Raya Adha gadis manis berambut panjang dan hidup sebatang kara karena orang tua dan adiknya meninggal karena kecelakaan. Raya kemudian terusir dari rumahnya sendiri oleh adik tiri ayahnya.
Tak ingin terpuruk raya memilih pergi ke Jakarta menyusul temannya untuk melanjutkan hidup dan bekerja.Namun karena sebuah kejadian raya harus terikat sebuah pernikahan dengan laki-laki yang tidak ia cintai bahkan tidak di kenalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Balas Dendam
Bayu kini sudah berada di gudang anak buah nya dengan cepat menangkap Bella bahkan Bella di satu kan dengan Lina dan juga Agra mata mereka tertutup tangan dan kaki juga terikat.Gudang yang gelap dan pengap membuat meraka akan kehabisan nafas.
Bayu Masih berdiri di luar pintu gudang ia menunggu seseorang yang akan datang, tak berapa lama orang yang di tunggu pun akhir nya sudah datang.
Lampu di hidupkan cahaya remang-remang menghiasi ruangan tersebut.
"Buka penutup mereka." Ucap Pak Artha dengan sigap anak buah nya membuka kain hitam di atas kepala mereka.
"Kau.." Ucap Lina " Lepas kan aku dan anak ku." Teriak nya namun pak Artha hanya tersenyum.
"Kenapa..sudah ku bilang pergi jauh-jauh dan jangan mengusik keluarga ku tapi kau tidak mendengar omongan ku." Ucap Pak Artha yang berdiri dengan gagahnya.
"Aku tidak peduli...kau harus mati Artha ... aku harus memabalas dendam atas kematian suami ku." Lina kembali berteriak.
Ucapan Lina membuat Artha sedikit terlonjak ada rahasia yang di simpan wanita yang pernah ia nikahi tersebut.
"Katakan siapa suami mu?"
"Seharusnya kau ingat dengan Darma laki-laki yang di bunuh anak buah mu."
"Oh...pengkhianat itu." Ucap Artha yang mulai paham.
"Suami ku bukan seorang pengkhianat." Teriak Lina sedangkan Bella dan Agra hanya bisa diam dan mendengar perdebatan antara Lina dan Artha.
"Lalu sebutan apa yang pantas untuk seorang yang sudah korupsi dan menjual semua data perusahan tempat ia bekerja kepada Perusahaan lain?" Tanya Artha dengan geram " Bahkan akibat ulah suami mu itu perusahan ku di ambang kebangkrutan dan Darma tidak pernah berpikir bagaimana nasib karyawan ku yang mencari nafkah di perusahan ku."
Lina hanya diam mendengar penuturan Artha otak nya selama ini hanya di penuhi dengan ambisi balas dendam saja.
" Dan untuk kau..." Menunjuk Bella " Kau sudah menyebabkan anak menantu ku menderita bahkan aku hampir saja kehilangan calon cucu ku."
Bella yang mendengar ucapan Artha semakin ketakutan ia tidak menyangka laki-laki tua yang hidup nya hanya duduk di rumah saja bisa sekejam ini sekarang.
"Kau harus merasakan apa yang di rasakan menantu ku saat ini." Ancam Artha kepada Bella " Dan kau..." Menunjuk Agra " Pecundang yang tidak ada habis-habis nya untuk mencelakai Rendy, kau harus menerima akibat dari perbuatan mu."
Bella Lina dan Agra mulai bergidik ngeri melihat tatapan mata Artha mereka semakin gelisah saat ini.
"Asal kalian tahu saja aku bahkan mengirim orang-orang ku untuk mengintai kalian semenjak kalian keluar dari rumah ku. Apa kalian pikir aku bodoh akan membiarkan kalian pergi begitu saja...hahaha....tidak aku hanya tidak ingin bertindak sebelum kalian bertindak." Ucap Artha dengan tertawa.
Pernyataan Artha membuat tiga sekawan itu terkejut bukan main bahkan gerak gerik mereka selama ini di ketahui oleh Artha.
Bayu yang melihat dan mendengar semua ucapan Artha sangat terkagum-kagum dengan laki-laki tua itu.
"Gile bener nih bapak-bapak sadis....Rendy aja lewat." Ucap Bayu dalam hati.
"Lepaskan kami." Teriak Lina
"Lepaskan kalian?...enak saja." Ucap Artha " Permainan yang kalian buat harus kalian selesaikan sendiri."
"Bedebah kau Artha." Teriak Lina kembali " Aku akan membalas ini semua."
"Bagaimana kau membalas nya? katakan pada ku?" Bentak Artha "Kalian ....selesai kan semua nya dengan rapi." Perintah Artha kepada anak buah nya.
Pak Artha dab Bayu meninggalkan gudang tersebut, entah apa yang akan terjadi di dalam nya yang pasti cuma Tuhan mereka bertiga anak buah Pak Artha dan juga gudang yang tahu. Bisa jadi cicak dan nyamuk menjadi penonton nya jangan lupakan tikus dan kecoa.