Wrenny Saragih, wanita berusia 30 tahun yang mewujudkan ambisinya menjadi pengacara di hadapkan pada kisah masa lalu yang mengganggu Hidupnya.
Dominic Sinatria, lelaki bodoh yang menganggap istrinya juga mencintainya.
Alur maju mundur. Diharapkan jika membaca harus teliti di setiap narasi.
Enjoy it ! Thanks....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SheisUgly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CRITICAL TIME
Alasan !
Alasan !
Alasan !
Wrenny mondar mandir di taman tengah kota seraya berpikir keras. Kira-kira apa alasan yang bagus untuk menolak lamaran seseorang? Apalagi, lamaran itu datang dari keluarga yang sudah kenal baik dengan keluarga Wren. Gadis itu paling tidak bisa membuat alasan dengan tenggang waktu yang singkat.
Menikah, tidak termasuk dalam daftar dream goals yang ingin dia wujudkan. Apalagi di usia yang masih muda. Wrenny menanamkan konsep dalam otak bahkan di alam bawah sadar, dirinya harus lulus kuliah tepat waktu, setelah itu mendapatkan pekerjaan, meniti karir hingga sukses, lalu menikah jika menemukan pria yang tepat meskipun dirinya belum tahu di usia yang keberapa dirinya akan sukses dan menemukan pria yang cocok.
Jodoh, mati, rezeki itu rahasia Tuhan. Tidak ada yang mengetahuinya dengan pasti. Beberapa kali, panggilan telpon dari mamak dia abaikan. Tidak hanya itu memak mengirim beberapa SMS bernada khawatir kenapa anaknya tidak bisa dihubungi.
Ditambah lagi, Daniel pria yang akan di jodohkan dengannya mengirim DM ke instagram Pribadinya.
Daniel_M
Selamat malam Wrenny.
Untuk perkenalan pertama, Wrenny rasa Daniel cukup sopan.
Daniel_M
Bagaimana kabarnya?
Gadis itu dilema, haruskah dia membalas DM Daniel?
Wrenny_Sara
Selamat malam juga.
Kabar saya baik.
Wrenny akhirnya membalas hanya sekedar menghormati Tulang Togar.
Daniel_M
Kamu pasti sudah tahu kan kalau Bapak saya datang melamar ke rumah kamu?
Wrenny_Sara
Iya, mamak yang kasih tahu saya.
Daniel_M
Syukurlah kalau begitu. Saya harap kita bisa mengenal lebih dekat.
Saya sudah follow kamu.
Daniel memfollow instagramnya untuk mengenal lebih jauh Wrenny.
Wrenny_Sara
Silahkan kalau kamu mau follow.
Tapi haruskah saya juga follow balik kamu?
Wrenny mendadak tolol, kalau Daniel sudah follow pasti dia berharap Wrenny memfollow balik. Segera dia hapus pesan balasan itu tapi Daniel sudah membacanya lebih dulu.
Daniel_M
Kalau kamu folback, saya pasti seneng bgt.
Wrenny_Sara.
Maaf Daniel, ini sudah malam.
Saya mau istirahat.
Daniel_M
Okey, see you.....
Wrenny menscroll layar. Melihat kembali DM yang dikirim oleh Daniel. Meskipun Daniel ini orang baik dan datang dari keluarga yang baik juga, tidak terbersit niat sedikitpun untuk melanjutkan perkenalan ini atau menyetujui lamaran Daniel.
Menikah, perlu kesiapan hati yang matang, menerima orang lain dalam hidup kita. Meskipun sudah lama mengenal, belum tentu dia pilihan terbaik. Siapa yang menjamin pasangan kita tidak berubah? Menikah itu dijalani selamanya, bukan dalam hitungan hari.
Kecuali menikah dengan Dominic. Pernikahan palsu yang harus di akhiri dengan perceraian. Bahkan sebelum menikahpun, dirinya harus siap untuk bercerai dan menjadi janda.
Wrenny hanya bisa mendesah pelan, kenapa Kalinda membawanya ke dalam posisi sulit. Mata Wren menerawang jauh menatap gedung tinggi. Di tengah-tengah gedung yang tinggi itu, ada bangunan kantor berlantai 4. Itu adalah kantor pengacara terkenal di Jakarta. Pengacara disana, minimal harus sarjana magister hukum dengan masa magang selama tiga tahun.
Dengan kondisi tidak punya apa-apa seperti sekarang, Wrenny tidak mungkin melanjutkan S2. Sebenarnya gadis itu tidak gengsi jika harus bekerja dengan posisi rendahan sebagai kasir minimarket atau cleaning service. Namun, butuh berapa purnama lagi hingga tabungannya cukup untuk melanjutkan S2?
Wren sudah kenyang hidup menderita di ibukota. Walaupun Kalinda selalu menolongnya, terbersit dalam benaknya jika dirinya juga ingin hidup tenang dan damai tanpa bermasalah dengan uang. Tapi haruskah dia menanggalkan harga diri demi uang?
Di tengah pergulatan hati yang melanda Wrenny, sang ibu kembali mengirimkan SMS di ponselnya.
Mamak
Wren, mamak minta maaf. Mamak bukan bermaksud memaksa kamu untuk cepat nikah.kamu anak mamak satu2nya. Mamak pengen lihat kamu bahagia dan punya keluarga. tolong kamu pertimbangkan ini ya? karena Tulang Togar ingin jawaban kamu segera.
Saat Wren ingin mengetik balasan untuk Mamaknya bersamaan itu pula, Kalinda juga mengirim pesan melalui aplikasi SNS. Isi pesan itu tak kalah membuat Wrenny berada dalam dilema.
Kalinda.
Gimana Wren? Kamu udah buat keputusan? Aku tunggu jawaban dari kamu. Kalau kamu setuju, kamu langsung dapat beasiswa S2 di kampus yang kamu mau.
Wrenny harus tegas membuat keputusan yang tepat. Dan dirinya sudah menentukan, mana yang terbaik.
🐞🐞🐞
Dominic, Nadia, Doni dan Jantaka sudah berkumpul disisi kanan dan kiri ranjang Papa. Kondisi beliau masih sama. Beberapa kali Papa tidak sadarkan diri dan setelah di lakukan tindakan lanjutan, Papa mulai membuka mata. Mengumpulkan anak-anak dan menantunya.
"Nadia, anak cantik Papa. Maafkan sikap Papa selama ini Nak. Papa memang jarang memeluk kamu, menanyakan gimana kabar kamu, tapi percayalah Nak. Papa sayang sama kamu." Nadia menangis terisak, tangannya menggengam tangan dingin sang Papa. Mas Doni hanya bisa mengelus punggung istrinya untuk memberikan kekuatan.
"Papa enggak salah. Papa sayang sama Nadia. Papa sudah memberikan restu Nadia untuk menikah dengan pria yang Nadia cintai. Papa sudah menikahkan Nadia dengan pria yang sama sayangnya seperti Papa. Papa harus kuat, Papa harus Bertahan. Pa, Papa harus tau kalau Nadia sekarang sedang hamil cucu Pertama Papa. Papa harus lihat cucu Papa lahir nanti" Mata Nadia sudah sembab, hatinya sudah hancur melihat kondisi Papa.
"Selamat ya Nak. Jaga kandungan kamu. Kamu nunggu sudah lama kan?" Nafas papa sedikit tersengal.
"Domi...." Panggil papa dengan suara parau. Tangan yang masih tertancap infus dan di jarinya terpasang oxymeter itu menggapai tubuh Domini yang kaku. Dominic meraih tangan Papa dan digengamnya perlahan.
"Domi, apa kamu sudah mantap untuk menikah Nak? Papa bisa pergi dengan tenang setelah melihat kamu menikah"
"Pa, menikah itu butuh Waktu. Domi punya calon istri, tapi Papa tidak memberi restu. Maaf Pa, Domi enggak bisa menuhin permintaan Papa." Dengan berat hati Dominic berusaha melawan sang Papa, menolak keinginan Papa yang saat ini sedang kritis.
Meskipun Kalinda mendapatkan solusi untuk Masalahnya, menurut Dominic solusi itu bukan yang terbaik. Dia harus membohongi banyak orang, membohongi Papa dan keluarga besarnya hanya demi menyenangkan Papa. Dan yang fatal, Domi membohongi diri sendiri . Menikahi orang yang tidak dia cintai. Pernikahannya mungkin berbatas waktu, tapi mengukir sejarah bersama orang yang salah itu sama saja dengan membuang waktu.
Bagaimana nanti perasaan Wren yang selama ini dibenci akan menjalani hari-hari palsu bersamanya. Ah, kenapa harus memikirkan perasaan parasit itu? Dia pasti sedang terlonjak girang akan mendapatkan uang dan kesempatan menempuh program S2. Gadis itu penuh dengan ambisi. Dia banyak menghabiskan waktu dengan buku-buku tebal di perpustakaan. Bahkan saat di cafe tempo hari, buku tebal bermuatan hukum menjadi temannya di kala Sepi. Menjadi pengacara adalah impian terbesarnya. Dengan iming-iming uang dan beasiswa, dengan mudah dia akan setuju.
Tapi Dominic, tidak akan membiarkan Wren mendapatkan apa yang dia mau. Kalau dia ingin uang, dia harus bekerja keras. Dan jika dia ingin beasiswa, dia harus belajar dan pantang menyerah mencari peluang itu. Dia hanya perempuan yang ingin enaknya saja. Menikah, menjadi Nyonya Dominic Sinatria dan Kalinda akan menangis pilu melihat sahabatnya yang menikah dengan pacarnya. Bukan Kalinda.
"Domi, apa kamu enggak bisa mengabulkan permintaan Papa? Mbak mohon Domi....." Nadia tambah terisak melihat adiknya tega menolak keinginan terakhir Papa.
"Mas...." Jantaka memohon menepuk bahu Dominic.
"Pa, Dominic hanya butuh sedikit waktu..." Dominic meremas genggaman tangan Papa dengan lembut. Meminta pengertian.
"Nak, papa tahu permintaan Papa memang berat. Tapi Papa tahu apa yang terbaik untuk kamu. Papa dulu juga terpaksa menikahi Mama." Papanya menghela nafas pelan dengan mata lekat menatap anak lelakinya.
"Papa pikir mamamu adalah orang yang seharusnya tidak hadir dalam hidup papa. Nyatanya, setelah Papa tega menghianati Mama, Mamalah yang terbaik memaafkan kesalahan Papa." Papa membalas usapan lembut Dominic di tangannya.
"Sesuatu yang sangat kamu inginkan belum tentu yang terbaik dan juga sebaliknya Nak. Kamu membenci sesuatu padahal itulah yang terbaik. Papa harap kamu dewasa menyikapi permintaan Papa nak." Elusan tangan Papa melemah.
"Domi, apa yang dibilang Papa emang bener. Kamu harus pikirin sekali lagi. Mbak Nadia lihat, ada cewek yang naksir kamu dan dia juga baik. Gimana kalau Mas Doni lamarin salah satu dari mereka?" Nadia menyeka air matanya dan mencoba membujuk Dominic.
"Kamu bilang saja, siapa yang mau kamu lamar. Mas Doni sama Mbak Nadia bisa prepare."
Dominic sedikit kesal dengan Nadia dan Mas Doni. Dihatinya hanya ada Kalinda, kenapa harus melamar wanita lain?? Apa menurut mereka memaksakan perasaan itu adalah hal yang baik??
Pintu ruangan Papa terbuka, dokter Iskhak dan dua orang perawat masuk ruangan karena ini jam periksa Papa.
"Maaf ya, saya mau periksa Bapak Wisesa dulu. Anda semua boleh tunggu diluar"
"Baik Dok. Pa, Nadia keluar dulu ya..." Nadia kembali menyeka pipinya yang sembab dan keluar dari ruangan itu bersama suami dan dua adiknya.
Dominic duduk menyendiri di ujung kursi tunggu dengan kedua siku tangan bertumpu di atas paha. Kedua tangannya saling menggenggam di dagu.
Dia belum siap andai harus menikah dan menyakiti hati Kalinda. Tapi jika Nadia bersikeras menjodohkan dirinya dengan perempuan lain selain Wren. Maka kesempatan untuk bersama Kalinda lagi nyaris tidak ada. Kalinda benar, Wrenny mungkin adalah solusi paling baik saat ini.
"Mbak...." Dominic memanggil Nadia yang tengah bersandar di pundak Doni.
"Iya Dom... Ada apa?"
"Mbak Nadia Sama Mas Doni bisa kan siapin lamaran sekaligus pernikahan dalam 24 jam kedepan?"
Dominic memandang lekat kakak dan iparnya yang hanya termangu dengan keputusan mendadak adiknya.
🐞🐞🐞🐞🐞
makasih masih inget wreni belum beres ini, penasaran sampe novel mu yang lain aku baca ulang🤣👍
masih menunggu thor,,,miss uuuuuu😍😘
kak akan dilajut kah