NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Pendekar Pedang

Kisah Cinta Pendekar Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:219
Nilai: 5
Nama Author: Firdaus Rangkuti

Sebuah kerajaan terbesar punya misi menangkap semua petarung liar untuk kedamaian. Namun semua perguruan seni bertarung pedang menolaknya. Karena mereka tahu kalau kerajaan ingin mengatur masyarakat dengan menguasai sumber daya.

Sepasang pendekar pedang ini menjadi penyelamat untuk melawan sebuah kerajaan besar. Mereka melakukan perjalanan bersama untuk mengumpulkan rahasia teknik pedang tersembunyi dan dua pedang Sakti.

Pedang Zen Xi di Desa Win, lalu pedang Zoi Chu di Desa Hon. Namun mereka harus melewati rintangan dan tempat untuk bisa sampai di tujuan. Lalu mereka kembali untuk mengalahkan Kerajaan Sinpor.

Setelah masalah Kerajaan Sinpor selesai, kisah cinta mereka berdua sempat mendapatkan penolakan dari orang tua perempuan, karena perbedaan kelas sosial. Namun mereka berdua punya cara agar mereka berdua bisa menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firdaus Rangkuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

Pagi ini Rio hendak berjalan keliling desa dengan mengenakan pakaian biasa. Dia melihat banyak warga desa sedang ramai untuk beli barang.

"Wah ramai sekali ya." ucap Rio. Lalu dia melihat banyak dua warga desa sedang bertengkar. Ada juga sedang duduk di luar kedai teh sedang tertawa bersama.

"Kemana Jinsin pergi, dari tadi aku belum melihatnya." Rio melihat sekeliling. Rio mengambil jalan setapak melihat keadaan desa. Rio mendengar ada seorang wanita cantik sedang berteriak. Rio langsung bersembunyi di balik tempat sampah.

"Lepaskan aku, lepaskan!" teriak seorang wanita.

"Hehehe. Serahkan barang bawaan nona manis." dua orang pria mencoba mengganggu wanita itu dengan memegang tangan kanan. Lalu mengambil barang belanja masih di pegang olehnya. Rio masih bersembunyi jongkok belum melihat keadaan di sana.

"Tolong, tolong!" teriak wanita cantik.

"Hahahaa. Tidak ada yang dapat menolong cantik." ucap pria besar mencolek dagunya.

"Hei, jangan macam-macam kamu ya. Ku tampar kamu." teriak wanita cantik ini mengancam. Lalu Rio mengintip dan melihat dia orang lelaki sedang mengganggu wanita ini sambil menarik keranjang belanja. Tidak lama kemudian Rio bangkit dan menolong wanita itu dengan berteriak.

"Hei, lepaskan wanita itu, cepat!"

"Hei, siapa kamu?" teriak pria yang satu melotot.

"Loh balik nanya lagi." tanpa basa-basi, Rio mendorong seorang pria itu ke tembok bangunan gang yang tinggi. Lalu menjedutkan kepalanya sebanyak tiga kali sampai pria besar itu terjatuh kesakitan.

"Hah. Hah. Hah." pria pegang parang. Setelah itu pria yang satu lagi melepaskan genggaman tangan wanita dan menyerang Rio dengan parang. Rio menghindar dengan mudah. Lalu Jinsin muncul dan menangkis parang pria itu dengan pisau dapur tepat di depan Rio.

"Hei, pergi kalian!" teriak Jinsin melototinya. Pria itu masih menahan parang di pisau Jinsin dan terus menekan dengan wajah marah. Rio menarik kepala pria itu dan menjedutkan ke tembok sambil mengambil parang di tangan oleh Rio.

"Kau tidak apa-apa." tanya Rio berdiri di hadapan wanita cantik itu.

"Terimakasih sudah menolongku." ucap wanita muda memeluk Rio. Jinsin melihat Rio kaget, lalu mendatangi wanita itu dan mendorong untuk melepas pelukan dan Rio.

"Sudah, tidak usah di peluk juga." ucap Jinsin mulai panas. Wanita itu kaget saat Jinsin di dorong mundur dan melihatnya dengan wajah bingung. Lalu Rio diam melihat reaksi Jinsin yang sedang cemburu.

"Terimakasih ya sudah menolong saya. Mereka itu selalu menghalangi jalan sekitar sini. Jadi kebetulan saya lewat sini untuk jalan potong cepat pulang. Terima." ucap wanita cantik kepada Jinsin.

Saat wanita cantik basa-basi, Jinsin memotong pembicaraannya dan menyuruhnya segera pulang dengan memegang tubuhnya untuk balik badan. Lalu setelah pergi, Jinsin berdiri di depan Rio tanpa bicara dan menatap mata dengan perasaan cemburu. Rio hanya diam melihat ekspresi cemburu Jinsin. Walaupun begitu Rio tidak mengerti tentang perasaan Jinsin.

"Plaaaak.."

"Lain kali kalau mau genit itu kasih tahu dulu." ucap Jinsin marah dan pergi meninggalkan Rio keluar dari gang. Rio kaget dan memegang pipinya yang di tampar. Dia melihat Jinsin berjalan keluar dengan melihat belakang tubuhnya dengan wajah bingung.

"Jinsin tunggu aku." ucap Rio menarik tangan kanan untuk tidak keluar dari gang sepi.

"Lepas ah." ucap Jinsin melepas genggaman tangan Rio.

"Kau kenapa, cemburu.?" tanya Rio berdiri di depan Jinsin dekat tembok gang menatap mata tanpa kedip.

"Apa'an sih." ucap Jinsin hendak berusaha melepas dari Rio.

"Jangan gitu Jinsin." ucap Rio memohon. Rio terus memegang kedua tangan Jinsin dan melihat wajah dengan ekspresi kasihan. Namun Jinsin tidak melihat wajah Rio sambil berusaha melepas tangan dari Rio dengan memberontak.

"Makanya, kalau di peluk orang, kamu tolak!" ucap Jinsin melantang.

"Iya aku tahu, Jinsin. Kita pulang yuk?" ucap Rio mengajak pulang.

"Tidak, aku mau liat liat desa ini. Sebaliknya kamu lepas aku mau pergi sendiri." ucap Jinsin melepas dari Rio.

Lalu Jinsin kembali jalan keluar pintu gang dengan wajah masih kesal. Dia jalan sendiri bawa keranjang belanja menuju suatu tempat. Rio hanya diam melihat reaksi Jinsin masih dingin. Rio berpikir kalau kejadian tadi telah buat dia marah. Suasana desa yang ramai membuat Jinsin ingin membeli sesuatu untuk di masak di rumah. Rio mengikuti Jinsin dengan mengumpet di balik objek saat berada di depannya.

Setelah Jinsin selesai belanja, dia masuk ke dalam kedai dan melihat banyak pria melihat Jinsin yang cantik. Rio mengintip di balik jendela tanpa di ketahui oleh Jinsin. Kemudian banyak pria kedai menggodanya. Namun Jinsin membalas godaan itu dengan senyuman.

Rio melihat itu menjadi cemburu, namun dia tidak bisa melakukan sesuatu. Hanya bisa melihat dari jendela saja. Setelah itu banyak para lelaki menggodanya dan mencoba memegang tangan dan lengannya. Jinsin duduk diam menikmati secangkir teh. Lalu dia melihat para lelaki mulai risih dan mulai melawan.

"Duaaar..." Rio melempar tubuh pria yang satu ke atas meja dan memukul wajahnya sampai meja itu hancur.

"Ayo, siapa lagi." ucap Jinsin kepada para lelaki hebat menggodanya. Lalu Rio melihat reaksi Jinsin begitu bagus. Lalu dia berbalik badan melihat langit dengan perasaan cukup sedih. Bahwa saat kejadian tadi dia merasa tidak mampu menolak pelukan gadis cantik di depannya.

Lalu Jinsin melanjutkan pukulan ke lelaki berikutnya. Satu per satu para lelaki itu di hajar oleh Jinsin dengan tangan kosong. Walaupun mereka melawan dengan pisau dan botol minum dan gelas. Jinsin melawan mereka dengan di angkat tubuhnya lalu tangannya di buat tidak bergerak sampai dia menendang bagian tubuh pria di kedai itu sampai jatuh.

"Jangan macam-macam samaku ya." ucap Jinsin meminum secangkir teh sambil mengangkat satu kaki di kursi dengan berdiri.

"Jinsin hebat juga kalau sedang marah." ucap Rio merasa kagum dan kaget melihatnya.

"Dug.. dug. Dug.. duaaar.."

Jinsin menjedutkan kepala pria genit di pintu kedai sampai pintu itu rusak dan dia melempar tubuh pria genit itu ke luar. Rio melihat itu panik, tidak lama Jinsin keluar melihat pria itu sambil minum teh. Rio berdiri melihat tindakan berani Jinsin tanpa menghampirinya. Lalu Jinsin menoleh ke kanan dan tidak sengaja Dia melihat Rio berdiri di jendela kedai.

"Hei, ngapain di situ?" tanya Jinsin bingung.

"Cuma melihat kamu saja kok." ucap Rio cenggesan. Lalu Jinsin menghampiri Rio dan memegang tangan kanan dengan berjalan bersama menuju ke dalam kedai.

"Ini tuan, bayaran saya atas kerusakan pintu, meja, kursi kedai anda tuan." ucap Jinsin membayar kepada pemilik kedai dengan meletakkan uang di telapak tangan.

"Terima kasih nona." ucap pria kedai. Jinsin melanjutkan jalan lagi bersama Rio dengan tangan di tarik olehnya. Rio hanya diam menuruti dan jalan sama walaupun ikut dari belakang dalam kondisi di tarik.

1
fnrm
🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!