NovelToon NovelToon
Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Chicklit / Tamat
Popularitas:117.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hazhilka

(Revisi)
Novel ini menceritakan tentang gadis yang mengalami kecelakaan yang membuat hidupnya berubah. hingga akhirnya menuntun hidupnya pada satu takdir.

mampukah ia bertahan dalam penekanan baik internal maupun external. karena ketika ia bangun ia harus bertarung dengan yang mengubah seluruh hidupnya.

bahkan pria yang ia cintai membuang dirinya.

"sakit mengajari aku banyak hal".Jasmine

"jangan pernah nyerah hanya karna keadaan kita sekarang".Inka

"jangan berjanji lagi untuk kali ini. kalau ga bisa yakin untuk kembali".Ochi

"bagaimana bisa aku pergi darimu dan merelakanmu jika kamu yang selalu ada di mimpiku". Dea

" Pada akhirnya akulah yang merusak mereka semua. akulah penyebab mereka menjadi menderita. akulah. akulah . sampah itu".
lelaki tampan itu mengutuki dirinya sendiri.

ia mengingat dan menyesali perbuatannya. bahkan takdir masa lalunya pun membuat semua orang menderita.

hai readers ini Novel pertamaku..no judge only critics please....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hazhilka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duo Dra and Tin Tin

Saat Duo Dra ini berdiskusi ria tentang tema resepsi pernikahannya Indra. Hingga sampai menggosipkan teman mereka yang satu lagi. tanpa sadar kalau yang di gosipkan sudah berada di belakang mereka dari sekitar tujuh belas menit lewat.

Di dua puluh menit yang lalu...

Justin memasuki coffee shop yang berada di ujung jalan dari kantor cabang miliknya. Ia menemukan dua sahabatnya sedang asyik ngobrol di teras samping Coffee shop yang mengarah jalan persimpangan.

Baru beberapa langkah mendekat ke arah mereka. Ia mendengar namanya di sebut cukup lama dalam obrolan kedua sahabatnya itu. Justin langsung saja menghentikan langkahnya. Membiarkan mereka berbicara. Sekaligus menguping pembicaraan dua pria itu dari kursi yang membelakangi mereka. Ia melirik jam tangan mahalnya. Sudah lebih dari lima belas menit duo Dra itu membicarakan dirinya.

Saat ini Andra sedang menyulutkan sebatang rokok di bibirnya yang sedikit coklat. Andra memang seorang perokok aktif. Saat Andra mengacungkan beberapa jarinya sebagai tanda memesan ulang kopinya. Di situlah ia melihat seseorang yang memang sangat ia kenal sedang menatap tajam ke arah mereka.

Andra yang masih menjepit rokoknya diantara bibirnya sempat terdiam. Lalu memasang sikap masa bodo memanggil sahabatnya itu. Seperti biasa Ia memanggilnya tanpa merasa ada kejadian apapun.

"Bro Tin-tin!" Andra berseru seraya berdiri. Ia mendekat ke Justin dan menyuruhnya duduk di dekat kursi yang ada. Lalu Andra kembali menambah satu pesanan lagi untuk Justin.

Justin bangun. Ia berpindah ke kursi yang ada dihadapan mereka berdua. Dengan posisi membelakangi pandangan keduanya yang menghadap jalan. Justin melipat kedua tangannya lalu menaikkan kaki kanannya bertumpu pada kaki kirinya dan menatap mereka berdua. Yang di artikan, ia meminta penjelasan atas gunjingan mereka berdua kepada dirinya. Meskipun sebenarnya Justin tahu. Bahwasannya gunjingan tersebut mengenai kritik atas sikap Justin selama ini. Apalagi yang menyangkut tentang wanita.

Sebenarnya ia tak mempermasalahkan jika kedua sahabatnya itu mengkritik sikapnya yang memang serba terlalu. Bahkan ia selalu bersyukur. Ketika ia kehilangan teman terbaiknya seperti Nadira. Ia malah di pertemukan dua teman konyol dan tulus seperti dua orang ini.

Yah, Tuhan memang adil. Ketika ia kehilangan seseorang. Ia diberi ganti dengan dua orang istimewa yang ada di hadapannya sekarang.

"Hai Tin, ini si Indra mau bikin resepsi kawinan yang temanya pesta kebun teh pahit," ucap Andra yang tabiatnya suka bercanda.

Andra mencoba mencairkan suasana yang tiba-tiba suram akibat kedatangan Justin. Serta menghilangkan rasa canggungnya. Komentar yang terlalu banyak terlontar dari mulutnya untuk Justin membuat pria itu diam-diam merasa tak enak hati.

Indra yang tengah menyibukkan diri pada ponselnya langsung saja menatap ke arah Andra. Sementara Justin memutar bola matanya malas.

"Candaannya lu, apa ga ada yang laen selain yang berhubungan ama temen lu sendiri?" tanya Justin sewot.

Andra terkekeh. Sedangkan Indra tersenyum. Geli melihat tingkah Andra yang seperti anak kecil yang lagi terkena omelan oleh emaknya.

Akhirnya candaan Andra juga lah yang mencairkan suasana. Suasana yang tadinya sedikit tegang akibat sikap Justin yang tadinya berpura-pura nge-bossy.

"Iya, nih si Andra. Ada aja sela buat becandain kita," timpal Indra.

"Dari pada becandain orang lain, mendingan kan, teman sendirilah," jawab Andra santai.

"Memang dasar lu, Andra!" ucap Indra.

"Oye, emang bisa ye begitu?" tanya Justin bernada ejekan untuk keduanya.

"Yah, kenapa enggak, kita bisa gantian kok, itu gunanya kawan, ya, enggak?" sahut Andra dengan kekehan.

"Enggak," jawab keduanya kompak.

Andra pun terkekeh melihat kedua karibnya itu. Sementara Justin dan Indra terdiam tak senang lantaran jarang bisa membalas atas candaannya Andra untuk mereka.

"Ya udah, kita bahas lain aja yok," ajak Andra yang berniat memperbaiki mood kedua sahabatnya yang rusak karena dirinya juga.

"Tu, kopi lu datang," ucap Andra seraya menunjuk ke arah pelayan yang datang membawa pesanan mereka.

Akhirnya ketiga pria tampan itu membahas tentang kopi dan makanan sore itu. Jingga merambah kemanapun yang berhubungan dengan kopi. Sampai akhirnya suasana hening seketika. Ketiganya terlalu larut dalam harumnya kopi saat mereka menghirupnya. Lalu menyeruputnya dalam kenikmatan.

"Ah, mantap," gumam ketiganya di hati.

Andra kembali menyulut rokoknya. Netranya menatap ke arah jalan dimana orang-orang dan segala macam kendaraan berlalu lalang. Diikuti Indra dan juga Justin. Masing-masing ketiganya larut dalam pikirannya saat melihat aktivitas jalan kota di sore seperti ini.

Beberapa menit kemudian...,

"Memangnya kalian berdua ga punya target buat menikah apa?" tanya Indra tiba-tiba yang sengaja mengalihkan topik pembicaraan.

Pria itu tersadar saat melihat kedua karibnya yang asik melamun sambil menatap jalan raya. Tak ingin di acuhkan, ia pun terpaksa membuka suara melalui pertanyaan seperti ini.

"Memangnya kalian berdua ga punya target buat menikah apa?" tanya Indra tiba-tiba yang sengaja mengalihkan topik pembicaraan.

***

Hai, readers. Mohon dukungannya untuk karya ini. Dengan memberikan Like, Vote, Subscribe dan komentarnya.

Terima kasih

By

Hazhilka ❤️

1
Zahara Syarifah
Tes baca
Poepoe
update jangan telat
Nazila
🤣
Nuri
Aku suka jalan ceritanya
Almanak
👍
Henna
g
Henna
berasa lain
zeon king
maen tinggal aja ni kawan
Jeslyn
okeh deh ceritanya
Salman Akhsan
like
Zahara Syarifah
habis. ada lanjutannya thor
Zahara Syarifah: ok deh thor
total 2 replies
Hidayat Dayat
lagi enak baca, taunya udah habis aja.
Hidayat Dayat
lah, habis ya Thor?
Salman Akhsan: di sambung bang
total 2 replies
Jessy Ode
ceritanya bikin kita penasaran dan endingnya menggantung
Hazhilka279: kan sudah ada kelanjutannya di She is My Dea ( mengejar istri gila)
total 1 replies
Z. Zarqi
kelanjutannya gimana?
yhoenietha_njus🌴
siapa sebenernya si Dea..sebelum hilang ingatan...koq kayaknya pinter tau segala ramuan kimia...😰
Hazhilka279: terus membaca hingga akhir ya?.
total 1 replies
yhoenietha_njus🌴
mampir kak
Hazhilka279: iya. terimakasih semoga suka ceritanya
total 1 replies
zeon king
cukup menarik, cuma menggantung
ni'eylan
Mantap ceritanya. Awalnya aja dah seseru ini Kak👍
Sri. Rejeki
bagus baget jalan ceritanya.. suka sama alurnya.. semangat kakak.. aku kasi bintang 5 ya..
Hazhilka279: terimakasih mita
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!