NovelToon NovelToon
Pria Pilihan Ibu

Pria Pilihan Ibu

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:842.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Hampir kepala tiga, orang menyebutnya perawan tua. Lia seolah tidak peduli, karena karirnya yang cemerlang. Lalu bagaimana jadinya, kalau sang ibu mendatangkan banyak pria yang akan dijodohkan dengan Lia? Bukan Siti Nurbaya, apa Lia menerima perjodohan hanya karena telat menikah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keras

Pria Pilihan Ibu BAB 26

Oleh Sept

"Apa aku salah ucap ya?" gumam Lia dalam hati saat melihat ekspresi suaminya yang langsung berubah.

"Apa aku gak boleh kerja? Jangan bilang dia berubah, dulu boleh kok!" batin Lia yang mulai ketar-ketir.

Lia ini terbiasa berkarya, sejak muda selalu aktif melakukan banyak hal di luar sana. Tidak hanya saat di dunia kerja, saat di universitas dulu dia juga sangat aktif di banyak organisasi.

Setelah menikah, satu dua hari dia hanya menghabiskan waktunya di dalam kamar, lebih tepatnya di atas kasur, sampai badannya capek semua. Lebih lelah daripada lembur sampai malam saat banyak proyek.

Mungkin karena bosan, kalau pagi sampai sore sendirian di dalam rumah, Lia pun memberanikan izin pada Arman untuk mencari pekerjaan.

Lia pikir Arman akan woles, selow seperti sebelumnya. Karena mereka kan sudah membahasnya dulu, kalau Lia mau kerja ya tidak masalah. Namun, ini wajah Arman sudah mirip lap meja kusut yang lama tidak dicuci. Hingga Lia merasa tidak enak sendiri.

"Sayang ... kan dulu katanya gak apa-apa?" ucap Lia hati-hati.

Arman langsung berbaring, menarik bantal dan langsung merebahkan tubuhnya, pesawat tidak jadi mendarat, mendadak mood Arman anjlok, tidak berselera lagi.

"Memangnya kamu cari apa? Bukannya tabungan sudah aku kasih kamu semuanya?"

Lia langsung manyun. Dia tidak butuh uang, Lia cuma bosan dan ingin melakukan sesuatu agar dia gak jenuh di rumah saja.

"Cari apa lagi sih, Lia? Mas sudah kerja, nanti kalau kamu kerja, pasti kamu capek. Capek badan capek hati, belum lagi kalau nanti suatu saat kamu hamil," protes Arman.

"Janjinya dulu bagaimana? katanya boleh!" balas Lia.

"Ya boleh, tapi lihat sikon dulu. Misal aku pulang sore, kamu juga pulang sore. Sudah! Pasti sama-sama capek, sama-sama lelah. Terus apa gunanya nikah?"

"Maksudnya? Mas mau pulang ada yang layani gitu? Kan bisa ambil ART?" saran Lia.

"Ish ... kalau mau ART sudah dari dulu aku cari ART, aku nikah itu butuh istri, Lia. Kamu tahu istri kan? Tugas istri itu melayani suami," ucap Arman.

Dia kelihatan terpancing dan mulai naik darah, mungkin karena mau penyaluran tiba-tiba tidak jadi, makanya frustasi dan pengen marah-marah.

Lia salah strategi, belum mantap-mantap sudah menghancurkan mood Arman. Alhasil pria itu kelihatan gusar.

"Mas kok egois? Mas enak, nggak setres karena bisa ke luar. Lah Lia? Bosan Mas, 24 jam cuma di rumah.

"Jadi kamu iri? Ya sudah, besok ikut Mas dinas!" celetuk Arman lalu menyingkur Lia. Dia berbalik dan membelakangi Lia.

"Lah ... Kok dia jadi marah-marah?" gumam Lia.

"Salahnya di mana?" batin Lia kemudian menatap punggung suaminya yang luas dan bidang.

Ini adalah pertengkaran pertama mereka, dan Lia tidak kelihatan sedih saat melihat suaminya jadi dingin. Dia malah mencebik berkali-kali karena merasa aneh melihat Arman yang selalu bijak kini seperti anak kecil yang merajuk.

Selang beberapa saat.

Arman yang gusar, karena sakit kepala atas bawah, ia pun memilih memejamkan mata. Sialnyaa, ia malah dibuat kesal sendiri. Karena Lia malah sudah tidur duluan, terdengar dari dengkuran halus istrinya itu.

"Bisa-bisanya dia tidur begitu saja?" omel Arman kemudian berbalik dan menatap wajah istrinya dalam-dalam.

"Kalau dia kerja, bisa-bisa waktunya untukku akan berkurang. Dan aku tidak mau itu," kata Arman lalu mengusap lembut pipi Lia, hingga kelopak mata Lia bergerak-gerak dan perlahan membuka.

Blakkk ...

Lia cukup kaget, saat membuka mata malah melihat wajah Arman sangat dekat.

"Mau ngapain dia?" batin Lia yang kaget.

Melihat Lia sudah bangun, Arman kemudian mengusap bibir Lia dengan jempolnya.

Mata lentik itu hanya kedap-kedip, karena bangun tidur. Dan Lia langsung beringsut, kegelian saat wajah Arman mendesak masuk antara kepala dan lehernya. Lia kira suaminya mau absen mantap-mantap, ternyata ada yang sudah keras.

1
ione
/Facepalm/
niesya ananda saputri
Menarik....bagus bahasanya.
penasaran
Sri Utami
Luar biasa
solehatin binti rail
lanjut,...
solehatin binti rail
bagus 👍,Arman harus tegas😘
Nul Khotimah
Luar biasa
Ahmad Alfasih
Kecewa
Siarsazkia Siarsazkia
suka banget cerita yg kayak gini
Siarsazkia Siarsazkia
sua banget
RithaMartinE
luar biasa
indah
Semangat
Omha Achun
Luar biasa
Nurhayati Ningsih
bagus ceritanya GK bertele tele
Felycia Fernandez
😆😆😆😅😅😅
Christy Ling
bagus👍
Ummi Yatusholiha
biar pun lagi ngambek,mantep2 jalan trus ya mas arman 😄😄
Capricorn 🦄
keren
nurul jannah
𝒑𝒅 𝒑𝒐𝒐𝒐𝒍𝒍𝒍𝒍𝒍𝒍𝒍......
nurul jannah
𝒆𝒏.. 𝒊.. 𝒆𝒆𝒆𝒏𝒏𝒈𝒈𝒈....
nurul jannah
𝒉𝒂𝒚𝒐 𝒔𝒊𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒂𝒕𝒂𝒏𝒈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!