Zico Revan Pradipta, pemuda berusia 21 tahun yang jatuh cinta pada sosok wanita yang usianya tiga tahun lebih tua darinya. Ia bernama Aluna, seorang piatu yang ditinggal pergi ibunya sejak balita sampai akhirnya ia hanya tinggal berdua dengan ayahnya yang begitu galak dan sangar. Rasa kesepian ayahnya itulah yang membuat Aluna begitu di jaga ketat sampai tak ada satupun pria yang berani mendekati Aluna.
Tapi tidak dengan Zico, ia begitu gigih memperjuang kan cintanya meski sang calon mertua begitu keras menentang. Hingga akhirnya Ayah Aluna mulai memberi syarat syarat konyol demi bisa mejadi menantunya.
Apa saja syaratnya?
Bisakah Zico menjalankan semua yang di inginkan ayah Aluna?
Hingga akhirnya ia harus memilih antara maju atau mundur?
Ini kisah comedi romantis..
InshaAllah konflik gak berat alias ngikut alur aja.
Siapkan cemilan di pojokan ya 😘😘
Yang mungkin baru mampir dan marathon jangan lupa like komen, poin Vote dan koin ya 🤣🤣🤣
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bambu!
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Usai makan nasi liwet dan teman-temannya, Zico berpamitan untuk menjauh sejenak. Dan samping rumah MangMun adalah pilihan yang tepat.
Tapi, baru saja Lima menit ia disana nyatanya Aluna datang menghampiri.
"Zee... " dirasa namanya di sebut tentu pria tampan itu langsung menoleh lalu tersenyum.
"Ko dimatiin, gak apa-apa terusin aja" ucap Aluna saat melihat Zico mematikan roko lalu membuangnya.
"Aku gak suka ngeroko deket orang, Al" jawabnya jujur.
"Kenapa?" tanya Alunan bingung, karna Bapak sepertinya biasa saja dan bisa dimana saja menikmati itu.
"Aku gak mau asap rokok ku kena orang lain, terlebih kamu"
Aluna yang mendengar itu semua memalingkan wajah merona nya, ia tak mau Zico tahu semerah apa wajah cantiknya kini.
"Aku gak lagi gombal, Al. Emang aku gak suka aja kecuali di tempat tongkrongan yang semuanya ngeroko kaya aku" sambungnya Zico lagi sambil sedikit terkekeh gemas.
Aluna yang kini duduk si samping Zico pun meminta pria itu untuk membersihkan diri karna hari semakin sore, tapi Zico terpaksa menolak karna tak ada baju untuk ia salin malam ini.
"Ada baju sepupu laki laki ku, mungkin ada yang masih bagus dan layak di pakai olehmu" tawar Aluna.
Zico yang tadi sempat menolak akhirnya mengangguk pasrah, tak ia pungkiri memang tubuhnya terasa lengket saat berjalan di sawah dan makan dengan sambal terasi yang mampu membuat keringatnya bercucuran.
"Al, disini gak ada signal ya, kok susah banget sih?" tanya Zico yang di buat pusing karna tak bisa menghubungi keluarganya termasuk sang Mommy.
"Ada, tapi jarang. Hilang timbul gitu. Kalau mau signal kuat kamu naik aja ke atas pohon" sahut Aluna sambil menunjuk pohon nangka yang tinggi menjulang di hadapan mereka yang jaraknya Lima meteran dari posisi duduk keduanya.
"Waduh, aku naik pohon?"
"Iya, kenapa? jangan bilang gak bisa dan gak pernah ya" ledek Aluna.
"Naikin cewe aja belum nyobain!" gumam Zico seraya menggaruk kepalanya yang
tak gatal.
*******
Usai membersihkan diri dan meminjam baju Budi, sepupu Aluna anak dari MangMun dan BiDar, kini ia ke melangkah teras depan berbaur dengan Bapak yang sedang mengobrol dengan adiknya kandung satu-satunya. Sedangkan Aluna membantu BiDar memasak di dapur.
"Apa pria tampan itu kekasihmu?, bapakmu bilang ia calon suamimu" tanya BiDar sedikit penasaran.
"Bukan, Bi. Entahlah, ia selalu mengatakan itu pada Bapak padahal kami tak punya hubungan apapun dia hanya sekadar Bos ku di tempat kerja." jawab Aluna yang kadang ia sendiri bingung dengan setiap ucapan Zico yang tutur katanya nyeleneh tapi sorot matanya begitu serius.
"Bibi doakan yang terbaik untuk mu, kalau kalian berjodoh bukannya itu baik?"
Aluna hanya tersenyum kecil, ia tak berani berharap lebih karna cukup tahu diri siapa ia sebenarnya.
Masakan sederhana yang sudah siap diatas tikar ruang tengah kini tinggal menunggu untuk santap. Aluna pun memanggil tiga pria yang masih mengobrol di teras untuk masuk dan makan bersama.
"Kok gak pake daun lagi?" bisik Zico yang duduk disisi Aluna.
"Protes terus!" cetus Aluna seraya melirik kearah Zico dengan skor matanya.
"Mari makan, maaf ya hanya ada hidangan ini saja" ucap BiDar basa basi.
Aluna mengambil satu piring untuk Zico, ia tuangkan nasi, ikan goreng dan sayur di atasnya.
Zico yang menerima piring tersebut mengernyit kan dahi kebingungan, begitu pun dengan Aluna yang merasakan hal sama saat melihat raut wajah Zico.
"Kenapa?"
"Ini sayur apa?" tanya Zico.
"Oh, ini sayur Rebung, enak deh kamu cobain dulu ya" titah Aluna sambil menahan tawa.
"Rebung itu apa?" tanyanya lagi.
"Bambu!" sahut Bapak dengan nada santai yang sambil menyuapkan nasi kedalam mulutnya dengan lahap.
.
.
.
Astaga... kamu pikir aku tuh PANDA disuruh makan BAMBU????
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Rebung tuh Iwung ya kalo disini mah, entah kalo di daerah kalian 🤣🤣🤣
Zico kalo sampe bisa makan keren Oey! gue aja gak doyan soalnya 🤭🤭🤭