NovelToon NovelToon
Battle Of Gods (Pertempuran Dewa)

Battle Of Gods (Pertempuran Dewa)

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:105.9k
Nilai: 4.5
Nama Author: JOSEPH AL-IQBAL WANG

Yi Xing dikirim bibi Ning kepada guru Mo untuk mempraktikkan keterampilan saint dewa. Namun di sisi lain, ada rahasia yang disembunyikan bibi Ning. Rahasia itu berkaitan dengan kedua orang tua Yi Xing. Untuk mengetahui rahasia itu, Yi Xing harus memenuhi syarat utama, yaitu mempraktikkan ilmu saint dewa. Dengan belajar menjadi kuat, Yi Xing bisa mengetahui apa yang sebenarnya disembunyikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JOSEPH AL-IQBAL WANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 — Rumah Kayu Bibi Ning

Saat guru Mo berseru, atap kereta kuda nyaris saja dihancurkan oleh anak buah pembunuh bertopeng. Untungnya Wei Lin dan Yi Xing segera keluar dari kotak kereta kuda.

Melepaskan serangan tehnik pertama, itu cukup membuat lima anak buah pembunuh bertopeng terpental. Kepungan mereka gagal. Sebagai calon saint, Yi Xing dan Wei Lin setidaknya sudah cukup kuat. Mereka bisa ikut dalam pertarungan hari ini.

“Tehnik pertama, hujan pedang!” Yi Xing mengeluarkan pedangnya. Anak itu terbang di udara. Seperti biasa, sayap kupu-kupu roh menjadi andalan mereka.

Ribuan pedang roh menghujani empat-lima anak buah pembunuh itu. Sedikit cukup membuat para pembunuh itu kewalahan. Wei Lin tidak mau ketinggalan, gadis itu terbang, kemudian mengeluarkan tehnik serangannya.

“Tehnik pertama, pedang guntur.” Wei Lin lekas bergerak. Serangan kecepatannya menebas sekaligus para pembunuh.

Mereka terpental, melayang di udara. Tidak cukup sampai di situ, Wei Lin mengeluarkan lagi jurus andalan lainnya.

“Tehnik kedua, kemarahan guntur!” Wei Lin memekik.

Petir besar tercipta. Awan gelap berputar di langit. Dalam sekali gerakan, petir menyambar badan orang-orang yang disasar. Seperti orang kesetrum listrik, para pembunuh bayaran itu kejang-kejang di udara. Sengatan kemarahan guntur cukup kuat.

Yi Xing giliran yang bergerak. Dengan kecepatannya, dia menyerang perut-perut para pembunuh. Meninju keras. Dalam sekali serangan, mereka semua terpental jauh.

Ketua pembunuh itu menoleh ke arah Yi Xing. Belum sempat mengalahkan guru Mo, anak buahnya sudah dipukul rata. Kalah dalam beberapa kali serangan. Kepala pembunuh itu tidak menghiraukan serangannya pada guru Mo. Dia hanya mau fokus pada Yi Xing. Itu target utamanya.

“Tehnik pertama, naga api.” Orang itu menggerakkan jemarinya. Keluarlah binatang legenda itu dari portal cincin dewanya.

Naga api terbang cepat, menyerang ke arah Yi Xing. Sebelum binatang jiwa itu mengenai sasarannya, Wei Lin tiba-tiba sudah ada di depan Yi Xing. Dia menghalau serangan.

“Tehnik ketiga, serangan dewi malaikat.” Wei Lin memutar jemarinya membentuk lingkaran sempurna.

Di belakangnya muncul cincin dewa. Roh cincin dewa itu mengeluarkan pedang besar, segera melepaskan hantaman kuat pedang dewi di tubuh naga api. Seketika binatang roh itu langsung hancur.

Pembunuh bayaran itu terdorong mundur. Dia tidak menyangka, seorang gadis kecil sudah memiliki kekuatan sebesar ini. Pantas saja orang-orang yang belajar di akademi memiliki kekuatan seperti ini. Mereka terlatih.

“Tidak mungkin!” kata pembunuh bayaran. Tubuhnya menjadi lemas, dia terkejut. Ini pemandangan pertamanya. Dia dikalahkan seseorang bocah perempuan.

“Tehnik keempat, bulan perak dewi malaikat!” Wei Lin menambahkan tehnik lainnya.

Tehnik bulan perak dewi malaikat itu adalah tehnik terkuat Wei Lin. Bulan itu besar. Sangat besar. Itu cukup untuk menghancurkan lawan di depannya.

Pembunuh itu sadar, dia memang tidak bisa dikalahkan dengan mudah oleh anak kecil itu. Tetapi menghadapi langsung tehnik sebesar ini, meskipun tidak mati, itu cukup membuatnya terluka parah.

Pembunuh bertopeng tidak punya pilihan. Dia harus lari. Saat ini hanya dia yang masih tersisa. Ditambah guru Mo. Seharusnya dia bisa mengalahkan Wei Lin dan Yi Xing dalam sekali serangan. Tapi lawan immortal seperti guru Mo, setidaknya dia harus mengorbankan nyawa.

“Akan aku ingat malam ini. Akan aku ing ....” Ucapan orang bertopeng itu terputus, saat lehernya berhasil dicekik kuat oleh guru Mo.

Dia hendak lari, memanfaatkan kecepatannya. Tetapi guru Mo berhasil menangkap lehernya dalam sekali cengkraman. Guru Mo gegas menekan lehernya ke samping, sampai berbunyi patahan ranting. Dalam dua detik, pembunuh itu tumbang. Nyawanya lenyap di tangan guru Mo.

“Guru ....” Yi Xing menghampiri pria itu.

Guru Mo melempar tubuh pembunuh itu sembarangan. “Jika tidak membunuhnya malam ini, takutnya dia akan membunuh murid jenius lainnya.”

Guru Mo melangkah pertama menuju ke kereta kuda. Masuk ke dalam. Dua anak itu mengikutinya. Kereta kuda melanjutkan larinya. Saat itu kecepatan kuda semakin cepat. Kusir memecut habis bokong kuda. Mereka harus sampai di desa saint sebelum fajar tiba.

“Guru, siapa sebenarnya mereka?” Wei Lin bertanya. Dia membuka percakapan. Kereta kuda sudah memasuki kota kecil di sekitar hutan kekaisaran.

“Mereka adalah komplotan pembunuh. Kepala pembunuh itu seorang saint level demi god. Dia dikenal sudah membunuh banyak calon saint berbakat di Guiyang. Beruntung malam ini bisa membuatnya lenyap dari dunia ini. Jika tidak, akan lebih banyak calon saint tewas di tangan mereka.” Guru memberitahu.

Sedikit banyak guru Mo tahu siapa para pembunuh bertopeng itu. Mereka membunuh para jenius yang akan masuk ke dunia saint. Dengan harapan, semakin dikit saint, maka semakin sedikit pula ancaman untuk mereka.

“Guru, membunuh mereka, apakah itu artinya kita tidak melanggar hukum kekaisaran?” Yi Xing bertanya ragu-ragu.

Guru menggeleng lemah. “Kekaisaran sudah lama mencari mereka. Keberadaan para bandit itu cukup meresahkan. Membunuh salah satunya tidak akan melanggar hukum apapun. Kaisar menghormat siapa saja yang berjasa untuk kekaisaran Guiyang. Lagipula, itu hanya satu dari banyaknya pembunuh saint.”

Oh, Yi Xing mengerti. Dia paham. Guru Mo memang terbaik dalam segala hal. Bahkan hal seperti ini saja dia tahu. Guru Mo memang pantas dengan reputasinya. Wajar jika dia adalah guru nomor satu di akademi. Dia pandai dalam menjawab setiap pertanyaan.

••••

“Selagi guru memasak, ayo kita keluar.” Yi Xing membawa Wei Lin meninggalkan beranda rumah kayu guru Mo.

Kereta kuda sudah sampai di desa saint jiwa sejak pagi tadi. Sesampainya di sini, guru langsung istirahat. Kemudian dia memasak. Guru pandai dalam hal ini.

Yi Xing dan Wei Lin berada di belakang rumah. Melewati gudang tumpukan jerami. Mencari kayu bakar. Ada dua-tiga pohon besar di belakang sana. Ada ayunan kayu juga. Halaman belakang guru ada taman bunga juga. Angin lembut berhembus cepat.

“Aku akan mengumpulkan kayu. Kau duduk saja di sana.” Yi Xing menunjuk ayunan dengan ekor matanya.

Angin berhembus pelan lagi, menerbangkan anak rambut Yi Xing. Udara sejuk, matahari meninggi di atas kepala. Wei Lin terkesima melihat penampilan berantakan Yi Xing. Auranya agak berbeda. Dia sangat manis. Indah di saat yang sama.

“Di mana rumahmu?” tanya Wei Lin. Dia menyadari ketertarikannya pada anak itu. Jadi Wei Lin mencoba mencairkan suasana.

“Di sana. Di atas bukit. Tapi aku tidak tahu apakah rumah itu masih kokoh berdiri atau tidak. Sudah lama sekali tidak pulang ke desa saint ini.” Yi Xing menjelaskan.

Tangannya sudah mengikat ranting kayu kering. Siap membawanya ke dalam bilik rumah guru Mo. Yi Xing mendekati Wei Lin, ambil posisi, duduk di ayunan kayu di sebelah gadis itu.

“Desa ini selalu seperti ini, tidak ada yang berubah. Berbanding terbalik dengan kota Guiyang yang padat dan selalu ramai.” Yi Xing mengenang. Ucapannya sarat akan makna penjelasan.

“Saat kita kembali ke kota Guiyang, aku akan mengajakmu bermain di teluk Guiyang. Pelabuhan kota sangat ramai didatangi pengunjung dari luar kekaisaran.” Wei Lin menawarkan. Idenya kedengaran menarik.

Oke, tak masalah. Yi Xing bisa menerimanya. Wei Lin melompat dari ayunan, tangannya menarik jemari Yi Xing.

“Aku ingin melihat rumahmu di atas bukit. Ayo.” Wei Lin terburu-buru berlari. Langkahnya setengah cepat.

Yi Xing tidak menolak. Dia mengiakan ajakan anak itu. Keluar dari halaman rumah guru Mo, berlari pelan menuju jalanan menanjak di atas. Rumah-rumah di desa ini dua tingkat. Semuanya dari kayu yang kokoh. Berdiri gagah. Namun hanya rumah bibi Ning saja yang dibuat dari kayu reyot dan satu tingkat. Yi Xing tidak yakin bangunan itu masih ada.

Setibanya di kediaman itu, benar dugaan Yi Xing. Rumah bibi Ning telah hancur. Sudah roboh dengan sendirinya, dimakan usia dan lapuk. Jauh sebelum Yi Xing meninggalkan desa saint ini, rumah bibi memang sudah tidak tahan untuk dilenyapkan oleh usia.

“Gagal. Aku tidak menemukan bangunan ini berdiri kokoh,” ujar Wei Lin.

Di depan mereka hanya ada sisa tumpukkan bangunan. Ditutupi rumput tebal juga. Kandas harapan Wei Lin melihat rumah tempat Yi Xing dibesarkan. Pasti banyak kenangan masa kecilnya di sana.

Melihat raut wajah kecewa Wei Lin, anak lelaki itu merasa tidak enak hati. Terlintas dalam benaknya untuk membawa Wei Lin ke suatu tempat.

“Ingin mencoba tempat yang menarik?” tawar Yi Xing. Gadis di depannya sempat bingung. Reaksinya sedikit agak bimbang. Yi Xing gantian menarik tangan anak itu. “Tempat ini rahasia. Ayo ke sana.”

Yi Xing berlari. Wei Lin mengikutinya. Mereka memasuki padang bunga lagi. Pikir Wei Lin, ini tidak terhitung istimewa. Sampai pada akhirnya, saat melintasi padang bunga itu, dia menemukan sesuatu yang berbeda.

“Reruntuhan aula kota saint?” Wei Lin tidak bisa menyembunyikan ketakjubannya. Hamparan bangunan terbengkalai di depan membuatnya bergumam takjub. Di antara dua lembah dan pinggiran sungai saint.

1
mengapa begitu banyak jeda iklan???
bikin malas baca novelnya.
Sejoph: Jeda iklan itu dari aplikasi, penulisnya gak tau apa-apa kak. Iklan yang kakak lihat juga keuntungan buat pihak aplikasi, bukan buat penulis. Di sini penulis cuma dapet hikmahnya doang. Trims
total 1 replies
Angga Hu Wijaya
semangat thor
Sigit Mardianto
Luar biasa
Ari Anto
lanjutkan boss Q
AKBAR JAYASASMITA
Lumayan
Mashudi Alwindra
mana min katanya mau dibikin op, malah sekarat gak bangun², mana jalan ceritanya gada mc nya sma sekali
yos helmi
Luar biasa
Mashudi Alwindra
bagus, cuma banyakin di aksi mc, sma di op in wkwk
Mashudi Alwindra
ayolah min, mc nya jgn lemah² amat, masak mc dari awal terseok² mulu
Sejoph: oke, terimakasih atas masukannya. Selesai episode yang ada, nanti bakal kubuat dia beneran OP 🔥
total 3 replies
Raysonic Lans™
update keleussss... ceritanya sudah bagus,harus sampai tamat..
Raysonic Lans™
baru kali ini ada pertandingan dinovel pakai racun..., Authornya memang beracun.. lama updatenya gak baca2 komen..
Sejoph: Gimana ya, yang bacanya sepi. Males jadinya update. Semangat update kan kalau banyak yang baca.
total 1 replies
Raysonic Lans™
coba di update lagi Thor.. jgn menghilang...
Raysonic Lans™
kreteeekk.. kreeeteeekk..
Raysonic Lans™
ceritanya bagus hanya belum kepublikasi pembaca fantim..
jgn lupa di update crazy up sampai selesai novelnya
Raysonic Lans™
kekuatan kultivasi ganda Thor...
update weeeeee...
Raysonic Lans™
di update sampai selesai gak novelnya?
Raysonic Lans™
malam... hampir pagiii...
Widya Wati
wei gila
Widya Wati
lanjutkan
Widya Wati
Masih anak2 tapi licik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!