Ditinggal suami meninggal di malam pertama, membuat Arumi sangat terpukul hingga wanita itu nekat untuk mengakhiri hidupnya. Akan tetapi, rencana wanita itu gagal karena ia dicegah seorang pria yang kebetulan lewat di jalan itu.
Arnold~ orang yang pernah menolong Arumi, tanpa sadar mencintai wanita itu setelah beberapa kali pertemuan, dan bisa bangkit dari keterpurukan masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memendam rasa sakit
Arnold menginap di hotel yang sama, pada saat ia dan Arumi melakukan suatu hubungan yang terlarang, bayangan Arumi terus memutar di kepala pria itu, ia meraba selimut di ranjang tersebut, lalu ia membaringkan tubuhnya seraya memejamkan mata.
"Kemana aku harus mencarimu, Rum ... ! Aku sadar aku menyayangimu bukan hanya sebagai adik, tapi lebih dari itu."
Arnold terus memejamkan matanya, hingga ia pun terlelap dalam tidurnya.
_________________
6 Tahun kemudian.
"Arjuna ... kamu di mana, Nak?" Arumi mengelilingi Rumahnya untuk mencari putranya yang tidak ia temukan di sekolahnya saat ia jemput.
Arumi pun melangkahkan kakinya menuju kamar putra kecilnya tersebut, Arumi terkejut saat melihat keadaan putranya yang sedang kacau.
Ia melihat putra kecilnya itu sedang menangis di pojokan kamarnya dengan tangisan yang memilukan.
Arumi langsung melangkah mendekati putranya tersebut, lalu ia mengangkat tubuh Arjuna dan membawa putranya itu dalam pangkuannya sambil memeluknya erat.
"Arjuna kenapa, Nak? Arjuna itu cowok, masak cowok cengeng sih?" Arumi membelai kepala sang anak lembut.
Arjuna beranjak, ia langsung melepaskan pelukan sang Mama dan berdiri di depan mamanya tersebut.
"Arjuna ingin ketemu papa, Ma!" ucap Arjuna dengan air matanya yang terus mengalir deras dari kedua pelupuk matanya.
"Sayang ... Papamu bukan suami mama, Nak? Mama sama Papamu sudah pisah, selain itu dia sibuk dengan kerjaannya, mengertilah Nak!" ucap Arumi tersenyum seraya mencoba memberi pengertian pada sang anak.
Namun, Arjuna mundur seakan tidak mau disentuh oleh wanita itu. "Mama jahat ... pasti mama yang tidak bolehin papa jemput Juna 'kan?" Arjuna semakin mundur, lalu lari meninggalkan Arumi di kamarnya.
Arumi pun menangis mendengar ucapan putranya tersebut. Ia tidak mampu menjelaskan permasalahannya pada sang Anak karena pada kenyataannya Arnold tidak pernah mengetahui bahwa pria itu mempunyai anak dari hasil hubungannya dengan Arumi.
"Bagaimana aku bisa mengantarmu pada papamu, Nak? Sedangkan papamu tidak pernah tahu tentang kita."
Arumi menghapus air matanya mencoba memendam rasa sakitnya menjadi orang tua tunggal bagi putranya.
Arumi melangkah mendekati putranya yang duduk lesehan dengan mengelus kucing kesayangannya di teras rumahnya.
Namun, saat ia mendengar Arjuna curhat pada kucing kesayangannya, Arumi berhenti melangkah, ia hanya berdiri di ambang pintu seraya mendengarkan curhatan sang anak.
"Alen ... , aku ingin ketemu papa, aku ingin punya papa, aku ingin digendong papa seperti teman-temanku."
"Alen ... , kata mama, nama papaku Arnold, tapi setiap Juna nanya sama orang yang punya nama Arnold, katanya mereka bukan papa Juna. Terus di mana Juna bisa menemukan papa? Kamu bisa bantu aku untuk ketemu papa tidak?"
"Aku hanya ingin melihat wajah papaku seperti apa? Aku ingin menemui papaku sekali saja, aku tidak akan meminta dia untuk tinggal sama aku dan mama, aku janji!" ucap Arjuna dengan air mata yang mengalir dari kedua pelupuk matanya.
Arumi pun kembali masuk karena tidak kuat melihat dan mendengar ucapan sang anak yang sangat membuatnya terluka karena tidak bisa mempertemukan Arjuna dengan sang Papa.
Wanita itu lari menuju kamarnya, lalu ia menangis terisak-isak di kamarnya, hingga beberapa saat kemudian, suara dering ponselnya menggema di kamar itu.
Arumi pun mengambil ponsel tersebut, lalu membaca nama yang tertera di layar ponselnya.
"Mas Adit?" Arumi mengahapus air matanya, lalu ia mengangkat ponsel dari pria yang dekat dengannya sejak beberapa tahun berlalu.
"Aku menunggumu di Restoran!" ucap pria itu, lalu ia mematikan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari wanita tersebut.
"Mungkin ini saatnya aku mengambil keputusan! Semoga setelah ini Arjuna akan bahagia," gumam Arumi tersenyum.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu