NovelToon NovelToon
Universitas BERDARAH (Dendam Cempaka)

Universitas BERDARAH (Dendam Cempaka)

Status: tamat
Genre:Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Horor/Misteri / Dendam Kesumat / Roh Supernatural / Tamat
Popularitas:169.3k
Nilai: 5
Nama Author: Neng Syantik

WARNING!
NO BOOM LIKE! HARGAI KARYA ORANG!


“Permisi! Maaf saya mengganggu, kenapa kamu malam-malam sendirian disini?” tanya Radit.

Wanita itu berhenti bernyanyi, ia sedikit mengangkat kepalanya. Tapi, ia tidak menjawab pertanyaan Radit.

“Hey, Mbak. Kenapa diam saja? Kenapa mbak berada di kelas ini sendirian? Apakah mbak tidak takut?” tanya Radit.

“Saya gak bisa pulang!” sahut wanita itu dengan suara pelan.

“Kenapa?” tanya Radit. Wanita itu hanya menggeleng pelan.

“Saya antar, ya!” tawar Radit. Wanita itu menjawab lagi dengan anggukan kepala.

Radit segera mengulurkan tangannya, wanita itu menyambut tangan Radit yang hangat. Radit terkejut setelah meyentuh tangan wanita itu, tangan yang begitu dingin.

“Kenapa tangannya begitu dingin? Apakah dia sakit?” batin Radit.


.
.
.

Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan tempat dan nama tokoh. Itu semua hanya kebetulan semata. Dan karya ini hasil imajinasi saya sendiri, bukan PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Syantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 26

Sore harinya, Radit, Ibra, Sarah,Farhan dan Toni menunggu kedatangan Papa Harun dan Mama Retno di depan parkiran kampus. Mereka sangat penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh Papa Harun.

“Sebenernya, Papa kamu mau ngapain sih?” tanya Toni. “Kan disini serem kalau udah sore menjelang malam.”

“Iya, gak ingat apa yang di lakukan Cempaka dua hari yang lalu,” kata Sarah.

“Su-su-sumpah, aku ta-ta-takut banget!” sahut Farhan.

Cukup lama mereka menunggu, jam kini sudah menujukan pukul 17:23 sore. Yang artinya akan menjelang magrib. Akhirnya, yang mereka tunggu datang juga. Dari mobil yang berhenti di parkiran itu, turunlah Papa Harun dan Mama Retno.

“Pa, sebenernya mau ngapain sih? Ini udah mau magrib loh!” ujar Radit saat mama dan papa nya sudah turun dari mobil dan mendekati mereka.

“Nanti kalian akan tau,” kata Papa Harun. “Lebih baik, sekarang kita ke mushola dulu. Sebentar lagi waktu shalat magrib tiba.”

Radit, Ibra, Farhan, Toni dan Sarah. Akhirnya mengikuti langkah Papa Harun dan Mama Retno berjalan menuju pojok gedung universitas itu. Yaitu mushola.

Mereka semua melaksanakan shalat magrib berjamaah. Kecuali Sarah yang sedang datang tamu bulanan, tampak gadis itu duduk di depan pintu mushola.

Setelah shalat magrib berjamaah dan berdo’a, Papa Harun mengajak semuanya pergi menuju gedung universitas.

“Om, kenapa mesti masuk? Mau ngapain sih?” tanya Toni dengan rasa penasaran yang tinggi.

“Udah om bilang, nanti juga kalian akan tau,” kata Papa Harun sembari melangkah masuk.

Saat sampai di koridor kampus yang gelap. Papa Harun menghentikan langkahnya, istrinya, Radit dan juga yang lain ikut menghentikan langkahnya mereka.

“Ibra, apa kamu merasakan kehadiran Cempaka?” tanya Papa Harun kepada Ibra. Ibra pun mengangguk.

“Dari tadi, dia memang mengikuti kita,” kata Ibrahim. Tampak, pemuda itu mengusap tengkuk lehernya.

“Pa, papa mau ngapain sih?” tanya Radit. Radit gak mau liat Cempaka, pa!” ujar Radit. Pemuda itu segera mendekati mamanya, ia memeluk tangan mamanya dengan erat.

“Cempaka, keluarlah. Aku di sini, aku akan dan anak-anak ku akan membantumu,” kata Papa Harun. Membuat mata Sarah, Farhan dan Toni mendelik lebar.

“Om, Farhan gak ma-ma-mau i-i-ikut ahh. Ta-ta-takut!”

Cempaka yang memang sedari tadi mengikuti, segera menampakan wujudnya.

“Cempaka!” panggil Papa Harun.

“Harun,” Cempaka menatap Papa Harun dengan tatapan sedih.

Papa Harun melirik istrinya, Mama Retno yang mengerti maksud Papa Harun, segera mengangguk.

“Cempaka, apa yang terjadi padamu?” tanya Papa Harun. “Kenapa kamu bisa begini?”

Ibra berdiri di samping Papa Harun, Radit memeluk Mamanya, sedangkan Farhan, Sarah dan Toni saling merapatkan tubuh mereka satu sama lain.

“Mereka kejam, mereka kejam, Harun!” jawab Cempaka. Sosok itu saat ini, seperti tidak berdaya.

“Mereka siapa? Katakan, agar kami bisa membebaskan kamu dari jerat dunia ini,” kata Papa Harun pada Cempaka yang tepat di hadapannya.

“Katakan Cempaka! Percayalah padaku, kami semua akan membantumu.”

Cempaka menatap Radit yang sedang memeluk Mama Retno. Papa Harun mengikuti arah tatapan Cempaka.

“Cempaka!” panggil Papa Harun. Sepertinya, pria setengah paruh baya itu takut, kalau-kalau Cempaka menginginkan putranya.

“Dia sangat mirip seperti mu,” kata Cempaka. Nampaknya arwah itu mengingat masa lalunya saat bersama Harun.

Setelah itu, sosok Cempaka menghilang. “Cempaka, kemana kamu?” teriak Papa Harun. Pria setengah paruh baya itu melepaskan kaca matanya.

“Dia masih di sini om,” kata Ibra. “Sebentar lagi, dia akan kembali menampakan wujudnya atau bisa jadi, dia akan meminjam tubuh salah satu dari-“ Belum lagi, Ibrahim menyelesaikan perkataannya. Toni dan Farhan sudah berteriak dan segera mundur dari dekat Sarah.

“Aaaakkhhhh!” teriak Toni.

“E-e-emak!” teriak Farhan tak kalah keras dari Toni.

“Ihihihihihik!” Cempaka terkikih. Saat ini, ia merasuki tubuh Sarah.

“Sa-sa-sarah ja-ja-jadi Cempaka,” kata Farhan sembari ikut Radit memeluk Mama Retno.

“Bu-bu-bukan jadi Cempaka, ta-ta-tapi di rasukin!” Toni membenarkan perkataan Farhan.

“Ke-ke-kenapa ikut ga-ga-gagap?” tunjuk Farhan pada Toni.

“A-a-aku panik!” seru Toni. Ia bersembunyi di punggung Ibra yang tampak sangat tenang.

“Bi-bi-bilang aja nge-nge-ngeledek!” cetus Farhan.

“Cempaka, kenapa kamu merasuki Sarah?” Ibra angkat bicara.

“Aku hanya meminjam, tidak akan menyakitinya,” ucap Cempaka yang berada di dalam tubuh Sarah.

“Cempaka jahat banget, Radit makin gak suka,” kata Radit. Ia seperti anak kecil yang sangat manja kepada Mamanya.

“Jelaskan lah Cempaka, hari sudah semakin malam,” kata Papa Harun.

Cempaka pun menceritakan semuanya, semua yang ia alami setelah Papa Harun meninggalkannya pergi ke Negera tetangga untuk melanjutkan pendidikannya.

Flashback On

“Aku bakal pindah ke Singapura, aku harap kamu mau nunggu aku,” kata Papa Harun kepada Cempaka yang duduk di hadapannya. Kini, kedua anak manusia itu sedang duduk di taman yang ada di depan universitas garuda.

Saat itu, usia Papa Harun dan Cempaka baru menginjak usia 21 tahun.

“Berapa lama kamu disana?” tanya Cempaka. Gadis cantik, tapi dari kalangan masyarakat miskin. Ia dapat berkuliah karena memiliki otak yang cerdas, hingga ia mendapatkan beasiswa di kampus ternama di kota itu.

“Mungkin setahun, dua tahun atau mungkin bisa lebih lama lagi,” kata Harun. “Tapi, kamu tenang aja gak akan ada perempuan lain. Cuman kamu, kita bakal sehidup semati.” Harun menarik Cempaka kedalam pelukannya.

Tanpa mereka sadari, Seorang gadis melihat semua itu. Dialah Lastri, putri orang yang cukup kaya di kota itu. Ia sudah lama menyukai Harun, yang memang notabe nya adalah anak orang kaya.

“Aku akan beri perempuan jal*ng itu pelajaran, dia gak boleh memiliki Harun!”

.

.

.

BERSAMBUNG!

1
Qaisaa Nazarudin
Tuh kan Jiwanya udah di ambil oleh Cempaka..
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang ini ulah Cempaka yg ingin mengambil Radit utknya..
Qaisaa Nazarudin
Jangan lah,Darto melakukan semua itu karena Dipaksain oleh duo dakjal itu.
Qaisaa Nazarudin
Kejam banget Nih Cewek,kenapa gak siksa dia aja bukan anaknya??
Qaisaa Nazarudin
Setelah Cempaka Mati apakah kamu mendapatkan Harun?? Gak kan?? Yang ada kamu sudah menjadi seorang PEMBUNUH hanya karena seorang pria,bego banget jadi cewek..
Qaisaa Nazarudin
Mmg Pantes anaknya mati kayak gitu,Anaknya juga kelakuan kayak bapak nya..
Qaisaa Nazarudin
Pantesan Jony gitu kelakuannya ternyata turunan dari bapaknya..
Qaisaa Nazarudin
Makanya jangan suka ikut campur,Udah di wanti- wanti juga tapi masih aja ikut campur..
Qaisaa Nazarudin
😳😳😳😆😆😆😆Dari deg degan lamgsung ngakak dengar kejelasan Radit ke Bokap nya..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Hadeeuuhh ini si gagap diam aja deh..Malah bilang kerjaannya hantu segala,Kamu pikir Polisi itu percaya itu kerjaan hantu,Yang ada kamu yg dikira gila..
Qaisaa Nazarudin
Oh Jony anaknya Lastri, kalau gitu pantesan mati,Kan Lastri pelaku utama nya..
Qaisaa Nazarudin
Ckk Ibra ganggu aja..harusnya Cempaka kunci pintu nya dulu baru bunuh tuh si Jony..Aelah
Qaisaa Nazarudin
Lha ini anak siapa lagi? anak Lastri? Kan Cempaka bilang satu persatu anak2 yg sudah membunuh nya akan muncul sendiri dan ngumpul dikampus Garuda itu..
Qaisaa Nazarudin
Oh ternyata nenek yg ditolong Radit waktu itu nenekmya Ibra..
Qaisaa Nazarudin
Lebih baik dipanggil JENAZAH nya Lidia,Bukan MAYAT..
Qaisaa Nazarudin
Ayah Lidia,Ayah Jony dan Ayahnya Radit di masa lalunya Cempaka,Terus Ortunya Sarah?
Qaisaa Nazarudin
Waahh makin penasaran,Apa mungkin ortunya Jony dan Ortunya Radit itu temennya Cempaka dulu sebelum kejadian?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Nama peran nya ketukar2 mulu,gak konsisten..
Qaisaa Nazarudin
Waah ceweknya pak Harun nih kayaknya? Terus kenapa bisa mati tuh cewek?
Qaisaa Nazarudin
Kok Rendi? Radit kan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!