hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.
yuk mulai baca biar gak penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26.
Delisa tidak jadi meminta ayam bertelur ia sudah menghubungi suaminya membatalkan permintaan nya, saat ini ia sedang tertidur pulas di sofa di ruang rawat Bayu,mama Rania juga sudah berpamitan pulang nanti malam dia akan datang lagi untuk menjaga Bayu,bunga juga tidur bersama Bayu di rajang rumah sakit yang muat dua orang, Alvaro tadi memberi tau bahwa dirinya akan pulang telat karena agenda meeting.
Bayu sendiri sudah bangun ia bermain game online dengan suasana yang sepi karena kedua gadisnya sedang tertidur pulas tanpa terusik dengan volume hp Bayu.
Ting ( notifikasi ponsel Bayu black drak 💀🫦 )
sepi banget ( Dani )
iya kayak kuburan nih grub ( Tere)
Lagi pada ngapain sih ( Aldi )
Kerja ( kak Afnan )
tidur ( you )
Lah siapa yang tidur ( Anya )
Delisa dan bunga ( you )
Pantes dari tadi gue telpon delisa kagak diangkat ( Riko )
Ngapa Lo telfon delisa 😒 ( you )
Nanya soal materi matematika di lomba olimpiade yang kemarin dia ikuti gue terpilih buat mewakili sekolah,enggak usah suudzon Lo ( Riko )
oh ( you )
Brisik ( delisa 🥱)
Nah tuh bangun ( Tere )
Notifikasi Lo pada nganggu gue mimpi ( delisa 🥱 )
Kebo banget Lo ( Anya )
Serah gue ( delisa🥱)
Sayang mau aku bawakan sesuatu sebentar lagi aku pulang ( bang Alvaro )
enggak usah ( delisa 🥱 )
Masih marah Lo ( bunga 🤍)
Enggak juga ( delisa 🥱)
udah maafin bang varo nih ceritanya ( you )
Belum ( delisa 🥱 )
Katanya enggak marah ( you )
Brisik ( delisa 🥱)
Del Lo menghindar ( Ririn )
Wait ini ada apa sih ( Anya )
Enggak penting ( delisa 🥱 )
Urusan rumah tangga enggak usah kepo ( pak Roy)
Kak Afnan mana ( delisa 🥱 )
Hadir ✋🙏 ( kak Afnan )
Gak usah takut delisa cuma mau minta nomer kak gara ( delisa 🥱 )
Waduh buat apa Del ( pak Roy )
disimpen aja, ganteng soalnya🫦 ( delisa 🥱)
Delisa lebih ganteng suami mu ini ( bang Alvaro)
Dih ( delisa 🥱 )
Sayang jangan buat mas marah ( bang Alvaro)
Terserah,kak Afnan jangan lupa ya ( delisa🥱)
Oke ( kak Afnan )
Afnan kalau sampai Lo kasih nomer gara awas aja Lo ( bang Alvaro)
Enggak usah takut kak ada gue ( delisa 🥱 )
beres udah gue kirim ( kak Afnan )
Delisa terkikik geli sendiri melihat Alvaro kalang kabut dengan rasa cemburunya, sejak tadi ponsel delisa tidak berhenti berbunyi dengan notifikasi grub,serta chat dari Alvaro,
" jail banget sih " ucap Bayu tertawa kecil
" sekali-kali buat dia cemburu" ucap delisa mengambil cemilan
" ih dosa mampus Lo " ucap Bayu, bunga hanya diam dengan masih melihat ponsel Bayu
" kak ini siapa " ucap bunga menunjukan dm Ig milik Bayu
" zia anak kelas 10B " ucap Bayu acuh
" oh, kamu nanggepin dia juga " ucap bunga dengan tatapan tajam
" eh enggak by dia cuma nanya soal OSIS doang suerr " ucap Bayu kalang kabut
" bohong banget " ucap bunga turun dari ranjang Bayu dan berpindah duduk ke sofa samping delisa,
Delisa tersenyum mengejek kearah Bayu,Bayu terus merayu bunga dengan nada gombal serta wajah memelas.
Ceklek suara pintu terbuka
Alvaro Roy dan Afnan masuk keruangan rawat Bayu,Alvaro mendudukan dirinya disebelah delisa ia memeluk tubuh delisa dari samping, delisa hanya diam dan tangannya mengelus pipi Alvaro yang kusut,tiba tiba ponsel delisa berbunyi menandakan adanya panggilan masuk.
" renata " ucap delisa menatap Bayu
" angkat Del siapa tau penting " ucap Bayu
Delisa mengangguk mengiyakan ucapan Bayu menerima panggilan dari sekretaris almarhum kakeknya
*halo kak renata *
* halo nona, ini gawat paman dan putrinya sedang membuat kerusuhan di kantor dan ingin mengeklaim dirinya menjadi direktur utama selain nona * ucap renata
* jangan izin kan dia masuk keruangan Presdir,aku kesana sekarang* ucap delisa berdiri dari duduknya menyambar kunci mobilnya dan jaket tidak lupa memberi kecupan manis di bibir Alvaro,
"mau kemanaa" ucap Alvaro menahan pergelangan tangan delisa
" cuman sebentar tunggu disini,jaga Bayu " ucap delisa menjauhkan ponselnya,Alvaro melepaskan tangannya,dan delisa segera berlalu.
" ada masalah apa sih sampai buru-buru gitu " ucap Afnan duduk santai
" kita baru datang langsung ditinggal aja " ucap Roy
" bang " ucap Bayu pelan
" hmm " guman Alvaro iya sedang memejamkan matanya
" delisa ke perusahaan papah dan kakak bikin ulah yakin mau lanjut tidur " ucap Bayu, seketika membuat Alvaro membuka matanya dan berdiri langsung berjalan cepat mengikuti jejak delisa.
" nah kan panik dia " ucap bunga tertawa kecil,Bayu tersenyum menatap bunga yang tampak cantik dan menggemaskan dimatanya,
" apa lihat-lihat aku masih marah ya sama kamu " ucap bunga menatap sinis bayu
" ayo lah sayang aku bener-bener engak chat aneh-aneh kok cuman jawab seadanya suer " ucap Bayu dengan wajah melasnya
" Hilih,seadanya nanti lama-lama juga nyaman " ucap Afnan kompor dia bisa membaca situasi antara bunga dan Bayu,
" bener tuh kata kak Afnan " ucap bunga jengkel
" gak usah jadi bensin deh kak " ucap Bayu mengacak rambutnya
" cih gue ngomong fakta ye " ucap Afnan menguyah kacang tanah yang dibelinya di jalan tadi
" udah ah males aku,mending pulang aja,eh tadi Kevin kayaknya ngajak jalan deh apa aku iyain ya " ucap bunga sengaja
" baby girl no jangan macam-macam aku lagi sakit loh ini " ucap Bayu dengan mata berkaca-kaca
" eh eh kok mau nangis " ucap bunga panik melihat Bayu yang akan menangis
" ya cengeng bgt jadi cowok " ucap Roy malah di hadiah i tatapan maut Bayu
" hahaha lucu Lo bay " ucap Afnan
" udah bunga Lo kalau mau jalan,jalan aja kita yang jagain bayi besar Lo " ucap Roy malah menjadi Pertamax turbo
Bayu yang kesal menarik selimutnya dan bersembunyi di balik selimut,ia terisak lirih bunga yang melihat menjadi gemas sendiri.
" ih kok malah sembunyi " ucap Bunga menarik selimut Bayu tapi ditahan
" sana pergi sama ketua basket itu aku gpp " ucap Bayu dengan suara yang bergetar
" oh di boleh.in nih cerita nya oke deh kalau gitu " ucap bunga pura-pura berdiri
" huaaa kamu jahat by " tangis Bayu pecah,Roy dan Afnan tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah manja Bayu yang takut bunga pergi menemui laki-laki lain.
disisi lain delisa dan Alvaro sudah sampai di perusahaan mereka hampir bersamaan,
" loh mas kamu kok nyusul " ucap delisa sesudah Alvaro mendekat
" aku gak mau kamu kenapa-napa " ucap Alvaro mengelus rambut delisa pelan
Para karyawan berhamburan keluar melihat delisa sang pemilik datang mereka berjajar rapi,
" selamat datang nona muda " ucap serempak semua karyawan membungkuk hormat pada delisa
" hm " guman dingin delisa dengan tatapan tajam dan penuh kewibawaan Alvaro pun juga sama menunjukan wajah datar tanpa ekspresi,
" wah ternyata keponakan ku datang " ucap paman melangkah angkuh kearah delisa
Delisa dan Alvaro hanya diam serta mempertahankan wajah datar dan dinginnya.