NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri

Air Mata Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Poligami / Pelakor / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: balqis

Bertahun- tahun Arini berusaha menjadi istri yang baik buat Ilham. Dan menantu yang penurut untuk Bu Lastri.
Atas permintaan Ilham. Arini terpaksa melepas posisinya yang cukup bagus di sebuah perusahaan swasta. alasanya Ilham ingin Arini menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.

Namun seiring waktu, karier Ilham yang terus melejit membuat perubahan sikap mertuanya. Arini masih bernafas lega, karna Ilham selalu membelanya.

Puncaknya ketika sebuah rahasia terungkap. Ilham telah mengkhianatinya. Dia berselingkuh dengan Anita, sahabatnya sendiri. Alasannya sepele, yaitu Arini yang tak kunjung hamil. Berbagai konflik mulai terjadi.
Ilham yang berbakti menjadi buta hatinya. Ia selalu menuruti apapun yang di katakan ibunya.

Di tengah keterpurukannya, Denis datang sebagai penyelamat.
Akankah Arini memperjuangkan Ilham? ataukah memilih Denis menjadi partner hidupnya?
Kita ikuti kisah selengkapnya yuuk!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon balqis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

"Mbak, aku memang bukan seorang ipar yang baik selama ini. Tapi setidaknya aku tidak salah kalau aku ingin tau apa yang terjadi padamu. Kalau masalah Anita.. aku pikir mbak Arini tidak akan terpengaruh sampai meninggalkan rumah sepert ini!" kata Siska di atas motor.

"Kau benar. tentang Anita, Mbak tidak perduli lagi. Tapi ibu dan mas Ilham sudah menuduh Mbak selingkuh. Menerima tuduhan yang tidak pernah kita lakukan sangat menyakitkan." jawab Arini.

Siska terdiam. Ia malu bertanya lebih lanjut karna semua masalah bersumber dari Ibu dan kakaknya sendiri.

"Aku juga heran, selama ini walaupun ibu sering memojokkan mu. Tapi mas Ilham selalu berusaha membela. kenapa kali ini tidak? aku pikir pasti ada sesuatu yang tidak beres." ucap Siska lagi.

"Mbak pasrah Sis, apapun alasan dari semua ini. Mbak tetap akan meninggalkan rumah."

Arini menghembuskan nafas panjang.

"Lalu Mbak mau kemana? biar aku antar sekalian!" tawar Siska lagi.

Arini menggeleng.

Ia menolak dengan halus pertolongan adik Iparnya itu.

Siska kembali ke rumah dengan berbagai pertanyaan di benaknya.

Sampai di rumah, dia melihat Ilham dan ibunya sedang duduk saling berdiam diri.

"Tau, kan rasanya di tinggalkan Arini?" ledeknya. membuat Bu Lastri mendelik padanya.

"Ini anak, pulang-pulang malah ngeledek!" semprotnya.

Siska tidak perduli, Setelah mengganti pakaiannya ia kedapur hendak mengambil makanan.

Namun ia kesal karna tidak ada apapun yang bisa di makan.

"IBuu ..! aku lapar, kenapa tidak masak hari ini?" rengeknya dengan manja.

"Kamu beli sana! atau kalau mau, buat mie instan saja dulu. Encok Ibu kumat lagi." keluh Bu Lastri sambil memegangi bokongnya.

"Ini belum satu hari di tinggal mbak Arini, gimana kalau sebulan?" gerutu Siska dengan jengkel.

Tidak ada pilihan lain, karna merasa lapar, Siska membuat mie instan.

"Huh, lama -lama aku bisa keriting kalau makan mie instan terus." ucapnya masih kesal.

"Jangan menggerutu terus, sebentar lagi kalau Anita sudah di rumah ini, semua akan kembali seperti semula!" bujuk ibunya.

Siska tertawa kecil.

"Anita? ibu pikir Anita akan sama seperti Arini?"

Siska menggeleng.

"Yang ada akan sebaliknya! kita yang akan jadi babunya. Aku berani bertaruh!"

"Aah Ibu tidak akan berprasangka buruk."

Bu Lastri menepiskan tangannya ke udara.

Setelah kepergian Arini banyak kehebohan kecil terjadi di rumah itu.

Seperti pagi itu,

"Bu ada lihat bajuku yang berwarna abu-abu?"

Ilham kebingungan mencari semuanya sendiri.

"Mana ibu tau, semuanya Arini yang rapikan."

Sebentar kemudian,

"Sis, ada lihat kunci mobil? biasanya tergantung di dekat meja." gerutu Ilham dengan kesal.

Ia merasa kesulitan di tinggal Arini.

"Mas, bangun sholat subuh! habis itu mandi! pakaian sudah aku siapkan. jangan lupa terus sarapan. Aku mau menyiapkan bekal makan siangmu dulu." kata Arini setiap paginya.

Sehabis mandi Ilham masuk kamar, di sana sudah siap baju celana , lengkap dengan jam tangan dan kaos kakinya.

"Rin, Hari ini aku..." Ilham tertegun saat membuka pintu kamarnya. Tidak ada Arini maupun kemeja dan perlengkapan lainnya sepert biasa.

Ilham termenung memandangi sprei yang masih licin.

"Arini, dimana kau sekarang?" batinnya terasa perih saat mengingat istri penyabarnya itu sudah pergi meninggalkannya.

Hanya karna satu kesalahan, yaitu tidak berterus terang.

Sebenarnya dia ingin segera mengakhiri hubungan terlarangnya dengan Anita.

Namun Ilham tidak pernah berani. Ia khawatir kalau berterus terang maka Arini akan meninggalkannya.

Dan benar saja apa yang terjadi, saat kebenaran terungkap. Arini meninggalkannya.

'Maafkan aku Rin, aku sudah gagal sebagai suami mu.!" ratapnya dengan pilu.

"Dimana dia akan berteduh?" perasaan Ilham tak karuan.

Ilham berangkat ke kantor dengan perasaan galau.

"Hey, sarapan dulu! ibu capek-capek bangun pagi buat masak." teriak Bu Lastri.

Namun Ilham tidak menoleh sedikitpun.

"Menyebalkan! sia-sia dong aku bangun pagi untuk memasak, tapi makanannya nganggur."

"Masih ada aku, Bu. Jangan khawatir!" Siska menepuk lengan ibunya dari belakang.

Siska menyendok nasi dan mengambil lauk yang tersedia.

"Cuman ini lauknya,?" protes Siska.

"Tidak usah protes! itu saja ibu membuatnya dengan susah payah karna bokong terasa sakit." omel Bu Lastri.

Siska tertawa.

"Mana mau mas Ilham sarapan dengan menu tumis kangkung dan tempe goreng doang."

ledeknya lagi. Namun hati Bu Lastri sudah membatu. Ia tidak mempan oleh sindiran maupun nasihat.

Bergegas Siska mengemas keperluannya untuk kuliah. Ia bertekad akan mencari keberadaan iparnya itu.

***

Arini minta di turunkan di sebuah tempat kos-kosan sederhana.

Ia menyeret kopernya yang tidak seberapa besar.

"Aku akan coba bertanya pada ibu kost, semoga masih ada tempat yang kosong." pikirnya penuh harap.

"Maaf mbak, tempatnya sudah penuh." kata si ibu kost. membuat Arini sedikit kecewa.

"Bu, boleh saya minta segelas air putih? tenggorokan saya terasa kering." ucapnya memohon.

Dengan senang hati pemilik kost-kostan itu memberinya minum.

Arini termenung, kemana lagi dia harus mencari tempat untuk tinggal sementara waktu.

Saat ia sibuk dengan kekalutan hatinya.

Tiba-tiba ada sepeda motor yang berhenti persis di hadapannya.

"Bu Zahra?" sapa ibu kos dengan mata berbinar.

Wanita yang di sapa Bu Zahra itu membuka helmnya.

"Iya, Bu, saya mengantar pesanan ibu."

Dia membuka tali bok yang di boncengnya.

"Kenapa ibu sendiri yang ngantar? kemana Yani yang biasa mengantar?"

"Dia minta ijin libur Bu, anaknya mendadak sakit. Saya juga belum tau kapan dia bisa masuk lagi. Karena itu saya agak kerepotan juga di buatnya." cerita Bu Zara.

Ibu kos masuk mengambil uang pembayarannya.

Arini tersenyum mengangguk sopan pada wanita muslimah itu.

"Mbaknya mau kemana?". tanya Bu Zahra.

"Saya juga belum tau." jawab Arini.

Saat yang sama, ibu kos datang lagi sambil menghitung uang di tangannya.

"Dia mau ngekost Bu, tapi sayangnya tempatnya sudah full." ibu kost nyeletuk mewakili Arini.

Setelah menerima pembayaran kuenya, Bu Zahra menyalakan motornya.

Tapi entah kenapa dia mematikannya lagi dan menoleh pada Arini.

"Mbak, kalau tidak keberatan bisa ikut saya! rumah saya cukup besar, karna saya tinggal sendiri. Mbak bisa bantu-bantu membuat kue. bagaimana?"

Mata Arini berbinar. Tanpa pikir panjang lagi dia mengangguk.

'Syukurlah kalau Bu Zahra mau menolongnya." ujar ibu kos.

"Saya mau Bu, sedikit-sedikit saya juga punya pengetahuan bikin kue." ucapnya bersemangat.

Arini naik di boncengan Bu Zahra.

Entah kenapa, Arini merasa Bu Zahra orang yang di kirim Allah untuk menolongnya.

"Saya tinggal di sini Mbak."

"Arini nama saya Bu.." Arini memperkenalkan diri.

"Saya menerima pesanan berbagai macam kue, kering maupun basah. Saya juga mempekerjakan dua orang untuk membantu . Tapi yang satunya sedang libur."

Mulai hari itu Arini tinggal di tempat Bu Zahra . Sebelum berangkat bekerja ia membantu pekerjaan Bu Zahra.

💞Dukungannya mana?

1
Evy
Hamidun itu...
Evy
Apa Elang dan dan Dennis itu orang yang sama ya? cuma cara panggil nya aja yang beda... di keluarga dipanggil Elang tapi kalo teman dan rekan kerja panggil nya Denis gitu...
Evy
Mana mau Arini berbagi suami.. wanita mana pun juga tidak ada yang mau dipoligami...Ogah....
Evy
Ternyata bukan Denis ya keponakan Bu Zah itu... salah duga deh...
Evy
Apa keponakan Bu Zahra itu Denis ya...
Evy
Mertua yang gak punya perasaan... sedikit pun tidak ada simpati akan keterpurukan menantunya... pintu hati mertua benar2 sudah tertutup dan akan disesali nya suatu hari nanti...
Evy
Kalo Arini sampai bercerai nanti... pusing tujuh keliling mertua dan adik ipar Katena selalu ketergantungan sama Arini...
Evy
Baru naik jabatan tapi sudah berani mangkir kerja..bisa bisa kena pecat nanti..
Evy
Kalo sudah tau suami selingkuh.. kumpulkan apa saja yang bisa menjadi uang... sertifikat rumah juga diamankan... sering sering minta hadiah dan minta uang tambahan.. semua itu untuk bekal nanti.
Evy
Apa Suamimu diam diam menikah lagi dengan dalih ada tugas diluar kota...
Gebrina Setya
bosan,plin plan,gak tegas
Gadis Puspa Kartika
Luar biasa
balqis: makasih say udah mampir
total 1 replies
Keyraaleyababy Keyraaleya
yng bikin novel ini bodoh apa goblok sih
Amel Kharizma
Luar biasa
Marwah sugaMin
bisa tidak konsisten dalam penulisan nama, heran selalu kebalik namanya... berkesan bangat yach nama ilham itu di ingatan mu author
sari emilia
hah lm banget byk drama...
sari emilia
blepotan aku bc nya byk yg slh2 tulis
balqis: 🙏🙏😭😭😭😭😭
total 1 replies
balqis
Buat kakak Kakak reader yang terhormat tolong jangan bom like ya pliiss🙏🙏intinya kalau nga sempet baca ngga usah dah di like makasih
Nina Merlina
...tanya denis mungkin bukan "tanya ilham" ?
balqis: maaf 🙏banyak typo
total 1 replies
Masiah Cia
di bab ini arini terpuruk Krn perselingkuhan Ilham tp Arini kan sdh tau sblmnya ...jd TDK usah kaget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!