NovelToon NovelToon
DOPAMIN

DOPAMIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Key Kastara

DIJUAL SEBAGAI PELUNAS HUTANG.
SEKARANG DIA YANG MENENTUKAN HARGA NYAWA MEREKA.

Lima tahun lalu Zara diinjak harga dirinya oleh keluarga sendiri.
Hari ini, dia kembali sebagai Zevana Ardhani.
Bukan korban lagi. Tapi sang mafia wanita yang ditakuti di dunia korporat.

Misinya satu: BALAS DENDAM.

Sampai Arka muncul.
Putra dari guru Mafianya sendiri.
Polos. Tulus. Satu-satunya yang melihat Zevana sebagai manusia, bukan monster.

Antara nyawa, racun, dan cinta.
Zevana harus memilih: Menenggelamkan mereka semua dalam kebencian,
atau hancur karena satu-satunya pria yang bisa meluluhkan hatinya?

[MAFIA WANITA] [BALAS DENDAM] [DARK ROMANCE]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Key Kastara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titik Temu di Puncak Pengakuan

Di bawah cahaya gemerlap lampu gantung yang berjajar di atas aula, ruangan luas itu penuh dengan tawa dan obrolan. Malam itu digelar Anugerah Bisnis & Penghargaan Industri, acara bergengsi tempat berkumpulnya para pemimpin perusahaan ternama.

Saat pintu utama terbuka, suara di ruangan perlahan mereda. Semua mata tertuju ke satu arah.

Zevana melangkah masuk. Dalam balutan gaun hitam yang berkilau sederhana, dan rambut disanggul rapi. Tidak berlebihan, namun aura yang dipancarkannya begitu kuat, anggun, dan berwibawa. Ia berjalan menundukkan pandangannya sedikit, senyum tipis tersungging di bibirnya.

"Siapa itu? Cantik sekali..." bisik seseorang.

"Wanita itu pemimpin perusahaan kenamaan GZ Corporation? Hebat sekali auranya," sahut yang lain.

Di sudut ruangan, Hardi dan Susi berdiri sambil memegang gelas. Mata mereka tak lepas menatap sosok itu.

"Wah, lihat itu," ucap Hardi takjub.

"Cantik, cerdas, muda, dan berkelas. Wanita macam itu jarang sekali," imbuhnya tanpa memalingkan pandangannya.

Meski kesal, Susi mengangguk setuju, matanya menyipit meneliti wajah Zevana dari jauh. "Iya ya ... Tapi, wajahnya terasa akrab, siapa ya ... Tapi mana mungkin. Wanita sehebat itu mana mungkin kita kenal. Dia pasti orang besar."

Di meja sebelah, Reno Herdiansyah ikut menoleh. Ia terpaku diam, terpesona.

"Gila...." gumam Reno pelan. "Siapa dia? Cantik luar biasa. Kalau ada wanita setingkat dia, aku pasti sudah tahu. Cantik, cerdas, dan terlihat sangat berkuasa. Benar-benar tipe wanita yang sempurna."

Ia terus menatap Zevana dengan kagum, sama sekali tidak menyadari bahwa wanita yang dipujinya itu adalah orang yang dulu pernah ia hancurkan habis-habisan. Bagi mereka, Zevana hanyalah sosok asing yang hebat, megah, dan jauh di atas mereka.

Sementara itu, Arka berjalan selangkah di belakang Zevana. Ia diam saja, tapi dadanya terasa penuh. Ia melihat semua orang terpana, semuanya memuji-muji wanita di hadapannya itu, Arka pun tersenyum kecil. Rasa bangga merayap di hatinya. Wanita yang semua orang kahumi itu hampir setiap hari berada di dekatnya.

Zevana terus melangkah melewati mereka. Ia tahu persis siapa yang sedang menatapnya, siapa yang sedang memujinya. Di balik senyum tenangnya, ada kemenangan manis yang terasa memabukkan.

Mereka ada di sana, melihatnya, mengaguminya ... Namun tidak mengenalinya.

"Malam ini sangat luar biasa, karena di tengah para hadirin hebat yang saya hormati ini ... Ada seorang nona muda yang begitu hebat. Generasi emas dunia korporat, jenius dunia bisnis yang memimpin hampir semua cabang perusahaan serta mengakuisisi brand-brand kenamaan internasional. Ini dia, mari kita sambut tokoh utama acara malam ini, sang bintang jenius ... CEO perusahaan GZ Corporation, Zevana Ardhani!" teriak MC pria dari atas panggung dengan sangat antusias.

Diiringi suara tepuk tangan yang riuh redam di dalam ruangan megah, Zevana berjalan dengan langkah elegan menuju panggung di tengah Aula. Di antara ratusan orang yang duduk di meja bundar masing-masing, Garda menatap Zevana penuh kebanggaan.

Nging!

Micropon digenggamannya berdenging sekali, lalu berhenti bersamaan dengan riuh tepuk tangan yang berganti hening.

"Saya hanya bocah ingusan yang bahkan belum genap 17 saat pertama kali terjun ke dunia ini. Waktu itu saya hanya lumpur yang terlihat kotor, rendah dan remeh. Jadi jika saya disandingkan dengan emas yang nilainya mulia, rasanya terlalu berlebihan. Jenius, juga bukan salah satu cara untuk berdiri di atas sini. Namun jika boleh saya katakan bahwa yang membawa saya naik ke atas sini dengan piala penghargaan di tangan kiri saya ini, maka jawabannya adalah tekad dan kerja keras. Tidak ada yang mustahil selama kita berusaha. Meski kata-kata ini klise dan pasaran, terus terang itulah yang membawa saya sampai di titik ini.

Selain itu, bagi saya, penghiburan yang layak untuk menghadiahi diri atas pencapaian ini, adalah menikmati pemandangan ini. Mendebarkan sekali, seperti ... 'Dopamin'," terang Zevana sembari menatap sekeliling, mengamati satu persatu orang yang ia kenal di masa lalunya, lalu mengangguk dengan senyuman dan kembali melangkah turun diiringi oleh riuh suara tepuk tangan lagi.

Kriet ...

Zevana menarik sebuah kursi kosong di samping Reno lalu mengangguk penuh kesopanan.

"Maaf, saya agak canggung. Jadi asal memilih tempat duduk yang terlihat kosong," ucap Zevana malu-malu.

"Ah, haha tidak apa, silahkan-silahkan. Duduk saja senyamannya," jawab Reno semringah.

Diam-diam pria itu mencuri lirik ke arah Susi, lalu menggeleng kuat dengan tatapan tajam sebagai kode untuk jangan mendekat.

"Eh, apa kursinya sudah ada yang punya?" tanya Zevana berlagak kikuk.

"A ... Ti-tidak. Santai saja, rekan saya tidak hadir," ucap Reno sembari mengibas-ngibaskan tangannya, Zevana pun mengangguk dengan senyuman tipis tersimpul di kedua sudut bibirnya.

Sementara itu, ia memberi kode kepada Arka yang berdiri tak jauh darinya untuk tetap diam tidak mendekat. Meski terlihat kecewa, Arka pun melengos pergi, berbaur dengan Bani dan Garda yang sejak awal duduk di meja yang sama.

1
jamescortis
semangat thor 🔥🔥
Key Kastara: Trimakasih kakak 🔥✨
total 1 replies
Musea
wihh semangat yaa dari sesama author
Key Kastara: Trimakasih kakak siap 🤗✨
total 1 replies
Wawan
Salam kenal buat Zara ✍️
Key Kastara: Salam kenal kakak 🤗✨
total 1 replies
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Aku mau kopi tubruk sama 76🚬🗿👍🏻
Key Kastara: Otewe, dimana 🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!