NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Misteri / Action
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Wang Hao, Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li, mati secara misterius di puncak kejayaannya. Murid muridnya bersumpah mencari pelaku. Namun jiwa Wang Hao justru bangkit di tubuh pemuda lemah bernama Chen Nan di tempat lain. Kematiannya sendiri adalah misteri terbesar. Siapa yang mampu membunuh sosong sepertinya? Atau ada rahasia lebih kelam di balik kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Luka dan Jimat

"Menyerahlah, bocah, dan ikuti kami. Kami pastikan kau tidak akan terluka lebih buruk lagi."

Kong Bei mengucapkan kata-kata itu dengan nada yang lebih tenang dari sebelumnya. Matanya menatap luka di rusuk kiri Wang Hao yang masih mengalirkan darah segar, lalu beralih ke wajah pemuda itu, mencari tanda-tanda keraguan yang bisa ia manfaatkan.

Wang Hao menatap lukanya sendiri, lalu menggelengkan kepalanya. "Ini hanya luka kecil. Yang sesungguhnya akan datang."

Setelah mengatakan itu, Wang Hao menyimpan pedangnya ke dalam cincin ruang.

Kong Bei dan Zhou Li saling pandang. Gerakan itu bukan gerakan seseorang yang menyerah. Itu adalah gerakan seseorang yang sedang menyiapkan sesuatu yang lain.

Wang Hao maju selangkah, lalu dua langkah. Tanpa pedang di tangan, tanpa aura yang meledak-ledak. Hanya langkah kaki yang tenang di atas tanah hutan.

"Kau cari mati?!" raung Kong Bei.

Zhou Li tidak menunggu lebih lama. Ia memutar pedangnya di depan tubuh dengan dua tangan, bilahnya berputar cepat membentuk lingkaran cahaya merah.

"Formasi Pedang: Elang Pemangsa!"

Dari putaran pedangnya, energi merah melesat ke arah Wang Hao, lalu membentuk lingkaran di sekelilingnya.

Szzzzt

Dalam sekejap, formasi itu mengurung Wang Hao sepenuhnya, menciptakan dinding energi merah yang berputar-putar seperti sangkar raksasa.

Wang Hao berhenti. Ia sengaja tidak menghindar.

Kong Bei mengepalkan tangannya. "Jangan bunuh dia. Komandan Shuo Heng butuh bocah itu."

"Tenanglah," ujar Zhou Li sambil menghentikan putaran pedangnya. Ia kemudian menebaskan pedangnya ke depan. Energi pedang merah melesat menuju formasi.

Swish!

Begitu mengenai, di dalam formasi muncul ribuan elang spiritual sebesar telapak tangan. Mereka terbang berputar-putar, sayap mereka yang terbuat dari energi murni menciptakan desingan tajam, dan dari tubuh kecil mereka terpancar niat membunuh yang pekat.

"Hancurkan dia!" teriak Zhou Li.

Pada saat itu juga, semua serangan mengarah ke Wang Hao. Ribuan elang spiritual menukik serentak dari segala arah, memenuhi seluruh ruang di dalam formasi.

Boom! Boom! Boom!

Ledakan demi ledakan mengguncang formasi. Di dalamnya, energi merah memenuhi setiap sudut, menciptakan kabut tebal yang tidak bisa ditembus pandangan.

"Tuan Muda!" teriak Ruo Li dari balik pohon, suaranya nyaring dengan kepanikan yang tidak bisa disembunyikan.

Tidak ada sahutan.

Kong Bei dan Zhou Li tersenyum miring. Mereka sudah melihat ini berkali-kali. Formasi Elang Pemangsa adalah teknik standar Pasukan Elang untuk melumpuhkan target tanpa membunuhnya. Ribuan elang spiritual akan menghantam tubuh target secara bersamaan, merusak meridian tanpa menghancurkan organ vital. Cukup untuk membuat siapa pun tidak bisa bergerak selama berminggu-minggu.

Begitu energi merah di dalam formasi perlahan menghilang, senyum mereka lenyap.

Wang Hao berdiri tegak di tengah formasi.

Tubuhnya berlumuran darah, tetapi kebanyakan lukanya terbilang ringan. Hanya sedikit daging terkelupas di lengan dan bahunya, sementara titik-titik luka kecil tersebar di sekujur tubuhnya. Jubah hijaunya sudah menghilang sepenuhnya di bagian atas, menyisakan kain yang compang-camping di pinggang.

Wang Hao mengernyitkan dahinya. "Kekuatan mereka memang jauh sekali di atasku untuk saat ini. Bahkan dengan pertahanan tubuh baja, aku masih terluka."

Ia mengepalkan tangannya, merasakan setiap luka di tubuhnya. "Tapi ini sudah jauh melampaui ekspektasiku. Tubuh Chen Nan ini... ditambah pengetahuanku. Kombinasi sempurna."

Kong Bei dan Zhou Li matanya melebar.

"Bocah ini ternyata lebih kuat daripada apa yang kita bayangkan," ujar Kong Bei.

Zhou Li mengangguk, rahangnya mengeras.

Sementara itu, Wang Hao menatap formasi yang masih mengurungnya. Ia tersenyum tipis, lalu menyentuh sisi kiri formasi dengan telapak tangannya. Dari ujung jarinya, niat pedang mengalir masuk ke dalam struktur energi formasi, merambat melalui jalur-jalur energi yang membentuk dinding sangkar.

Krak!

Retakan muncul di permukaan formasi, menjalar dengan cepat seperti jaring laba-laba.

Duar!

Formasi itu hancur berkeping-keping. Serpihan energi merah beterbangan ke segala arah, lalu menghilang ditelan angin.

Zhou Li terhuyung mundur. Dari sudut bibirnya, darah segar mengalir keluar dan menetes ke jubah hitamnya. Formasi yang hancur selalu memberikan pukulan balik kepada penggunanya, dan kali ini pukulan itu cukup keras untuk melukainya dari dalam.

Wang Hao menatap kedua orang itu. "Mari temani aku sebentar lagi. Aku butuh satu percobaan lagi."

Wush!

Ia melesat cepat ke arah Kong Bei.

"Bocah ini gila!" Kong Bei melihat Wang Hao datang tanpa pedang, hanya dengan tangan kosong. "Jika kau mau beradu fisik, aku akan menemanimu sampai mati!"

Ia melesat juga ke arah Wang Hao, tinjunya terkepal erat. Energi spiritual berkumpul di buku-buku jarinya, menciptakan lapisan cahaya yang berputar seperti cakaran elang.

"Pukulan Penghancur Bumi!"

Woosh!

Wang Hao menatap tinju yang melesat ke arahnya tanpa ekspresi. Ia menyelimuti tinjunya sendiri dengan energi spiritual, lalu mengayunkannya ke depan.

Dua tinju bertemu di udara.

Bam!

Gelombang kejut menyebar dari titik benturan. Dedaunan di sekitar mereka beterbangan, dan ranting-ranting kecil patah berhamburan.

Wang Hao terhuyung mundur satu langkah. Kakinya meninggalkan jejak di tanah, tetapi posturnya tetap tegak.

Kong Bei tidak memberinya waktu untuk pulih. Ia memutar tubuhnya ke kanan, lalu melepaskan tendangan memutar yang mengarah ke kepala Wang Hao.

Wang Hao menangkis dengan tangan kanannya.

Bugh!

Benturan keras terdengar. Wang Hao terdorong ke kiri sejauh dua meter, kakinya menyeret tanah. Ketika ia berhenti, tangan kanannya langsung memar, warna kebiruan menyebar di bawah kulitnya.

Zhou Li melihat itu dan menggelengkan kepalanya. "Bocah ini tidak tahu. Kong Bei adalah petarung terbaik di Pasukan Elang, baik dengan pedang maupun pertarungan fisik."

Kong Bei menurunkan kakinya, lalu menggelengkan kepalanya. "Menyerahlah, bocah. Ikuti kami bertemu Komandan. Kau tidak perlu terluka lebih parah."

Wang Hao menatapnya tanpa ekspresi. "Aku sudah cukup. Kalian bisa pergi jika tidak ingin mati."

Mendengar itu, wajah Kong Bei dan Zhou Li langsung muram.

"Kau membuat kami kehilangan kesabaran, bocah!" raung Kong Bei.

Wang Hao menggelengkan kepalanya, lalu mengeluarkan selembar jimat dari cincin ruangnya.

Kong Bei melihat jimat itu, dan sesuatu dalam dirinya langsung berteriak. Instingnya, yang telah diasah melalui ratusan pertempuran selama puluhan tahun, menjeritkan peringatan yang tidak bisa ia abaikan.

Ia segera melompat sepuluh meter ke belakang tanpa berpikir dua kali.

Tapi Wang Hao sudah melemparkan jimat itu dengan gerakan ringan. Begitu jimat itu terlepas dari tangannya, niat pedang keluar dari dalamnya.

Niat pedang itu berwujud pedang kecil putih. Lalu melesat ke arah Kong Bei dengan kecepatan yang tak mampu dia hindari.

Sret!

Pedang kecil putih itu menembus dada Kong Bei, tepat di jantungnya. Pria itu bahkan tidak sempat berteriak. Tubuhnya langsung berubah menjadi kabut darah, lalu meledak dari dalam.

Poff!

Tidak ada lagi yang tersisa dari Kong Bei.

Zhou Li memandangi tempat di mana rekannya berdiri beberapa detik yang lalu. Wajahnya pucat pasi.

"Apa? Bagaimana bisa?"

"Aku sudah bilang sebelumnya. Jika tidak ingin mati... pergi!" ujar Wang Hao sambil menggelengkan kepalanya pelan.

Mendengar jawaban Wang Hao, Zhou Li tahu ia dalam bahaya. Tanpa ragu, ia berbalik dan melesat pergi, mendorong seluruh energi spiritualnya ke kakinya untuk menciptakan kecepatan maksimal.

Wush!

Melihat itu... Wang Hao melemparkan jimat kedua dengan gerakan ringan.

Kertas jimat itu melayang ringan di udara, lalu niat pedang keluar lagi. Pedang kecil putih melesat mengejar Zhou Li yang sudah berada puluhan meter jauhnya.

Sret!

Energi pedang itu menembus punggungnya.

Poff!

Tubuh Zhou Li meletup menjadi kabut darah, sama seperti Kong Bei. Tidak ada kesempatan berteriak sama sekali.

Keheningan kembali menyelimuti hutan.

Ruo Li keluar dari balik pohon, tubuh transparannya bergetar pelan. Ia mendekati Wang Hao dengan cepat, matanya menatap luka-luka di sekujur tubuh pemuda itu.

"Tuan Muda, luka-lukamu banyak sekali."

"Lupakan tentang luka." Wang Hao menatap empat tubuh yang tergeletak di tanah. "Sekarang gunakan teknik pemadatan, lalu kumpulkan enam cincin ruang milik musuh. Itu lumayan untuk biaya tambahan perjalanan."

Ruo Li tampak ragu, matanya masih menatap luka-luka Wang Hao. Pada akhirnya ia mengangguk, lalu melayang menuju tubuh-tubuh yang tergeletak.

Wang Hao melihat luka-luka di tubuhnya, lalu menghela napas. "Jika aku memaksakan lagi tadi, kemungkinan tubuh ini akan hancur. Dan pada akhirnya aku mati."

Wang Hao tersenyum tipis. Kini dia tau batas Chen Nan. Dan yang paling penting, pertarungan singkat sebelumnya, membawa keuntungan pada kultivasinya.

Tak berselang lama, Ruo Li kembali dengan enam cincin ruang di genggamannya. Wang Hao menerimanya satu per satu, memeriksa isinya dengan cepat.

Isinya lumayan. Apalagi milik Kong Bei dan Zhou Li. Ada batu roh menengah, totalnya dua ribu. Lalu batu roh tingkat rendah, totalnya enam belas ribu. Kemudian ada beberapa kitab teknik, jubah cadangan, pil-pil dalam botol kaca, dan beberapa senjata cadangan.

Wang Hao mengeluarkan ramuan untuk luka dan kain bersih dari salah satu cincin ruang musuh. Ia memberikannya pada Ruo Li.

"Bersihkan luka-lukaku. Aku akan memulihkan dari dalam."

Kemudian Wang Hao berjalan menuju pohon besar dua puluh meter dari lokasi pertarungan, kemudian duduk bersila. Ia mengeluarkan pil pemulihan luka dan pil pemulihan energi spiritual rampasan.

Meskipun kemurniannya hanya lima puluh persen, itu cukup untuk saat ini. Ia menelan kedua pil itu sekaligus, lalu menutup matanya.

Energi spiritual mulai berkumpul di sekelilingnya, masuk melalui pori-pori, mengalir melalui meridian, dan memperbaiki jaringan yang rusak dari dalam.

Sementara itu, Ruo Li duduk di sampingnya. Dengan tangan yang masih sedikit gemetar, ia mulai mengoleskan ramuan di setiap luka Wang Hao.

Jemarinya bergerak dengan hati-hati, menyentuh kulit yang terluka dengan kelembutan yang hampir tidak terasa. Ia bekerja dalam diam, matanya sesekali menatap wajah Wang Hao yang tenang, lalu kembali fokus pada tugasnya.

1
Nanik S
Ternyata sempat bertemu Nalan Yehuan
Nanik S
Mau makan yang ada asap tebal... kalau sate👍👍👍
Nanik S
Daging Tusuk enak sekali karena masih jadi hantu tidak pernah makan daging🤣🤣🤣
Nanik S
Biarkan saja Nalan Yan
Nanik S
Dibawa kemana Putrinya
Nanik S
Lanjutkan Tor dan sehat selalu untukmu Tor
Zerro One: Terimakasih kakak. Semoga kakak juga sehat selalu, dimurahkan rezeki🙏
total 1 replies
Nanik S
Ruo Li .. berkultivasi seperti manusia biasa
Nanik S
Bagus sekali Tor
Nanik S
Hantunya bisa wujud jadi bisa makan🤣🤣🤣
Nanik S
💪💪💪👍👍👍🙏
Nanik S
Lha si Ratu Iblis malah mengagumi manusia
Agus Rose
Mantap.
lanjut dengan pertarungan.
Nanik S
💪💪💪💪💪👍👍
Nanik S
Rui Li hantu pelayan yang sangat setia
Nanik S
Gaaaas Pooool🙏🙏
Nanik S
apakah tubuh itu untuk Rui Li
Nanik S
Up terus Tor🙏🙏
Nanik S
Bunuh Tang Shan untuku...
Nanik S
sang Ratu apa nanti tidak marah jika didepannya ada pemuda
Nanik S
Cerita ini bagus Tor, bahasanya mudah dipahami
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!