Spin off Kings and Queens dan My Darling...
Disaat Eléonore Blair McGregor bertemu dengan Billy Gallagher Luna, dia masih berusia lima tahun. Elle dan Billy melakukan perjanjian 15 tahun kemudian, Elle akan meminta sesuatu pada Billy di hari ulangtahunnya ke 20.
Sayang, Billy mengalami kecelakaan di usianya ke 15 yang mengakibatkan amnesia berat dan hanya ingat keluarga intinya. Billy melupakan semua terutama Elle dan janjinya.
Elle berusah membuat Billy ingat tapi tidak berhasil hingga Billy berpacaran dengan seorang gadis. Elle akhirnya menyerah dan menerima cinta Eliot. Disaat Elle sudah bersama Eliot, Billy mengingat semuanya. Sekarang giliran Billy mengejar Elle tanpa perduli statusnya.
Generasi ketujuh klan Pratomo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Remisi
Seminggu kemudian...
"Apakah kita egois, Emilia?" tanya John saat menemani Emilia dan Eliot di sebuah rumah sakit private di Swiss. Bukan tanpa alasan mereka memilih berobat disana, karena rumah sakit ini memiliki dokter yang mumpuni dan yang paling penting, privasi mereka sangat terjaga.
"Mungkin kita egois tapi aku ingin melihat Eliot bahagia, John. Kita lihat bagaimana mereka berdua kan?" Emilia sangat ingin Eliot bisa sembuh dan menikmati kehidupan berumahtangga dengan Eléonore. Bagi John dan Emilia, Eléonore adalah menantu idaman.
Awalnya John dan Emilia terkejut saat mendengar Eléonore bekerja di museum London, bukannya di perusahaan Keluarganya tapi Eliot menegaskan bahwa itu memang keinginan Eléonore guna mendapatkan banyak pengalaman bekerja dengan orang lain bukan di perusahaan keluarganya yang sudah pasti akan mendapatkan kemudahan dan jiwa fightnya berkurang.
Emilia diam-diam mendatangi tempat Eléonore bekerja dan melihat bagaimana gadis itu dengan luwesnya menjadi penerjemah para pengunjung museum yang datang dari berbagai negara. Emilia merasa salut dengan sikap calon menantunya yang memilih berdandan biasa dibandingkan sebelumnya yang selalu tampil glamor dengan Burberry dimana-mana.
Eléonore memang masih memakai Burberry tapi yang dipilih adalah koleksi lama dan tidak mencolok gayanya seperti saat gadis itu menjadi model. Emilia salut dengan sikap Eléonore yang tetap bisa humble meskipun dia dari keluarga Sultan tidak kaleng-kaleng.
Lamunan Emilia pun buyar saat dokter yang menangani Eliot keluar dari ruang pemeriksaan.
"Bagaimana Eliot dok ?" tanya Emilia dan John cemas.
"Thanks God, pengobatannya berhasil Mr and Mrs Tudor. Mr Eliot Tudor mendapatkan remisi kankernya ... " senyum Dokter itu.
John dan Emilia saling berpelukan sambil menangis.
"Saya minta, obatnya jangan lupa diminum rutin dan tetap rutin kontrol."
"Dok, apakah Eliot bisa memiliki keturunan karena dia akan menikah dengan gadis yang dia cintai ?" tanya Emilia yang membayangkan memiliki cucu dengan mata biru atau mata hijau.
"Jika Tuhan mengijinkan, Mr Eliot Tudor dan istrinya sehat, kalian berdua akan mendapatkan cucu."
***
London Museum, Inggris
"Jadi kamu sudah pacaran dengan Eliot sejak kuliah?" tanya Paula saat mereka berdua makan siang bersama. Eléonore sendiri seperti biasa selalu dibawakan bekal oleh Mortimer setiap hari berkerja.
"Hu um. Kami bukan tipe pacaran yang menggebu-gebu karena sangat menikmati hubungan yang slow tapi fun." Eléonore memakan sushinya.
"Jujur Elle, aku salut sama kamu. Notabene kamu anak orang kaya, saudara kamu juga tidak kaleng-kaleng... Tapi kamu masih mau bekerja disini. Kenapa tidak di perusahaan keluarga kamu ?" ucap Paula.
"Karena aku tidak mau terjebak zona nyaman terus. Kalau begitu, bagaimana aku bisa tahan banting jika ada masalah ? Aku suka bekerja disini apalagi bertemu dengan banyak orang yang menghargai karya seni dari berbagai negara. Kan lumayan aku tetap bisa melatih kemampuan bahasa asing aku kan?" senyum Eléonore.
Paula mengangguk. "Itu yang aku suka dari kamu. Keluarga Sultan tapi ogah memperlihatkan kekayaan kalian..."
"Tidak perlu pamer kekayaan karena uang tidak dibawa mati..." jawab Eléonore.
***
Eliot berpelukan dengan kedua orangtuanya saat mengetahui kanker darahnya sudah dinyatakan sembuh. Ketiganya tampak menangis karena pengobatan yang dilakukan tidak lah sia-sia. Eliot merasa dirinya mendapatkan kesempatan kedua untuk bisa menikmati hidupnya dan bisa menikah bersama dengan gadis yang sangat dia cintai.
"Ingat Mr Eliot Tudor, anda masih harus kontrol dan berobat rutin. Bagaimana pun semua aturan pola makan dan pola hidup, harus anda patuhi..." ucap dokter itu.
"Insyaallah akan saya patuhi dokter. Apalagi calon istri saya bukan wanita yang suka acara yang wild karena dia sedikit old fashion pola asuhnya. Makanya kami cocok ..." senyum Eliot.
"Syukurlah jika calon menantu keluarga Tudor bukan orang yang gaya hidupnya berantakan."
"Tidak mungkin dok ! Calon menantu saya gadis paling cantik luar dalam," sergah Emilia.
"Memangnya siapa Mrs Tudor ?"
"Eléonore Blair McGregor."
Dokter itu terkejut. "Putri pembalap Charles McGregor? Apakah dia adiknya Galena Luna ?"
Eliot saling berpandangan dengan kedua orangtuanya. "Iya, Elle adik Galena. Memangnya kenapa Dok ?"
"Galena adalah salah satu anak didik saya dan dia ... Well bagaimana caranya saya mengatakan. Brutal !" jawab dokter itu membuat ketiga anggota keluarga Tudor terbahak.
"Kami tahu itu dok. Saat Eliot harus operasi usus buntu, Galena yang melakukan tindakan dan bilang dia sudah mengambil ginjal Eliot lalu menunjukkan ke kami. Tentu saja kami shock tapi ternyata itu hanya joke Galena ke para keluarga dekat. Ginjal yang dia tunjukkan adalah ginjal sapi dan semenjak itu Eliot dan Galena tidak pernah akur ..." kekeh Emilia yang teringat keributan di ruang rawat inap Eliot sampai meminta Rontgen dan USG guna melihat apakah ginjal putranya masih ada atau tidak.
"Kacau memang Galena tapi saya salut dengan kemampuannya yang sangat halus saat melakukan tindakan operasi."
John mengangguk. "Memang dok. Eliot juga lebih cepat sembuhnya ..."
"Well selalu ada plus dan minusnya bukan ?" senyum Dokter itu.
***
Sementara itu di ruang praktek Galena
"Haaatttssyyyiiiinnngggg !" Galena bersin dengan keras saat suster Lisa datang ke ruangannya untuk memberitahukan bahwa ada jadwal operasi.
"Anda baik-baik saja dokter Darling ?" tanya suster Lisa.
"Baik-baik saja. Duh, siapa sih yang ghibah bumil cantik cetar membahenol ini ?" gerutu Galena yang sedang hamil anak kedua itu. Bumil cantik tersebut sangat senang karena hasil test laboratorium menunjukkan bayinya sehat dan jenis kelaminnya perempuan.
Akhirnya ada yang meneruskan kecantikan aku dan jiwa bar-bar ku. Soalnya anak gurita itu Alex banget sifatnya ! Galena tersenyum usil sendiri.
"Dokter Armstrong?" suster Lisa menatap Bossnya.
"Santai saja Lisa. Bawaan bayi sering aneh-aneh..." senyum Galena.
***
Eléonore sedang berjalan ke pinggir jalan guns menunggu sopir keluarga saat seseorang mendatangi dirinya. Mata hijau kebiruan Eléonore terbelalak saat tahu siapa yang datang.
"Mas Avaro ! Ngapain ke London ?" seru Eléonore senang melihat kakaknya datang. "Kok nyetir sendiri?"
"Sabira ada pertemuan dan aku gabut karena tidak ada jadwal jadi aku jemput kamu lah. Aku sudah hubungi Mortimer, sopir keluarga McGregor tidak usah jemput kamu. Yuk, makan malam di hotel sambil menunggu Bira." Avaro membuka pintu penumpang buat Eléonore. Gadis itu pun masuk dan tak lama mobil Range Rover milik keluarga Carrington yang anti peluru.
Paula yang sedang bersiap menunggu bis, hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat mobil mewah dengan plat kerajaan Inggris meninggalkan halaman Museum London.
Ya ampun Elle ! - batin Paula.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaaaa
thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️ 🙂 ❤️