NovelToon NovelToon
[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Fantasi Timur
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mirna Ayu Satika (Chana=nama pena)

Judul Awal: Reinkarnasi Gadis Polisi
-------

Dia adalah Zhu Liana, perempuan tangguh berumur 26 tahun. Jenderal wanita satu-satunya sekaligus yang termuda dalam sejarah perkumpulan organisasi Polisi Tentara antar benua yang bernama World Soldier Alliance (WSA) yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu.

Bakat yang menakjubkan, pestasi yang gemilang dengan dipadukan kecerdikan dan kecerdasannya membuatnya sangat dihormati oleh setiap orang dari negara-negara yang tergabung dalam organisasi itu.

Namun, seperti sebuah pepatah ‘Semakin tinggi kau mendaki, semakin kuat angin menerpa tubuhmu’. Bakat Zhu Liana tak sepenuhnya menjadi berkah, bakat yang tinggi itu malah mengundang keirian dari orang lain.

Ia dijebak dan mati dengan tragis karena rekannya sendiri.

Seolah takdir ingin bermain dengannya, Zhu Liana terbangun di dunia yang asing. Mengharuskannya memecahkan segala misteri yang ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirna Ayu Satika (Chana=nama pena), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24-Tamu

Suara derap kaki menggema di lorong bangunan yang dominan terbuat dari bahan dasar kayu itu.

Liana dengan langkah ringan berjalan bersama Penjaga muda yang memberitahukan kedatangan seorang tamu yang ingin bertemu dengannya.

Dia menghentikan langkahnya saat mendapati seseorang dengan hawa keberadaannya yang begitu tipis, hampir tidak ada selayaknya roh atau makhluk sejenisnya. Mungkin memang hanya Liana yang dapat merasakan keberadaan orang itu seperti halnya merasakan keberadaan orang biasa.

"Nona Muda?" panggil Penjaga itu melihat sang Majikan berhenti di tengah jalan.

Akan tetapi Liana mengangkat tangannya memberi isyarat. "Kembalilah," ucap Liana singkat yang tentu saja langsung dituruti Penjaga muda itu setelah dirinya memberi salam undur diri untuk kembali pada pekerjaan awalnya, yaitu berjaga.

Wei Wuxian yang melihat Liana datang langsung berdiri dari kursi rotan yang ada di gazebo tempatnya menunggu kedatangan pemilik rumah.

Dia menghampiri Liana sambil menampakkan senyumnya yang selalu manis di mata. Yah, Liana akui, Pangeran Ke-tiga yang menjadi tunangannya itu memiliki fitur wajah yang manis tapi juga maskulin disaat bersamaan. Orang tidak akan bosan memandangnya untuk waktu yang lama.

"Xian gege." Liana memberi salam pada sang Pangeran ketika mereka sudah berhadapan.

Wei Wuxian hanya menanggapinya dengan wajah cemberut dibuat-buat.

"Li'er, lain kali tidak perlu memberi salam pada Xian. Xian tidak menyukainya," ucapnya dengan nada merajuk.

Liana bahkan terkekeh dibuatnya. Sungguh menggemaskan!

Kemarin saat berada di pasar, selain mendengar rumor-rumor basi yang selalu membicarakan kekurangan dan keburukannya yang tentu saja hanyalah kebohongan, Liana juga mendengar rumor buruk tentang Wei Wuxian yang membuatnya merasa tak nyaman.

Rumor mengatakan bahwa Pangeran Wei Wuxian itu bodoh dan tidak berguna, sama seperti Liana.

Sang Pangeran Ke-tiga bahkan tidak pernah menghadiri rapat di Aula Istana seperti Pangeran dan Putri lainnya karena dia bodoh dan tidak mengerti apapun tentang permasalahan pemerintah.

Sebenarnya Wei Wuxian selalu menghadiri rapat, hanya saja orang-orang tak menyadari keberadaannya karena kondisi unik tubuhnya itu.

Meski dirinya adalah Putra dari Permaisuri terdahulu yang amat disegani rakyat karena kebijaksanaan dan kecerdasannya, akan tetapi dia malah menjadi Pangeran yang bodoh. Begitulah orang-orang memandang remeh dirinya.

Karena itu juga yang membuatnya tidak mendapat gelar Pangeran Mahkota, malah gelar itu diambil oleh Pangeran Pertama-Wei Muzhi, putra dari Nian Yangchi, Permaisuri saat ini yang tentunya lebih pantas dengan gelar tersebut.

Dan orang-orang juga mengatakan jika Wei Wuxian dan Liana adalah pasangan yang serasi dengan julukan pasangan paling tak berguna se-Kekaisaran Naga atau bahkan se-Benua Timur. Benar-benar cocok.

Melihat wajah Wei Wuxian, Liana menghela napas. Kenapa orang-orang suka sekali membicarakan masalah orang lain. Tak cukupkah mereka mengurus diri sendiri hingga malah memusingkan hidup orang lain?

Liana tahu bahwa Pangeran Ke-tiga tidak bodoh. Tidak sama sekali, dia normal. Hanya saja tingkahnya memang lebih polos dari kebanyakan orang seumuran dengannya. Dan juga karena kondisinya yang dirumorkan sebagai kutukan itu yang membuatnya tidak terlalu nampak di mata orang-orang.

Jika saja kondisinya senormal orang lain, mungkin sekarang sudah diangkat sebagai Raja Muda. Yah, pengetahuan Psikologi Liana tidak pernah mengendur sama sekali. Dia telah membaca sedikit karakter sang Pangeran membuatnya mengangguk puas.

Wei Wuxian adalah orang yang bijak dan yah, hatinya masih bersih yang artinya dia jarang sekali berbohong atau malah tidak pernah. Jarang sekali seseorang memiliki hati sebersih Wei Wuxian. Bahkan Liana kurang yakin jika hatinya sebersih sang Pangeran.

"Ingin berjalan-jalan?" tanya Liana pada Wuxian yang berdiri tepat di depannya.

Wuxian mengangguk setuju dengan usulan Liana. Dia segera meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya kemudian menariknya pergi meninggalkan tempat semula. Dan tindakannya yang tiba-tiba mengejutkan Liana.

Wuxian yang merasakan Liana tak bergerak dari tempatnya berbalik. Yang ia dapati hanyalah wajah bengong Liana yang kini tengah melihat kaitan jari-jari tangan keduanya.

Wuxian berkedip sebelum akhirnya terkekeh geli melihat ekspresi Liana yang menurutnya lucu.

"Li'er," panggilnya seraya meraih tangan Liana yang satu lagi dengan tangannya yang bebas. Sekarang mereka berada dalam posisi berhadap-hadapan.

Liana tersadar setelah mendengar suara familiar yang entah kenapa selalu membuatnya merasa tenang.

"Iya?"

Wuxian kembali terkekeh melihat tatapan polos yang diarahkan padanya.

Yah, Liana. Dia tidak pernah begitu dekat dengan seorang laki-laki selain keluarganya. Di bumi juga, dulu dia hanya dekat dengan Jenderal Besar Tian yang sudah ia anggap sebagai Ayahnya sendiri. Sebab itulah dia begitu kaget karena Wei Wuxian yang tiba-tiba menggenggam tangannya dengan cara begitu intim. Bahkan dengan sesama perempuan pun dia tak pernah seperti ini. Salahkan dirinya yang begitu anti sosial. Dulu, mungkin mereka memang dekat, tapi itu saat Liana masih seorang balita yang kurang memahami makna hubungan sebenarnya.

"Li'er ingin tetap disini?" Wuxian bertanya seraya mengusap permukaan kulit tangan Liana yang halus di genggamannya dengan ibu jari.

"Xian gege?" panggil Liana tidak menjawab pertanyaan Wuxian. Dia hanya melirik tangannya kemudian kembali ke wajah Wei Wuxian.

Mengerti maksud Liana, Wuxian kembali bertanya. Raut wajahnya berubah masam. " Li'er tidak suka Xian memegang tangan?"

"Aa eh!" Liana tidak tahu harus menjawab apa saat melihat raut wajah Wuxian yang kenapa bisa begitu menggemaskan.

"Jadi Li'er tidak suka ya?" Wajahnya menjadi murung. Wuxian segera melonggarkan pegangannya bersiap melepaskan tautan tangan mereka.

Tapi dengan segera Liana menggenggam tangan Wei Wuxian kembali mengeratkannya. "Tidak masalah, aku ... aku menyukainya. Jadi, ayo berkeliling!" ucapnya dengan gugup kemudian gilirannyalah yang menarik Wei Wuxian.

Liana tak tahu kenapa, tapi dia hanya mengikuti instingnya untuk tidak seharusnya menyakiti perasaan sang Pangeran yang menjadi tunangannya itu.

Wei Wuxian yang ditarik dibelakang Liana hanya tersenyum tipis karena tindakan gadisnya itu. Yah, gadisnya. Orang yang akan menjadi wanitanya di masa depan. Seseorang yang selalu ditunggunya, dipikirkannya, dan selalu dirindukannya setiap hari tanpa lelah.

Saat mendengar berita Liana sembuh dari penyakitnya, dia tahu bahwa gadisnya itu telah kembali. Dia merasa sangat senang untuk itu.

Mereka bertemu di usia yang begitu muda. Tapi saat itu, Wei Wuxian langsung memberikan satu-satunya hati yang ia miliki untuk gadis kecil dengan pipi tembam sedikit kemerahan yang berkata jika nanti dialah yang menjadi istri yang baik untuk Wei Wuxian.

Mengingat itu membuat Wei Wuxian tersenyum. Itu telah lama, sekitar dua belas tahun yang lalu. Saat dimana seorang Wei Wuxian masihlah menjadi Pangeran kecil berumur enam tahun dan gadisnya hanyalah balita imut tiga tahun. Dia masih ingat wajah menggemaskan itu yang selalu membuatnya rindu.

Saat itu Wei Wuxian sedang asik melakukan kegiatan yang paling dia sukai, yaitu membaca buku dengan aura ketenangan di sekitarnya. Di bawah rimbunnya bunga sakura yang berguguran di musim semi.

~o0o~

1
Ayla nur
typo Thor, harusnya jenius
Ayla nur
semangat terus kak
Nanik Rubiantoro
good
Astri
lanjut thor
Etik Dea
lama banget....macetnya
Ali Maksum
taipo kak
Ali Maksum
ambigu kak, di awal dinyatakan menjunjung tinggi kesetaraan habis itu merendahkan wanita
Ali Maksum
ini cewek apa w
cowok?
Ali Maksum
taipo kak
Al^Grizzly🐨
Terlalu banyak tingkatan kultivasinya...tingkat fondasi yg terbagi bagi dan pembentukan inti juga begitu...yg biasanya ranah kultivasi itu...hanya 'penempaan qi...fondasi alam...pembentukan inti...bumi...langit...Kaisar...Surgawi dan ranah terakhir ranah hampa...ranahnya di bagi menjadi 9 tingkat atau terserah mau sampai tingkat 15 juga boleh..
레지나
belum up juga.
Nathalia Makkawie
👍👍👍👍👍
Ali Maksum
Gadis .... kah kak?
Ali Maksum
di dunia.... kak da yg taipo
Qu€€n²¹
ini baru seru penuh dengan misteri
레지나
kak ini ga dilanjut lagi kah? :(
Ali Maksum
kak ada yg taipo... "yang"
Shinta Dewiana
wah ..bersambung deh...
Shinta Dewiana
waduh....jd enggak perlu dong naik kapal...
Shinta Dewiana
he...he. .he....liana kereeennn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!