NovelToon NovelToon
Tuan Muda Harta Langit

Tuan Muda Harta Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:98.7k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita Gao Rui, murid sekte terkuat yang sekaligus salah satu pemilik Kelompok Dagang Harta Langit. Salah satu kelompok dagang besar dan paling berkembang di Kekaisaran Zhou...
Simak petualangannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berebut Memperkenalkan Diri

Gao Rui berdeham pelan, mencoba meredakan suasana yang semakin memanas.

“Tidak perlu terlalu dipikirkan,” ujarnya sambil tersenyum ringan. “Aku masih punya beberapa di cincin ruangku.”

“…!”

Kalimat itu kembali menghantam seluruh aula. Masih punya beberapa?

Beberapa orang bahkan hampir tersedak oleh ludah mereka sendiri. Jamur Emas Sembilan Matahari yang bahkan satu saja bisa membuat keluarga besar saling berebut, bagi bocah ini… hanya seperti benda cadangan?

Namun Gao Rui tampak tidak menyadari betapa “berbahayanya” ucapannya. Ia melanjutkan dengan santai, “Lagipula… jamur itu juga sudah pernah aku konsumsi.”

Kali ini, benar-benar tidak ada yang bisa menahan reaksi mereka.

“Apa?!”

“Dia… juga sudah pernah memakannya?!”

“Bocah ini gila…!”

Tatapan mereka berubah menjadi campuran antara iri, tidak percaya, dan sedikit… putus asa. Banyak dari mereka bahkan belum pernah melihat benda itu secara langsung, sementara anak di depan mereka ini… sudah menjadikannya konsumsi pribadi.

Namun Gao Rui hanya tersenyum kecil, seolah semua itu hal biasa. Di dalam hatinya, ia teringat momen saat ia memutuskan hadiah ini. Ucapan ulang tahun.

Hampir semua orang akan berkata hal yang sama, semoga panjang umur. Namun baginya… itu hanya kata-kata. Jika memang ingin mendoakan panjang umur… mengapa tidak sekalian memberikan sesuatu yang benar-benar bisa membantu mewujudkannya? Dan jamur ini… adalah jawabannya. Sederhana, langsung, dan nyata.

Gao Rui kemudian mengangkat sedikit jamur emas di tangannya, sebelum menyerahkannya dengan kedua tangan kepada An Ran.

“Semoga panjang umur, Nyonya.”

Suasana kembali hening… namun kali ini berbeda. Tidak lagi penuh keributan, melainkan semacam keheningan yang dalam.

An Ran menatap pemuda di depannya beberapa detik… lalu perlahan tersenyum. Senyum yang hangat, tulus.

“Terima kasih,” ucapnya lembut.

Ia menerima jamur itu dengan hati-hati, seolah sedang memegang sesuatu yang sangat berharga. Lalu ia menambahkan,

“Sampaikan juga ucapan terima kasihku kepada Sekte Bukit Bintang.”

Namun… Gao Rui sedikit mengernyit.

“Hm?”

Ia memiringkan kepalanya, lalu berkata dengan jujur,

“Aku datang… tidak mewakili Sekte Bukit Bintang.”

“…?”

Kali ini, bukan hanya An Ran. Seluruh aula… kembali bingung.

Shou Dong menoleh ke arah istrinya. An Ran juga menoleh ke arahnya. Keduanya saling berpandangan, jelas tidak memahami maksud ucapan itu. Jika bukan mewakili sekte… Lalu?

Gao Rui tidak membiarkan kebingungan itu berlangsung lama. Ia mengangkat tangannya sedikit, menunjuk ke arah salah satu meja.

“Aku datang… bersama Bibi Lan Suya.”

Serentak, puluhan pasang mata beralih. Di sana, Lan Suya duduk dengan tenang. Ia menyandarkan dagunya pada satu tangan, sambil tersenyum tipis. Tatapan yang santai… seolah semua ini hanyalah tontonan ringan baginya.

Beberapa orang langsung menyadari sesuatu.

“Lan Suya…?”

“Wanita itu…”

Bisikan mulai muncul. Namun sebelum mereka bisa menyusun dugaan lebih jauh… Gao Rui kembali berbicara. Nada suaranya tetap santai.

“Dan… aku juga pemilik Harta Langit.”

Hening. Benar-benar hening. Seolah seluruh suara di aula itu… ditelan dalam satu detik. Lalu...

“Apa?!”

Ledakan suara mengguncang ruangan.

“Harta Langit?!”

“Dia… juga pemiliknya?!”

“Tidak mungkin. Lan Suya mau membagi kepemilikannya?”

Reaksi mereka jauh lebih besar dari sebelumnya. Jika Jamur Emas Sembilan Matahari sudah cukup mengejutkan, maka pernyataan ini… seperti petir yang menghantam tepat di kepala.

Harta Langit. Sebuah kekuatan paling berkembang di dunia perdagangan dan sumber daya Kekaisaran Zhou. Dan bocah ini… juga pemiliknya?

Di sudut aula, Cao Ren langsung mengepalkan tangannya erat. Wajahnya mengeras. Sementara beberapa orang lain mulai saling berbisik dengan cepat.

“Pantas saja…”

“Jadi Harta Langit sudah bergerak lebih dulu…”

“Mereka mengikatnya sejak awal…”

Seorang anak muda dengan potensi tak terbatas… memang layak diperebutkan. Dan kini, tampaknya satu pihak sudah lebih dulu menancapkan klaim mereka.

Di atas panggung, Gao Rui hanya tersenyum kikuk. Ia menggaruk pipinya pelan.

“Ah… sepertinya aku bicara terlalu banyak…”

Beberapa orang hanya bisa menatapnya tanpa kata. Terlalu banyak? Bocah ini baru saja mengungkap identitas yang bisa mengguncang satu kekaisaran… dan ia menyebutnya terlalu banyak?

Namun Gao Rui tidak berniat memperpanjang suasana. Ia menangkupkan tangan dengan sopan ke arah Shou Dong dan An Ran.

“Kalau begitu… aku pamit.”

Shou Dong yang biasanya tenang… kini hanya bisa mengangguk perlahan. Bahkan ia membutuhkan beberapa detik untuk kembali mengendalikan ekspresinya.

“Terima kasih… Tuan Muda Rui.”

Nada suaranya… kini jauh lebih serius.

Gao Rui turun dari panggung dengan langkah ringan. Namun setiap langkahnya… terasa berat bagi orang-orang yang menatapnya.

Saat ia berjalan kembali ke mejanya… ia melihat Lan Suya. Wanita itu tersenyum lebar, lalu secara terang-terangan mengacungkan jempol ke arahnya. Gao Rui hanya bisa tertawa kecil, sedikit malu.

Di sisi lain… Cao Ren duduk dengan wajah masam. Sangat masam. Tangannya masih menggenggam cangkir, namun tidak lagi diminum. Tatapannya mengikuti langkah Gao Rui hingga bocah itu kembali duduk di kursinya.

Dalam hatinya… gelombang emosi bergolak. Ia sama sekali tidak menyangka. Bocah yang sedari tadi duduk satu meja dengannya… yang ia anggap hanya anak biasa… ternyata adalah generasi muda terkuat di Kekaisaran Zhou saat ini.

Dan bukan hanya itu, yang paling membuatnya sulit menerima, Harta Langit… sudah lebih dulu mengikat bocah itu. Sebagai… pemilik mereka.

Cao Ren menarik napas dalam. Namun entah kenapa… napas itu terasa berat. Untuk pertama kalinya malam itu… ia merasa… telah lelah...

Momen pemberian hadiah akhirnya benar-benar usai. Pembawa acara kembali naik ke panggung dengan senyum lebar, menangkupkan tangan kepada seluruh tamu undangan.

“Para tamu yang terhormat,” ucapnya lantang, “silakan menikmati hidangan yang telah disiapkan.”

Di aula besar itu, deretan meja panjang mulai terbuka. Bukan lagi jamuan duduk seperti biasa, melainkan konsep yang lebih bebas. Para tamu dipersilakan berjalan dan memilih hidangan sendiri dari meja-meja penyaji. Dalam dunia kalangan bangsawan, ini lebih sering disebut jamuan seratus hidangan terbuka.

Berbagai aroma langsung memenuhi udara. Daging panggang dengan saus rempah langka, sup herbal yang mengepul dengan energi spiritual halus, sayuran gunung yang segar, hingga manisan berkilau seperti permata. Setiap hidangan bukan hanya memanjakan lidah, tapi juga mengandung manfaat bagi tubuh.

Mata Gao Rui… langsung berbinar. Ia bisa merasakan dengan jelas. Makanan di tempat ini bukan sekadar mewah… tapi juga berkualitas tinggi. Bahkan beberapa di antaranya mengandung energi yang tidak kalah dari pil kelas rendah.

“Wah…” gumamnya pelan, hampir tidak menyembunyikan kegembiraannya.

Di sampingnya, Lan Suya melirik sekilas. Senyum kecil terukir di bibirnya.

“Pergilah,” katanya santai, “kalau tidak cepat, nanti kau tidak kebagian yang terbaik.”

Gao Rui tidak menunggu dua kali. Ia langsung berdiri bersama para tamu lain yang mulai bergerak. Suasana aula menjadi lebih hidup. Orang-orang berjalan santai, berbincang, sesekali tertawa, sambil memilih hidangan yang mereka inginkan. Dan Gao Rui… sudah punya target. Bola-bola daging.

Aroma gurihnya bahkan sudah ia cium sejak tadi. Tanpa ragu, ia berjalan ke arah meja tersebut. Beruntung, tempat itu masih relatif sepi.

Ia mengambil sebuah mangkuk. Seorang pelayan yang berdiri di sana langsung membungkuk hormat, lalu dengan cekatan menyendokkan beberapa bola daging ke dalam mangkuknya. Kuah hangat mengepul, membawa aroma yang menggoda.

“Silakan, Tuan Muda,” ujar pelayan itu ramah.

“Terima kasih,” jawab Gao Rui cepat.

Semangkuk bola daging… kini ada di tangannya. Tanpa berpikir panjang, ia memutuskan untuk menyantapnya di dekat situ saja. Tidak perlu kembali ke meja, terlalu merepotkan.

Sendoknya bergerak. Satu bola daging terangkat. Aromanya semakin kuat di hidungnya. Permukaannya lembut, sedikit mengkilap, jelas dimasak dengan teknik tinggi. Gao Rui membuka mulutnya sedikit, dan tepat di saat itu…

“Ah, jadi ini Tuan Muda Gao Rui.”

“…?”

Sendok itu berhenti di udara. Gao Rui menoleh. Beberapa orang yang tidak ia kenal telah berdiri di dekatnya. Wajah mereka penuh senyum, sikap mereka sopan… namun jelas datang dengan tujuan.

Gao Rui menutup mulutnya kembali. Dengan sedikit enggan… ia menurunkan sendoknya.

“I-iya…?” jawabnya, mencoba tetap ramah.

“Perkenalkan, saya dari keluarga Zheng di kota bagian selatan.”

“Saya dari Paviliun Angin Hijau.”

“Merupakan kehormatan bisa bertemu langsung dengan Tuan Muda Rui.”

Satu per satu mereka berbicara. Gao Rui hanya bisa tersenyum dan membalas sapaan mereka dengan sopan. Belum sempat percakapan itu selesai... orang lain datang lagi.

“Tuan Muda, selamat atas kemenanganmu di kompetisi bela diri!”

“Benar-benar pertarungan yang luar biasa!”

“Bakat sepertimu… jarang sekali muncul dalam seratus tahun!”

Lingkaran di sekitarnya mulai membesar dan terus bertambah.

“Jika ada kesempatan, keluarga kami berharap bisa menjalin kerja sama dengan Harta Langit…”

“Kami memiliki beberapa sumber daya langka, mungkin bisa diperdagangkan…”

“Hubungan baik di masa depan tentu akan saling menguntungkan…”

Suara demi suara saling tumpang tindih. Senyum Gao Rui… mulai terasa kaku.

Sendok di tangannya… masih memegang satu bola daging utuh. Belum tergigit sedikit pun. Ia bahkan belum sempat merasakan kuahnya. Namun orang-orang di sekitarnya… tampaknya jauh lebih lapar untuk memperkenalkan diri dibandingkan dirinya yang ingin makan.

“Ah… iya… nanti bisa dibicarakan…”

“Terima kasih…”

“Senang bertemu juga…”

Gao Rui menjawab sebisanya.

Namun semakin lama, ia semakin kikuk. Situasi ini… jauh lebih sulit daripada menghadapi lawan di arena.

Pelan-pelan, ia mengangkat pandangannya… mencari satu sosok, Lan Suya. Dari kejauhan, ia melihat wanita itu.

Harapan sempat muncul di matanya. Namun… Lan Suya justru sedang duduk santai, berbincang dengan seseorang yang tampaknya kenalan lama. Bahkan sesekali ia tertawa ringan, benar-benar tenggelam dalam percakapannya. Tidak ada tanda-tanda akan menolong.

Gao Rui terdiam sejenak. Lalu sudut bibirnya sedikit berkedut.

“…Bibi ini sengaja, ya…” gumamnya dalam hati.

Di sekelilingnya, para tamu masih berbicara, silih berganti memperkenalkan diri. Sementara itu… sendok di tangannya masih terangkat. Bola daging itu… perlahan mulai mendingin.

1
mbono keling
💪💪💪💪👍
A 170 RI
pamer.. si bocah pamer kayak gurunya🤣🤣
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹
Nori Sutrisno
🫡
Eka Haslinda
attention tuan2 dan nyonya2.. perkenalkan.. Gao Rui.. Tuan Muda Harta Langit 😍😍😍
hartanya banyak 🤣🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
masih penasaran akhir nya gimana Thor...🤣🤣gantung nih
Andri Iswanto
mantab thorr.. lanjut terus thor bikin penasaran teros pokok'e..
Zainal Arifin
joooooooosssss 🤣🤣🤣🤭
sam
Mantab👍
Raju
bocah polos...
saking polosnya...
seluruh kota gempar.
bisnis lansuya melejit...
nama gou rui kembali bergema...
madara: itu baru Gao rui kalau gurunya bisa jadi lebih lagi 🤣🤣
total 1 replies
Shing ying
cerita apaan ini???
asammanis
sogokan 🤭🤣
Andi Heryadi
Gao Rui pintar,dia muncul dan mengenalkan diri dikeluarga Shou,membuat persaingan semakin rumit dan kemungkinan menguntungan harta langit.
Xiao Shuxiang
DAN HADIAH² DR GAO RUI AKAN MEMBALIKKAN KEADAAN SOAL KERJA SAMA CAO REN 🤣🤣
adek Darma
kok up ny cmn keseringan 1eps truss thorrr
budiman_tulungagung
masih satu mawar 🌹
Armoire
Aduh duh duh duh duh... Author nya paling pinter bikin readers mati penasaran... Lagi seru2 nya malah "To be continued" 😭😭😭😭
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Rui emang numero uno 🔥🌽
Nanik S
Naga Baja... apakah akan mengubah Kerjasama Patriak Shoi dan Harta Langit terus berlanjut
Nanik S
Gao Rui... membuat kejutan gak main main....Bahkan tidak sebanding dg Emas dan Permata ..Baru Naga Baja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!