NovelToon NovelToon
Beyond The Castle Walls

Beyond The Castle Walls

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Kerajaan
Popularitas:563
Nilai: 5
Nama Author: minttea_

Terperangkap dalam sangkar emas Aethelgard, Putri Aurelia mendambakan dunia di balik dinding istana yang megah. Beruntung, ada Lucas, seorang pemuda logistik istana yang tampak biasa namun menjadi satu-satunya orang yang berani membuka jalan bagi sang putri untuk menggapai kebebasan yang ia impikan. Namun, perjalanan mereka tak semudah yang dibayangkan. Reruntuhan dunia luar menyimpan kejutan dan bahaya tak terduga. Bersama Lucas, Aurelia harus mengungkap misteri yang telah lama terkubur di Aethelgard. Salah satunya adalah rahasia di balik kematian ibunda tercinta yang ternyata menyisakan plot twist mengejutkan. Akankah ia berhasil menemukan kebenaran yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon minttea_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia di Balik Debu Masa Lalu

Setelah kegembiraan di taman pagi itu, langkah Aurelia tidak menuju kamarnya, melainkan ke arah gudang logistik tua di bagian paling belakang istana. Tempat itu adalah saksi bisu masa kecilnya yang penuh rahasia bersama Lucas. Namun, kali ini tujuannya bukan untuk sekadar menyapa Lucas, melainkan untuk mengambil sesuatu yang tiba-tiba melintas di ingatannya setelah ayahnya menyinggung soal "masa kecil".

Aurelia menyelinap masuk ke bagian gudang yang paling pengap, tempat tumpukan peti tua yang sudah tidak tersentuh bertahun-tahun. Di sana, di balik retakan dinding batu yang tertutup jerami, ia merogohkan tangannya. Jemarinya menyentuh permukaan kayu yang kasar.

Itu dia. **Kotak kayu kecil mereka.**

Aurelia membukanya dengan tangan bergetar. Di dalam kotak itu masih ada kelereng kaca yang berkilau kusam dan ukiran kayu buatan Lucas. Namun, ada sesuatu yang aneh. Di dasar kotak itu, di bawah tumpukan kelereng, terdapat selembar **kertas perkamen tua yang sudah menguning dan rapuh**.

Aurelia mengerutkan kening. *"Seingatku, dulu tidak ada kertas ini di sini,"* batinnya.

Ia membuka lipatan kertas itu. Di sana tidak ada tulisan, melainkan sebuah simbol yang digambar dengan tinta merah gelap yang sudah memudar—simbol **bunga bakung yang patah batangnya**, dengan sebuah angka koordinat yang mengarah pada salah satu rak di perpustakaan besar istana.

---

Aurelia segera menemui **Lady Elara** di koridor sunyi. Ia menarik kakaknya itu ke sudut ruangan, wajahnya tampak sangat serius hingga membuat Elara cemas.

"Kak, tolong aku. Kau tahu setiap sudut istana ini lebih baik dariku. Apa kau tahu arti simbol bunga bakung yang patah ini?" bisik Aurelia sambil menunjukkan kertas itu.

Wajah Elara mendadak pias. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan tidak ada penjaga yang lewat. "Aurelia... dari mana kau mendapatkan ini? Simbol ini... ini adalah segel pribadi dari paviliun lama yang sudah ditutup sejak belasan tahun lalu. Sejak hari di mana... 'kejadian itu' menimpa ibumu."

Jantung Aurelia mencelos. "Jangan katakan apa-apa lagi di sini. Antarkan aku ke perpustakaan pusat, bagian arsip yang dilarang."

"Tapi Aurelia, jika Raja tahu..."

"Ayah sedang sibuk dengan para jenderal. Ini saatnya," potong Aurelia tegas.

---

Dengan bantuan Elara yang mengetahui jalan pintas melalui lorong pelayan, mereka berhasil masuk ke perpustakaan besar tanpa terdeteksi. Suasananya gelap, hanya diterangi cahaya bulan yang menembus jendela tinggi. Debu beterbangan di antara rak-rak buku yang menjulang.

Elara menunjuk ke sebuah rak paling pojok yang terbuat dari kayu hitam. "Itu raknya. Rak nomor 14, sesuai dengan angka di kertasmu. Tapi rak itu terkunci dengan mantra segel kerajaan."

Aurelia mendekat. Ia mencoba menarik salah satu buku, namun nihil. Tiba-tiba, ia teringat sesuatu. Ia mengambil salah satu **kelereng kaca** dari kotak kayunya dan meletakkannya pada sebuah lubang kecil di bingkai rak yang ukurannya sangat pas.

*Klik.*

Rak itu bergeser pelan, menyingkap sebuah ruang kecil di baliknya. Di sana, bukan emas atau permata yang ditemukan Aurelia, melainkan sebuah **buku harian bersampul beludru biru** yang sudah berjamur dan sebuah **botol kecil yang sudah kosong**.

Aurelia membuka halaman pertama buku itu. Tangannya gemetar hebat. Di sana tertulis sebuah kalimat pembuka:

> *"Untuk putriku yang akan tumbuh dalam kebohongan yang indah... Maafkan aku karena harus pergi sebelum badai ini mereda."*

"Ini tulisan tangan Ibu," bisik Aurelia dengan suara tertahan.

"Aurelia, kita harus pergi sekarang," Elara memperingatkan, suaranya gemetar ketakutan. "Aku mendengar suara langkah kaki di koridor luar!"

Aurelia segera menyembunyikan buku itu di balik pakaian latihannya. Ia merasakan sebuah misteri besar baru saja terbuka. Mengapa buku ini disembunyikan di tempat rahasia? Mengapa ada botol kosong bersamanya? Dan yang paling penting, mengapa ayahnya, sang Raja, seolah-olah menghapus semua jejak tentang ini?

Malam itu, di dalam kamarnya, Aurelia menatap buku harian itu dengan penuh kecurigaan. Ia menyadari bahwa kehangatan ayahnya di taman pagi tadi mungkin adalah cara untuk menutupi sebuah rahasia besar yang lebih gelap dari apa yang bisa ia bayangkan.

Ia tidak memberitahu Lucas. Ia tidak ingin menyeret pemuda itu ke dalam bahaya yang mungkin akan merenggut nyawa mereka. Di bawah cahaya lilin yang temaram, Aurelia mulai membaca kata demi kata, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada malam ibunya menghilang dari sejarah kerajaan.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!