NovelToon NovelToon
Cinta Tak Ada Logika

Cinta Tak Ada Logika

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:63.7k
Nilai: 5
Nama Author: Delisa Sitari

Kehidupan Kinta seorang single parent yang memiliki dua orang anak. Setelah sekian lama ditinggal oleh suaminya dan menghidupi anak-anaknya seorang diri. Bertemu dengan Atta laki-laki petualang yang dicintainya dengan tulus namun ternyata dirinya hanya dipermainkan.
Bahkan tanpa berdosa lelaki itu mendekati sahabat dekat Kinta sendiri. Namun sakit hati terbalaskan karena ternyata Rani sudah memiliki seorang kekasih.
Dan Kinta pun dipertemukan dengan kawan lamanya yang menjodohkannya dengan Kakak laki-lakinya. Yang mencintainya dengan tulus.
Namun apalah daya Kinta begitu lama masih belum dapat melupakan Atta sepenuhnya.
Bahkan meskipun Kinta sudah menikah dengan Yusdi pun. Masih ada sisa-sisa perasaannya terhadap laki-laki petualang itu.
Dan akhirnya Atta muncul kembali di kehidupan Kinta dan ingin mendapatkan cintanya lagi.Bagaimana Kinta mempertahankan rumah tangganya bersama laki-laki yang selama ini telah mengobati lukanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delisa Sitari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 26 : Sikapnya Membuatku Melupakanmu

Pelan-pelan Kinta membuka pintu rumahnya agar yang sudah tertidur tidak merasa terganggu. Setelah meletakkan tasnya di meja kamar ia segera ke kamar mandi mencuci muka dan gosok gigi. Malas rasanya untuk mandi karena hawa yang sedang dingin.

Direbahkan tubuhnya yang lelah karena kegiatannya yang hampir seharian bersama Yusdi. Ia tersenyum sendiri mengingat kejadian-kejadian tadi. Dan akhirnya matanya terpejam dan lelap dalam tidurnya tanpa beban apapun.

Sampai ia tak mendengar ponselnya yang masih di dalam tasnya berbunyi.

*

*

*

Sementara di tempat lain...

Atta masih saja belum bisa memejamkan matanya. Bayangan Kinta masih saja terlintas di benaknya.

Kenangan buruk ?

Kinta dengan jelas mengatakan apa yang pernah mereka lakukan adalah kenangan buruk... Berarti benar selama ini wanita itu menahan perasaannya. Menahan rasa sakitnya. Menutupinya dengan sangat sempurna. Bahkan merelakannya untuk mendapatkan wanita lain. Dan membantunya pula.

Atta mengambil sebotol minuman import yang ia simpan di lemari khusus. Di apartemen itu dia tinggal sendirian di tengah indahnya pulau Dewata. Pekerjaan yang mengharuskannya sering berada di kota itu membuatnya membeli sebuah apartemen untuk ia tinggal.

Jika ia harus bekerja di luar pulau atau luar kota maka ditinggalkannya apartemen tersebut kosong selama dua atau tiga bulan bahkan terkadang lebih. Sementara rumah pribadinya yang berada di Ambon tempat kelahirannya adalah hadiah pernikahan bersama almarhumah istrinya yang diberikan oleh orang tua Atta.

Rumah itu lebih sering ditinggalkannya karena ia jarang mendapat tugas di sana. Ia mempekerjakan seorang laki-laki paruh baya untuk menjaga dan merawat rumahnya.

Di sini ... Di kota nan indah ini ia tinggal sendirian. Sejak meninggalkan Surabaya ia terus mengingat Kinta. Wanita itu mempunyai aura yang sangat kuat untuk selalu merindukannya, di saat jauh seperti ini. Bahkan ia tak merindukan Rani sama sekali. Padahal dulu ia begitu terobsesi pada gadis itu.

Namun sekarang ia mengerti. Obsesi bukanlah cinta. Cinta ? Apakah sebenarnya dia mencintai Kinta ? Sampai kapan ia seperti ini.

Diteguknya minuman beralkohol itu sedikit demi sedikit. Hatinya kacau... Pikirannya melayang. Sampai akhirnya ia tak sadarkan diri setelah botol itu kosong dan terjatuh berserakan di lantai bawah tempat tidurnya yang beralaskan karpet.

*

*

*

Alarm subuh membangunkan Kinta. Segera ia melaksanakan ibadahnya meskipun masih dengan mata yang masih mengantuk. Sebelum itu ia mengintip ke kamar Ibunya dan melihat beliau sedang melaksanakan ibadah. Pintu kamarnya terbuka separuh.

Setelah selesai ia berusaha mencari ponselnya. Ia baru ingat kalau ia belum mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Diambilnya dan dilihatnya. Pesan dari Yusdi.

" Terima kasih ya Dek untuk waktunya. Selamat beristirahat... Nice dream..."

Kinta senang membacanya. Dilihatnya Yusdi mengirim pesan itu tadi malam saat dia telah tertidur, mungkin di saat pria itu baru sampai di rumahnya.

" Iya Mas sama-sama. Maaf baru balas...tadi malam aku sudah sangat mengantuk. Makanya langsung tidur. " balas Kinta.

" Iya tidak apa-apa Dek... Mas mengerti. Waktu perjalanan pulang saja Adek sempat tertidur di motor dan memeluk Mas. Mas pegangin tangannya takut terlepas. "

DEG

Apa ? Memeluknya ?

Kinta merasa malu. Dia baru ingat memang di setengah kesadarannya karena rasa kantuknya yang teramat sangat tangannya mulai memeluk perut Yusdi. Ia tidak perduli karena khawatir nanti akan terjatuh jika tidak berpegangan.

Dan baru terbangun saat motor Yusdi berhenti tak ada suara. Saat sudah berada di depan rumahnya.

" Eee... Iya maaf ya Mas. Aku ngantuk sekali. Tidak bisa ditahan... " balas Kinta malu-malu. Sudahlah jangan malu seperti itu. Toh dia calon suamimu....

" Tidak apa-apa Dek. Ya sudah sekarang pasti kamu mau mengerjakan tugas negara kan..." tebak Yusdi. Rupanya dia sudah hafal kebiasaan Kinta.

" Mmm... Iya Mas." jawab Kinta.

" Ya sudah. Selamat beraktifitas...Assalamualaikum... " ucap Yusdi.

" Wa alaikumsalam..." jawab Kinta.

Hati Kinta begitu damai. Dia berfikir apa sebaiknya ia menceritakan hal ini pada Ibunya. Siapa tahu beliau bisa memberinya saran dan menilai seperti apa pribadi Yusdi.

Tok...tok...tok...

" Nduk..." panggil Bu Kasih mengetuk pintu kamar Kinta.

" Iya Bu..." sahut Kinta.

Sudah waktunya membantu Ibunya memasak di dapur agar putra putrinya bisa sarapan sebelum berangkat sekolah. Sebelum menuju ke dapur dia membuka pintu kamar Dian dan Riyanti, dilihatnya mereka masih tidur dengan pulas.

Di sela-sela kegiatan masak mereka...

" Siapa pria itu Nduk ? Kenapa tidak dikenalkan sama Ibu..." tanya Bu Kasih sambil melirik putri semata wayangnya.

Kinta terkejut dan menghentikan pisau yang digunakan mengiris sayuran. Bagaimana Ibunya tahu Yusdi ... Kapan Ibu melihatnya...

" Eee... Pria yang mana Bu ? " tanya Kinta berpura-pura tidak mengerti.

" Kamu masih tidak mengaku pada Ibu... Pria yang mengantarmu semalam... " ternyata Ibu memergokinya.

Kinta masih tertunduk dan melanjutkan aktifitasnya. Sebenarnya ia ingin meminta pendapat Ibunya tentang Yusdi. Apakah Ibunya juga menyetujui jika ia menikah lagi.

" Bu..." panggil Kinta lembut sambil tetap beraktifitas.

" Ya Nduk... Tidak apa-apa... Kamu cerita saja sama Ibu. Apalagi kalau ini soal laki-laki yang dekat dengan kamu. Bagaimanapun Ibu harus mengetahuinya. " jawab Bu Kasih juga dengan nada lembut.

" Kinta dikenalkan oleh teman Kinta Bu... Dia Kakaknya Reva. Ibu ingat Reva kan... Sahabat lama Kinta..." Kinta mulai menjelaskan.

Bu Kasih nampak berfikir sejenak, menghentikan kegiatannya mengulek bumbu. Ya...Para orang tua jaman dulu akan lebih suka mengulek bumbunya daripada memakai blender. Katanya rasanya akan lebih sedap.

" Ohh... Iya. Ibu ingat. Dulu dia sering main ke sini kan... Bagaimana kabarnya anak itu ? Setelah menikah tidak pernah muncul lagi..." tanya Bu Kasih yang lalu melanjutkan ulekannya.

" Kabarnya baik Bu... Kinta juga sudah lama tidak bertemu. Beberapa waktu lalu bertemu dia dan dia ingin menjodohkan Kinta dengan Kakaknya. " jawab Kinta malu-malu.

Bu Kasih menatap anaknya itu. " Pria tadi malam ? " tanyanya.

Kinta pun juga menoleh pada Ibunya dan tersenyum. " Iya Bu... "

Bu Kasih pun tersenyum senang. " Akhirnya anak Ibu akan mempunyai pendamping..." ujarnya dengan membelai pundak Kinta.

Kinta memegang tangan Ibunya yang sedang mengelus pundaknya. " Ibu setuju kalau Kinta menikah lagi ? " tanyanya.

" Hmmm... Kamu ini... Tentu saja Ibu setuju. Ibu mana yang tidak ingin anaknya bahagia Nduk..." jawab Bu Kasih. " Nanti kita bicarakan lagi. Selesaikan dulu masakannya. Keburu kesiangan untuk sarapan anak-anakmu..." lanjutnya.

Mereka pun bergegas melanjutkan kegiatannya. Setelah masakan mereka matang Bu Kasih menyiapkan semuanya di atas meja makan. Dan Kinta membangunkan anak-anaknya.

Dengan segere Dian dan Riyanti mandi dan bersiap dengan seragam sekolah. Begitu selesai mereka berempat sarapan bersama dengan nikmatnya.

Seperti biasa, Kinta mengantar anak-anaknya ke sekolah dengan motor kesayangannya.

Setelah kembali dari mengantar sekolah ia membersihkan rumah karena Ibunya sudah mencuci dan membereskan peralatan dapur mereka.

" Akhirnya selesai juga... " ujar Kinta yang sedikit lelah. Dia pun mengistirahatkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu sambil menonton tv. Ia harus mengumpulkan tenaga lagi untuk bekerja nanti.

Diraihnya ponsel yang sedari tadi ia cargh di meja sebelah sofa. Dilihatnya ada pesan masuk.

" Kin ..." pesan itu dari Atta.

Mau apa lagi laki-laki ini. Gumam Kinta dalam hati.

" Ya ..." balas Kinta dengan malas.

" Singkat sekali jawabnya. Aku minta maaf ya Kin sama kamu. Aku benar-benar minta maaf kalau memang sikapku selama ini menyakiti hatimu. Aku menyesal... " sesal Atta. Tak terasa ada yang menitik dari matanya. Meskipun tak banyak, itu adalah curahan dari dadanya yang terasa sesak.

" Sudahlah Bang... Tidak perlu diungkit lagi. Sekarang kita bukan apa-apa kan. Memang kita masih berteman. Tapi kalau sudah tidak bertemu dan jauh ya mungkin kita hanya akan menjadi orang lain." balas Kinta. Baginya penyesalan Atta sudah terlambat dan tidak ada artinya.

" Kenapa begitu Kin... Kita kan bukan sekedar teman biasa..."

" Abang sendiri yang minta kita hanya berteman... Aku korbankan perasaanku demi melihat Abang bahagia meskipun tidak bersamaku. Karena aku berusaha sadar diri siapa aku. "

" Kita teman spesial Kin..."

" Buatku teman spesial adalah kekasih... Hubungan kita yang lalu adalah kesalahan Bang. Jadi maaf...jangan ungkit itu lagi. "

Atta melemparkan ponselnya ke tempat tidurnya. Dia tidak tahu harus bicara apa lagi pada Kinta. Sepertinya dia sudah tidak punya harapan lagi pada wanita itu. Memang ini adalah kesalahannya. Menyia-nyiakan wanita yang benar-benar mencintainya.

Botol minuman keras yang semalam ia teguk sampai habis dilemparkannya pula ke tembok dan ...

Pyaarrr.....

Botol itu pecah tak beraturan... Seperti hati dan fikirannya saat ini.

Kinta lega Atta sudah tak membalas pesannya lagi setelah beberapa menit. Dia sudah tidak mau berfikir macam-macam lagi. Rasa cinta itu sudah mulai luntur sedikit demi sedikit. Dia sudah mulai nyaman dengan perlakuan Yusdi padanya.

Dan dia berharap Atta tidak akan menghubunginya lagi.

1
Agus Irawan
Halo Readers Mampir yuuk ke cerita ku klik langsung frofil ku yah
Agus Irawan
feedback untuk mu kak
coni
like mendarat Thor

mampir juga ya ke CSku
coni
Semangat upnya Thor🥰
Like ku udah melayang tuh

Ditunggu feedback nya ya 😁
salam "ANGKASA: Salam penghuni bumi"
kitty
mau gimana lg anak2 butuh ayah kandungnya, apalagi anak perempuan..nanti ayahnya yg jd wali
kitty
mantan suami kinta yg pertama gak ada kabar?
Firstraha cleanida
semangat semangat yokkk
Delisa Sitari: trm kasih...
total 1 replies
AM
Lanjut semngat terus, aku bacanya nyicil ya😁

baca juga cerita ku Choice Of Love ❤
kitty
klo menikah dg duda cerai hidup apalagi jk perceraiannya tdk baik2 sj, dan ada anak pula rata2 kisah balikan sm mantan itu srg tjd..
sebenarnya sy berharap kinta menemukan jodoh lain selain yusdi yg menurutku tdk tegas dan sering salah langkah..tp bukan berarti kembali dg atta
Delisa Sitari: Tp dlm cerita ini Kinta hanya akan menikah 2x 🙏🙏🙏
total 1 replies
Darah Biru (Bangsawan)
mantap ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
like like ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
sambungan jejak boomlike ❤️
Bill
Mbak bisa follback saya gk?ada yg saya tanyain nih😊 lanjut mbak ak suka alur cerita mu😍
Delisa Sitari: oke... sudah
total 1 replies
Author Ika.
HAI AUTHOR SAYA UDA LIKE DAN RATE 5 BINTANG , MAMPIR DONG KE NOVEL SAYA “Aku Bukan Lesbian," DITUNGGU KEHADIRANNYA DAN TINGGALKAN JEJAK.

-AKU BUKAN LESBIAN.
delesia
dasar si Ahmad.... udh tau tambah mencurigakan malah ga lapor
delesia
emang enak kinta... kamu rasakan karma mu sendiri
delesia
sakitnya dikhianati.... akupun sudah pernah merasakan beberapa kali
delesia
terlambat utk menyesal kinta... gw malah ingin yusdi menceraikan kamu
delesia
banyak sih wanita type sprt kinta.... mendua
delesia
dasar kinta munafik ... kalo wanita bener hrsnya diblokir nomor atta dan kemanapun janjian dg atta, ajak suami biar ga ada yg disembunyikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!