NovelToon NovelToon
LIVINA Izinkan Aku Bahagia

LIVINA Izinkan Aku Bahagia

Status: tamat
Genre:Romantis / One Night Stand / Pengganti / Keluarga & Kasih Sayang / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:698.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: D'wie

Tahap Revisi ❤️❤️❤️

Mencintai dan dicintai lalu menikah dengan orang yang dicintai adalah impian setiap wanita. Begitupun dengan Livina. Seorang gadis miskin berusia 21 tahun yang pendiam dan pemalu yang tengah berjuang untuk mencari kebahagiaanya. Impiannya hanya sederhana yaitu dapat hidup bahagia dan memiliki pasangan hidup yang dapat menerimanya apa adanya kelak. Namun, takdir berkata lain. Hidupnya yang sejak kecil sudah penuh dengan air mata karena kebencian orang tuanya, kini harus bertambah karena ia terpaksa harus menikah dengan atasannya di perusahaan tempat ia bekerja. Yang lebih menyakitkan adalah pernikahan itu bukan hanya tanpa didasari oleh cinta, tapi paksaan akibat dari emosi, amarah, kecewa, dendam, sakit hati, dan keinginan balas dendam tanpa ia mengerti alasannya kenapa ia bisa terjebak dalam pernikahan itu. Lalu bagaimanakah kehidupan pernikahannya? Berakhir bahagia ataukah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'wie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.25 Harapan Nyonya Kania

Di kediaman Dave Alendra.

Tuan Dave, Nyonya Kania, dan Divo sedang kumpul bersama di ruang keluarga.

"Pa, gimana udah dapat info tentang identitas Livina?" Tanya nyonya Kania.

"Udah Ma, ternyata Livina itu hanya anak angkat keluarga Ramlan dan Ira. Mereka menemukan Livina di pinggir jalan saat usianya sekitar 2 tahun."Jelas Tuan Dave.

"Ada info lain pa?" tanya Divo.

Tuan Dave mengerutkan dahinya.

"Ada apa, pa? Apa ada hal yang serius?" tanya Dave lagi.

"Kasian Livina, ternyata selama bertahun-tahun ia tak pernah dipedulikan orang tua angkatnya. Alasannya karena Livina pernah lalai sehingga membuat anak tunggal Pak Ramlan dan Bu Ira jadi cacat dan penyakitan."

"Ya Allah, kok mereka tega sekali pada gadis manis seperti Livina." Bu Ira iba mengetahui nasib Livina selama ini.

"Benar ma. Padahal Livina itu anak yang baik hati dan berbakti, tapi mereka tega sekali. Divo memang sudah menyaksikan sendiri bagaimana sikap mereka pada Livina saat pertama kali ke rumah mereka. Mereka tak acuh dan hanya mempedulikan Gio, anak kandung mereka."

"Bahkan ada yang lebih parah. Akibat berita Livina dan Zevan tempo hari, Livina diusir dari rumah mereka tanpa ingin mendengarkan penjelasan Livina dahulu. Karena ingin mengejar Livina, anak kandung mereka kecelakaan dan meninggal." Cerita tuan Dave dengan mata berkaca-kaca.

"Pasti itu berat sekali bagi Livina karena Livina sangat menyayangi adiknya itu, Gio." Kata Divo.

Mata bu Kania sudah banjir air mata. Tak terbayang bagaimana kesedihan yang Livina rasakan saat itu. Sudah nama baiknya rusak dan viral, lalu diusir dari rumah. Ia juga kehilangan adiknya.

"Mama harap semoga Livina benar anak kita, Pa." Ucap nyonya Kania penuh harap.

"Hmmm ... tapi tetap kita harus melakukan test DNA untuk meyakinkannya."

"Benar pa. Divo setuju."

"Tapi bagaimana caranya? Sekarang kan Livina tinggal di kediaman Zevan?" Tanya nyonya Kania.

"Kau punya nomor ponselnya, Vo?" Tanya tuan Dave.

"Tidak punya, Pa. Tempo hari Livina tidak punya ponsel."

"Apa? Ya, ampun sampai ponsel pun gadis itu tak punya." desah tuan Dave iba. "Coba pikirkan cara lain supaya kita bisa melakukan test DNA." Ujar tuan Dave.

"Baik, Pa."

Di kamar Zevan

Apa sebenarnya yang terjadi denganku? Kenapa aku sampai tergoda untuk menciumnya?

Gadis itu seperti magnet yang dapat menarik ku ke sisinya.

Kenapa juga tanpa pikir panjang aku mau saja ikut mereka jalan-jalan?

Seolah aku tak rela gadis itu berduaan saja dengan Mevan.

Darahku seolah naik ke ubun-ubun melihat kebersamaan mereka. Aku merasakan sesuatu yang beda saat bersamanya. Sangat berbeda saat sedang bersama Shella.

Arrgh ...

Kenapa yang ada di pikiranku sekarang hanya gadis itu?

Bukankah seharusnya aku membencinya? Tapi kenapa aku malah menemukan kenyamanan saat bersamanya? Selama ini, aku tak pernah tertarik untuk mencium Shella terlebih dahulu. Tapi dengannya, aku benar-benar tak mampu mengontrol diri. Bahkan tanpa sadar aku merengkuhnya dan melu mat bibirnya. Bibirnya sangat lembut dan manis, benar-benar seperti candu.

Ah, bahkan sekarang pun aku merasa ingin sekali kembali melu mat bibir itu. Tapi tak mungkin aku pergi ke kamarnya hanya untuk merasakan kembali bibir itu. Itu akan menjatuhkan harga diriku.

Padahal ia hanya diam, tak membalas setiap luma tan dan pagutanku, tapi kenapa aku malah seperti kecanduan?

Ahhh ... karena memikirkannya aku jadi tak bisa tidur. Mungkin dengan sedikit minum kopi, aku bisa merelakskan pikiranku. Walaupun nanti aku jadi benar-benar tak bisa tidur.

Zevan pun keluar kamar menuju dapur untuk membuat segelas kopi, minuman favoritnya.

Di kamar Livina

Sebenarnya tuan Zevan tadi kenapa?

Kenapa ia tiba-tiba mau ikut kami jalan-jalan?

Kenapa juga ia mau menemaniku naik rollercoaster?

Bahkan ia balas menggenggam tanganku saat naik rollercoaster.

Kenapa juga tiba-tiba ia mengajakku ke taman?

Bahkan disana ia menanyakan bagaimana aku mengenal Mevan. Dan kenapa pula tuan Zevan menciumku begitu dalam dan cukup lama hingga aku hampir kehabisan nafas?

Mungkin kalau tuan Zevan tak melepaskannya, bisa-bisa aku mati kehabisan nafas. Padahal itu ciuman pertamaku.

Hufth ...

Itukah rasanya berciuman?

Terasa aneh tapi sangat lembut dan hangat.

Livina terus meraba bibirnya sambil senyum-senyum sendiri.

Hari ini tuan Zevan benar-benar aneh. Bahkan ia membelikan aku pakaian yang sangat banyak. Padahal harga pakaian di toko itu tadi sangat mahal-mahal. Aku takut nanti tiba-tiba tuan Zevan minta ganti uangnya, bagaimana aku bisa menggantinya, sedangkan aku tak punya uang apalagi pekerjaan.

Aaaahhh ...

Memikirkannya membuatku haus. Mungkin dengan minum segelas teh, aku bisa merelakskan pikiranku supaya bisa segera tidur.

Livina pun segera berjalan ke luar kamar menuju dapur. Saat sudah sampai dapur, tiba-tiba Livina terkejut. Ternyata ada Zevan berdiri disana.

"Tu-tuan Zevan."

Lau Livina segera membalik badan hendak kembali ke kamar, tapi tiba-tiba Zevan menghentikannya.

"Berhenti disitu. Cepat kemari."

Livina pun tak jadi kembali ke kamar. Ia justru membalik badan dan mendekati Zevan.

"Iya tuan, ada yang bisa saya bantu?"

"Kau mau apa?"

"Apa?"

"Kau mau apa kemari?"

"Saya hanya ingin membuat segelas teh tuan," jawab Livina sambil menunduk.

"Buatlah. Sekalian buatkan aku segelas kopi."

"Tapi bukankah tuan tak mau kopi buatanku?" Interupsi Livina sambil menunduk takut.

"Buatkan saja. Tak perlu banyak tanya."

"Ba-baik tuan."

Livina pun segera membuat teh untuknya dan kopi untuk Zevan. Selesai membuatkan kopi, Livina mengantarkannya kepada Zevan yang sedang duduk di ruang kerjanya.

tok tok tok ...

"Masuk."

"Ini kopinya tuan."

"Letakkan saja di meja itu. "

Setelah meletakkan kopi,Livina hendak keluar ruang kerja Zevan.

"Mau ke mana?"

"Mau mengambil teh saya dan kembali ke kamar tuan."

"Ambil teh mu dan bawa kesini. Temani saya minum."

"Apa?" Tanya Livina ragu, takut salah dengar.

"Kau dengar kan! Ambil teh mu dan bawa kesini, temani saya minum. Masih belum jelas!"

"Ba-baik tuan." Sahut Livina gelagapan.

Livina pun bergegas menuju ke dapur dan mengambil teh nya lalu kembali lagi ke ruang kerja Zevan.

"Duduk disini."

Zevan menunjuk ke sebelah tempat duduknya. Livina pun duduk dengan takut-takut. Bahkan tubuhnya gemetar membuat cangkir yang ia pegang jadi ikut bergetar.

Hal tersebut pun tak luput dari pandangan Zevan.

'Apakah aku semenakutkan itu di matanya?' gumam Zevan dalam hati.

...Happy Reading ❤️❤️❤️...

1
Heriyani Lawi
makanya, sdh tau Shella jahat kok msh dibiarkan berkeliaran di sekitarmu van. Sekarang yg rugi kamu juga kan 😄
Heriyani Lawi
kok jd Marvel?Bukannya mevan
Qilla
basiiiii dannnn tumannnnnn
Alista Keyla
bagus lah Marvel. dari pada medan, masa kakak nya di pangil van, adik nya juga van kan gak logis
Nurlaila Hasan
oke/Good/
Dewa Nara
Saran Thor, tolong perhatikan POV -nya, jangan berubah-ubah mendadak
Dewa Nara
kok tiba2 jadi aku Thor
Rosi Artika
Luar biasa
𝔨𝔦𝔨𝔦 𝔣𝔯𝔞𝔫𝔰𝔦𝔰𝔨𝔞 𝔤
baru tau UGD merangkap operation room...
Alista Keyla: mungkin maksud othor IGD kali🤭
total 1 replies
Mariani SPd
aq menderita banget waktu lagi hamil. dari awal sampai akhir, muntah terooos. keluar masuk rumah sakit krn kurang cairan.
hehehe......jadi curhat
Mariani SPd
hooo Nami island toh
Mariani SPd
pulau Jeju thor
Mariani SPd
sorry g mau baca yg hot hot hihihi
Mariani SPd
tenang Thor.....semua karya mu akan qu baca
Mariani SPd
keren ya baru sekali main udah hamil wkwkwk
Mariani SPd
lah baru tau ya kalo kamu bodoh....zevan wkwkwk
Mariani SPd
orang kaya kan slalu pake cctv, cek tuh...
Mariani SPd
Luar biasa
Mariani SPd
kok bisa tiba2 Livina ada di kamar zevan?
Mariani SPd
apa maksudnya nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!