Hanya cerita fiksi
Tidak terkait dengan agama manapun
maaf jika ada yang kurang berkenan 🙏
Bella Amanda awalnya adalah gadis cantik yang begitu periang. Tapi sikapnya lambat laun berubah ketika orang-orang membandingkan dirinya dengan adiknya sendiri yang katanya lebih cantik, lebih pintar dan lebih segala-galanya.
Bukan hanya itu Bella juga harus menelan pil pahit saat suaminya dengan tega bermain belakang dengan Belinda, adiknya sendiri dan diharuskan menikah.
Sanggupkah Bella tetap bertahan dengan pernikahannya atau memilih menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airarahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bercerai
"Kamu juga jangan mikirin perkataan Ibu yang ingin kita menikah andai kamu berniat bercerai. Itu tidak akan terjadi karena aku sudah menganggap kamu sebagai adik aku sendiri" ucap Finn yang lagi-lagi membuat Bella terharu.
"Terima kasih mas" ucap Bella sambil menghapus air matanya.
Dia sangat berterima kasih karena Finn mau mengerti dirinya.
"Kalau keputusanmu untuk bercerai sudah bulat. Aku bisa bantu semuanya. Apalagi Erlan memang jelas bersalah. Akan mudah buatku untuk menyelesaikan ini semua. Walai Erlan adalah kakakku, aku tidak bisa membenarkan perbuatannya" jelas Finn.
Bella terkejut, dia tidak menyangka kalau Finn bahkan bersedia membantu proses perceraiannya. Padahal dia bisa bermasalah dengan Erlan gara-gara itu.
"Terima kasih Mas, aku tidak tau harus mengatakan apa lagi." ucap Bella lagi-lagi sambil menghapus air matanya.
"Jangan sia-siakan air matamu untuk menangisi tukang selingkuh seperti dia. Kamu harus terlihat tegar agar dia menyesal". Finn yang memang sudah banyak menangani kasus perceraian cukup paham bagaimana menghadapi orang yang menjadi korban perselingkuhan karena tidak jarang Finn menjadi teman curhat mereka.
Hal itu juga yang membuat Finn lebih bisa mengapreasikan hidupnya, tidak lagi kaku dan datar. Dia bisa tertawa, bersedih bahkan marah berkat sering bertemu dengan banyak orang dengan karakter berbeda.
Bella yang mendengar penjelan Finn kini semakin bertekad untuk bercerai. Bella pun sudah memiliki rencana hidupnya setelah bercerai.
"Bantu aku mas, aku ingin bercerai dengan Mas Erlan" ucap Bella penuh keyakinan.
"Baiklah, ayo kita ke kantor ku. Kita urus semuanya agar besok bisa memberikan surat gugatan cerai itu kepada Erlan agar ditandatangani" sahut Finn pula.
Bella dan Finn beserta Elea dan suster pun langsung meluncur ke kantor Finn untuk mengurus surat gugatan cerai itu.
Di kantor Finn mulai mengurus semuanya, Bella harus menyiapkan semua berkas-berkas yang diperlukan. Untung saja Bella memang menyimpan berkas penting dalam bentuk pdf jadi saat pendaftaran online semuanya menjadi lebih mudah. Setelah berkas perceraian terkirim, Bella tinggal menunggu proses selanjutnya.
...
"Kenapa mas?" tanya Belinda menghampiri suaminya yang saat ini sedang termenung di ruang kerjanya.
Erlan melirik sekilas ke arah Belinda.
"Bella menggugat cerai" jawab Erlan ketus.
Belinda mendekat.
"Maafin aku mas, tapi daripada Mas mengemis permohonan maaf dari kak Bella lebih baik mas turuti saja. Aku yakin setelah bercerai kak Bella pasti akan menyesal dan merengek minta kembali. Coba mas bayangkan siapa yang mau menerima wanita janda yang bahkan memiliki anak? Pasti Kak Bella nanti akan merengek balikan sama mas. Aku kenal dengan Kak Bella dengam baik. Percaya sama aku mas." ucap Belinda berusaha meracuni otak Erlan.
Erlan tidak merespon ucapan Belinda sama sekali. Yang dia lakukan hanyalah mengucap kata maaf pada Bella dalam hati.
Erlan kembali mengingat kata-kata pilu yang Bella ucapkan sebelum meninggalkan rumah.
“Mas.. bukan itu akar masalahnya. Walau mas berpisah dengan Belinda pun tidak akan bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Aku tidak bisa kembali bersama mu dengan kesalahan yang sudah kamu perbuat. Aku tidak bisa mas. Selamanya aku akan mengingat penghianatan mu. Aku bukan wanita sebaik itu yang bisa dengan mudah memaafkan. Maaf mas… Aku tidak bisa lagi… Aku menyerah mas”.
Erlan kembali menghela nafas. Sudah tidak ada kata maaf lagi untuknya. Bella sudah menutup pintu hatinya rapat-rapat untuk Erlan.
...
Erlan datang ke rumah Fraya, sebelum menandatangani surat cerai itu dia ingin berbicara dengan Bella dari hati ke hati.
Bel rumah Fraya di tekan beberapa kali hingga wanita cantik yang sampai saat ini masih bersemayam di dalam hatinya membukakan pintu.
Mata Erlan meredup penuh kesedihan saat melihat wanita yang sangat dia cintai berdiri di depannya.
"Mas Elan..." ucap Bella terkejut.
Erlan tidak bisa menahan tangisnya, air matanya sudah mengalir dengan hebatnya. Dia tarik tubuh Bella kedalam pelukannya.
"Jangan tinggalin mas, Bella" ucap Erlan dengan bibir bergetar.
Erlan tidak bisa mengikuti saran Belinda untuk berhenti mengejar Bella karena hatinya terus saja tertuju hanya pada Bella. Tapi Erlan akui, dia adalah lelaki egois yang juga menginginkan Belinda disaat bersamaan. Dia sudah kecanduan dengan sikap agresif Belinda di ranjang. Tapi dia juga sangat mencintai Bella dan anaknya.
Bella pun sudah ikut menangis dalam pelukan Erlan.
Bella menggeleng.
"Maaf mas, aku tidak bisa" ucap Bella lirih.
Erlan melepas pelukannya kemudian memegang kedua pundak Bella. Dia tatap mata Bella dengan tatapan memohon.
"Mas gak bisa pisah dari kamu dan Elea sayang" ucap Erlan.
Bella kembali menggeleng.
"Aku gak bisa mas, aku gak bisa menerima kenyataan suami aku mempunyai wanita idaman lain" jawab Bella.
"Pernikahan ini karena atas andil kamu juga. Mas dari awal sudah menolaknya" lagi-lagi seperti ini ucapan Erlan sebagai pembelaan.
"Sudah mas...aku capek bahas itu-itu saja. Mas tetap saha akan bilang karena aku. Lalu mas memangnya tidak menikmati kemesraan mas dengan Belinda?" ucap Bella yang langsung saja mengena di hati Erlan.
"Kalau memang mas mencintai aku, lepasin aku mas. Aku juga ingin bahagia. Aku hanya ingin fokus bekerja dan menjaga Elea anak kita. Sampai kapanpun Elea akan jadi anak kita mas" ucap Bela penuh mohon.
Sakit rasanya hati Erlan mendengar permohonan Bella, tapi memang benar Erlan tidak bisa memungkiri kalau dia juga menyukai Belinda. Tapi rasanya dia juga belum rela melepas Bella untuk Belinda. Dia ingin memiliki keduanya. Erlan sadar dia sangat egois.
"Aku mohon mas" Bella mengatupkan tangan di depan dada memohon Erlan untuk menyetujui gugatan cerainya.
"Baiklah" ucap Erlan menyerah.
Setelah Erlan menandatangi surat perjanjian itu dengan cepat Finn memproses semuanya hingga semua proses mereka laksanakan mulai dari mediasi hingga persidangan. Erlan dengan pasrah menerima semua keputusan dan tidak memperebutkan hak asuh Elea karena memang Elea lebih pantas bersama Bella.
Hakim mengetuk palu pertanda Bella dan Erlan resmi bercerai.
Senyum terukir di bibir Bella walau matanya menyiratkan kesedihan yang begitu dalam.
Erlan pun sama, dia sangat sedih menerima kenyataan ini. Semua terjadi memang karena kesalahannya sendiri. Dia yang telah merusak pernikahannya yang harmonis dengan Bella.
"Maafin mas, sayang... Mas harap kamu bisa bahagia dengan keputusanmu" ucap Erlan dalam hati.
Inginnya Erlan memeluk Bella untuk yang terakhir kalinya tapi itu sudah tidak mungkin karena saat itu status mereka bukan lagi suami dan istri.
Di antara semua orang yang hadir hanya ada satu yang merasa begitu lega. Dia adalah Belinda karena sekarang Erlan menjadi miliknya seutuhnya.
Bersambung...