NovelToon NovelToon
Aku Pamit

Aku Pamit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Arman itu sekarang makin tidak perhatian sama Ibu," tulis pesan dari Ibu Lestari dalam tangkapan layar tersebut. "Setiap bulan uang belanja selalu berkurang. Pasti uangnya dipakai untuk hal-hal yang tidak jelas. Beda sekali sama Yoga. Tapi Yoga juga sama saja, makin ke sini makin tunduk sama Isma. Apa-apa selalu Isma yang didahulukan, sampai-sampai ibunya sendiri sering dilupakan."

​Pesan berikutnya memperlihatkan balasan dari Aini yang terkesan memprovokasi, "Sabar ya, Bu. Aini sama Mas Arman selalu usahakan yang terbaik buat Ibu. Kalau Mas Yoga mungkin repot karena harus mengurus Kak Isma juga."

​Dan balasan terakhir dari Ibu Lestari membuat napas Isma tertahan: "Repot bagaimana? Anak saja belum punya sampai sekarang. Sudah lima tahun menikah tapi belum ada tanda-tanda. Ibu ini makin tua, ingin menimang cucu dari anak sulung. Tapi kalau rahimnya memang mandul, mau bagaimana lagi. Kasihan Yoga, hidupnya habis cuma buat membiayai perempuan yang tidak bisa memberikan keturunan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GARIS BATAS DAN KEMERDEKAAN

​Mata Yoga mendadak membelalak sempurna. Lidahnya mendadak kelu saat nama "Gladis" meluncur begitu mulus dari bibir Isma. Seluruh skenario manipulatif yang sudah ia susun rapi di kepalanya runtuh seketika dalam satu detik.

​"K-kamu... dari mana kamu tahu nama itu, Isma?!" gagap Yoga, wajahnya memucat seraya berusaha bangkit dari ranjang.

​Isma tidak sudi menjawab pertanyaan konyol itu. Ia menatap Yoga dengan jijik yang tak lagi ditutup-tutupi.

​"Silahkan menikah lagi kalau kamu mau, Mas. Tapi ceraikan aku terlebih dahulu," tegas Isma dengan intonasi yang begitu dalam dan dingin. "Aku tidak sudi dimadu. Tidak akan pernah."

​Tanpa memedulikan Yoga yang terpaku mematung di tempatnya, Isma balik badan dan melangkah lebar keluar dari kamar.

​Namun, tepat di luar pintu yang sedikit terbuka, Ibu Lestari rupanya sudah berdiri mengintip. Wanita tua itu mendengarkan setiap kata dari pertengkaran mereka dengan tangan bersedekap di dada. Bukannya merasa malu atas kelakuan anaknya, Ibu Lestari justru menerobos masuk dengan raut wajah sengit dan suara melengking.

​"Bagus kalau begitu! Ceraikan saja dia, Yoga!" teriak Ibu Lestari tanpa rasa bersalah. "Biar tahu rasa dia! Mertua mana yang betah punya menantu tidak bisa kasih cucu dan pelitnya setengah mati begini?! Kamu itu laki-laki, Yoga! Kamu berhak cari wanita lain yang lebih subur dan bisa berbakti sama keluarga!"

​Yoga yang sempat panik kini mendapatkan suntikan keberanian baru dari ibunya. Pria itu menyusul Isma ke ruang tengah, berusaha menegakkan dadanya kembali.

​"Isma! Kamu jangan sembarangan minta cerai ya!" bentak Yoga, mencoba mengintimidasi. "Kamu pikir gampang jadi janda?! Selama ini kamu hidup enak karena dinaungi aku! Kalau kita cerai, kamu tidak bakal punya apa-apa lagi!"

​Isma menghentikan langkahnya di tengah ruang tamu. Ia memutar badan, menatap Yoga dan Ibu Lestari yang berdiri berdampingan dengan tatapan kasihan—kasihan atas kebodohan mereka yang teramat parah.

​"Aku tidak akan pernah menyesali keputusan ini, Mas," jawab Isma sangat tenang. "Justru kamu dan keluargamu yang harus bersiap... menghadapi apa yang akan terjadi setelah ini."

​Isma melanjutkan langkahnya menuju teras rumah, membiarkan Yoga dan ibunya bersorak merasa menang, tanpa sadar bahwa hitungan mundur menuju kehancuran total mereka kini tinggal menghitung hari.

​"Pikirkan saja dulu semuanya sebelum kamu menyesal, Mas," ucap Isma pelan namun sarat akan ancaman yang tak kasatmata.

​Tanpa membuang waktu satu detik pun untuk mendengarkan balasan mereka, Isma menyambar kunci keyless mobil barunya dari atas meja, merogoh tas bahunya yang sudah berisi berkas-berkas penting, lalu melangkah lebar menembus pintu depan.

​"Isma! Mau ke mana kamu malam-malam begini?!" teriak Yoga mengejar ke teras rumah. "Isma! Berhenti! Kamu tidak bisa main pergi begitu saja!"

​Ibu Lestari ikut melongok dari balik pintu seraya berseru pedas, "Biarin saja, Yoga! Paling cuma gertak sambal! Nanti juga nangis-nangis minta pulang kalau sudah lapar!"

​Isma sama sekali tidak menghiraukan lolongan panggilan Yoga maupun makian ibu mertuanya. Dengan gerakan anggun dan dingin, ia menekan tombol unlock pada kuncinya. Lampu SUV mewah berwarna hitam itu menyala terang, membelah kegelapan halaman rumah. Isma masuk ke kabin kemudi, mengunci pintu dari dalam, dan menekan tombol engine start.

​Mesin halus berdaya tinggi itu meraung pelan. Yoga sempat menggedor kaca jendela mobil dengan wajah panik dan penuh amarah yang tercampur aduk, namun Isma bahkan tidak memalingkan wajahnya sedikit pun. Ia memutar lingkar kemudi, menginjak gas, dan meluncurkan mobilnya meninggalkan halaman rumah mertuanya untuk selamanya.

​Melalui spion tengah, Isma melihat bayangan Yoga dan ibunya yang makin mengecil di jalanan perumahan tersebut. Senyum lega dan puas terkembang di bibir Isma.

​Mobil mewah itu melaju tenang membelah jalanan kota di bawah pendar lampu jalan. Tujuan Isma kini sudah pasti: Cluster Green Valley, rumah baru yang sudah lunas atas namanya sendiri.

​Sesampainya di depan gerbang perumahan eksklusif itu, satpam menyapa ramah dan membukakan palang pintu. Isma memarkirkan mobilnya di garasi rumah barunya yang megah dan tenang. Begitu menjejakkan kaki di dalam ruang tamu yang bersih dan harum, Isma menghirup udara malam dengan kedalaman yang tak pernah ia rasakan selama bertahun-tahun.

​Ia merogoh ponsel sekundernya, membuka pesan rahasia kepada tim pengacaranya, dan mengetik satu kalimat singkat:

​“Seluruh bukti lengkap. Besok pagi, daftarkan gugatan perceraian saya ke Pengadilan Agama.”

​Malam ini, Isma tidur di rumahnya sendiri, di atas kasurnya sendiri, sebagai wanita merdeka yang siap menyaksikan kehancuran mantan suaminya besok hari.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!