Hana Untari seorang wanita yang baik dan cantik, diamenikah dengan laki‑laki bernama Dimas Prayoga. Hana tinggal dengan suami beserta keluarga suaminya. Namun, Dimas selama 3 tahun menjadi suami Hana tidak menafkahinya dengan layak, dia beralasan jika Hana juga mempunyai penghasilan yang cukup. Dimas menghabiskan uangnya untuk kebutuhannya sendiri, sedangkan untuk kebutuhan ibu dan kakak serta adiknya semua uang dari Hana. Perselingkuhan Dimas dengan orang terdekat Hana, membuat Hana tidak bisa memaafkan suaminya. Mampukah Hana menjalani biduk rumah tangga dengan Dimas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dimas DiPecat
Dengan santainya Dimas melangkah masuk ke dalam gedung perusahaan tempatnya bekerja. Banyak pasang mata mamandang aneh ke arahnya, Dimas nampak cuek dan seakan tidak terjadi apa‑apa.
Dimas pun duduk di tempat kerjanya, karyawan yang 1 devisi masih memandang aneh ke arahnya. Lama‑lama Dimas juga dibuat heran dan penasaran, lantas dia menghampiri Tama.
" Tama, para karyawan itu kenapa sih? Kok mereka sepertinya tidak suka denganku. Sinis gitu mereka melihatku, apa aku sudah buat salah sama mereka? Perasaan tidak pernah juga aku bikin salah?."Tanya Dimas dengan wajah sok polosnya.
" Yakin kamu tidak ada salah?."Tanya Tama balik membuat Dimas terus berfikir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Yakin sekali aku tidak buat kesalahan."Jawab Dimas dengan entengnya.
Cceeekkkk
Tama berdercak, lalu dia meraih ponsel yang ada di dalam tas kerjanya. Tama membuka aplikasi medial sosialnya, dan menunjukan berita dan video yang sedang viral. Bukan hanya di sosial media, di group kantorpun juga sedang viral video‑video Dimas dan Sintia yang semalam di gerebek Hana dan warga.
Hhhaahhhh ?
Dimas syok melihat videonya semalam sedang viral. Pantas saja para karyawan dari dia masuk sampai duduk di meja kerjanya semua memandang dengan aneh. Ternyata oh ternyata video nya semalam sedang viral.
" Bukan hanya video ini saja, lihatlah ini. Buka mata kamu lebar‑lebar Dimas."Ucap Tama menunjukan video yang lain.
Video itu di uploud oleh Hana tapi dengan memakai akun barunya. Video berupa rekamab CCTV saat Dimas dan Sintia sedang bercinta di ruang keluarga sampai di kamar belakang.
" Sialan !! Siapa yang sudah menyebarkan video ini? Kalau yang semalam sudah pasti para warga, karena warga ada yang mengambil video. Tapi yang ini? Ini rekaman CCTV? Jadi selama ini diam‑diam Hana memasang CCTV? Kurangajar kamu Hana !!."Ucap Dimas dengan geram.
" Kamu bodoh, Dimas ! Kamu mengenalkan Sintia sebagai istrimu, tapi ternyata itu istri palsu mu alias selingkuhanmu. Kamu pria paling bodoh sudah menyia‑nyiakan wanita secantik Hana. Sudah cantik, baik dan pekerjaan juga bagus. Hana itu teman SMA ku dulu, dasar pria bodoh !!."Seru Tama ikut geram dengan kelakuan Dimas.
Hahahaa Hahaaa
Dimas tertawa dengan lebar, dia menertawakan ucapan Tama barusan.
" Hana pekerjaannya bagus? Salah mungkin kamu, Tama. Hana itu cuma karyawan biasa, tidak jauh beda sama kita ini. Cuma kalau soal gaji masih besar kita."Ucap Dimas sok paling tahu dengan Hana.
" Kamu sudah berapa lama menikah dengan Hana? Sudah 3 tahun kan? Kamu memang tidak perduli dengan istrimu, sampai pekerjaannya saja kamu tidak tahu. Asal kamu tahu, Hana itu seorang menejer dan itu sudah lama. Bahkan sebelum dia menikah denganmu, Dimas."Ucap Tama menyakinkan.
" Kamu serius, Tama?."Tanya Dimas sepertinya mulai mempercayai ucapan Tama.
" Untuk apa aku berbohong, bahkan aku beberapa kali bertemu dia di Perusahan Mega Anugerah saat ikut pak Burhan meeting di sana. Hana itu seorang menejer keuangan, ternyata kamu suami Hana? Sudahlah Dim, sana temui pak Burhan di ruangannya, aku yakin sebentar lagi pasti kamu di minta untuk ke ruangannya. Persiapkan saja dirimu."Seru Tama terlihat kesal dengan kelakuan Dimas.
Tama memang mengenal Hana, dulu saat SMA mereka 1 sekolahan. Meskipun tidak kenal dengan dekat, mereka sering bertegur sapa. Bahkan Tama dulu sempat ingin mendekati Hana, ternyata banyak saingan sehingga Tama mundur.
" Dimas, kamu di panggil pak Burhan."Ucap Lila memberitahu Dimas.
Dimas hanya mengangguk dengan pelan. Pak Burhan memanggilnya pasti karena video nya yang sudah viral itu. Dengan jantung yang berdebar, Dimas melangkah menuju ruangan pak Burhan yang ada di lantai atas.
" Bapak memanggil saya?."Tanya Dimas dengan pelan.
" Ambil ini dan segera keluar dari ruangan saya."Ucap pak Burhan tanpa mempersilahkan Dimas untuk duduk lebih dulu.
Dimas mengambil kertas yang tadi di lemparkan di atas meja oleh pak Burhan. Karena penasaran, Dimas segera membuka dan membaca isi dari kertas itu.
Ddeegghh
Surat pemecatan? Wajah Dimas pucat pasi, ternyata itu surat pemecatannya. Bagaimana dia tidak pucat, dia sekarang menanggung biaya hidup sendiri tanpa bantuan Hana. Belum dia juga harus membayar sewa kontrakan, uang darimana dia untuk memenuhi kebutuhannya jika dia tidak bekerja.
Kenapa saya di pecat pak?."Tanya Dimas dengan wajah tanpa merasa bersalah.
Kamu masih bertanya kenapa saya memecatmu? Gara‑gara kamu nama baik perusahaan jadi buruk, kamu kira dengan video viral mu itu tidak akan mempengaruhi nama baik perusahaan? Sekarang pergilah, dan ini pesangonmu. Masih bagus aku memberimu uang pesangon, itu karena kinerjamu selama ini bagus. Padahal bulan depan aku akan merekomendasikan kamu sebagai menejer pemasaran. Beruntung semuanya belum terjadi."Ucap pak Burhan membuat Dimas semakin syok.
Menjadi menejer adalah impiannya selama ini, tapi semua itu musnah karena berita viral itu. Dimas berusaha meminta kesempatan kepada pak Burhan agar tidak memecatnya.
" Pak, maafkan saya. Video yang beredar itu bukan kemauanku, aku dijebak pak. Tolong jangan pecat saya, saya berjanji akan lebih giat lagi."Seru Dimas memohon.
" Pergilah, aku masih banyak pekerjaan. Apa perlu aku panggilkan satpam?."Tanya pak Burhan.
" Tidak pak."Jawab Dimas sambil menggelengkan kepalanya.
Dengan langkah gontai, Dimas keluar dari ruangan pak Burhan. Dia menuju meja kerjanya dan membereskan barang‑barangnya. Saat ini dalam hatinya sedang memaki Hana, gara‑gara Hana dia dipecat serta kehilangan rekomendasi sebagai menejer.
" Semua ini gara‑gara kamu, Hana ! Kamu harus membayar mahal atas perbuatanmu ini." Ucap Dimas pelan.
" Tidak perlu menyalahkan Hana, dia sampai seperti itu juga akibat ulah kamu sendirikan? Mana selingkuh sama iparnya sendiri, istri dari kakak mu sendiri. Mikir dong Dim, mikir."Ucap Tama sambil menyungingkan senyum tipis.
" Diam kamu, Tama !! Kamu senang kan melihat aku hancur dan dipecat seperti ini, jadi tidak ada lagi sainganmu."Seru Dimas dengan sorot mata tajam.
" Sudah berzina, selingkuh ehh tidak tahu malu." " Kalau saya jadi kamu, sudah tidak berani keluar rumah. Soalnya video lagi anu anu viral sih , haha haa haha."
Beberapa karyawan memperolok dan menertawakan Dimas. Tanpa berlama‑lama lagi, Dimas pun meninggalkan perusahaan. Kali ini tujuannya adalah rumah kontrakan, tidak tahu apa yang akan dijelaskan kepada ibu Sundari dan Sintia soal pemecatannya.
" Sial !! Semua ini gara‑gara Hana sialan itu. Mana Sintia sedang hamil, dan harus makan makanan yang sehat dan bergizi. Iya kalau ibu dan Lastri masih ada mas Bayu, Sintia sekarang tanggunganku. Haaaaanaa awas kamu….. !!!."Seru Dimas berteriak dengan lantang sepanjang‑panjang jalan pulang.
" Mau apa kamu?."Tanya Hana menghadang Lastri yang hendak masuk ke rumah nya.
Lastri datang untuk mengambil barang‑barangnya. Pagi tadi dia sudah melihat berita yang sedang Viral dan dia langsung menghubungi Dimas. Dan Dimas memberirahunya jika mereka sekarang sudah pindah.
" Mau ambil barang‑barang ku, mbak."Jawab Lastri.
" Ohh.. sana cepat bereskan barang‑barangmu dan segeralah pergi. Karena aku juga akan pergi ke kantor, cepat jangan lama‑lama. Ini sudah siang, aku harus menemui klien penting."Ucap Hana.
" Sombong banget sih mbak. Apa karena keluargaku sudah tidak tinggal di rumah ini jadi mbak bersikap seenaknya. Jangan sombong mbak, harta itu tidak dibawa mati. Lagian di rumah ini juga ada hak mas Dimas."Seru Lastri dengan berani dia melawan Hana.
Cciiihhhh
Hana menanggapinya dengan senyuman tipis. Anak seperti Lastri tahu apa soal hak?
Dan hak mana yang dia bicarakan?
" Anak kecil sepertimu tahu apa. Oh iya, jangan lupa pakai pengaman ya agar tidak hamil. Heheee."Seru Hana lalu tertawa kecil.
Ddegghhh
Lastri terkejut, dia juga gugup. Kenapa Hana bisa tahu jika semalam dia menginap di kostan pacarnya.
Kenapa mbak Hana bisa tahu? Dia tahu dari mana?.*Gumam Lastri heran.
" Maksud mbak Hana apa?."Tanya Lastri dengan wajahnya yang terlihat gugup.
" Sudahlah, jangan pura‑pura polos. Memangnya aku tidak tahu ya kalau semalam kamu itu habis menginap di kostan pacarmu yang pengangguran itu. Ingat Lastri, kuliah itu mahal jadi jangan main‑main kasihan mas Bayu yang sudah membiayai kuliah kamu."Ucap Hana lagi membuat Lastri geram.
Lastri mengangkat tangan kanannya hendak menampar Hana. Dengan sigap Hana menangkap tangan Lastri lalu dia cengkram dengan erat.
" Jangan macam‑macam denganku. Kamu itu bukan tandinganku, cepat bereskan barang‑barangmu. Kalau tidak biar aku bakar saja barang‑barang tidak berguna itu."Seru Hana bicara dengan raut wajah yang menakutkan.
Nyali Lastripun menciut, dia tidak akan pernah menyangka jika Hana bisa sekasar ini. Tanpa membantah lagi, Lastri masuk ke kamarnya dan segera membereskan barang‑barangnya. Hanya butuh waktu 15 menit Lastri sudah selesai membereskan barangnya. Dua koper besar dan 1 tas tenteng sudah ada di luar rumah.
" Tidak ada niat buat ngasih uang untuk ongkos taksi mbak? Ini banyak loh, bagaimana aku bisa membawanya sendiri."Seru Lastri tanpa malu masih mengharap uang Hana. " Dasar tidak punya malu."Seru Hana.
Namun Hana tetap mengeluarkan selembar uang warna biru dari dalam dompetnya dan dia berikan kepada Lastri. Dengan mulut yang di monyong‑monyongin, Lastri pun menerima uang pemberian Hana. Lumayan 50 ribu bisa untuk ongkos taksi, sisanya bisa untuk makan. Bakso.