NovelToon NovelToon
Tabib Rahasia Sang CEO

Tabib Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Lin Xiaoxi tewas kelaparan, namun jiwanya digantikan oleh Chu Yue, Putri Tabib jenius dari masa kuno. Terbangun di tubuh gadis desa miskin, ia dibekali Ruang Dimensi berisi herbal ajaib untuk mengubah nasibnya.

​Di kota, sang penguasa Mo Yan sedang sekarat karena penyakit aneh yang tak tersembuhkan. Takdir mempertemukan mereka di jalanan, di mana satu tusukan jarum Xiaoxi menyelamatkan nyawa sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25 二五

Perjalanan pulang dari kepulauan pribadi seharusnya menjadi momen relaksasi bagi siapa pun, namun tidak bagi staf logistik Mo Group. Saat jet pribadi Mo Yan mendarat di bandara, ada sebuah tas jinjing berukuran sedang yang dijaga Xi'er seolah-olah di dalamnya terdapat bayi naga yang siap menetas. Ia tidak membiarkan satu pun pelayan menyentuhnya, bahkan Mo Yan sekalipun hanya diperbolehkan melihat dari jarak satu meter.

"Xi'er, bau apa ini? Kenapa dari tasmu tercium aroma seperti dermaga nelayan yang belum dibersihkan selama satu dekade?" tanya Mo Yan sambil menutupi hidungnya dengan sapu tangan sutra saat mereka berada di dalam mobil menuju kantor.

Xi'er memeluk tasnya lebih erat, matanya berkilat penuh kemenangan. "Tuan kaku, kau tidak mengerti arti dari pengorbanan! Ini bukan bau amis biasa. Ini adalah aroma energi murni dari dasar samudra! Aku berhasil mengumpulkan beberapa sampel Bunga Karang Mati, rumput laut berlendir ungu, dan air dari palung terdalam yang sempat kuciduk saat Coach Sarah tidak melihat."

Mo Yan menaikkan alisnya, rasa ngeri mulai merayap di punggungnya. "Lalu, apa rencanamu dengan... sampah laut itu?"

"Sampah?!" Xi'er mendengus terhina. "Ini adalah bahan utama untuk ramuan Pembangkit Tulang Naga! Selama ini aku hanya menggunakan tanaman darat untuk kakimu, tapi sekarang aku punya kekuatan dari air. Aku yakin, jika aku berhasil mengekstrak intisari dari benda-benda ini, kakimu tidak hanya akan sembuh, tapi kau mungkin bisa menendang gedung ini sampai runtuh!"

Mo Yan hanya bisa menghela napas panjang, berdoa dalam hati agar sistem filtrasi udara di laboratoriumnya cukup kuat untuk menghadapi eksperimen gila Xi'er kali ini.

Satu jam kemudian, kekacauan dimulai.

Begitu sampai di laboratorium, Xi'er langsung menyalakan tungku pemanas listriknya, sebuah alat yang baru saja ia pelajari cara pakainya dari Vania. Ia memasukkan semua harta karun lautnya ke dalam sebuah kuali keramik besar, mencampurnya dengan air murni dan beberapa akar kayu yang sangat pahit.

Dalam hitungan menit, uap berwarna kelabu mulai membubung tinggi. Dan bersamanya, aroma yang sangat dahsyat mulai menyebar. Itu bukan lagi sekadar bau amis, itu adalah kombinasi antara bau ikan busuk, lumpur purba, dan aroma kaus kaki basah yang difermentasi di dalam gua.

Di ruang kerja sebelah, Zuo Fan yang sedang serius mengetik laporan tiba-tiba berhenti. Ia mengendus udara, wajahnya perlahan berubah menjadi pucat pasi. "Tuan... apakah ada pipa pembuangan yang pecah di lantai ini?"

Mo Yan, yang juga sudah mulai merasa mual, segera menoleh ke arah pintu penghubung laboratorium yang celahnya mulai mengeluarkan asap tipis. "Sialan. Dia benar-benar melakukannya."

Benar saja, dalam waktu singkat, alarm sensor asap di lantai eksekutif mulai berbunyi pelan. Para karyawan di luar ruangan mulai panik. Mereka saling berpandangan, menutupi hidung dengan kerah kemeja, dan beberapa mulai dievakuasi karena bau tersebut sanggup membuat mata perih.

"Zuo Fan, ambilkan aku masker gas. Dan bawakan satu lagi untuk Xi'er sebelum dia pingsan karena uap buatannya sendiri!" perintah Mo Yan dengan suara sengau karena menjepit hidungnya.

Mo Yan memutar kursi rodanya, menerjang pintu laboratorium. Di dalam, ia menemukan Xi'er yang sedang mengaduk kualinya dengan penuh semangat, mengenakan kacamata selam yang kemarin ia pakai di laut agar matanya tidak perih.

"Xi'er! Berhenti! Kau akan membunuh seluruh orang di gedung ini!" teriak Mo Yan dari balik maskernya.

Xi'er menoleh, suaranya terdengar merdu di balik uap yang pekat. "Jangan mengganggu Tuan kaku! Lihat! Cairannya mulai berubah warna menjadi hijau botol! Ini tandanya intisari lautnya sudah mulai menyatu dengan energi darat! Sedikit lagi... sedikit lagi kakimu akan mendapatkan kekuatannya!"

"Kekuatan apa?! Kekuatan untuk membuat orang pingsan dalam jarak seratus meter?!" Mo Yan mendekat dan dengan paksa mematikan saklar pemanas listriknya. "Lihat ke luar jendela, Xi'er! Burung-burung yang lewat bahkan jatuh karena tidak tahan dengan bau ramuanmu!"

Xi'er melihat ke luar, lalu kembali menatap kualinya dengan wajah cemberut. "Kau selalu saja merusak momen pencerahanku. Aku melakukan ini demi kebaikanmu! Kau bilang ingin berjalan lagi, kan? Seorang Tabib Agung harus berani mencoba segala cara, termasuk cara yang... sedikit beraroma kuat."

Setelah dua jam proses pembersihan dan penyemprotan parfum ruangan dosis tinggi oleh tim cleaning service yang mengenakan baju hazmat, suasana lantai eksekutif mulai kembali normal, meskipun aroma amis samar masih tertinggal di karpet.

Xi'er duduk di sudut sofa dengan bibir mengerucut, menatap botol kecil berisi cairan hijau keruh hasil eksperimennya yang berhasil ia selamatkan sebelum Mo Yan membuang semuanya.

"Sudahlah, jangan cemberut begitu," ucap Mo Yan yang kini sudah bisa bernapas lega. "Aku menghargai usahamu, tapi tolong... jangan pernah bawa laut ke dalam kantor lagi. Aku tidak ingin Mo Group dikenal sebagai perusahaan produsen terasi terbesar di Asia."

Xi'er hanya mendengus, menyimpan botol itu ke dalam saku rahasianya. "Tunggu saja sampai kau meminumnya. Kau akan memohon padaku untuk membuatnya lagi."

Suasana yang mulai tenang itu tiba-tiba dipecahkan oleh ketukan pintu. Zuo Fan masuk dengan wajah yang jauh lebih serius dari biasanya, membawa sebuah amplop berwarna hitam elegan dengan stempel emas berbentuk ular naga yang melilit pedang.

"Tuan, ada kiriman mendesak. Ini undangan dari keluarga Bramantyo untuk pesta ulang tahun ke-50 perusahaan mereka besok malam." ucap Zuo Fan sambil meletakkan amplop itu di meja.

Mendengar nama Bramantyo, rahang Mo Yan seketika mengeras. Itu adalah keluarga pesaing terberat Mo Group, yang selama ini dikenal menggunakan cara-cara kotor untuk menjatuhkan lawan bisnisnya. Bahkan ada desas-desus bahwa kecelakaan yang menimpa kaki Mo Yan ada hubungannya dengan sabotase dari pihak mereka.

"Mereka berani mengundangku setelah apa yang terjadi?" desis Mo Yan, matanya menatap tajam pada undangan itu.

Xi'er yang merasakan perubahan aura di ruangan itu, ikut mendekat. "Siapa Bramantyo? Apakah mereka jenis akar yang beracun atau musuh yang perlu kuberi bubuk gatal?"

Mo Yan menoleh pada Xi'er, sebuah ide muncul di kepalanya. Selama ini ia menyembunyikan Xi'er di laboratorium, namun musuhnya pasti sudah mulai mencium keberadaan seorang gadis misterius di sekelilingnya. Daripada terus bersembunyi, lebih baik ia membawa Xi'er dan menunjukkan kekuatannya.

"Mereka adalah orang-orang yang suka bermain dengan racun di dunia bisnis Xi'er. Dan besok malam, aku ingin kau menemaniku ke pesta mereka." ucap Mo Yan.

Xi'er membelalakkan matanya. "Pesta? Tempat di mana orang-orang memakai baju pemanggilan arwah itu lagi? Dan makan makanan kecil yang tidak mengenyangkan?"

"Ya. Tapi kali ini bukan sekadar pesta. Ini adalah medan perang tanpa pedang." Mo Yan menatap Xi'er dalam-dalam. "Kau akan pergi bukan sebagai asisten medis biasa, tapi sebagai seseorang yang sangat penting bagiku. Aku ingin mereka tahu bahwa Mo Yan tidak lagi sendirian."

Xi'er terdiam sejenak. Ia melihat keseriusan di mata Mo Yan, rasa haus akan keadilan dan perlindungan yang kuat. Ia menegakkan punggungnya, auranya sebagai Tabib Agung yang pernah menguasai istana kembali muncul.

"Baiklah. Aku akan pergi." jawab Xi'er tegas. "Tapi jangan harap aku akan diam saja jika ada yang berani meremehkanmu atau mencoba menaruh sesuatu di minumanmu. Aku akan menyiapkan oleh-oleh spesial dari dasar laut tadi untuk mereka jika mereka berani macam-macam."

Mo Yan tersenyum tipis, merasa bahwa pesta besok malam tidak akan membosankan. Di sampingnya ada seorang gadis yang mungkin tidak mengerti cara berdansa, tapi sanggup melumpuhkan musuh hanya dengan satu tiupan bubuk.

"Zuo Fan, siapkan tim perias terbaik besok sore. Dan pastikan gaun terbaik yang kita beli kemarin sudah siap pakai. Aku ingin Xi'er tampil sebagai dewi yang paling bersinar di sarang naga itu."

Xi'er mendengus sambil berjalan kembali ke mejanya. "Dewi? Aku lebih suka disebut Tabib Pencabut Nyawa jika mereka berani menyentuhmu Tuan kaku!"

Malam itu, di laboratorium yang masih sedikit berbau amis, Xi'er mulai menyiapkan strategi. Ia tidak hanya memilih gaun, tapi ia mulai menghaluskan jarum-jarum peraknya dan mengisi botol-botol kecilnya dengan berbagai jenis bubuk. Perang akan segera dimulai, dan sang Tabib Agung sudah tidak sabar untuk menunjukkan pada dunia modern bahwa bermain api dengan Mo Yan adalah kesalahan fatal.

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
awas kau bilang aku dah lama ngga baca novel mu/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: buhahahaha sku gk ngeh🤣🤣🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
elehhh mulut mu
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 buhahahaha
total 1 replies
mery harwati
Mo aq kasih bunga online agar hatimu tetap berbunga bunga selalu dengan Xi'er😄
mery harwati
Untung jaman modern, klo jaman masih kerajaan & Mo Yan modus pengen dipeluk Xi'er, bisa dipenggal kepalanya oleh prajurit 😛
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Zou Fan langsung balik badan doong /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Keyeenn Xi'er 👏👏🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Alahhhh bilang dong kalau mau di peluk, hai saya dasar tuaaa👀👀
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: tua gak thu😭😭😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waaww teyeennn 🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Pasti bau banget itu 🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Jangan balik badan Zou Fan, bukankah kelakuan mereka lebih seru untuk ditonton dari drama manapun🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Biar gantian, Zou Fan yg blingsatan nyari ayang🤣🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Maaf ya Xi'er aku udah sejojon sama kamu, aku pikir pesta ini akan porak poranda oleh tingkah ajaibmu🤧
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: yakkk kenapa kau sangat jahat kepadaku yg imut ini😑 kenapaaaaa😑
total 1 replies
mery harwati
Xi'er tunjukan pesonamu pada dunia bersama Mo Yan 💪
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: Xi'er: siapa yg mau di cintai oleh tuan kaku rasanya hidupku akan hambar ketika aku dicintai oleh dia😑🤣 (masih malu malu kucing dia mah)🤣
total 3 replies
Mila Sari
aku tidak sabar dengan ceritanya,, kira2 apakaah mereka saling hatuh cinta,, Thor semangat
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ahhh terimakasih 🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo Xi'er, keluarkan bubuk² ajaibmu/Determined/
Makasih double up nya othor tayaaaangg/Kiss/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: mantap terimakasih 🥰🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
What, tiga jam?🤣🤣 aku aja waktu nikah didandani cuma sejam aja udah pegel plus ngantuk🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nama juga mua internasional 🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bayangkan, seberapa baunya ramuanmu Xi'er/Gosh/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jgn dibayangkan plis😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ngga kenalan ma Dugong Xi? kenalan lahhh biar bisa di ajak nyari mutiara
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dugong nda thu🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Selalu takjub dengan kesabaran Mo Yan, entahlah kalo aku🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: harus bisa sabar kl sama Xi'er tktnya kl gk sabar kuping nya mp yan makin panas krn denger omelan Xi'er
total 1 replies
Mila Sari
Thor tolong donk up nya yg banyak, biar tambah greget bacanya🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: besok ya🤣🤣🤣 hari ini blm bisa berpikir🫣🫣🫣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Besok2 ajak Xi'er naik2 kepuncak gunung Mo 💃
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Dih 🤣🤣 /Facepalm/
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!