NovelToon NovelToon
Ternyata, Sahabatku Mertuaku

Ternyata, Sahabatku Mertuaku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:450.8k
Nilai: 4.4
Nama Author: najwa aini

Setelah lebih dua tahun menjalankan pernikahan dengan lelaki yang tak pernah mencintainya, akhirnya Sherin Mumtaza menyerah. Ia putuskan untuk membatasi kesabarannya karena menyadari bahwa cinta Alarick William—sang suami— tak akan pernah bisa,ia genggam selamanya.

Tapi di saat langkahnya mantap untuk meninggalkan segala harap yang tertuang dalam doa permohonan, Sherin dihadapkan pada sebuah kenyataan yang membuat langkahnya harus berhenti dan tetap memilih bertahan.

Quinsha Daneen—sahabat Sherin—juga mengalami kisah cinta tak jauh beda darinya. Hampir dua tahun ia menyebut nama Bayhaki Arfan dalam doanya, tapi berakhir dengan lelaki itu melabuhkan hati pada satu nama, yang bukan namanya.

Di saat bersamaan, hadir seorang Rafardhan Malik yang seolah datang sebagai penawar luka. Namun sebenarnya, artis muda terkenal itu, hanya ingin membawa Quinsha dalam pusaran luka di masa lalu yang belum selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Tak Bertuan 25

Merasa kalau suara itu cukup familiar, Alarick memutar kepalanya memerhatikan. Dan kini tak hanya suaranya saja, wajah perempuan yang sedang sibuk menelepon itu juga terasa sangat ia kenal. Lelaki empat puluh tahun itu melangkah mendekati, tanpa melepas tatap mengamati. Setelah mendapatkan ingatannya kembali, tentang siapa adanya wanita bergaun kuning ini, Alarick segera menyapa, bersamaan dengan perempuan itu sudah menarik lepas ponsel dari telinga.

“Mbak Risa.”

Wanita bergaun kuning itu membawa seluruh tubuhnya menoleh pada seseorang yang menyebut namanya. “Ya, siapa ya?” tatapannya mengutas tanya seraya menyapu wajah tampan Alarick di depannya.

“Alarick, Mbak.”

“Ooh. Alarick William rupanya.” Risa, wanita itu dengan cepat mendapatkan ingatannya.

“Alarick saja,” sanggah Alarick yang enggan ada nama William disematkan di belakang namanya.

Risa, wanita itu hanya tersenyum dengan tatapan mengarah pada Alarick memerhatikan dengan seksama.

“Apa kabar, Mbak?” tanya Alarick setelah sepersekian menit, Risa hanya menatapnya saja tanpa ada mengucap kata.

“Baik, kamu sendiri?”

“Seperti inilah, Mbak.”

Saat itulah kemudian, Sherin yang melihat suaminya sedang bicara dengan orang yang tak dikenal, segera menghampiri dan bertanya, “Siapa, Mas?”

“Mbak Risa,” jawab singkat Alarick bahkan tanpa menatap Sherin. “Ini, Sherin, Mbak. Istri saya.” Alarick segera mengenalkan Sherin karena tatap mata Risa yang langsung mengarah pada wanita berhijab itu dengan seksama.

“Oh, ini istri kamu,” sambut Risa dan kemudian segera menjabat tangan Sherin yang sudah mengulurkan tangannya terlebih dahulu, keduanya saling menyebutkan nama.

“Sudah lama menikah dengan Alarick?” tanya Risa pada Sherin. Hal itu karena ia melihat perbedaan usia yang cukup jauh antara Alarick dengan istrinya itu.

“Belum sampek tiga tahun, Mbak,” sahut Sherin diiring senyum ramah.

“Syukurlah Rick, kamu sudah menjalani hidupmu dengan bahagia,” ucap Risa pada Alarick. Lelaki itu menanggapinya dengan sebaris senyuman tipis.

“Bagaimana kabar seluruh keluarga di sana, Mbak?” Alarick mengalihkan pertanyaan.

“Ya, semuanya baik,” sahut Risa.

“Mas Rendi, apa masih tetap kerja di Jakarta?” tanya Alarick antusias, nyata sekali dari tatap matanya kalau ia sangat senang bisa berjumpa dengan Risa. Tapi berbanding terbalik dengan Risa yang justru memperlihatkan ekspresi yang biasa saja. Bahkan terlihat datar dan ingin segera mengahiri percakapan.

“Tidak. Mas Rendi sudah kerja di Kota ini juga.”

“Syukurlah, Mbak. Jadi semuanya sudah berkumpul di sini ya,” ucap Alarik dengan tersenyum cerah. Sherin memerhatikan suaminya ini dengan seksama, seingatnya inilah pertama kalinya ia melihat Alarick tersenyum lepas seperti ini.

Sherin mengalihkan pandangannya pada Risa dengan batin yang bertanya-tanya, siapa sebenarnya wanita cantik di depannya ini? Kalau dia orang dari masa lalunya Alarick, tapi kenapa suaminya itu justru memanggilnya ‘Mbak’.

“Ya, anak-anakku juga sekolah dan kuliah di kota ini juga, gak ada yang di luar kota, kecuali si sulung,” terang Risa menyambut ucapan dari Alarick.

“Si sulung Denara, ya Mbak?” Alarick bertanya lebih lanjut. Terlihat sangat bersemangat dengan cerita Risa.

“Bukan Denara. Tapi Rafa,” jelas Risa.

“Rafa? Kata mas Rendi putri sulung kalian, namanya Denara?”

“YA, Benar. Rafa itu putera Kanaya,” sahut Risa sembari memasukkan ponselnya ke dalam tas sandang. Sepertinya wanita itu mulai bersiap untuk pergi.

“Apa, Mbak? Putera Kanaya?” tanya Alarick dengan tercekat.

Gerakan tangan Risa langsung terhenti seketika dengan pertanyaan tersebut. Ia seperti sudah baru menyadari, kalau apa yang telah diucapkannya baru saja itu, adalah hal justru tidak boleh diketahui siapa pun.

“Alarick, maaf ya aku harus segera pergi,” pamit Risa segera tanpa menjawab apa yang ditanyakan oleh Alarick.

“Mbak tunggu! Tolong jawab pertanyaan saya dulu,” pinta Alarick sambil melangkah kian dekat. “apa benar anaknya Kanaya masih hidup?”

“Aku gak tau, Rick," jawabnya tegas.

“Saya mendengar mbak Risa menyebut hal itu barusan.”

“Mungkin kamu hanya salah dengar. Aku tak mengatakan begitu kok,” kilah Risa dan segera hendak berlalu. Tapi dengan cepat Alarick menghadang langkahnya.

“Saya mohon, Mbak. Saya berhak tau jika memang anak saya masih hidup,” harap Alarick sepenuh hati.

“Anak kamu?” kaget Risa. Dan tak hanya Risa, Sherin juga menampakkan kekagetan yang sama.

“Anak Kanaya adalah anak saya, Mbak. Mbak Risa tau itu. Dan saya berhak tau kalau memang anak saya masih hidup,” tegas Alarick dan dia tak peduli kendati beberapa pasang mata dari sesama pengunjung apotek itu jadi memerhatikan mereka.

Risa, wanita itu hanya menghela napas berat, menggeleng singkat, dan gegas hendak teruskan langkah. Tapi lagi-lagi Alarick menahannya dengan ucapan memohon, "Mbak, Saya mohon. Jawab saya dengan jujur!"

“YA. Anak kamu dan Kanaya memang masih hidup. Puas kamu,” tandas Risa dan segera membalikkan badannya untuk berlalu.

1
Rahmawati Putri Harsap
masya allah suka ceritanya kak dari kisah Aura dan Arres tdk perna bosan baca dari awal sampai akhir🥰🥰🥰
Rahmawati Putri Harsap
suka ceritanya 🥰🥰🥰🥰🥰
YuWie
istri imitasi..heheh
Deuis Lina
selalu ada pelajaran yg baik dan harus d ambil d setiap bab dan d setiap novel yg kak nazwa tulis terimakasih pencerahannya ,,,terus berkarya dan sehat teruus
Najwa Aini: Amiin Ya Rabb..
Hanya dua kata utk semua kebaikan hati kakak...
Terima kasihh...🥰🥰🥰
total 1 replies
Deuis Lina
wow sweet banget aku gak bosen baca novel ini berkali kali aku ulang2 v tetep aja bikin guemes sama pasangan ini,,,
Deuis Lina
sama rafardhan Tante quinshanya
Isti Qomah
kak, knpa novel yg brjudul Bertaruh Cinta Diatas Takdir blm up lg,,
msh stia menunggu kisan Meidina & Irfan Arafka Wafdan,, Davinna & Ra Fattan..
Isti Qomah
wah jangan2 nanti jodoh ny Quinsha anak ny Alarick lg,, kalau Alarick aja adik mertuanya Aura..
kurnia rahayu
Luar biasa
Ayudisa Mecca
tor, itu novel judul dia bukan surgaku kenapa di hapus..
aq nunggu kelanjutanya lho
Ayudisa Mecca: aq tunggu ya..
semangat💪
total 2 replies
Zahwa Putri Bunda
aku bantu promosikan kak...ayo semua yg baca novel ini baca ya... bertaruh cinta di atas takdir..cerita tentang Irfan arafka wafdan...sangat...sangat ..bangus ceritanya....di jamin gak bakalan kecewa ..👍🏻👍🏻
Najwa Aini: Alhamdulillah.. Terima kasih banyak ya kk
total 1 replies
Zahwa Putri Bunda
aku suka dengan karakter Raffa kak...terkesan slenggekan,cuek,tapi menghanyutkan...😄😄
Zahwa Putri Bunda
saya heran deh...novelnya kak Najwa itu bagus² Lo..tapi kenapa komennya selalu dikit ya..ayo kak..tetep semangat...aku dukung semua novel kak Najwa...👍🏻👍🏻👍🏻
Najwa Aini: Alhamdulillah kak..sudah menilai novelku bagus2..
mungkin rejekinya aku di NT hanya sebatas ini kak..yg like dan yg komen dikit..
Dan terima kasih banyak utk kakak atas dukungannya ya
total 1 replies
Rissa Reviana
Luar biasa
Risa Aprilia
ceritanya bgus,, tp bnyk typo di tanda baca di beberapa part,,lumayan bikin rada puyeng bacanya,,
Rubiyanti
Kecewa
Rubiyanti
meleleh thor
Rubiyanti
Kecewa
Rubiyanti
bagus banyak ilmunya
Wahidah Husni
Biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!