*NOVEL TAMAT!!!
jangan lupa Follow IG cerita ini:
Caiyo_03.horelalalay
Mey gadis 17 tahun memiliki wajah baby face. Dia tidak memiliki body gitar spanyol atau pun bermata biru, dia hanya gadis polos,lugu namun memiliki daya tarik sendiri.
sampai ia di pertemukan oleh tuhan dengan Breyen wijaya seorang miliader berusia 25 tahun, Ceo muda sekaligus tuan sempurna dengan harta melimpah ruah.
"aku mencintaimu," bisik Bryen ketelinga Mey
"om adalah ketidak mungkinan yang selalu Mey harapkan"jawab Mey lirih
hanya untuk bersenang-senang maaf apa bila ada kesalahan baik di sengaja mau tidak di sengaja terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iza cans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN AND VOTE
FOLLOW JUGA IG AUTHOR
riyaferizap_
HAPPY READING ALL...
Setelah membersihkan rumah dari lantai atas sampai bawah Mey bersiap siap untuk pergi ke Mall seperti janjinya kemarin ,bukan janjinya si tapi Sang boss yang katanya mau mengajak Mey ke mall.
"Bik nanti aku pulangnya agak maleman dikit jadi bibi gak usah tungguin sampai aku pulang" ucap Mey kepada bi idah
"Emang non Mey mau kemana ?" Tanya bi Idah karana akhir akhir ini Mey sering pulang larut bahkan tidak pulang
"Mey kerja bi" jawab Mey lirih
"Ya Allah non, enon masih sekolah sebentar lagi mau ujian mending enon pokus belajar aja. Nanti kalau ada apa apa sama enon gimana" ujar bi Idah yang cukup khawatir dengan gadis di depannya ini.
Kenapa bi Idah begitu peduli terhadapnya kenapa bukan mama dan papanya, bi Idah begitu sayang kepadanya sedangkan orang tuanya boro boro sayang, Mey matipun mungkin mereka tidak akan peduli" gerutu Mey dalam hati
"Bibi gak usah khawatir aku bisa jaga diri, aku juga kerjanya cuman bersih bersih sama masak doang. Bos mey juga baik kok sama aku" ucap Mey meyakinkan Bi Idah
Saat Ini mey dan Breyen sedang berada di salah satu Mall ternama di kota jakarta
"Kita makan dulu baru keliling" ucap Breyen
"Woke, tapi Mey di traktirkan om?" Jawab Mey dengan semangat yang hanya di angguki oleh Breyen
Setelah cukup lama menunggu akhirnya pesanan Mereka pun tiba
"Permisi , silakan menikmati hidangannya" ucap pelayan cafe itu ramah sambil melirik Mey
"Terimakasih kak" jawab Mey dengan tersenyum lebar yang menampakkan kedua lesung pipinya
Entah kenapa Breyen seakan tidak suka melihatnya, dia cukup mengakui bahwa pelayan ini tampan dan sedikit manis.
Benar kata david gadis ini tidak terlalu cantik hanya saja sikap manisnya itu bisa membuat siapa saja merasa nyaman
"Ah kenyangnya" ucap Mey sambil mengelus elus perutnya setelah melahap habis semua makanannya
"Setelah lulus mau lanjut kuliah atau bekerja?"tanya Breyen yang hanya sekadar basa basi.
"Heem masih bingung juga si om"
"Kuliah aja sekarang cari kerja susuh apalagi kalau cuman tamatan SMA" saran Breyen yang membuat mey seakan akan sedang berfikir
"Iya si om masalahnya kuliah butuh biaya"
"Nyokap bokap lu orang ternama" ucap Breyen lagi
"Mama sama papa gak mau bayar kuliah aku, mereka cuman tanggung sampai aku tamat SMA" ujar Mey pelan biasanya gadis ini tidak akan perna bercerita hal pribadi kepada orang lain tapi kali ini dia bercerita dengan sendirinya
"Privasi" ucap Breyen dingin
"Hehehe iya aku tau ini masalah Pribadi tapi aku rasa om bukan tipe manusia mulut mercon" jawab Mey dengan senyum andalannya
"Gak semua orang yang terlihat baik aslinya akan baik juga, ada juga yang hanya terlihat baik di depan dan akan menusuk dari belakang" ucap Breyen
"aku pengen banget kayak temen temen aku yang lain mereka deket sama orang tua mereka, akur sama sodara mereka gak kayak aku. Hiks hiks mey emang cengeng udah gede masih aja nangis" ujar Mey lagi
"Ya mau gimana lagi, realitanya umur makin nambah tekanan juga makin tinggi. Beban makin numpuk masalah makin banyak" jawab Breyen
"Nah gitu dong om ngomongnya jangab irit irit"
"Heem"
"Apa om tau papa dan mama ku sangat mengidolakan om, om ingat tidak setelah ulang tahun papa semua keluarga Mey menceritakan om bahkan mama mau agar kak jingga menjadi istri om" cerita Mey yang membuat Breyen memutar bola matanya malas
"Gadis aneh tadi sedih sekarang kembali ceria wanita benar benar sulit untuk ditebak" ucap Breyen didalam hati
"Dan kamu sendiri?" Tanya Breyen
"Aku?" Tunjuk Mey ke mukanya sendiri karana tidak mengerti kalimat breyen
"Iya kamu kapan dan akan menikah dengan siapa?" Ulang breyen dengan nada geram.
"aku mau nikah sama kim seokjin BTS di gedung mewah terus ngundang black pink, ngundang EXO sama NCT pokoknya semua idol korea aku undang. Kalo gak sama kim seokjin atau sama park jimin sama kim taehyung juga allahmdulilh apalagi kalau sama jeon jungkook wah reski anak sholeha tapi mey juga suka sama kim namjoon disisi lain aku juga gak mau nyakitin hati min yoongi sama jung hoseok jadi gimana dong om" ucap Mey panjang lebar yang membuat Breyen ingin mencekik mey saat ini juga.
Setelah membahas pertanyaan yang di jawab ketidak nyambungan oleh Mey. Breyen memutuskan untuk segera mengajak Mey pulang
"Kita gak jadi keliling mall?"tanya Mey sambil mengikuti breyen dari belakang
"Gak"
"Kenapa om? Is dah kita kesini cuman makan doang ngapain juga jauh jauh kesini. kenapa gak makan di apartemen om aja kalau gak di restoran deket apartemen om aja"kesal Mey dengan menghentak hentakkan kakinya
"Disini yang boss siapa?" Tanya breyen sambil memutar badannya menghadap Mey
"Om bossnya " jawab Mey cepat
"Anak pintar" ucap Breyen lalu mengelua elus kepadala Mey
Mey suka sangat suka perasaanya campur adul seperti gado gado ada senang dan ada juga rasa.. ah sangat aneh dia sangat suka ketika breyen mengelus kepalanya ada rasa nyaman disana
"Om"panggil Mey yang membuat Breyen menghentikan tindakannya
"Iya"
"Gak papa" ucap Mey kikuk
"kamu tunggu di sini sebentar aku mau ke toilet" ujar Breyen yang di angguki oleh Mey
Selang beberapa waktu setelah kepergian Breyen dua curut menghampiri Mey siapa lagi kalau bukan William dan Reyhan.
"Willi sama Reyhan kok disini vois kemana" tanya Mey ketika kedua pemuda itu mendekat kearahnya
"Kita cuci mata doang, kalo vois ada di rumahnya rebahan"jawab Reyhan yang di angguki william
"Lu sendiri ngapain berdiri di sini sendirian?" Tanya william
"aku nemenin om mey belanja" jawab Mey yang mengatakan Breyen omnya ya memang benarkan Mey memanggil Breyen om jadi dia tidak sepenuhnya berbohong
"Ohw oke sip"
"Eh gais kita bikin tik tok yuk biar kek orang orang" ajak Reyhan yang membuat william menonyor kepalanya
"Kok pada diem? Ya udah ayuk buat tik tok pakek lagu yang lagi viral itu mumpung lagi di mall" ucap reyhan lagi
"Ya udah ayuk pakek lagu sa pamit mo pulang" sahut Mey yang membuat Reyhan kesenangan
"Alay lu berdua bener beber alay" kesal Willian dengan pandangan jijik
"Gayanya si bilang alay nanti pas dirumah joged joged sendiri dia" sindir Reyhan
"Mana ada gue begitu"
"Ada"
"Gak"
"Ada"
"Gak"
"Ada"
Tanpa Reyhan dan william sadari Mey sudah pergi meninggalkan mereka berdua yang terus berdebat
BERSAMBUNG...
top dokter intan 👍🏼👍🏼👍🏼 susah utk legowo 😉💪😁
sekali baca langsung nyesek di dada kaya ketimpa batu besar😭😭😭