NovelToon NovelToon
Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Pengganti / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:7.4M
Nilai: 5
Nama Author: Desy Puspita

Menjadi penyebab utama kecelakaan seorang wanita hingga berakhir buta, Yudha memutuskan untuk menikahi korbannya sebagai bentuk pertanggungjawaban. Pernikahan yang dilandasi atas dasar kasihan, dengan rahasia yang ditutup rapat-rapat demi menjaga mental Kalila.

Keduanya bahagia, dan kepribadian Kalila berhasil membuatnya jatuh cinta hingga menjadikan wanita itu sebagai dunianya. Namun, sebaik apapun bangkai disimpan pada akhirnya akan tercium juga. Saat Yudha setengah mati mencintai istrinya, Kalila mengetahui bahwa Yudha adalah penyebab kehancuran dunia dan mimpinya.

Lantas, bagaimanakah pernikahan mereka? Mampukah Kalila menerima pria yang telah menghancurkan dunianya? Atau justru memilih pergi dan turut menghancurkan dunia Yudha?

......

Follow ig : desh_puspita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 - Tutup Mulutmu

"Raja."

Lagi dan lagi, Raja berulah. Sempat menuduh Lengkara sebagai penyambung kata, tapi dugaan Yudha ternyata salah. Tanpa pikir panjang, dia mencari keberadaan pembuat petaka itu.

Bukan main marahnya Yudha, andai tahu hal-hal semacam ini akan terjadi, mungkin Yudha lebih memilih segera membawa Kalila ke mansion pribadi mereka. Hanya karena mengikuti keinginan sang ibu, Yudha bersedia memenuhi permintaannya untuk membawa Kalila ke kediaman utama lebih dahulu walau hanya beberapa hari.

Sama sekali tidak Yudha duga jika permintaan ibunya akan menciptakan masalah. Bukan hanya karena Lengkara, tapi juga Raja dan kali ini lebih berbahaya. Entah bagaimana lengkapnya, yang jelas Kalila begitu merasa bersalah pada Soraya setelah mengetahui hal itu dari Raja.

Tanpa berteriak, Yudha mencari Raja dalam diam. Dia tidak ingin sampai terdengar papanya, terlebih lagi masih ada Om Dimas di sana dan Yudha tidak ingin siapapun menghalangi langkahnya. Bahkan, Bima yang sempat berpapasan dengannya tidak lagi Yudha hiraukan, yang ada di pikirannya saat ini hanya ingin memberi pelajaran pada Raja.

Cukup mudah bagi Yudha menemukan Raja, sedikit banyak dia sudah memahami kebiasaan pria itu. Jika tidak di kamar, maka Raja akan menenangkan diri di taman belakang bertemankan nikotin yang kian hari tak bisa dia lepaskan.

Benar saja dugaan Yudha, dia datang tepat waktu. Pria itu menatap tajam Raja yang tengah menyulut sebatang rokok di sela-sela jemarinya. Menyadari Yudha datang, Raja mengurungkan niat dan menyembunyikan benda itu, faktanya Raja tetap takut pada Yudha.

"Kak ... a-aku, belum kok koreknya juga tidak bis_"

Bugh

Belum selesai Raja bicara, Yudha membungkamnya dengan bogem mentah. Raja yang sama sekali tidak pernah merasakan pukulan sang kakak jelas saja menatap pria itu penuh tanya.

Selama ini, sebesar apapun kemarahan Yudha, dia tidak pernah sampai menyakiti. Jika sudah begini, jangankan hendak bertanya, tapi menatap matanya saja sudah tidak berani. Pada akhirnya baik Bima maupun Yudha sama saja, sama-sama bisa membuat mentalnya tertekan hanya dengan satu tindakan.

"Terakhir kali, aku tidak akan mero_"

"Diam!! Kau pikir aku masih peduli tentang itu?"

Raja salah menduga, dia pikir kemarahan Yudha bermula karena dia yang kembali merokok padahal sudah dilarang sejak lama. Sayangnya, detik ini Yudha benar-benar terlihat berbeda, bahkan dia menegaskan jika tidak peduli tentang itu.

"Dengar, Raja ... hanya karena Kalila bersedia mendengar ceritamu, bukan berarti seluruh yang kau tahu perlu disampaikan. Kau tahu? Hanya karena mulutmu itu, pernikahanku bisa hancur paham?"

Mungkin terdengar sederhana, tapi bagi Yudha masalah ini sangat amat besar bahkan bisa saja membuatnya terseret dalam masalah. Bagaimana tidak? Tentang Soraya memang akan Yudha beritahukan, tapi jelas saja bukan saat ini.

Sayangnya, tidak ada yang paham jalan pikiran Yudha. Sebagaimana yang Papa Gian katakan, dalam waktu dekat yang harus diutamakan adalah kesembuhan Kalila, tepatnya mental Kalila. Karena itu dia benar-benar marah akibat Raja bertindak seenaknya, lebih menyebalkan lagi Raja memberikan respon yang semakin membuat Yudha murka.

"Haha kenapa? Apa aku salah menjawab pertanyaan kak Lila? Kakak tahu, aku bahkan terkejut melihatnya terkejut ketika aku menyebut nama kak Sora ... satu bulan Kakak bersamanya sebelum menikah, dan satu minggu sebagai suami tapi hal itu masih tertutup rapat?"

Yudha bungkam, tangannya mengepal kuat-kuat dengan gigi yang kini bergemelutuk. Sama sekali tidak Yudha duga jika Raja akan melontarkan pernyataan semacam itu. "Aneh, kakak egois namanya."

"Egois?" tanya Yudha mengerutkan dahi, tidakkah Raja berpikir siapa yang egois di sini?

"Iya, egois sekali ... Kakak mengulik informasi tentang masa lalu kak Kalila hingga ke akarnya. Sementara Kakak? Bahkan tentang kak Kara saja tetap bungkam, jika bukan karena mereka bicara empat mata, mungkin sampai akhir kak Lila tidak akan tahu."

Sebuah fakta yang tak bisa Yudha bantah, tapi cukup menyebalkan kala Raja mempertegas hal itu di hadapannya. Dia yang tadi sudah marah, semakin marah bahkan menatap Raja dengan tatapan kekecewaan.

"Tahu apa kau, Raja? Yang kau lihat hanya beberapa persen saja ... usiamu bahkan belum cukup untuk sekadar memahami masalah yang aku alami," ucap Yudha dengan suara yang kini bergetar.

Mungkin tidak sedikit yang berpikiran sama seperti Raja, tapi memang tidak semudah itu untuk jujur pada Kalila. Dia hanya butuh waktu, bukan berarti berencana diam untuk selamanya.

Yudha paham, bahkan dia sangat paham dan tanpa perlu dijelaskan. Hanya saja, yang perlu diingat Kalila baru menjadi istrinya dalam hitungan hari, bukan tahun.

"Aku tidak butuh juru bicara, Raja ... jangan ikut campur terlalu jauh, Kalila adalah tanggung jawabku." Yudha menekan setiap kalimatnya, berharap Raja akan mengerti bahwa yang kali ini dirinya memang serius.

"Satu lagi ... berhenti menjual kesedihan di hadapan istriku dan mengarang cerita seolah aku menyiksa lahir dan batinmu!!"

Hanya karena perihal Soraya, amarah Yudha semakin menjalar kemana-kemana. Sebelumnya dia sudah melupakan tentang hal itu, tapi pada akhirnya kekesalan itu meledak seketika.

.

.

Dalam keadaan marah, Yudha berlalu meninggalkan Raja yang masih terdiam menatapnya. Sungguh, untuk kali ini Yudha tidak bisa diam saja. Setelah kemarin Lengkara, kini mulut Raja ikut-ikutan membuatnya celaka.

Hanya karena sikapnya yang terlalu lembut, beberapa orang justru semena-mena dan mengira jika dia tidak bisa marah. Setelah sedikit keras begini, mungkin Raja akan berhenti. Tidak peduli walau terkesan kasar, tapi Yudha merasa lelah untuk bersikap baik-baik.

"Satu bulan lalu ... jadi karena dia kamu menolak bertemu waktu itu, Mas?"

Belum jauh dia melangkah, suara itu menghentikan langkahnya. Entah sejak kapan Soraya berada di sana, tapi dari pertanyaannya wanita itu mendengar seluruh pembicaraan mereka.

"Sejak kapan kamu di sini, Soraya?"

Soraya tersenyum kecut, sedikit saja tidak ada penyesalan di wajah Yudha setelah mengakhiri rencana perjodohan mereka. Padahal, Soraya sesabar itu menunggu Yudha siap menikahinya.

"Bagaimana bisa wajah setenang ini akan menorehkan luka sebegitu hebatnya." Soraya berucap pelan dengan mata yang terus menatap lekat pria di hadapannya.

"Apa maksudmu, Soraya? Bukankah sejak awal sudah kutegaskan agar tidak melibatkan perasaan?"

Bagi Yudha dia tidak sedang menyakiti siapapun, sama sekali tidak. Tentang perjodohan itu juga keduanya sama-sama ketahui, dan Soraya sendiri mengiyakan permintaan Yudha untuk tidak melibatkan perasaan di dalamnya.

"Apa bagimu aku benar-benar tidak terlihat? Entah apa yang kamu dapatkan dari pernikahan itu."

"Soraya ...." Yudha memejamkan mata, sudah dia duga akan muncul pertanyaan semacam ini pada akhirnya.

"Jujur saja, Mas ... aku dengar-dengar, Kalila anak konglomerat di Jakarta. Jadi penasaran berapa triliun yang papanya berikan sampai kamu bersedia menikahi putrinya yang cacat itu?"

"Tutup mulutmu, Soraya!!"

.

.

- To Be Continued -

1
Tama Mbul
yang ini ceritanya agak berat nih kak desy, tapi tetap selalu cinta karyamu kak otor desy❤️❤️❤️❤️❤️
Desy Puspita: nggak seberapa itu kak 😭 ringan semua di sini tenang aza
total 1 replies
Lulu
keren
Linda Febri
bagusss
Ucio
kama kamu ikuti Tami
sukur🤣🤣🤣
Ucio
kama ini gurunga Raja ya Yudh Nye belin sumpqh🤣🤣🤣
Ucio
Tami² ad aj mulutnya 🤣🤣🤣
Ucio
Sapi bengkak Ya Yudh🤣🤣🤣
Ucio
Wanita aneh itu istrimu? Tami🤣
Ucio
Tami² ente si suka curi²
Ucio
Bang Tami,,ayoo semangat 😄
aku baru
ko terputus ceritanya....
ida nurhidayah
👍😘♥️
Gintania nia
selalu menarik sampai titik terakhir
Ririn Nursisminingsih
soraya reseh banget mnding jujur aja yud..
Ririn Nursisminingsih
bukan orang tua kalila yg munta soraya tpi yuda sendiri yg ingin nikahin kalila yaa
Soeryono Tangerang
yudha sosok lelaki lemah......thoor buat dia perkasa
Naja Naja nurdin
raja tanpa mahkota memang bisa di banggakan
Naja Naja nurdin
aq senang kalo kama muncul bikin gemezzz
Naja Naja nurdin
ih si raja tanpa mahkota curi perhatian kakak ipar baru toh
Yus Warkop
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!