NovelToon NovelToon
SANGKAR DERITA WANITA MALAM

SANGKAR DERITA WANITA MALAM

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Andhig Rosdiana

​Kirana adalah lambang keindahan alami desa yang polos. Namun, dunianya runtuh seketika saat sang bapak berpulang. Sebagai anak sulung, beban berat kini berpindah ke pundaknya. Demi menyambung hidup adik-adiknya dan membiayai pengobatan ibunya yang sakit-sakitan, Kirana memantapkan hati untuk mengadu nasib ke kota besar.
​Namun, kota besar tidak seramah impiannya. Terjebak dalam kepolosan dan keputusasaan, Kirana dikhianati oleh makelar tak berhati dan menjadi korban perdagangan manusia. Ia dijual ke sebuah tempat prostitusi kelas atas di Valerion—sebuah kota metropolitan yang megah di luar, namun busuk dan kejam di dalamnya.
​Di balik jeruji emas tempat bordil tersebut, Kirana dipaksa menanggalkan keluguannya dan berubah menjadi wanita malam. Di sinilah kisah perjuangan Kirana dimulai: sanggupkah ia menjaga secercah cahaya di hatinya yang mulai menggelap, atau ia akan selamanya terperangkap dalam sangkar derita tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andhig Rosdiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LANGKAH PERTAMA DIUDARA BEBAS

​Dua minggu berada di dalam ruang isolasi apartemen Raditya akhirnya membuahkan hasil. Pagi itu, saat Kirana membuka perban terakhir yang melilit lengan kirinya di depan cermin kamar mandi, yang tersisa hanyalah guratan garis merah muda tipis—sebuah tanda parut yang akan selamanya bertengger di kulitnya.

​Lebam di sudut mata dan pipinya telah hilang sepenuhnya. Wajah tirusnya kini memancarkan kesegaran yang alami, dengan gurat kedewasaan yang jauh lebih matang daripada sebelum ia diseret ke Velvet Rose. Dokter Hendrik yang datang melakukan pemeriksaan terakhir malam sebelumnya bahkan menggelengkan kepala tidak percaya, menyebut pemulihan Kirana sebagai sebuah keajaiban medis yang didorong oleh kekuatan tekad yang murni.

​Kirana keluar dari kamar mandi dengan langkah yang tegap, tidak ada lagi keraguan atau rasa nyeri yang menahan gerakannya. Di ruang tengah, Raditya sudah menunggu dengan sebuah kotak karton besar di atas meja.

​"Hendrik bilang kamu sudah dinyatakan pulih total," ujar Raditya, melirik ke arah Kirana yang kini berdiri tegak di depannya. "Dan sesuai kesepakatan kita, hari ini adalah hari pertama kamu kembali ke dunia luar."

​Raditya menggeser kotak itu ke hadapan Kirana. "Buka."

​Kirana membuka penutup kotak tersebut. Di dalamnya terdapat setelan pakaian baru yang elegan: sebuah blazer potongan modern berwarna hitam pekat, celana kain senada, dan sepasang sepatu hak rendah yang kokoh. Di sudut kotak, terdapat sebuah kacamata hitam dan sebuah kotak kecil berisi ponsel pintar baru.

​"Pakaian dan identitas barumu," jelas Raditya. "Mulai hari ini, di dokumen resmi manapun yang dikeluarkan oleh sistem Raditya Group, namamu adalah Kiran—asisten pribadi yang baru aku rekrut dari luar kota. Tidak akan ada yang menghubungkanmu dengan gadis desa berbaju kurung yang dicari-cari di Distrik Amethyst."

​Kirana mengambil blazer hitam tersebut, meraba bahunya yang kaku dan jahitannya yang rapi. Saat ia mengenakannya di atas kemeja satin putih, pakaian itu melekat sempurna di tubuhnya, seolah-olah menjadi baju zirah baru yang siap melindunginya dari tatapan dunia yang kejam.

​Ia memasukkan ponsel baru ke dalam saku blazernya, lalu memakai kacamata hitam yang disediakan. Saat ia menatap pantulan dirinya di dinding kaca apartemen, Kirana hampir tidak mengenali dirinya sendiri. Gadis desa yang naif dan penuh belas kasihan telah terkubur dalam-dalam; yang berdiri di sana sekarang adalah sosok wanita kota yang berwibawa, dingin, dan menyimpan misteri besar di balik langkah kakinya.

​"Terima kasih, Raditya," ucap Kirana, suaranya terdengar mantap tanpa ada getaran emosi.

​Raditya mengambil kunci mobilnya dari atas meja kerja. "Ayo. Mobil sudah siap di basemen bawah. Aku akan membawamu melihat kantormu yang baru. Ini waktunya kamu melihat bagaimana dunia luar bergerak setelah kamu meninggalkannya."

​Pintu apartemen terbuka, dan untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu terkurung dalam rasa sakit dan penyembuhan, Kirana melangkah keluar. Koridor gedung yang sunyi menyambut derap langkah sepatunya yang mantap.

​Saat lift membawanya turun menuju lantai dasar, Kirana merasakan embusan udara AC yang dingin menerpa wajahnya. Jantungnya berdetak dalam ritme yang tenang namun konstan. Proses membasuh luka telah usai, raganya telah pulih tanpa cela, dan kini, dengan identitas barunya sebagai Kiran, ia siap menapakkan kakinya kembali di atas aspal Kota Valerion yang keras.

1
andhig Rosdiana
untuk 2 hari kedepan author belum bisa up dulu ya suy ... author mau servis hp dulu ... author hbs kebobolan di tol Bekasi ,buat teman " yang mau bepergian hati " ya jangan teledor macam author ,hari ini aku double up ya suy 😍
andhig Rosdiana
jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen ya suy🤗 tongkronganin juga novel aku berjudul cincin pesugihan dan bisikan lukisan berdarah 😍
andhig Rosdiana
/Chuckle/
andhig Rosdiana
jangan lupa like dan koment nya ya suy , mampir juga di novel terbaru aku bisikan lukisan berdarah ...🤗
Mega Arum
knp kota nya trsa asing.. Pdhl desa nya sprti khdpn Indo,
andhig Rosdiana: mau buat kota imajinasi aja kak ...tapi terlewat terlalu fantasi 🤗
total 1 replies
andhig Rosdiana
jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen ya suy 😍
andhig Rosdiana
yuk yang suka novel horor mampir ya dinovel aku yang berjudul cincin pesugihan udah rilis. 🤗😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!