Novel Aku dapat merasakannya kembali update nih dari Hiatus panjang nya, yuk mampir para pencinta genre horor Religi
kisah yang berawal dari seorang wanita biasa yang hidup dengan banyak hutang Budi oleh seorang kakek yang sudah menyelamatkan hidup nya dan mengorbankan nyawa anak nya
masa kecil yang hancur dan mengerikan membuat nya tidak semangat menjalani setiap hari-hari nya.
hanya rasa syukur dan hutang Budi yang ingin dia balas untuk seorang kakek yang menyelamatkan nya lah yang membuat dia bertahan pada hidup nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nani na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lia (kesurupan)
tidak berselang lama apa yang mereka khawatir kan malah terjadi
Athis yang sudah merasakan Raja iblis mulai menguat dan ada jin lain yang lebih dekat dengannya
sedangkan Felix telah melihat jin yang sedang bersiap untuk masuk kedalam tubuh salah satu murid di kantin itu bahkan jin tersebut bukan Raja iblis melainkan jin suruhan Raja iblis agar membunuh tumbalnya alih-alih agar Athis dkk tidak melihat Raja iblis itu langsung
tatapan jin itu penuh kebencian dan hasrat ingin membunuh yang begitu kuat
segera Felix mengatakan pada Athis
"Athis di sebelah sana ada jin yang siap masuk kedalam tubuh seseorang" saut Felix membuat Athis dan Viyon langsung memperhatikan nya
tapi apalah daya hanya Felix yang bisa melihat jin tersebut dan hanya bisa menjadi mata untuk Athis dan Viyon
"di arah mana Lix..." Athis
"itu tepat di arah jarum jam" Felix sambil menunjuk tempat jin tersebut
"apa dia menghadap kedepan?" tanya Athis
"Iyah dia menghadap kedepan dengan tatapan yang begitu mengerikan" jawab Felix
"jika dia menatap kedepan... tunggu sebentar biar aku yang ukur" Viyon yang angkat bicara, karna Viyon pintar dalam hal melihat arah
"itu murid wanita yang memakai pita biru dirambutnya, wanita itu yang akan di incar" saut Viyon
yang kemudian Athis pun berdiri dan langsung berjalan ke arah murid wanita dengan pita biru di rambutnya itu
sedangkan Felix dan Viyon mengikuti Athis dari belakang sembari terus berdoa dengan pelan
sampai lah Athis di tempat duduk murid tersebut, dengan mencoba ramah Athis mendekati murid tersebut yang sedang duduk sambil mengobrol dengan temannya itu
"permisi boleh gak aku gabung?" Athis
"Athis yah?...murid kelas 11-b kan?" murid pita biru
"Iyah, aku boleh ikut gabung kan sama kamu" Athis
"boleh kok duduk aja sini" murid pita biru
Athis pun duduk di meja tersebut, murid pita biru ini sebut aja Lia....Lia senang karna Athis yang terkenal pendiam itu malah duduk bersama nya dan mengobrol dengan nya tapi tidak dengan teman Lia...teman Lia terlihat kesal dan tidak suka pada Athis, tapi Athis tidak perduli karna yang ingin dia fokuskan hanyalah Lia seorang gadis yang baik tapi begitu lemah dan terbilang kutu buku
saat Athis sedang duduk, Athis menatap dengan tajam dan penuh kebencian pada penjuru arah yang di tunjuk oleh Felix terdapat jin tersebut, walaupun Athis tidak bisa melihat nya tapi jin itu bisa melihat Athis yang akan merasa sedang di ancam oleh Athis lewat tatapan Athis yang di sematkan sebuah doa di dalam tatapan tersebut
selang beberapa menit, Athis masih merasa tidak ada perubahan pada aura jin tersebut, itu artinya jin itu masih ada di tempat itu dan masih kokoh berdiri menunggu waktu tepat untuk masuk kedalam tubuh wanita itu walaupun jin itu sudah merasakan panas karna doa dari Athis
Athis yang menyadari bahwa jin itu belum berpaling untuk pergi, Athis lebih memilih berbicara dengan Lia agar membuat Lia tetap baik-baik saja agak jin tersebut tidak mudah masuk
:" sebelumnya alasan jin ini hanya mengincar Lia sedangkan banyak murid lain yang mungkin sama lemahnya dengan Lia adalah karna Lia adalah anak dari orang miskin yang tidak terlalu diinginkan dan memiliki tubuh yang sangat lemah dan mudah sakit, alasan jin ini juga hanya memilih Lia karna direktur utama sekolah yang menargetkan Lia yang tidak diinginkan ini, karna begitulah sifat jin, mereka akan mencari yang lemah dulu setelah itu mencoba menghancurkan yang lalai dan akan terus mencoba sampai bisa menghancurkan yang kuat
"Lia......" panggil Athis pada Lia yang berada di samping nya
"Iyah?" Lia
"Lia apa sekarang kamu ngerasa sesuatu yang aneh pada tubuh kamu? atau fikiran kamu kacau?, atau merasakan panas yang sangat panas di belakang punggung kamu?" tanya Athis mendadak membuat Lia terkejut karna memang benar, Lia sedang merasakan hal itu
"Iyah bener This... belakang punggung aku panas banget, panas nya juga lain kaya gak enak gitu, terus ni fikiran agak suka ngeracau dari tadi.....tapi dari mana kamu tau tentang ini?" tanya Lia bingung
"kamu Islam kan?" tanya Athis balik, sebelum menjawab pertanyaan Lia
"Iyah aku Islam kok" jawab Lia
"berarti kamu percaya adanya jin dan syaitan?" Athis
"Iyah percayalah" jawab Lia lagi
"kalo gituh kamu percaya akan santet dan tumbal kan?" tanya Athis lagi
"Iyah this aku percaya itu semua, tapi kenapa apa ada hubungannya?" tanya Lia yang semakin bingung
"kalo gituh aku harus jujur Lia, kamu bakal jadi tumbal dan alasan punggung kamu panas dan fikiran kamu yang terus meracau gak jelas, itu karna jin yang ingin mengambil alih tubuh kamu lagi berusaha buat melemahkan kamu" pernyataan Athis tersebut membuat Lia kaget hingga membulatkan matanya dan terpaku sejenak, tapi teman Lia yang dari tadi mendengar apa yang di katakan pada Athis malah tidak percaya dan malah membentak Athis
"ehhh Athis....lu jangan sok tau yah, sok suci banget si lu, sok tau, jangan-jangan lu mau ngenjebak teman gue" bentakan keras dari teman Lia membuat Felix dan Viyon yang sedang duduk tidak jauh dari mereka langsung bangun menuju ke arah Athis
"apa yang Athis bilang ke elu itu bener Lia, jadi percaya sama Athis, gue serta Athis dan Viyon minta tolong sama lu buat doa, dan terus kuat dan lawan fikiran lu yang ngeracau ngeganggu lu itu, kami cuman mencoba ngebantu lu Lia tolong percaya sama kami saat ini" saut Felix yang datang dan langsung berdiri di samping Athis yang sedang duduk
"apa yang bisa di percaya emang keliatan hal yang gak masuk akal kaya gituh" saut teman Lia yang meremehkan itu membuat Viyon kesal dan langsung angkat bicara dengan nada keras
"hehhhh lu, gue kasih tau ya, lu kalo gak percaya lebih baik lu ingat lagi kejadian di toilet perempuan saat itu, cewe yang kesurupan saat itu Athis yang sembuhin dan lu ingat lagi apa yang terjadi di gunung manglayang saat itu, itu Athis juga yang mencoba ngelawan apa yang menurut kalian gak ada atau gak mungkin terjadi itu, dan sekarang lu minta bukti, lebih baik lu denger baik-baik karna lu punya telinga yang menurut gue itu telinga masih sehat, apa kurang jelas tadi teman lu si Lia bilang kalo dia ngerasa gak enakan sama badannya, punggung berasa panas bahkan fikiranya meracau gak jelas, kalo lu bilang Athis sok tau sekarang gue tanya lu emang tau apa hahhhh" bentak kasar Viyon membuat teman Lia tersebut ciut dan hanya bisa diam
tapi ternyata itu semua terlambat, jin tersebut berhasil masuk kedalam tubuh Lia saat mereka sedang sibuk berdepat
Lia mulai hilang kesadaran dan tingkahnya mulai aneh Lia langsung terduduk di lantai dengan tatapan benci ke arah Athis dan ingin menyerang Athis yang berada di samping nya
Athis menyadari hal itu begitu juga dengan Felix dan Viyon tapi tidak dengan teman Lia yang kemudian langsung mendekati Lia dan memegang Lia tanpa tau apapun tentang kondisi Lia
teman Lia itu juga menangis dan langsung menyalahkan Athis yang ingin membacakan doa pada Lia
tapi teman Lia itu malah marah dan tidak mau menyerahkan Lia pada Athis
yang membuat situasi di tempat itu menjadi sangat ramai, Lia yang awalnya tadi masih diam dengan tatapan kosong dan tidak merespon apapun karna baru di masuki tubuhnya oleh jin, sekarang Lia mulai bertingkah layaknya jin dengan kedua bola mata yang mulai berwarna putih semua, mata dan bibirnya mulai menghitam tangannya mulai membiru dan sudah semakin ganas, Lia yang sudah di rasuki oleh jin tersebut langsung mencekik temannya yang sedang memegangi nya itu
Lia yang kerasukan tersebut mencekik leher temannya dengan sangat keras membuat temannya kesakitan dan sesak nafas
Athis yang sudah tidak bisa tinggal diam akan hal itupun langsung menekan dengan keras belakang punggung Lia sambil membaca doa, sama halnya dengan Felix yang berdiri sambil menatap dengan mengeluarkan tenaga dalamnya sambil membaca doa ke arah Lia
sedangkan Viyon berinisiatif untuk mengambil air dan daun Bidara kering yang ada di tas milik Athis
tidak berselang lama Lia melepaskan tangannya yang mencekik keras leher temannya itu dan langsung terkapar pingsan
dengan tergesa-gesa Viyon datang membawa air dan daun Bidara tersebut dan langsung menyerahkan pada Felix untuk dibacakan doa oleh Felix
sedangkan Lia yang pingsan sekarang berada di pangkuan Athis, Athis mengusap kepala Lia dengan lumayan bertenaga sambil membacakan doa agar benar-benar menghilangkan jin yang berada di dalam tubuh Lia tersebut
akhirnya air yang sudah di campur daun Bidara juga sudah di bacakan doa oleh Felix tersebut, Felix kemudian memberikan nya pada Athis, dengan perlahan Athis membuka mulut Lia dan meminumkan air tersebut pada Lia, air yang masih ada kemudia athis menaruhnya di tangannya lalu mengusap kan nya lembut ke atas kepala dan wajah Lia
Ok TBC 💥
maaf yah wak kalo beberapa hari ini jarang up
mohon dukungan nya, mohon juga untuk LIKE nya, Like itu gampang kok cuman di pencet aja gak nyampe 5 detik, mohon like nya yah wak
semoga kalian terus suka dengan karya aku ini
selamat membaca
terimakasih karna sudah mampir
jangan lupa LIKE 👍 VOTE 😉 RATE ⭐ KOMEN 🥰
SEE YOU NEXT TIME 🍒
HAPPY READING ALL🌹
👻👻👻👻
💐💐💐💐💐💐
👏👏👏👏👏👏
⭐⭐⭐⭐⭐
💐💐💐💐💐💐
🌹🌹🌹🌹🌹