WARNING!!!
- Harap bijak dalam menyikapi cerita ini.
- Cerita ini mengandung kekerasan fisik.
- Terdapat beberapa bagian kata yang terdengar kasar.
Menceritakan seorang gadis bernama Aurora Lexa Antonius yang dibesarkan di keluarga yang cukup berpengaruh. Suatu hari dia di usir oleh keluarganya hanya karna fitnah dari ibu tiri dan saudari tirinya.
Mampukah Aurora membalaskan dendamnya pada mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Della Avista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Pergi Ke Markas Besar
" Boleh dek, nanti sore kita ke sana. " Ucap Ken sambil memandang wajah Aurora yang begitu cantik dan enak di pandang oleh mata.
" Bukannya kamu dapet tantangan dari opa untuk mengalahkan para petinggi mafia werewolf bukan. dan jika kamu berhasil, mereka semua para mafioso akan menerima mu sebagai pengganti opa Damian dan juga nyonya Alexa. " lanjut Ken dengan panjang lebar, dan Aurora pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
" Kalau begitu biar aku selesaikan dulu semua berkas - berkas ini. aku harus mempelajari semua nya, baru kita ke sana kak. " ucap Aurora pada ken
" Apa ada yang lain lagi yang harus aku pelajari selain yang ada di meja ini. biar semuanya selesai, dan tinggal mempelajari perusahaan opa Damian saja. " lanjut Aurora sambil mulai fokus dengan berkas - berkas yang ada di depannya.
" Tidak ada lagi, hanya tersisa yang ada di hadapanmu saja. " ucap Ken memberi tau Aurora, dan Aurora pun menganggukkan kepalanya saja.
Kini Aurora mulai sibuk dengan beberapa berkas yang lumayan banyak dan satu bukunya juga cukup tebal. tapi Aurora tidak mengeluh dan tetap mempelajari itu semua tanpa banyak protes sedikit pun.
Lagi - lagi Ken yang melihat Aurora begitu serius nampak sangat cantik seperti mendiang ibunya. ia percaya perusahaan ini akan semakin sukses di tangan nona mudanya. dan ia akan selalu siap membantunya tanpa Aurora perintahkan.
Ken masih setia berada di ruangan itu menemani Aurora sambil mengerjakan pekerjaannya yang ia ambil tadi di ruangannya. ia akan tetap di sana sampai Aurora selesai mempelajari semua itu. karna ia yakin nona mudanya tidak akan membutuhkan waktu lama untuk mempelajari semuanya, paling hanya membutuhkan beberapa jam saja. Ken pun mulai sibuk dengan pekerjaan sambil menunggu Aurora selesai.
Ken yang lebih awal menyelesaikan pekerjaan nya pun pamit pergi ke ruangannya untuk beristirahat sebentar. ia pun berkata ke Aurora.
" Saya pamit keruangan saya dulu nona, apakah boleh. " tanya Ken pada Aurora, dan Aurora hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari persetujuannya.
Setelah Ken sudah mendapatkan izin dari Aurora, ia pun keluar dari ruangan direktur yang saat ini sedang Aurora tempati. ia akan kembali ke ruangannya sebentar untuk membersihkan badannya dan beristirahat sejenak. sesampainya ia di depan mejanya Tasya, ia pun kembali berkata
" Sya kalo nona muda butuh sesuatu layani ia dengan baik ya. " ucap Ken sambil memandang wajah Tasya yang alami itu.
" Baik tuan Ken, akan saya lakukan sesuai perintah tuan Ken. " ucap Tasya pada Ken sambil menundukkan kepalanya.
Setelah Kendrick mendapatkan jawaban dari Tasya ia pun segera melangkahkan kakinya ke arah dimana ruangannya berada.
Selang 3 jam kemudian, Aurora sudah menyelesaikan semua berkas dan memahami semua perusahaan AL group atau seluk beluk perusahaan ini. dan ia siap kapan pun untuk memimpin perusahaan ini tapi hanya di balik layar saja.
Setelah Aurora selesai dengan semua itu, ia ingin membersihkan tubuhnya di kamar yang tersedia di ruangan itu. ia pun melangkahkan kakinya ke arah pintu kamar yang ada di sudut ruangan ini. ia pun memasuki kamar tersebut dan berjalan ke arah kamar mandi.
Selang 15 menit berlalu, akhirnya aktivitas Aurora di kamar mandi pun selesai. ia melangkah menuju walk in closet untuk berpakaian, dan semua kebutuhan dirinya memang sudah tersedia di sana. jadi ia tidak perlu menyuruh siapapun untuk membelikannya satu set pakaian.
Setelah Aurora selesai, ia pun keluar dari kamar itu. Aurora duduk di atas sofa, dan mengambil handphone nya yang berada di atas meja. ia menelfon Ken yang saat ini entah sedang apa. di dering pertama belum ada jawaban sama sekali, ia pun menelfon kembali dan di dering kedua ini panggilan tersebut pun di jawab oleh Ken.
" Datang keruangan ku sekarang. " perintah Aurora dengan suara dinginnya.
Ken yang saat itu sedang bersantai di dekat kaca jendela ruangannya sambil menikmati kopi hitam favoritnya pun, harus merelakan waktu santainya dari pada ia menerima hukuman dari nona mudanya. ia bergegas merapikan pakaiannya dan mulai berjalan keluar menuju ruangan Aurora.
Setelah sampai di depan pintu ruangan Aurora, ia pun mengetuk pintu itu sebelum memasuki ruangan.
Tok.... tok... tok....
" Masuk ." ucap Aurora dari dalam ruangannya. dan setelah mendengar izin dari Aurora, Ken pun membuka pintu itu dan mulai memasuki ruangan yang terdapat nona mudanya.
" Permisi nona, ada yang bisa saya bantu. " ucap Ken dengan menundukkan kepalanya di hadapan Aurora.
" Ayo, sekarang kita ke markas. aku sudah selesai dengan semua berkas - berkas itu. " ucap Aurora pada Ken.
Ken yang mendengar Aurora sudah mempelajari semua berkas itu pun tidak terkejut lagi. karna dirinya memang sudah menyiapkan mentalnya untuk tidak terlalu syok dengan kejeniusan dari nona mudanya.
" Baik nona, silahkan. " ucap Ken mempersilahkan Aurora untuk jalan terlebih dulu.
Mereka berdua pun keluar dari ruangan tersebut. Aurora terus berjalan menuju ke arah lift, sedangkan Ken berhenti di depan meja Tasya. dan Aurora tidak memperdulikan itu semua, lalu Aurora memasuki lift dan menekan tombol lift untuk turun menuju lobby perusahaan.
" Sya kami akan pergi keluar dan kemungkinan tidak balik ke kantor lagi. kalo kamu sudah selesai dengan pekerjaanmu, kamu boleh langsung pulang. " ucap Ken pada Tasya
" Dan jangan lupa, panggil office boy untuk membersihkan ruangan ini. " lanjut Ken sambil melihat wajah Tasya.
" Baik pak, nanti akan di bersihkan ruangannya. " jawab Tasya sambil menundukkan kepalanya.
Setelah Ken mendengar jawaban yang keluar dari mulut Tasya, ia pun segera pergi untuk menyusul nona mudanya di lobby perusahaan.
" Apa tuan Ken menyukai nona itu yah, kenapa mereka begitu akrab sekali. aku cemburu, tapi ya sudahlah kaum bawah bisa apa coba. hanya bisa sadar diri dan jangan berharap lebih itu baru benar demi kebaikan hati. " ucap Tasya dalam hati sambil memandang Ken yang sudah mulai masuk ke dalam lift tersebut.
Selang berapa menit kemudian, akhirnya Ken pun sampai di lantai dasar perusahaan. Ken pun melangkah menuju Aurora yang sedang duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
Semua karyawan yang berada di sana pun, mulai menundukkan kepala mereka di hadapan Ken dan Aurora. mereka tidak mau bernasib sama seperti Wulan si resepsionis tadi. jadi mereka bersikap sopan pada Aurora yang sebenarnya mereka juga tidak tau siapa dan apa sebenarnya identitas dari Aurora.
" Maaf nona sudah menunggu lama. " ucap Ken pada Aurora.
" Ya baiklah, ayo sekarang kita pergi. " ucap Aurora sambil berdiri dari posisi duduknya dan melangkah pergi dengan di ikuti oleh Ken di belakangnya.
kmna aja dirimu lma mnghilang????
ada ssuatukah?????mga cpt up lg y.....smnggttt.....😘😘😘
SEMANGAT/Good//Good//Good/✊✊👍👍💪😊