NovelToon NovelToon
Mertua Kejam

Mertua Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Patahhati
Popularitas:129.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ellennola

Kiran, seorang gadis cantik yang sederhana.
Dia tak menyangka bila pernikahannya dengan kekasih pilihannya tak berjalan baik-baik saja.
Begitu banyak lika liku yang harus dia hadapi setelah dirinya menikah dengan Dayat Saputra sang suami juga cinta pertamanya.
Ibu mertuanya yang kejam juga tak hentinya berusaha memisahkan mereka!
Akankah Kiran dapat bertahan dan mempertahankan keluarga kecilnya?
Atau akankah Kiran menyerah?
Penasaran?
Baca selengkapnya kisah mereka disini.....
.
.
Semoga kalian suka😁
Ini cerita pertama author, maaf kalo bahasa dan tanda baca masih kurang, masih proses belajar.
Mohon dukungannya yaa, jangan lupa tinggalin jejak bila kalian suka cerita ini.
Sebelumnya author berterima kasih untuk kalian yang bersedia membaca cerita ini😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ellennola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pov Nurma

Aku akhirnya tiba dirumah juga, rasa lelah begitu menderaku.

Entahlah, rasanya perasaanku jadi campur aduk setelah tadi aku mengantar tante Siti pulang kerumah.

Sudah hampir sebulan tante menginap dirumah kami.

Tante datang sembari menangis ketika bertemu Mamah, kebetulan aku juga tengah berada dirumah.

Sebenarnya aku sudah memiliki rumah hasil pembagian harta gono gini saat bercerai dengan mantan suamiku, mas Tio.

Meski kami belum dikarunia momongan, tapi mas Tio tetap bersedia memberikan sebagian hartanya untukku.

Katanya bagaimana pun dia tak bisa melupakan ku, dan masih begitu mencintai diriku, bahkan sampai saat ini dia masih seringkali untuk mengajakku rujuk kembali dengannya karna memang aku yang menuntut cerai darinya, karna kelakuan orang tua nya yang selalu ingin ikut campur urusan kami berdua.

Lama-lama aku juga tak akan tahan bila punya mertua begitu.

Makanya aku meminta pisah dari mas Tio.

Sebenarnya mas Tio tak menyetujuinya, tapi aku terus memaksa karna aku tak kuat terus-terusan dicemooh oleh para tetangga, orangtua, bahkan saudara iparku.

Mereka terus saja memojokkanku karna aku yang tak kunjung punya momongan, padahal sudah menikah bertahun-tahun dengannya.

Aku sendiri juga sudah memeriksakan diriku ke dokter, dan dokter berkata bahwa sebenarnya tak ada yang salah denganku.

Semuanya sehat, mungkin memang belum waktunya saja, karna aku dan mas Tio memang jarang bersama.

Dalam sebulan mantan suamiku hanya pulang 2-3 hari saja, pun seringkali waktunya tak tepat dengan masa suburku.

Meski mas Tio sendiri sebenarnya selalu ada untukku, dan selalu memberiku suport dari jauh, tapi tentu saja itu tak cukup buatku.

Apalagi kami yang terus saja menjalin hubungan jarak jauh, semakin lama makin membuatku bosan dan jenuh dengan mas Tio.

Kami jadi sering bertengkar hampir tiap hari ditelepon.

Makin membuatku tak dapat mempertahankan pernikahan kami.

Aku jadi selalu uring-uringan, apalagi bila para tetangga dan yang lain sudah mulai berulah padaku.

Rasanya aku ingin kabur saja.

Apalagi mas Tio tak pernah sekalipun berinisiatif untuk membawaku merantau bersamanya dan tinggal disana dengannya meski kami harus menyewa rumah yang kecil dan sempit.

Aku tak masalah sama sekali soal hal itu, asal aku dapat terus bersamanya.

Selalu saja biaya yang mahal disana, yang jadi alasan mas Tio bila aku meminta padanya untuk ikut dengannya agar kami bisa selalu dekat.

Tapi mas Tio tetap saja kekeh tak mau membawaku ikut serta dengannya.

Padahal bila dia ingin aku membantunya bekerja disana, aku juga tak masalah, karna aku sudah terbiasa hidup didunia yang keras.

Bahkan sejak tamat smk saja aku sudah dituntut untuk jadi tulang punggung keluarga, terutama oleh orang tuaku.

Aku sadar aku memang anak pertama, tentu aku harus bisa membuat orang tuaku bangga denganku, juga aku berusaha sebisa mungkin agar adikku tak ada yang putus sekolah, kalo bisa malah mereka harus bersekolah lebih tinggi dariku yang hanya tamatan smk.

Maka dari itu saat orang tuaku memaksaku untuk merantau ke negri orang, aku manut saja.

Yang penting orang tuaku bahagia.

Aku juga bisa mengangkat perekonomian keluargaku.

Alhamdulillah segala impianku berjalan lancar kecuali soal asmara.

Sampai sekarang aku masih merasa bersalah pada mas Dayat, mantan kekasihku, juga cinta pertama bagiku.

Kami tumbuh besar bersama, sampai akhirnya suatu hari mas Dayat bilang bahwa dia menyukaiku sedari dulu.

Tentu aku senang karna rasaku terbalas dan tak bertepuk sebelah tangan.

Sejak itu kami mulai berpacaran.

Mas Dayat selalu memperlakukan aku seperti seorang putri.

Apapun yang aku inginkan selalu diusahakannya.

Dia sungguh merasa mas Dayat benar-benar mencintaiku saat itu.

Dia juga orang yang selalu menepati janjinya.

Itu yang aku suka dari mas Dayat.

Dan aku juga begitu mencintai dia, bahkan hingga saat ini aku tak bisa melupakannya.

Bahkan saat aku menikah dengan mantan suamiku, mas Tio pun, aku masih belum bisa melupakannya.

Bayangnya selalu melekat erat didalam hatiku.

Bahkan tak jarang aku menganggap mas Tio sebagai mas Dayat.

Segitu besarnya cintaku pada mas Dayat.

Satu kesalahan terbesarku adalah meninggalkannya dulu tanpa mengucapkan sepatah katapun padanya.

Aku sungguh menyesalinya hingga saat ini.

Tapi dulu aku tak punya pilihan, bila dulu aku pamit pergi pada mas Dayat pastilah dia akan melarangku pergi.

Tentu aku juga tak akan tega meninggalkannya, tentu aku akan tetap berada di Indonesia bersamanya dan membuat orangtuaku kecewa padaku.

Aku tak ingin mendapat cap sebagai anak yang tak berbakti pada orang tua.

Apalagi aku seorang kakak, tentu harus mencontohkan hal-hal yang baik pada adikku.

Karna bagaimanapun seorang kakak pasti jadi panutan bagi adiknya.

Tentu kebanyakan adik juga mengikuti jejak kakaknya bukan?

Meniru apa yang kakaknya lakukan.

Jadi aku berusaha memberi contoh yang baik pada adikku.

Perkenalanku dengan mas Tio sendiri sebenarnya tak sengaja.

Aku yang tengah berada dimalaysia saat itu dikenalkan padanya oleh temanku yang sesama tkw disana.

Dia selalu baik padaku, dan terus mengejarku.

Setiap harinya dia selalu memberikan banyak barang padaku, walau aku tak pernah memintanya.

Aku yang kecewa pada mas Dayat yang seolah tak pernah memperdulikanku dan sama sekali tak memberiku kabar selama aku disini akhirnya membuatku jadi tergoda pada mas Tio.

Aku sendiri lupa, itu merupakan kesalahanku yang lain karna tak memberi tau nomer ponselku yang baru padanya begitu aku tiba disana.

Karna memang aku tak hafal nomer mas Dayat kala itu.

Tentu dia tak akan dapat menghubungiku.

"Aahh, betapa bodohnya", pikirku saat itu.

Geram pada diriku sendiri.

Aku yang juga merasa sangat kehilangan akhirnya nekat menerima mas Tio meski sebenarnya karna rasa kasian saja dia terus mengejarku.

Tentu dengan harapan aku bisa melupakan sosok mas Dayat dari fikiranku.

Rupanya aku salah, tak semudah itu aku bisa melupakan mas Dayat, apalagi dia adalah cinta pertama bagiku, begitupun aku baginya.

Bahkan sampai aku berpindah-pindah tempat, aku masih belum bisa melupakan mas Dayat.

Mas Tio sendiri seolah tak pernah menyerah dalam mengejarku.

Bahkan saat dia tak lagi jadi tki pun, mas Tio terus menjaga komunikasinya denganku.

Saat kontrak kerjaku habis, akhirnya aku kembali ke Indonesia.

Mas Tio juga bergerak cepat dengan melamarku begitu aku tiba dirumah orang tuaku.

Orang tuaku juga langsung setuju saja saat mas Tio melamarku, tanpa sedikitpun bertanya bagaimana pendapatku.

Aku hanya bisa pasrah saja, dan menerima lamaran mas Tio begitu saja.

Aku pikir mas Dayat juga pastinya sudah memiliki penggantiku. Apalagi tiga tahun lamanya kami sudah terpisah.

Hari pernikahanku hampir tiba.

Undangan sudah banyak tersebar.

Mamah lalu memintaku datang ke rumah tante Siti untuk memberikan undangan padanya.

Sebenarnya aku tak enak hati, apalagi tante Siti begitu baik padaku, tapi aku malah mengecewakan anaknya dan juga beliau.

Padahal aku tau sedari dulu tante Siti selalu memintaku jadi menantunya.

Tapi karna dari mas Dayat belum ada omongan apapun, jadi aku tak begitu menanggapinya, takut anganku terlalu tinggi, nanti bila jatuh pasti akan teramat sakit.

Akhirnya aku tetap mau tak mau datang kesana.

Bermaksud membagikan undangan, juga ingin tau kabar mas Dayat, apakah dia telah menikah atau belum.

Begitu aku disana tante Siti terlihat begitu bahagia.

Dia langsung memelukku erat, dan memujiku yang baginya terlihat semakin cantik saja.

Aku langsung dipersilahkan duduk begitu saja oleh tante, lalu tante mengajakku ngobrol banyak hal.

Aku mengutarakan maksud kedatanganku yang sebenarnya pada tante.

Tante langsung berubah kecewa dan tampak marah.

Baru aku tau bahwa selama ini mas Dayat selalu mencariku, sampai seperti orang gila.

Menurut tante mas Dayat juga berubah jadi sosok yang asing bagi tante sejak kepergianku dulu.

Aku semakin merasa bersalah pada mas Dayat.

Tante menjelaskan segala hal selama aku tak ada.

Tante juga memintaku untuk membatalkan pernikahanku dengan mas Tio.

Dan tante berjanji akan menjadikanku sebagai menantunya bila aku mau melakukan inginnya.

Tentu aku ingin sekali. Hatiku teramat bahagia saat tau mas Dayat masih mencintaiku.

Tapi aku tak bisa egois.

Aku tak ingin membuat malu orang tuaku.

Lagi-lagi aku harus menerima karmaku karna melukai hati lelaki yang kucinta.

Bagaimanapun undangan juga sudah disebar, jadi mau tak mau aku harus tetap menikah dengan mas Tio meski aku tak terlalu mencintainya.

Aku tak ingin menyakiti hati yang lainnya.

Biar aku saja yang menanggung semua sakit ini.

Akhirnya aku hanya bisa menjelaskan pada tante bahwa hubunganku dengan mas Dayat telah berakhir sejak keberangkatanku ke Malaysia, aku beralasan karna mas Dayat yang tak pernah mencoba menghubungiku sejak aku berada disana.

Tentu aku mengatakan semua itu dengan hati yang teramat sakit.

Aku juga mendoakan yang terbaik untuk mas Dayat, dan berharap dia dapat wanita yang lebih baik dariku.

Meski dalam hatiku aku benar-benar merasa tak rela.

Tapi mau bagaimana lagi.

Syukurlah sepertinya tante bisa maklum dengan alasan yang kuberikan mesti terlihat jelas raut kecewa dimatanya.

Untung saja mas Dayat tak sedang berada dirumah saat itu, jadi aku tak akan semakin merasa bersalah bila bertemu dengannya.

Aku faham sifat mas Dayat, tentu dia akan memberondong banyak pertanyaan padaku.

Aku tentu akan gelagapan, bingung harus menjawab apa.

Lalu setelah itu akhirnya aku langsung pamit pulang, dan berharap mas Dayat dan tante Siti dapat hadir diacara pernikahanku dengan mas Tio, lelaki yang kunikahi karna terpaksa.

.

.

.

.

.

Hai hai, jangan lupa dukung karya author yah, dengan tinggalkan jejak bila kalian menyukai part ini.😀

Oh ya, setelah part ini masih tetap pov dari Nurma yaa.😁

Jangan sampai ketinggalan, insya'alloh part part selanjutnya bisa makin menarik.😀

Atas dukungan kalian author ucapin terima kasih😇

1
M.Raiyan Ariyanto
Thor kok ga lanjut lg
Muliyatni Mul
aku keluar Ndak ada kejelasanya
Acheuom Rahmawatie
kapan up lg nya ini miskaah
Muliyatni Mul
udah tamat ya
Acheuom Rahmawatie
kapan lanjutnya ini
Muliyatni Mul
kenapa pakumnya lama kali
Nana hapsari
tuling... tuling... ada notif up.
#ngayalngarep
FIna Ratna
Apa udh TAMAT y ini??
Nurul"gembulers"
lanjut thor......kemana ya kok gk pernah up, sakit atau ada keperluan lain ya thoorr
Wong Puspita Sari
belum ada kelanjutannya lagi nii padahal lagi seru
lama ga up thor
Agastya Utomo
kok gk up up thor
Acheuom Rahmawatie
ini kpan up lg nyaa
Sukma Zakhas
2 bulanan blum ada lnjutannya
vauzia zia
ko ga ada kelanjutannya thor
Faizatul Hasna
kok ndk dlanjut
ini cerita.a bagus bgt tpi ndk d lanjutin sayanggg
Sukma Zakhas
ada sbulanan ini ditugguu lnjutannya
Acheuom Rahmawatie
kapan up lg nya ini.. aku menunggu
Sukma Zakhas
mana gaes
Sukma Zakhas
mana lnjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!