Bagaimana jadinya jika seorang gadis cantik yang masih duduk di bangku sekolah dijodohkan dengan seorang lelaki yang berprofesi sebagai dokter muda.
Bahkan lelaki itu tidak tahu bahwa calon istrinya adalah queen Mafia.
Akankah rahasia gadis itu akan aman dari calon suaminya yang merupakan pewaris rumah sakit tempat lelaki itu bekerja lalu apa yang akan terjadi dengan gadis itu jika rahasianya terbongkar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༺ 𒆜RཽEཽIཽSཽAཽ𒆜 ༻, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 {Varo}
Saat ini El sedang menemani Tasya melakukan pemeriksaan kehamilannya, setelah selesai melakukan pemeriksaan kami mendapat arahan tentang menjaga kehamilannya.
"Dokter El anda pasti tahu kan tentang kehamilan trimester pertama yang rentan keguguran, saya harap dokter bisa memastikan agar ibunya tidak terlalu banyak pikiran karena bisa mempengaruhi perkembangan janinnya dan juga perbanyak istirahat." kata Dokter Sarah.
"Baik dok saya akan pastikan ibu dan bayinya tidak terlalu banyak pikiran." jawab El.
"Dan juga tolong pola makannya di jaga ya dok pasti istri dokter nanti akan mengalami ngidam tolong usahakan untuk memenuhi keinginan ibunya, tapi jika keinginannya bisa membuat ibu dan janinnya dalam bahaya dokter bisa menolaknya." ucap dokter Sarah.
"Baik dok kalau begitu kami pamit ya dok." ucap El.
"Permisi dok." ucap Tasya.
.
"Tidur lagi aja ya, soalnya kakak masih harus periksa pasien nanti kalau sudah kakak bangunin." ucap El menggandeng tangan Tasya masuk kedalam ruang istirahat.
Tasya menurut dengan ucapan El merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, "Kakak pergi dulu ya"
CUP...
Setelah mencium kening Tasya El pergi untuk memeriksa pasiennya. Tasya mengambil HP El bermain game sambil menelpon kembali varo.
.
Varo yang masih kepikiran dengan ucapan Tasya yang bilang dia bukan sembarang queen, langsung memanggil wakilnya, "Siapa sebenarnya Lo ?" gumam varo.
"Tuan ada apa memanggil saya?" tanya Agra.
"Cari tahu siapa sebenarnya queen Black Lion ?" ucap Varo.
"Maaf tuan bukannya....?"
Derttttt... Derttttt
Varo melambaikan tangannya menyuruh Agra keluar, "Kenapa telpon lagi?" dengan nada ketus.
"Santai kak jangan ngegas, hehehe."
"Kenapa telpon lagi?" dengan nada santai.
"*tadi a*da suami, suruh cek kandungan... waaa sial berani banget Lo?"
"Suami? kandungan maksud Lo apa?"
"Eh maaf tadi lagi main game jadi gak fokus, tadi Lo bilang apa?"
"Jujur sama gue, yang sebenarnya gue gak suka ada kebohongan di antara kita Lo tahu kan gue udah anggap Lo adik gue?"
"OOO adik ya, Lo anggap gue adik tapi Lo tidak cerita soal masalah keluarga Lo bagaimana bisa dianggap adik."
"Gue... maaf gak cerita soal masalah keluarga gue ke Lo, gue akan cerita sekarang tapi Janji Lo juga harus jelasin perkataan Lo tadi?" ucap Varo.
"Gue janji lagian Black Lion udah tahu cerita gue."
Varo mengambil nafas panjang sebelum bercerita, "sebenarnya penyerangan anggota Black Sky berkaitan dengan paman gue adik
ayahku, yang ingin membunuh gue agar bisa mendapatkan hak waris saham perusahaan dari kakek gue."
"....."
"Saat kedua orang tua gue tiada, sejak itulah paman berusaha membunuh gue."
"Kalau Lo punya perusahaan sendiri kenapa Lo bisa buat menjadi pemimpin Black Sky?"
"Sebelum gue mendapatkan warisan dari kakek, gue udah jadi pemimpin Black Sky."
"Ternyata Lo punya masalah keluarga yang rumit ya, tenang saja gue bisa bantuin Lo asal Lo setuju gue boleh membunuh paman Lo?"
"Bantuan apa, kalau Lo bisa membunuh paman gue Black Sky akan menjadi Bagian Black Lion." ucap tegas Varo.
"Eh enak aja Black Sky ikut Black Lion , gue gak butuh Black Sky gabung Black Lion yang gue butuhkan Lo setuju paman Lo tiada atau kalau Lo mau gue bisa bawa hidup-hidup paman Lo kehadapan Lo."
"Baiklah gue setuju perkataan Lo yang terakhir."
"Ok, besok siang anggota gue akan datang membantu kalian mereka akan datang langsung ke markas kalian jadi bersiaplah, dan bilang ke anggota Black Sky untuk bersiap total semua sembilan puluh dua orang."
"Terimakasih sudah mengirim bantuan, Lo juga ikut datang kan?"
"Ngapain gue datang kesana?"
"Kan Lo bilang mau membawa paman gue kehadapan gue?"
"Hahaha, anggota gue yang lima puluh orang bukan sembarang orang, Masak Lo tega nyuruh gue ke sana bisa² gue ditelan hidup² sama suami gue."
"Sejak kapan Lo nikah kenapa gue gak tahu?"
"Wajar Lo gak tahu, anggota gue aja baru tahu saat Lo kritis lagian suami gue juga gak tahu tentang gue yang seorang queen."
"Gila Lo berani juga ya nipu suami Lo, pasti Lo punya dua wajah?"
"Dua wajah maksud Lo?"
"Maksud gue sikap Lo ke suami pasti manja banget kan?"
"Seorang queen manja ke suami gak Mungkin gue manja itu cuma karena ada anak dia di rahim gue."
"Lo hamil?"
"Iya, kenapa?"
"Berarti gue bakal punya ponakan dong, waaah gilaaa."
"Terserah Lo udah ya, jangan lupa jaga anggota gue kalau sampai mereka terluka gue potong masa depan Lo, Hahaha."
"Dasar adik jahat, tapi kesayangan gue." gumam Varo.
.
Tasya menutup panggilannya, karena merasa ngantuk entah kenapa sekarang Tasya merasa tubuhnya mudah lelah.
Setelah selesai memeriksa keadaan pasiennya El langsung menuju ruang kerjanya.
ckleekk....
El duduk disamping Tasya yang sedang tidur, "Maaf ya sayang sudah bikin kamu capek." sambil mengusap lembut pipi Tasya.
"Kak El, perut aku sakit?" ucap Tasya masih menutup mata dan memegang perutnya.
El mengelus-elus pelan perut Tasya, "Tidur lagi ya sayang, pasti nanti sakitnya hilang." bisik El.
Tasya mulai tidur lagi saat mendapat sentuhan lembut El. Karena sudah semakin malam El langsung mengangkat tubuh Tasya ala bridal style menuju mobilnya, karena takut membangunkannya El menaruh pelan².
El mulai menjalankan mobilnya menuju rumahnya, diperjalanan El sempat memperhatikan keadaan Tasya agar tidak bangun.
Sampai rumah El menggendong Tasya lagi untuk membawanya ke kamar, mungkin karena sudah terlalu lelah Tasya bahkan tidak terganggu dengan kondisinya sekarang.
El masuk kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu ganti baju tidur, lalu tidur di sebelah istrinya sambil memeluk tubuh Tasya karena tidak ada kerjaan dari rumah sakit El bisa langsung ikut tidur dengan istrinya.