NovelToon NovelToon
Takdir Alea

Takdir Alea

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:644.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dessy15

Warning : 21+

Ini karya pertama saya.

Berkisah tentang perjalanan cinta seorang gadis yatim piatu yang sederhana. Hidupnya berubah setelah takdir membawanya menikah dengan seorang Duda beranak satu yang tak lain adalah mantan suami pemilik butik tempatnya bekerja.

Tak disangka takdir menghempaskannya ke jurang kesedihan terdalam ketika dia mengetahui suaminya masih menaruh perhatian pada sang mantan istri, ditambah dengan sebuah insiden tak terduga yang membuatnya harus mengandung anak dari pria yang tak dikenalnya. Dan pria itu tak lain adalah kakak kandung mantan istri suaminya.

Akankah dia berhasil menghadapi takdirnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dessy15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

Author POV

Sepanjang perjalanan dari hotel menuju apartemennya, Adit hanya diam mengacuhkan Lea. Perasaan Lea sudah tidak enak melihat wajah dingin Adit sejak tadi. Tidak biasanya ia berjalan tanpa menggandeng tangan Lea. Sudah bisa di pastikan jika pria itu sedang marah.

Sampai di dalam apartemen, Adit langsung menuju kamar untuk menidurkan Rafa. Lea melepas sepatu dan di simpannya di atas rak di samping pintu, lalu memilih duduk di ruang tamu karena bingung harus berbuat apa untuk menghadapi Adit yang sedang mengacuhkannya.

" Apa aku harus bilang maaf duluan ya ?? Tapi maaf untuk apa ? Bahkan aku gak melakukan salah apa pun. Tapi kenapa juga aku dari tadi merasa bersalah ? Ish .... kenapa sih ini kok malah bikin bingung begini. Kenapa juga Adit tiba tiba pakai acara ngambek ngambekan, sensitif banget kayak pantat bayi ...uhhhh...!! "

Lea menyandarkan punggungnya di sandaran sofa, menunggu Adit yang tak kunjung keluar dari kamar.

" Mending balik ke kos ajalah daripada di sini cuman di kacangin. "

Lea bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah kamar hendak berpamitan kepada Adit. Namun saat ia akan menekan handel pintu, pintu sudah terbuka dari dalam dan muncul Adit yang tampak sudah berganti pakaian. Mata mereka bersiblorok, saling memandang beberapa saat dengan pandangan kesal. Adit yang kesal karena Lea bertemu pria bernama Dony dan Lea yang kesal karena di acuhkan tanpa sebab. Akhirnya Lea yang terlebih dulu buka suara.

" Aku mau balik ke kos aja. Bawaanku kemarin dari kota Y belum aku beresin. Masih numpuk di tas. " Pamit Lea dengan suara ketus.

Adit mendengus kasar mendengar ucapan Lea.

" Cks, mau pulang ke kos atau sudah ada janji jalan sama gebetan ?? " Sindir Adit yang berlalu dari hadapan Lea dan berjalan ke arah dapur mengambil minuman kaleng.

Lea mencoba menahan kekesalannya. Memejamkan mata dan menarik nafas panjang mengatur emosinya.

" Maksud kamu apa ? " tanya Lea yang berjalan mengikuti Adit ke ruang tamu.

Adit mendaratkan bokongnya di atas sofa sembari menenggak minuman kaleng di tangannya, meraih remot TV di atas meja dan menyalakannya. Dia tidak menggubris pertanyaan yang baru saja keluar dari mulut Lea.

Lea mulai geram. Adit sudah keterlaluan pikirnya. Pada dasarnya Adit memang orang yang irit bicara. Ia tidak pandai mengungkapkan isi hatinya. Ia selalu menganggap bahwa semua orang di sekitarnya pasti tahu apa yang ia inginkan. Berbeda dengan Lea yang ekspresif dan mudah mengungkapkan apapun isi kepalanya.

" Aku pulang dulu ! " Ucap Lea ketus. Lea berjalan ke arah pintu keluar tanpa menghiraukan apakah Adit mendengarnya atau tidak. Saat Lea berdiri di depan pintu memasang sepatu di kakinya, tiba tiba Adit sudah menyusul di belakangnya mengangkat tubuh Lea dari belakang dan membawanya kembali masuk ke ruang tamu.

" AAAAA.......ADIIIIT....!! " teriak Lea yang sangat kesal dengan tingkah konyol Adit.

Adit mendudukkan Lea di atas sofa panjang lalu ia sendiri berbaring di sofa itu dengan paha Lea sebagai bantal. Adit berbaring miring menyembunyikan wajahnya di perut Lea dan melingkarkan satu tangannya di pinggang gadis itu. Lea hanya bisa menghembuskan nafas kasar melihat tingkah Adit yang sangat mirip dengan Rafa.

" Pria tadi itu yang kamu sebut gebetan kamu ? " Tiba tiba Adit bersuara tanpa mengubah posisinya.

Lea tertegun mendengar pertanyaan Adit. Tangannya mulai bergerak mengusap rambut ikal di pangkuannya.

" Siapa ? Dony ? " tanya Lea memastikan.

" Siapa lagi...." Jawab Adit masih dengan suara ketus.

" Dia cuma temen kampus, beda fakultas, ketemu juga baru sekali di acara baksos kampus. " Ujar Lea yang masih tekun memainkan rambut Adit.

" Bukan gebetan kamu ? " tanya Adit lagi.

" Ish...apa sih, malah jadi ribut ngebahas gebetan. Kapan aku bilang punya gebetan ? " Desah Lea kesal.

" Udah lupa ? Bukannya malam sebelum berangkat ke kota Y kamu bilang sama aku kalau kamu punya gebetan. Kamu nyuruh nyuruh aku ga iseng lagi ke kamu karena takut gebetan kamu kabur. Ingat gak ? " Tanya Adit tak kalah kesal.

" Astaga....!! hahahhaa....... itu aku cuma asal bunyi aja...biar kamu ga isengin aku terus. " Jawab Lea sambil terkekeh geli.

Adit seketika merubah posisi miringnya menjadi terlentang. Dia mendongak menatap Lea yang masih tertawa geli dengan muka memerah.

" Aku isengin kamu ? Bagian mana yang kamu anggap iseng ? " Adit bertanya dengan nada serius membuat tawa Lea terhenti.

" Ng...... Ya aku pikir kamu iseng aja suka curi curi cium, suka peluk peluk, suka tiba tiba panggil sayang...kan aneh..." jawab Lea polos.

" Cks...emang ga bisa bedain mana yang pakai hati mana yang iseng ? " Adit kembali molotot kesal. Yang dipelototin malah kembali tergelak.

" Iya..iya...udah aku minta maaf. Ga usah melotot terus, bikin aku sakit perut aja. " Ujar Lea masih diiringi tawa riang dari mulutnya.

Adit bergegas bangun dari posisi tidurnya lalu membekap bibir Lea dengan bibirnya. Menyesapnya gemas lalu melepasnya kembali.

" Aku gak lagi iseng sama kamu. Ingat baik baik itu. Kita sebentar lagi menikah, awas saja kalau masih cari gebetan di kampus... !!! " Ancam Adit dengan suara tegas.

Lea tersenyum meringis memamerkan gigi putihnya yang rapi. Ia menahan diri agar tak kembali terbahak melihat ekspresi cemburu pria di hadapannya. Adit justru semakin gemas melihat tingkah Lea. Kembali Adit membenamkan bibirnya ke bibir manis Lea. Menyesapnya lembut penuh kenikmatan. Rasa manis bibir Lea yang selalu di rindukannya. Lea pun tak segan membalas pagutan Adit. Keduanya larut dalam ciuman hangat yang semakin lama semakin membakar gairah keduanya.

Tangan Adit sudah bergerilya di tempat favoritnya. Gundukan kenyal yang pas di genggamannya. Lea men de sah dengan suara tertahan. Membuat Adit semakin bersemangat untuk melancarkan aksinya.

Adit begitu lihai men cum bu Lea dengan Liar, hingga Lea tak menyadari jika ia sudah tak mengenakan sehelai kain pun di tubuhnya. Dorongan Adit di bawah sana kembali membawa rasa perih yang begitu nikmat. Rin tihan dan de sah an saling bersahutan. Mereka sama sama mengayuh menggapai kenikmatan yang tak tergambarkan. Di siang bolong dan di atas sofa ruang tamu, mereka memadu kasih, bergu mul meluapkan hasrat yang menggebu, berbagi peluh dan sentuhan yang melenakan, menggapai nikmatnya puncak percintaan.

" Kamu luar biasa nikmat sayang. " Bisik Adit seusai turun dari uforia klimaksnya. Lea hanya tersenyum sambil memejamkan mata mengatur nafasnya yang masih terengah. Adit kembali mengecup bibir Lea singkat, dan tangannya tak bisa diam untuk tak memainkan dua gunung kembar favoritnya.

" Ish sudah, pakai bajunya keburu Rafa bangun. " Lea menyingkirkan tangan Adit dari dadanya dan beranjak bangun.

" Merem dulu, aku mau jalan ke kamar mandi. " Ucap Lea yang masih duduk di atas sofa dengan kedua tangan menutup aset kembarnya.

" Aku udah lihat semuanya, kenapa juga musti malu. " jawab Adit dengan senyum menggoda.

" Ish...buruan, aku mau ke kamar mandi kamu merem dulu !!! " Rengek Lea yang mulai kesal. Adit pun beranjak duduk membelakangi Lea lalu memejamkan mata.

" Udah....aku udah merem....buruan sana.. " Ujar Adit menahan tawa. Lea bergegas memunguti pakaiannya yang berserakan lalu berjalan setengah berlari ke kamar mandi.

Mendengar suara pintu kamar mandi tertutup, Adit bergegas mengenakan pakaiannya lalu masuk ke dalam kamar untuk mandi di kamar mandi dalam.

Mereka telah selesai dengan ritual membersihkan dirinya masing masing. Lea kembali mengenakan kaos dan boxer milik Adit seperti kebiasaannya jika menginap di sana.

" Sudah lapar ? Aku pesankan makanan saja tidak usah memasak. " Ucap Adit yang melihat Lea membuka kulkas seperti mencari bahan makanan.

" Iya aku laper.... pesen yang bisa cepet aja, ga usah banyak banyak. " Ujar Lea yang berjalan dari arah dapur.

Adit mengangguk kemudian menepuk nepuk pahanya memberi kode agar Lea duduk di pangkuannya.

Lea berjalan mendekat dan duduk di pangkuan Adit lalu menyandarkan kepala pada dada bidang di depannya . Adit merengkuh pinggangnya dengan tangan kiri dan beberapa kali mengecup puncak kepalanya dengan penuh rasa sayang, kemudian fokus menatap layar ponsel di tangan kanannya untuk memesan makanan.

Selesai memesan makanan, Adit meletakkan ponselnya di atas meja. Lalu mendekap Lea yang duduk di pangkuannya seperti seorang bayi.

" Adit...aku mau tanya sesuatu. " Ucap Lea ragu ragu.

" Tanya apa ? katakan saja... " balas Adit.

" Ng....itu... apa itu tadi....Ng....tadi yang kita lakukan tadi pagi dan barusan....mmmm.... apa bisa bikin aku langsung hamil ? " tanya Lea ragu ragu dengan wajah merah menahan malu.

Adit tergelak mendengar pertanyaan polos Lea. " Bisa jadi iya kalau kamu sedang di masa subur sekarang. Memang kenapa ? " Tanya Adit dengan senyum menggoda.

" Bisa gak dibikin biar ga tumbuh ? " tanya Lea yang seketika membuat dahi Adit berkerut mendengarnya.

" Kamu gak mau mengandung anak ku ? tanya Adit dengan tatapan menuduh.

" Bukan...bukannya gak mau, tapi aku belum siap untuk punya anak dalam waktu dekat. " jawab Lea gugup takut Adit salah paham.

" Sama saja kan, itu artinya kamu gak mau mengandung anak ku ? Padahal aku sudah berniat menikahi kamu secepatnya setelah bertemu dengan kakakmu. Apa kamu masih tidak mau terikat denganku ? " Adit mulai bicara dengan nada tinggi.

" Ish... aku seneng banget kamu serius mau nikahin aku. Aku cuma berfikir aja kayak terlalu terburu buru kalau ada anak di antara kita. Aku ingin selesaikan kuliah ku dulu supaya lebih tenang. Kita juga butuh banyak waktu berdua untuk saling mengenal, kita masih harus berbagi perhatian dengan Rafa. Kalau aku sekarang langsung hamil, pasti fokus kita cuma ke anak yang akan lahir. Kita akan melewatkan masa masa pacaran setelah menikah, dan Rafa pasti juga sedih tiba tiba punya saingan. Dia masih terlalu kecil untuk punya Adik. Bentar lagi pasti mommynya kasih adik juga. " Ujar Lea berusaha memberi pengertian.

" Kamu mau menundanya ? " tanya Adit dengan wajah yang sudah lebih rileks.

" Iya, kita tunda sampai aku lulus kuliah. Ya kurang lebih 2 tahunan lah. Semoga aja bisa cepet rampung kuliahku. Lagian sekarang umurku baru 23 tahun, kalau 2 tahun lagi aku udah 25 tahun, udah pas umurnya buat jadi ibu ibu muda. " Terang Lea dengan senyum ceria.

" Terserah kamu...baiknya bagaimana. Kalau begitu nanti aku suruh Andra beli obat pencegah kehamilan buat kamu. " Ujar Adit pasrah.

Lea tersenyum sumringah mendengar perkataan Adit.

" Terimakasih sayang sudah mau memahami keinginanku. " Bisik Lea di telinga Adit yang langsung di sambut Adit dengan pelukan hangat.

*

*

*

*

*

Jangan lupa like dan komennya readers tersayang. Masukan novel ini ke daftar favorit kalian juga ya ! 🤗😘

1
ummi syafiq
kakak othor.... kapan nih novel up lagi... aku masih setia nih nunggu novel ini up lagi... ditunggu yah kakak othor...
Epi Suryanti Fadri
lanjut SDH lama nian tidak up
Saynata
jangan lama" dong up'nya Thor, satuk. alea dan Adit baru keren💐🙏
ummi syafiq
Setelah sekian purnama akhirnya up juga ... terimakasih kakak othor... ditunggu up selanjutnya... tetap semangat dan semoga sehat selalu...🤲🙏😘😘😘
Natasha Muskitta
suka banget ceritanya thor
wasrawati botji
junaaa.... maju teruuusss...😍
Iwan Sihombing69
lama banget Thor up..
Nurul Hidayah
mana Thor lanjutan nya
Hajirawati Imran
kok ngk ada lanjutannya Thor??
Erny
tolong persatu kan mereka kembali Thor mungkin mereka memang berjodoh Thor 🙏🙏🙏
Maulida
tetep semangat up Thor
q menunggu kelanjutannya
Hajirawati Imran
cuma Adit yg cocok untuk Lea👍kan Adit udah berubah.apalagi Aditlah awal mula penderitaan Lea
Hajirawati Imran
👏👏👏👏
Hajirawati Imran
tolong jangan pisahin Adit dri Lea Thor🙏🙏🙏suka banget sama mereka🥰
semangat author💪👏👏
Ulfah Nasa
cerita nya bagus tapi sayang ga selesai cerita nya
Iwan Sihombing69
kapan kelanjutan ceritanya...
🅶🆄🅲🅲🅸♌
siapa ya yg nyulik Lea
🅶🆄🅲🅲🅸♌
aku sampe lupa jalan ceritanya ini Thor...aku sempet inbox ke FB nya nanya knp ga lanjut lagi tapi no respon...setahun LBH berlalu kini muncul lagi..btw thx ya thor udh dilanjut lagi ceritanya🥰👍💪
dwi apriani
bagus itu berarti lea kembali bersama adit
Epi Suryanti Fadri
kok ngak ada lanjutannya lagi ..biar dk penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!