Follow IG @samar_jenny1
Zia adalah gadis yang membenci perjodohan, itu menjadi sebuah prinsip yang dijalani. Zia sudah mempunyai kekasih mereka saling mencintai, namun sayang cinta mereka tidak mendapat restu dari orang tua.
Justru tanpa perundingan ia dijodohkan dengan lelaki pilihan sang ayah. Untuk membayar jantung, yang didonorkan seseorang.
Zia bagai menelan pahit di satu sisi ada orang tuanya, di sisi lain ada kekasih yang ia cintai. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya terjerat cinta segitiga. Di dalam perjodohan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dokter Vs Sari
Di kediaman Raka Sanjaya.
Sari dan yang lain terlihat sibuk dengan tugas nya masing masing,
Tiba-tiba Sari Mendapat telepon dari keluarganya. tetapi itu bukan bukan ayah dan ibunya Sari melainkan mereka adalah Riva dan uda paman dan bibi Sari.
Sari mengangkat ponsel dengan ragu.
"Hallo asamuallaikum, bik ...."
"Wa'alaikum salam, Sar! Gimana udah
dapat apa belum uang nya bibi udah di. Ayahmu harus segera pergi ke dokter ini!"
"Maaf bik. Sekarang belum punya uang."
"Kau ini gimana sih Sari! Masa Bibik harus berhutang lagi buat biaya Ayahmu?
Bahkan hutang dulu untuk sekolah kamu aja belum lunas. Mau sampai kapan, kalau
Ayahmu dan kamu tidak
di rawat oleh bibik entah hidup, atau
Sudah mati kalian!"
"Beri waktu, Bi. Saya akan berusaha mencari uangnya."
"Bibik tunggu, karena Ayahmu butuh obat!"
Ting... tong..!!
Setelah menelpon Sari melihat para pelayan yang lain sibuk masing-masing. Ia bergegas berjalan untuk membuka pintu.
"Biar aku saja yang membuka nya," Ucap Sari kepada salah satu pelayan.
Saat pintu terbuka ada seorang laki-laki berdiri tegap memakai kemeja berwarna navy dan celana berwarna abu-abu.
"Selamat siang tuan, Tuan.. bukan nya Dokter yang memeriksa nona Zia tempo hari? Ada perlu apakah?" tanyanya.
"Ya, benar, perkenalkan namaku Dokter Vino."
Vino mengangkat tangan nya untuk menjabat tangan Sari.
Namun, Sari Merasa tidak enak berjabat tangan dengan seorang Dokter keluarga Sanjaya mengingat dia adalah hanya seorang pelayan.
Sari pun tidak membalas jabatan tangan Dokter Vino dengan mempersilakan masuk.
"Tuan silahkan duduk saya akan mengambil kan minum untuk Anda. anda mau saya bikinkan minum apa tuan?"
"Bikin kan saya teh tidak pakai gula ya?" balas Dokter Vino.
"Tuan saya akan membuat kan minuman yang anda mau. tunggu sebentar." ucap Sari.
"Oke.. Aku tunggu kedatangan mu," ucap vino
lalu sambil duduk membuka ponselnya. ia memberi tahu Raka kalau dia sedang di rumah Raka.
Vino: Raka, maaf, aku pergi ke rumah.
Raka: Rumah siapa?
vino: Rumah kamu lah!
Raka: Mau apa kamu di rumah ku?
vino: Aku punya misi aku akan memberi tahu kamu nanti.
Raka: oke, oke.. baiklah! Jaga sikap!
Saat vino sedang memainkan ponsel pelayan yang membawa minum datang. Pelayan tersebut bukan nya Sari melainkan pelayan lain yang sudah terlihat tua.
"Kenapa bibik yang mengantar? perempuan tadi kemana?" tanya Vino dengan bingung
"Maaf tuan dokter, sari sedang ada pekerjaan di belakang," ucap pelayan.
ohh... jadi nama gadis itu adalah Sari. nama yang lucu.
"Baiklah,, bi saya akan pulang, terima kasih atas teh nya." Vino pun segera pergi meninggal kan rumah Raka.
Pelayan tersebut membawa nampan yang berisi teh itu masuk ke dapur, Sari melihat teh nya masih utuh.
"bik.. kenapa teh nya dibawa kembali lagi?" tanya sari.
"Tuan Dokter nya sudah pulang neng..." ucap pelayan tersebut.
"Baiklah, bik ayo kita lanjutkan pekerjaan kita" ucap Sari.
Sari bekerja dan melihat ke arah jam di dinding sudah pukul dua kini waktu nya untuk pergi ke pusat perbelanjaan. Setelah berpamitan kepada para pelayan yang ada di dalam rumah Sari segera pergi menuju mall menggunakan motor yang sudah ketinggalan jaman milik ayahnya.
Saat ditengah jalan tiba-tiba motor yang di Kendarai Sari mati. Ia melihat sekeliling nya sepi, tidak orang yang bisa ia minta tolong.
Sari mencoba meminta tolong kepada kendaraan yang lewat namun tidak ada yang Berhenti.
Sari menyerah dan berdiri di dekat motor nya
Tiba tiba mobil mewah warna hitam keluaran terbaru Berhenti menghampiri.
"Hai, Sari?" ucap Vino.
"Tuan, Dokter anda?" Sari sangat senang karena ada seseorang yang mau menolong nya sehingga dia bisa pergi ke mall untuk membeli bahan dengan tepat waktu.
"Sedang Apa kamu disini?" Bisakah aku membantu mu?" Vino menawarkan bantuan kepada Sari.
"Begini tuan motor ku tiba tiba mati, Bisakah aku meminta tolong
Agar anda bisa memberi tumpangan untuk saya ke supermarket?"
"tentu saja dengan sangat senang hati silahkan.." Vino membuka kan pintu mobil bagian depan dan mempersilakan kan sari untuk duduk, Sari pun duduk di jok depan di dekat Vino mengemudi setelah menutup pintu untuk sari, vino segera menuju kursi pengemudi dengan sangat senang.
"Oh iya, Tuan. Sebelum ke mall bisakah kau mengatakan aku ke kampus A? Kebetulan satu arah."
"Apa yang ingin kamu lakukan di kampus A?
apa kamu juga petugas kebersihan di sana?" tanya Vino sembari menatap depan karena konsentrasi menyetir.
"Tidak, Tuan dokter aku kuliah di sana, dan ada hal yang ingin kuselesaikan dengan dosen."
"Waow benarkah?"
Sari mengangguk kan kepala.
Luar biasa! gadis ini semakin, ingin membuat ku jadi penasaran, aku tidak menyangka kalau dia gadis hebat yang pernah ku temui.
"Tuan, kita sudah sampai berhentilah di sebelah sana," ucap Sari.
"Baiklah tunggu,"
Vino menepikan mobil nya tepat di depan gerbang kampus Sari.
"Terima kasih tuan, Karena Anda sudah mau membantu saya," ucap sari
"tidak usah berterima kasih seperti itu cukup traktir aku makan malam saja," ucap Vino.
"Baiklah tuan kalau aku ada waktu aku akan mentraktir kalau ada waktu Anda."
"Apa kau serius?" tanya vino meyakinkan.
"yessss!!! Akirnya aku punya kesempatan untuk dekat dengan nya."
"Entah kenapa aku sangat ingin bertemu dengan nya terus menerus, Semenjak bertemu dengan nya untuk pertama kali, aku Selalu ingin memikirkan dia. apa dia punya kekasih? entah lah.. Selama dia belum bersuami aku akan berusaha mendapat kan nya. arrggggh..!! ! aku sudah dibuat nya tergila gila padanya, dan aku berjanji akan menjadikan mu milik ku untuk selama nya." Vino menjalankan mobil nya.
"Tuan dokter entah ini kebetulan atau tidak, tapi hari ini kau sangat membantu ku," ucapnya saat Vino mengantarnya pulang.
"Tentu saja ini bukan kebetulan, karena memang mengikutimu. Eh."
"Benarkah tapi kenapa.. kamu mau begitu repot sekali untuk ku?"
"Karna aku menyukai mu.." vino menatap mata Sari.
Sari pun tertawa mendengar ucapan vino.
" tuan apa kau terbiasa merayu wanita dengan Seperti ini?" Sari
"Aku tidak merayu, ini murni muncul dari lubuk hati yang terdalam."
Sari malah semakin terbahak hingga lupa kalau sedang bersama Dokter.
"Baiklah kita sudah sampai. Kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?" tanya Vino. Langsung mendapat gelengan kepala.
"Terimakasih atas bantuannya hari ini, Tuan Dokter. Karena Bantuan Anda aku bisa pergi ke kampus dan berbelanja tepat waktu, semoga kebaikan Anda di balas dengan kebaikan."
"Besok aku akan mengantar supaya tepat waktu sampai tujuan."
"Tapi besok a aku tidak ke mana-mana, Tuan."
"Oh, he.he he."