Seperti luka yang di siram air garam akan terasa sangat perih, Begitu pun dengan hatiku yang hancur berkeping keping, Saat melihat suamiku menikah dengan mantan pacarnya. istri mana yang tidak sakit hati melihat suaminya menikah lagi dengan wanita lain.
Bagaimana nasib rumah tangga mereka kedepanya, apa akan berpisah atau sebaliknya. ikuti terus ya kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda sri ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26.
Sesampainya di rumah Lisa pun langsung turun dari mobil dan masuk dalam rumah untuk meletakkan tas miliknya di dalam kamar sehabis itu langsung keluar ke dapur untuk memasak makan malam. karena tadi pria tersebut meminta dirinya untuk memasakan makanan.
Tapi Lisa baru ingat kalau kebutuhan pangan yang berada di kulkas sudah habis, makanya tadi pagi lisa hanya memasak nasi goreng karena tidak ada sayuran ataupun daging yang akan ia masak.
Bertepatan dengan pria itu masuk ke dalam rumah dengan menenteng tas kerjanya, karena tadi Lisa buru-buru masuk dan meninggalkan pria itu di dalam mobil begitu saja.
Lisa pun langsung bilang kalo tidak ada sayuran yang akan ia masak.
”Tuan saya gak bisa masak, soalnya saya baru ingat kalau bahan-bahan di kulkas sudah pada berapisan dan saya belum belanja palingan saya akan belanja besok sehabis pulang bekerja." Ucap lisa menghentikan langkah pria tersebut yang ingin naik tangga.
”Yasudah kalo kamu belanja belanja lah biar bisa masak." ucap Dio sembari menatap Lisa dari atas tangga.
”Sekarang tuan." kata Lisa dengan menujuk ke arah jam dinding.
”Iya jadi kapan, kan tadi saya nyuruh kamu buat masak sekarang, bukan besok." sahut Dio sambil tersenyum tipis.
”Tapi ini sudah mau magrib tuan, gak akan keburu kalo harus belanja dulu. anda kalo mau makan delivery aja tuan, saya juga lelah habis pulang kerja." kata Lisa dengan wajah lesuh. dan hal itu pun membuat Dio yang ingin menjahili wanita itu pun menjadi tidak tega meneruskan nya.
”Yasudah besok aja, sekarang kamu boleh pergi kekamar." putus Dio yang membuat hati Lisa bahagia dan langsung berjalan cepat ke dalam kamarnya. sedangkan Dio yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya Seraya tersenyum dengan tingkah lucu wanita itu.
*
Sedangkan di tempat lain di beda negara terlihat 4 orang di antaranya 2 orang pria yang mengikuti dari belakang dengan membawa 4 koper Setelah turun dari dalam pesawat yang mereka tumpangi.
” Akhirnya kita sampai juga di kota impian kita Adel aku bahagia banget." Ujar melodi dengan senyum yang tak henti-hentinya sejak turun dari pesawat tadi.
”Iya kamu benar melodi, akhirnya penantian kita tidak akan sia-sia dan sebentar lagi bakal terwujud menjadi model internasional yang bakal disukai oleh semua orang." Ujar Adel dengan percaya diri, kalo dirinya bakal mendapat apa yang ia inginkan.
” Yoi jelas itu." sahut melodi, Sedangkan kedua pria di belakang mereka hanya tersenyum tipis melihat kedua wanita di depannya.
Sampai di mana mereka memberhentikan untuk naik ke sebuah mobil yang telah di siapkan oleh kedua pria tersebut yang tidak lain adalah temen dari melodi yang menjanjikan akan membuat mereka menjadi model terkenal di Landon itu.
”Ayo kita naik ke mobil dulu, pasti kalian capekan, habis ini biar kita antar ke apartemen untuk kalian berdua istirahat." kata salah satu pria tersebut saat sampai di depan mobil yang sudah di pesan nya.
Lalu mereka pun naik kedalam mobil itu bersama sama, dengan rasa bahagia. namun mereka tidak tau apa yang akan terjadi keesokan harinya pada mereka yang begitu gampang percaya pada orang lain, yang belum tentu itu orang baik.
.
keesokan hari paginya di kediaman Dio Lisa sedang berada di dapur untuk membuatkan sarapan setelah sembahyang subuh ia langsung menuju dapur Karena takut kesiangan berangkat kerja. dan pagi ini Lisa kembali memasak nasi goreng lagi dikarenakan bahan-bahan di kulkas belum ia beli. kemungkinan sehabis pulang bekerja Lisa baru akan belanja ke supermarket yang tidak jauh dari rumah mereka.
Dengan cekatan Lisa mau masak nasi goreng dengan bumbu yang sudah ia persiapkan terlebih dahulu serta nasi semalam yang masih tersisa.
karena semalam pria itu ternyata memesan makanan online untuk mereka makan bersama, bahkan pria itu juga memesan jajanan untuk dirinya yang suka ngemil kalo malam hari.
Hal itu pun juga membuat Lisa terkejut dari mana pria itu tahu kalau belakangan ini dirinya suka ngemil pada malam hari.
Semalam juga pria itu ntah kenapa bersikap hangat pada dirinya, dan juga memperlakukan dirinya layak seorang istri yang sangat dicintainya.
Padahal selama ini sikap dia begitu dingin kepada dirinya apalagi selama satu tahun mereka menikah tidak ada kehangatan yang tercipta di dalam rumah tangga mereka apalagi semenjak kedatangan adel sebagai adik madunya, yang makin membuat jarak diantara mereka makin renggang.
Tapi selama Adel menjadi model sikap dio dengan perlahan berubah kepada dirinya. bahkan terang-terangan di menunjukkan rasa tidak sukanya ketika ia berpergian dengan atas semua yang lisa rasa seperti itu.
Dan untuk perasaan lisa sendiri antara senang dan juga bahagia. karna sikap pria itu yang sudah berubah lembut padanya, namun Lisa yang dulu ingin mengubur perasaan suka nya pada suaminya itu pun kini mulai bimbang.
Sampai Lisa tidak sadar kalo Dio sudah berada di belakang tubuhnya ketika melihat Lisa yang tengah melamun sambil memasak.
”Lisa!" panggil Dio dengan memegang pundak Lisa sehingga membuat Lisa tersadar dari lamunannya.
” Astaghfirullahaladzim." kata Lisa sambil memegang dadanya yang berdetak dengan kencang saat melihat wajah Dio yang sangat dekat dengan dirinya.
”Kenapa tuan ada di sini." tanya lisa sambil mematikan kompor tempat Ia memasak nasi goreng yang telah matang. dan sedikit menjauh dari tubuh pria tersebut.
” Seharusnya saya yang tanya, kenapa kamu memasak sambil melamun seperti itu. apakah kamu mau bikin rumah ini kebakaran." lontar Dio sambil menatap tajam wanita di hadapannya sampai tidak bisa berkata apa-apa.
”Siaapa yang melamun, saya gak melamun kok tuan, tadi itu saya hanya fokus memasak." kilah Lisa dengan membuang mukanya ke arah lain Tampa melihat kearah pria itu.
”Tapi saya gak percaya dengan apa yang kamu ucapkan. kamu bilang saja kalo ada hal yang kamu fikirkan, siapa tau saya bisa bantu." ujar Dio sambil duduk di kursi meja makan Tampa mengalihkan pandangan pada Lisa yang masih berdiri dekat kompor.
.....