Karena permasalahan keluarga membuat dia bersama kakak dan kedua adiknya harus tinggal di panti asuhan.
Suatu hari ada dua orang menantu dan mertua yang merupakan seorang donatur tetap panti asuhan. Mereka adalah keluarga konglomerat yang cukup terkenal. Dan ternyata mereka mengangkat aku, kakakku dan kedua adikku menjadi anak angkatnya.
Dari sana lah aku menemukan bidadari yang mencuri hatiku. Dia adalah anak bungsu perempuan satu-satunya orang tua angkatnya. Awalnya dia menganggap hanya rasa suka karena dia adik angkatnya. Tapi bertambah usia perasaan itu tak pernah hilang tapi dia makin mencintainya.
Apakah dia akan bersama dengan pujaan hatinya atau dia harus mengubur rasa cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renav Renren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. bikin panik
Setelah mengerjakan pekerjaan rumah, Zafira pun memilih untuk bersantai di ruang tv sambil mengecek pekerjaan yang di kirim oleh Arga dan pak Hasbi.
Jadi keputusan kemarin Zafira tetap memegang restoran dan cafe walaupun dari jarak jauh. Arga dan pak Hasbi akan memberi laporan ke Zafira setiap harinya.
Zafira pun mulai membuka laptopnya sambil di temani oleh keripik kentang dan ice Milo yang dia buat tadi.
Selesai mengecek laporan, Zafira melanjutkan leha-leha dengan menonton K-drama.
Entah kenapa hari ini Zafira tiba-tiba seperti candu sama sekali tak mau beranjak dari tv. Dia hanya beranjak dari ruang tv hanya untuk shalat dan juga cemilan dan minumannya habis.
Bahkan Zafira melewatkan makan siangnya karena malas membuat makan siang.
Beda dengan Zafira, Bagas tampak gelisah dan uring-uringan karena dirinya tidak juga bisa menghubungi istrinya. Rasanya dia ingin langsung kembali ke apartemen tapi itu mustahil karena hari ini hari pertama dia mengerjakan proyek milik kakak iparnya.
Dan banyak yang dia harus dikerjakan dan Bagas juga harus bertemu banyak orang. Mungkin sudah puluhan pesan dan panggil yang Zafira terima dari Bagas tapi tak ada satu pun yang jawab.
Habis ashar Bagas menanyakan ke pengawal yang menjaga istrinya. Apakah istrinya ada keluar apartemen atau tidak?. Tapi para pengawal bilang kalau Zafira tidak keluar apartemen.
" Gimana le bisa di hubungi?." Tanya Bagas yang tadi meminta Leo untuk menghubungi istrinya saat dia harus menemui orang.
" Masih sama aktif tapi tidak di angkat Kalau dilacak ponselnya berada di kamar apartemen kalian " Jawab Zafira.
" Ya Allah, sayang kamu dimana sih?." Gumam Bagas sambil mengacak rambutnya.
" Kamu tenang aja nanti setelah pertemuan dengan pihak walikota. Kamu pulang aja duluan dan sisanya biar aku yang ngerjain. Soalnya prediksi aku kelar bisa malam." Ucap Leo yang kasihan dengan Bagas.
" Tapi kamu nggak apa-apa le "
" Nggak apa-apa dari pada pikiran kamu kacau. Tapi nanti kamu pulang sama satu pengawal dan pengawal satu lagi biar sama aku." Ucap Leo.
" Atur aja, Rasanya aku mau pasang CCTV setiap sudut deh biar tahu Fira ngapain aja di apartemen. Setidaknya nggak kaya gini." seru Bagas.
Menjelang magrib Bagas pun pulang dengan satu pengawal memakai mobilnya. Sedang Leo dan pengawal satunya memakai mobil yang di pakai pengawal.
Jalanan lumayan padat dan mengharuskan Bagas untuk mencari masjid untuk menunaikan shalat magrib terlebih dahulu. Selesai shalat magrib Bagas pun melanjutkan perjalanan sampai ke apartemen.
Jam tujuh Bagas pun sampai di apartemen dan langsung bergegas ke unit nya. Bagas pun langsung menekan kode pintu apartemennya. Saat pintu terbuka ternyata gelap tidak ada lampu yang menyala padahal sudah malam.
" Loh kok gelap Fira kemana?." Bagas pun menyalakan lampu apartemen nya.
Saat Bagas berjalan ke ruang tv, Bagas melihat TV menyala. Bagas pun langsung menyalakan lampu ruang tv.
Bagas langsung melotot sempurna melihat istrinya tertidur dengan pulas di sofa. Rasanya Bagas ingin marah karena istrinya ada di rumah tapi tidak menjawab telponnya. Lega karena istrinya tidak kenapa-kenapa. Kasihan melihat istrinya tidur di sofa yang sudah pasti tidak nyaman. Tapi Bagas hanya bisa menarik napas dan membuangnya perlahan agar emosinya turun.
Entah apa yang di lakukan istrinya terlihat di meja ada bekas bungkus Snack dan juga bekas minuman.
" Yang bangun." Bagas membangunkan Zafira dengan menepuk pelan pipi istrinya.
Zafira kaget dan langsung duduk saat matanya melihat jendela yang belum tertutup menampilkan warna langit sudah gelap. Zafira langsung panik dan bangun berjalan seperti orang bingung.
" Aduh kenapa bisa ketiduran sih? Aduh aku jadi bingung mau ngapain? Mana Aku belum shalat Lagi!. tapi kalau aku shalat dulu sebentar lagi mas Bagas pulang dan aku belum masak! Udah gitu mana berantakan lagi!. Fira mau tuh bodoh banget sih pakai ketiduran." Zafira yang terus mondar-mandir tapi mulutnya tak berhenti mengomel pada dirinya sendiri.
Bahkan Zafira tidak menyadari keberadaan suaminya yang sedang duduk sambil memperhatikan dirinya yang sibuk mondar-mandir.
Bagas hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya.
" Udah mondar-mandirnya." Tanya Bagas yang melihat istrinya berhenti dengan napas ngos-ngosan.
" Eh..." Zafira berlonjak kaget. " Mas...mas Bagas lagi ngapain di situ " Zafira mengeluarkan pertanyaan bodohnya.
" Melihat istrinya mas mondar-mandir kaya setrika. Sudah shalat magrib belum."
" Fira lupa Fira shalat dulu." Zafira menepuk keningnya setelah itu dia pun berlari ke dalam kamar.
Lagi-lagi Bagas hanya bisa menggelengkan kepalanya. Bagas pun langsung membereskan bekas sampah Snack dan minum Zafira yang berserak di meja.
Sampah-sampah dia buang sedangkan piring dan gelas Bagas bawa ke dapur. Sebelum melanjutkan beres-beres Bagas terlebih dahulu memesan makanan online. Karena Bagas sudah dapat menebak kalau istrinya pasti belum masak.
Selesai beres-beres Bagas pun pergi ke kamarnya karena mau mandi. Masuk ke dalam kamar Bagas langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Zafira yang melihat Bagas masuk ke dalam kamar dan langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa menyapanya. Tak terasa air matanya menetes dia sedih karena di cuekin oleh suaminya sendiri. Tapi dia juga tahu kalau dia salah.
Selesai menyiapkan baju ganti suaminya Zafira pun memilih keluar kamar. Dia ingin memasak yang special untuk suaminya supaya tidak marah.
Tapi saat akan masuk ke dapur tiba-tiba bel pintu apartemennya berbunyi. Zafira pun bergegas membukakan pintunya dan ternyata kurir yang mengantar makanan.
Zafira pun kembali ke dapur untuk menyiapkan makanan yang di pesan oleh suaminya. Dan dia akan menunggu suaminya di meja makan.
Selesai mandi dan memakai baju yang di siapkan oleh istrinya Bagas pun langsung menuju meja makan. Bagas melihat istrinya sedang duduk di meja makan sambil menunduk.
Bagas pun menarik kursi dan duduk di depan sang Istrinya.
" Maaf." Suara Zafira bergetar karena menangis.
Bagas yang tahu istrinya menangis pun bangun dari duduknya dan menghampiri istri. Bagas berdiri di sebelah sang istri dan langsung menarik sang istri kedalam pelukannya.
" Kenapa menangis?."
" Maaf Fira nggak bikinin mas Bagas makan malam." ucap Zafira sedih.
" Sudah jangan nangis lebih baik kita makan, Mas sudah lapar banget soalnya tadi siang mas cuma makan sedikit." ucap Bagas yang kini sudah melepas pelukannya dan duduk di samping sang istri.
" Kenapa?." Tanya Zafira.
" Kamu tanya kenapa? Sekarang ponsel kamu kemana?." Tanya Bagas kesal.
" Ah...Aduh mas kemana ya Fira lupa taruh dimana ponselnya." Ucap Fira panik
" Sudah nanti aja carinya? Sekarang ku suapin mas, mas sudah lapar." ucap Bagas.
Akhirnya Zafira pun menuruti keinginan suaminya.
extra part dong kak..🙏🙏
please ada ekstra part donk kak
selalu ditunggu" nih
mksh buat critanya ya thor....
di tunggu trus karya Thor🥰🤭
ayo semangat thor utk lanjut lagi.... semoga sehat selalu.....