Seorang gadis desa yang di Carikan jodoh oleh sang kakek,badan yang semakin lelah dan umur yang kian bertambah usia,membuat sang kakek mencari kan sang cucu jodoh,agar ada yang menemani cucu nya yang tidak punya siapa - siapa lagi,di saat kakek nanti sudah tiada. dan di pertemukan dengan 2 Pria kakak beradik yang sangat berbeda sikap nya membuat Reina sangat binggung saat di suruh oleh sahabat kakek nya memilih siapa yang akan Reina pilih sebagai suami.
hari - hari Reina di mulai di rumah itu untuk mengenal sebelum ia menjatuhkan pilihan.
Menurut kalian siapa yang akan di pilih Reina?,Yuk di simak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26 - Mati Lampu
Keesokan harinya.
Saat Reina baru selesai mandi malam dan sedang mengeringkan rambut nya dengan handuk.
Reina mengambil makeup di dalam tas nya,namun sesuatu jatuh di lantai membuat Reina dengan cepat melihat ke sesuatu yang jatuh dan melihat apa itu.
"Gelang." Gumam Reina.
Reina mencoba mengingat gelang siapa yang ia pegang saat ini. beberapa saat ia pun teringat kalau ini adalah Gelang Gilang yang terjatuh saat Gilang menggendongnya ke kamar saat ia tertidur dalam mobil.
"Aduh,seharus nya sudah ku kembali kan dari kemarin - kemarin,dia pasti mencari barang ini."Ucap Reina.
Dengan cepat Reina menyisir rambut nya dan berjalan keluar kamar dan ke kamar Gilang.
Saat ia sampai di depan kamar Gilang,Reina melihat pintu nya terbuka dan Reina pun berdiri mematung di depan pintu kamar itu. ia memegangi gelang itu sembari menghela nafas untuk membuang rasa gugup nya.
Terlihat kamar yang begitu luas dan besar milik Gilang. "Gilang." Panggil Reina yang masih mematung di depan kamar dan tidak berani lebih dekat meski pintu itu terbuka lebar.
"Gilang." Panggil Reina lagi.
Berulang kali Reina memanggil Napa pria itu,tapi tidak terlihat pria itu ada di mana dan Reina pun mencoba lebih dekat dan masuk ke kamar sembari menyebut nama Gilang.
"Gilang." Panggil Reina lagi.
Saat masuk ke dalam,Ternyata kamar itu benar - benar kosong,tidak ada Gilang di dalam nya.
Reina bermaksud menaruh Gelang itu di atas meja dan ingin bergegas pergi,Baru Reina akan menaruh Gelang itu,tiba - tiba saja Ia mendengar pintu tertutup dan Dengan cepat Reina membalikan tubuh nya dan melihat Gilang terbalut dengan Handuk sedang mengeringkan rambut nya.
Gilang terkejut saat ia melihat ada Reina di kamar nya,Reina yang melihat dada Gilang pun lansung saja mengalihkan pandangan nya dan memandang ke arah lain,ia menelan ludah dan ia semakin gugup.
"Apa yang kau lakukan di kamar ku?." Ucap Gilang dengan suara Maco nya.
"Ma - maaf,tadi aku ingin mengembalikan gelang mu,karena tidak ada kau,aku ingin menaruh nya di atas meja." Ucap Reina sembari menunjukan gelang yang ada di tangan nya.
"Berikan pada ku." Kata Gilang dan Reina perlahan semakin dekat ke Gilang namun ia tetap tak mau melihat ke arah Gilang.
Namun tiba - tiba saja Lampu di kamar itu dan bahkan di seluruh rumah ini mati.
"Ah...."Teriak Reina dan memeluk Gilang yang berdiri di hadapan nya.
"Hei,apa yang kau lakukan." Bentak Gilang.
"Aku Takut,aku sangat takut gelap." Ucap Reina menangis.
Tiba - tiba pintu kamar terbuka dan sorotan senter mengarah ke Reina dan Gilang yang sedang pelukan.
"Apa yang kalian lakukan." Kata Kakek Irwan.
Dengan cepat Reina melepaskan pelukan nya pada Gilang saat ada cahaya menyorot mereka.
"Kakek,ini tidak seperti yang Kakek pikirkan." Ucap Reina mendekati Kakek Irwan.
Kakek menghela nafas,saat ia mendengar teriakan Reina dari kamar Gilang,kakek dengan cepat ke arah sumber suara,namun saat pintu terbuka Kakek Irwan malah melihat Reina sedang berpelukan dengan Gilang.
Dan Lampu pun menyala,karena di nyala kan mesin Gengset oleh pelayan rumah."Gilang,kenakan pakaian mu dan turun ke ruang keluarga." Ucap Kakek Irwan.
Gilang pun tidak membalas dan lansung saja membuka lemari untuk mengambil pakaian.
"Kau juga Reina." Lanjut Kakek Irwan.
gak suka tp nempel x