NovelToon NovelToon
Sistem Pemburu Iblis

Sistem Pemburu Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Iblis
Popularitas:636
Nilai: 5
Nama Author: Kacarealitas

Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.

Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.

Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.

Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.

Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Awal Mula Pertempuran Besar

Setelah kejadian kerusuhan yang luar biasa di 12 Negara akhirnya Lionil memberi perintah resmi kepada semua Negara.

Lionil mengatakan ini depan media, bersama presiden Amerika Serikat untuk pers.

"Halo" ucap Lionil singkat tapi tegas, Lionil juga memakai jubah Raja para Exorcist yang agung.

"Aku Lionil Porche, Raja dari Exorcist yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Kali ini saya sebagai Raja akan mengatakan sesuatu pada dunia" ucapnya serius.

"Dunia akan kembali masuk mode Chaos atau kerusakan besar, karena itu Exorcist dan tentara Demon Global Army/DGA akan membantu keamanan Negara" tegasnya.

"Tidak cuma itu saja, semua Negara harap bersatu untuk menyelematkan semua nyawa umat manusia"

Presiden memberi tepuk tangan dengan meriah. "Pidato yang bagus tuan Lionil saya suka dengan itu" tersenyum puas. "Tapi apa rencana tuan Lionil untuk bertahan?"

Lionil agak sedikit bingung untuk menjawabnya tapi dia langsung ada jawaban.

"Mudah saja, kami akan membuat barisan pertahanan di perbatasan Negara di amankan langsung Tentara DGA dan Exorcist"

"Tidak cuma itu saja, tentara-tentara non DGA akan kami bagikan peluru anti iblis untuk membunuh mereka" alisnya berkerut serius.

"Mulai sekarang bertahan dari invasi Iblis dan Kaiju resmi di mulai!"

Umat manusia dari belahan dunia melihat berita itu langsung terkejut. Tapi di langit Prancis, orang-orang percaya begitu melihat deru puluhan jet tempur.

"L-lari!" Semua warga berlarian ketakutan sebab ada ledakan dan Kaiju serta iblis.

Di laut Merah, pelabuhan Mesir. Shu Yuan memandang wajah lesu Reyhan karena Asuna tidak selamat dengan tak berdaya.

Zahra berdiri di sebelah Shu Yuan. "Sekarang peperangan ini tidak hanya akan merebut rumah nya tapi juga sahabat terbaiknya" Zahra menggeleng.

Shu Yuan menarik topinya untuk berduka cita. "Dari ribuan yang berangkat hanya ratusan yang kembali, kehancuran juga di mulai kembali. Umat manusia pasti tidak akan bisa bertahan"

Beberapa waktu kemudian tiba-tiba walkie-talkie Shu Yuan berbunyi.

"Wakil komandan Shu Yuan apakah anda berada di pelabuhan Mesir?" Tanya seseorang.

"Ah ya aku berada disana, apakah tim bala bantuan sudah akan tiba?" Bertanya tak sabar.

"Bukan hanya penyelamatan tapi juga penyerangan balasan"

Shu Yuan menatap ke depan setelah mendengar kata-kata itu, mata Shu Yuan terpana di depan jauh sana barisan padat kapal perang berlayar.

Semuanya seketika merasa lega karena ada bala bantuan.

Segera orang-orang yang di janjikan pergi dengan kapal berbaris rapi untuk di data. Ketika kapal-kapal tiba, mereka semua menyediakan kapal tanker untuk mengangkut orang.

....

Di dalam keributan itu, Reyhan masih menatap tanah dengan pandangan kosong. "Andai saja aku lebih kuat, maka Asuna tidak akan mati seperti itu" gumamnya.

[Kematian Asuna bukanlah kesalahan host, host harus berhenti menyalahkan diri sendiri karena itu tidak sehat]

Reyhan menarik nafas. "Tidak menyalahkan diri? Sistem apa kamu tahu perasaan lemah saat tidak bisa melindungi seseorang?"

"Asuna... Asuna itu seperti orang penting bagiku" Reyhan menekan matanya lembut dengan dua jarinya untuk menyembunyikan air matanya.

[Sistem tidak ingin menganggu host, tapi apakah host mau menerima hadiah karena menyelesaikan misi membunuh Stain Er'lord?]

Reyhan tertawa getir. "Terserah saja sistem" Reyhan menutup kepalanya dengan kedua tangan karena sudah stress.

[Saya ingin katakan bahwa masih ada harapan untuk host, hadiah host yang dapat kan berada di Gacha kelas atas. Jika host beruntung maka host bisa dapatkan ramuan untuk menghidup kan kembali Asuna]

Reyhan terkejut, dia segera duduk dengan tegak. "A-apa itu mungkin? Memang ada ramuan untuk membangkitkan orang mati?"

[Sistem serba bisa, sistem juga akan update ke versi 0.2 saat menyelesaikan gacha, jadi harap host cepat pilih]

Reyhan menarik nafas, dia berdiri dengan percaya diri. "Jika begitu aku pilih Gacha!"

[Gacha sedang di mulai... Perputaran di mulai...]

Reyhan mendengar suara putaran dengan gugup dan berharap pada saat yang sama.

[Selamat host mendapatkan ramuan pembangkit!]

Segera wajah Reyhan menjadi cerah. "Sistem... Apa jangan-jangan itu ramuan untuk?..."

[Ya, host bisa menghidupkan kembali Asuna dengan meminumkan ramuan itu]

Reyhan tersenyum lebar lalu dengan cepat melakukan ledakan petir, ledakan itu menarik perhatian Zahra dari kejauhan.

"Apa Reyhan akan baik-baik saja? Aku khawatir dia berpikir negatif dan jadi lengah karena kematian Asuna"

Shu Yuan memanggil dari jarak jauh. "Zahra! Waktunya pengawalan pengungsi!"

Zahra tersentak. "T-tapi Reyhan masih di luar sana dan baru saja pergi, saya tidak bisa meninggalkan nya sendiri"

Shu Yuan tercengang. "Apa kamu bilang? Dia kembali? Gawat, padahal DGA akan menyerang kota dengan rudal-rudal"

Zahra dengan cepat menaiki kuda apinya untuk menyusul Reyhan. "Benar-benar membuatku muak, kau selalu saja merepotkan ku sama seperti di Gunung Putri" tapi Zahra justru tersenyum tipis.

Shu Yuan melihat Zahra juga pergi dengan pasrah. "Unit darat ikuti aku! Sisanya kawal pengungsi ke Negara tetangga!"

"Baik!"

Tanah yang sebelumnya penuh dengan pengungsi kini penuh dengan barisan tentara dan kendaraan nya.

"Semuanya berangkat!" Teriak Shu Yuan, lalu dia memegang senapan dan berlari.

Segera lainnya juga ada yang berlari dan naik ke kendaraan, kapal induk kode-8 dan kapal induk tambahan sejumlah 3 menerbangkan hampir 20 Jet serta 50 helikopter serang.

....

Saat Reyhan tiba di posisi Asuna, Reyhan dengan berusaha menyingkirkan puing-puing menindih tubuh Asuna.

"Ah!" Reyhan berteriak untuk menambah kekuatan, kekuatan Exorcist nya menjadi lemah setelah Putri Petir merasukinya.

Bag, setelah batu itu jatuh barulah Reyhan dapat melihat mayat Asuna. Nafas Reyhan jadi cepat. "Asuna jangan khawatir, aku pasti akan menghidupkan mu kembali"

Reyhan berlutut dan memegang kepala Asuna ke pahanya, Reyhan mengeluarkan item ramuan pembangkit sebelum meminum kannya pada Asuna.

Tapi Reyhan sama sekali tidak melihat reaksi dari Asuna membuatnya tertegun. "K-kenapa tidak ada reaksi? Apa kemampuan ramuan ini kurang?" Reyhan terlihat seperti frustasi.

Namun tiba-tiba Asuna batuk-batuk membuat Reyhan tersenyum senang. "Asuna" Reyhan memeluknya dengan erat. "Syukurlah aku bisa membangkitkan mu"

Asuna berkedip-kedip beberapa kali, dia melihat kedua tangan dan kakinya masih utuh secara penasaran.

"Apa yang terjadi? Kenapa aku hidup kembali? Lalu bagaimana dengan Stain Er'lord?"

Reyhan melepas pelukannya dan mundur. "Sebenarnya..." Reyhan menghela nafas.

Tapi setelah mendengar penjelasan dari Reyhan, Asuna mengiyakan karena dia hanya mau melindungi Reyhan saja.

"Jadi Asuna siap untuk pergi?" Reyhan menawarkan tangannya.

Asuna menerima uluran tangan Reyhan lalu berdiri. "Jadi kita akan mundur?"

"Iya, karena kita sama saja berada di garis depan. Setahuku dari arahku sudah ada banyak DGA dan Exorcist menyiapkan mantra"

Asuna mengangguk mengerti. "Kalau begitu tuan, ayo pergi sekarang"

"Hei! Tunggu dulu!" Cegat Zahra di depan mereka berdua. "Kenapa kamu seenaknya pergi? Kamu tidak mau di ungsikan?" Tunjuknya dengan marah pada Reyhan.

Akan tetapi mata Zahra berbinar melihat Asuna bangkit kembali seperti keajaiban. "K-kenapa bisa? Reyhan kamu pake cara apa?!"

Asuna menggeleng, ia tersenyum manis. "Bukan apa-apa ini hanya cara seorang tuan dan budak"

Keduanya tersenyum sebagai jawaban tapi kemudian mereka mendengar suara terjun seperti rudal.

"Mereka benar! Semuanya berlari ke tempat berlindung! Karena tempat ini akan dihujani rudal!" Desak Zahra.

Reyhan yang masih bingung tak tahu harus kemana. "Kemana?"

"Pokoknya lari saja!" Zahra memacu kudanya pergi, sesekali Zahra menatap ke belakang bila ada rudal yang mengenainya maka Zahra akan menyerang dengan lautan api.

Reyhan dan Asuna saling mengangguk lalu mereka mengikuti Zahra pergi.

Siuu!...

Dom!

Bom!

Rudal yang tak terhitung jumlahnya menghantam Kairo, Iblis-iblis yang muncul tak ada kesempatan untuk lari.

Namun Kilvara yang baru saja bangun menatap rudal-rudal yang mengarah dirinya dengan tenang.

"Hanya permainan anak-anak" mulut Kilvara terbuka.

Ngung... Ngung... Tenggorokan nya bersinar biru termasuk matanya sebelum menembakan sinar laser.

Sinar laser itu berhasil membuat rudal meledak di udara, Kilvara bersama pasukan iblisnya bertahan berkatnya.

Saat rudal berhasil di basmi, Kilvara membuang nafas tajam. "Dunia ini seperti semut" Kilvara berjalan untuk menginvasi dunia manusia.

....

Akan tetapi dari arah jam 3, Shu Yuan bersama tentara dan Exorcist akan segera bertemu dengan gelombang Kilvara.

Shu Yuan di humvee memegang walkie-talkienya. "Semua unit bersiap, siapkan senjata berat. Target monster kode Kilvara"

"Baik, target kode Kilvara" jawab dari walkie-talkie.

Segera barisan tank, rudal darat, balistik di truk terpasang mengunci Kilvara.

Shu Yuan keluar dari Humvee dan bergerak senyap ke sisi-sisi puing-puing.

Jari Shu Yuan menunjukan angka 3,2,1. "Maju!" Shu Yuan berlari ke depan.

"Haa!!" Ribuan Exorcist berlari sambil berteriak untuk menambah semangat.

"Maju! Maju!" Para tentara DGA tahu mereka harus apa, mereka mengambil posisi penting untuk menyerang Kilvara.

Shu Yuan segera memerintah. "Luncurkan rudal darat dan balistik!"

Swush! Swush! Swushh! Ratusan rudal di kerahkan dalam waktu bersamaan.

Tank, rudal jet tempur, dan helikopter fokus pada Kilvara.

Kilvara menggeram dan tubuhnya jatuh karena tekanan ledakan. "Groarrr!!" Teriaknya marah.

Ngung... Ngungg... Suara itu muncul kembali di tenggorokan Kilvara.

Shu Yuan merasa firasat buruk. "Mundur! Bawa peralatan berat mundur!"

Namun sudah terlambat, Kilvara bangkit dan menembakan sinar laser nya pada jet dan helikopter sebelum pada truk-truk balistik dan rudal darat.

Shu Yuan tersentak dan berlari ke sisi lainnya. "Sial, terus serang!"

Manusia dan Kilvara terus saling membalas, Exorcist sendiri bisa mengatasi Iblis-iblis dari level 8-12 akibat adanya kerja sama tim.

Namun yang tidak mereka ketahui adalah, situasi Chengdu dimana Kode-7 adalah Raja sebenarnya.

....

1
Anime aikō-kā
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!