Meamoure
beh guru itu melanggar privasi lho 😔
Jade Meamoure
wah itu putri musuh Tah 😲😲😲 tar gimana tuh perasaan saat Xu Chen akan balas dendam
Jade Meamoure
1:1000 waduh Thor itu dikit berlebihan tp tk apalah biar MC cepat kuat 🤣🤣🤣
Muis Hakim
Kayaknya seru nih otor
hasbullah 123
Klu ada kritik & masukan yg baik tolong di perhatikan agar kedepan nya lebih baik
hasbullah 123
Sekedar masukan ..sy berharap semua yg berbahasa ASING tolong segera di ganti dengan bahasa Indonesia biar pembaca mudah mengerti dan paham..
Kalisom Kalisom
makin lama makin jelek ceritannya,kenapa Ndak singkir aja wanita itu
Kalisom Kalisom
Thor jangan kasih hati ke wanita nanti balas dendam Ndak akan terjadi
Shah Dian
789 big up... MC terlaluuuu medeeet Thor...
Imron Putra Mayor
Luar biasa
Fadil Yak
Bakalan seru ni
Fadil Yak
ceritanya bagus
Pay Lee
keren ceritanya,,gk buru2 jatuh cinta ..
ketika cinta sudah bersatu ,,tak lg menarik krn perjuangannya tak lg menatang
Gua Cowo 🗿
senyuman yang membuat orang dapat pindah apam sementara
Gua Cowo 🗿: *alam
total 1 replies
Gua Cowo 🗿
semangat Thor
Gua Cowo 🗿
semangat thor
Rindi Antika Siregar
soalnya aku genre apa aja masuk semua
Rindi Antika Siregar
wah awas jadi certa bl tapi jalo iya yah nggak papa si
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!