Kisah perjalanan seorang manusia yang di anggap biasa bahkan lemah hingga mampu menjadi seorang penguasa alam semesta...
Satu hal yang selalu ia yakini adalah...
Tak perlu menjadi orang lain yang terlihat sangat hebat untuk membuktikan diri...
Cukup menjadi diri sendiri apa adanya dengan penuh tekad dan semangat juga perjuangan menggebu maka apapun yang ingin di capai akan tercapai...
Dan juga tak perlu membanggakan segala pencapaian tersebut sebab itu hanyalah anugrah, cukup diri sendiri dan orang yang tulus yang mengetahuinya jangan orang lain...
Sebab orang lain hanya mengetahui hasil dan tak menghargai proses yang dijalani...
orang lain hanya sebatas memanfaatkan pencapaian diri kita tanpa mau tau apa yang terjadi...
Ciptakanlah duniamu sendiri...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kangduda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Proses Menaklukan Siluman II
"Ada apa memanggil kami Zu'er?," tanya Bai Long
"Aku sudah membuat raja singa ini tunduk, untuk selanjutnya kalian yang menanganinya," ucap Fan Zu menginstruksikan kepada keempatnya.
"Kalau sudah menjadi keputusanmu kami tidak akan menolak Zu'er. Tapi setelah memberi mereka apa yang semestinya, selanjutnya bagaimana?," tanya Long Biju.
Mendengar itu Fan Zu mengambil kertas dari sakunya yang sebelumnya telah membeli melalui Temtem, lalu menyerahkan kepada mereka sambil berkata. "Ini adalah kertas Formasi yang akan membuka pintu ruang dimensi binatang, setelah kalian selesai disini kalian alirkan tenaga dalam atau Qi kalian sedikit maka akan muncul pintu ruang dan perintahkan mereka bergabung dengan yang lain untuk meningkatkan kekuatan. Tapi ingat, sebelum menyuruh mereka masuk, pastikan mereka tidak akan pernah memberontak dan aku yakin kalian tahu caranya."
"Jika ada yang berkemungkinan memberontak musnahkan saja, dan untuk Bai Long ikut aku menaklukan yang lain, karena terlalu lama jika aku menaklukan mereka satu persatu. Aku ingin cepat cepat kembali kepada keluargaku sebab aku sudah terlalu lama menghilang dan pasti saat ini ibuku akan sangat khawatir, jika perlu setelah pekerjaan kalian selesai, kalian bertiga juga bantu aku menaklukan raja siluman yang lain agar dapat memakan waktu yang singkat. Apabila ada yang memberontak langsung bunuh saja, dan apabila mereka memilih tunduk maka kalian lakukan hal serupa dengan apa yang kalian lakukan kepada raja singa hixho ini" ucapnya lagi.
"Baik Zu'er, sesuai perintahmu," sahut mereka.
Setelah berkata demikian dan membagi tugas, Fan Zu berpisah dengan mereka dan memilihi salah satu raja siluman di bantu oleh Bai Long sehingga tidak butuh waktu lama Fan Zu telah selesai menaklukan raja siluman yang Fan Zu tuju tersebut.
Disisi lain, setelah menjalankan tugas yang di berikan oleh Fan Zu untuk mengistruksikan apa saja hal yang seharusnya dilakukan atau hal yang dilarang kepada raja singa hixho, mereka mengirim raja dan beberapa hewan siluman kuat bawahan raja singa hixho ke dalam ruang dimensi makhluk hidup dengan kertas formasi pemberian Fan Zu. Setelahnya mereka langsung membagi tugas untuk membantu Fan Zu menaklukan raja siluman lainnya, hingga 5 hari kemudian semuanya telah selesai dengan tugas masing masing dan semua raja siluman serta para bawahan kuat mereka di kirimkan kedalam ruang dimensi makhluk hidup untuk berlatih disana.
Dari 6 raja siluman yang mendiami wilayah inti hutan kematian hanya 5 raja siluman yang memilih tunduk dan raja siluman yang menolak tunduk di musnahkan oleh Long Biju si naga putih, keenam raja siluman tersebut antara lain raja kera merah, raja banteng kanta, ratu ular bahama, ratu lebah es, raja elang api, raja singa hixho. Raja siluman yang di musnakan oleh Long Biju adalah raja siluman banteng kanta yang memberontak tidak ingin tunduk, sebab raja siluman banteng kanta tidak takut akan status si naga putih karena memiliki tuan yang setara dengan kekuatan naga putih. Yaitu seorang manusia yang memiliki latar belakang yang sangat di takuti di alam langit, dan kabarnya orang itu ada jenius dari keluarga tersebut.
Kepercayaan diri itulah yang membuat raja banteng kanta tidak tunduk dan mengira kultivasi tuannya itu lebih tinggi dari naga putih, dan yang tidak dia ketahui adalah kenyataan sebaliknya dari keyakinannya dan mungkin jika dia mengetahui kenyataan tersebut akan membuatnya sangat menyesal telah mengambil keputusan yang sangat salah.
Nasi sudah menjadi bubur dan jikapun raja banteng kanta menyesal tidak akan memiliki kesempatan lagi mengubahnya setelah menyinggung perasaan naga putih, karena semua yang menyinggung perasaan naga putih tidak ada satupun pilihan lain selain kematian.
Bukan hanya Naga Putih tapi semua makhluk mitos dan hewan suci berlaku demikian hanya saja ras naga memiliki tingkat emosi yang sangat tinggi jika di singgung, makanya Long Biju yang telah di singging oleh raja siluman banteng kanta langsung memusnahkan seluruh kaum raja banteng kanta tanpa ampun hanya karena di remehkan oleh raja banteng kanta dan mengeluh eluhkan tuannya yang di alam langit tersebut.
5 hari kemudian Fan Zu dan 4 bawahan hewannya telah menyelesaikan tugas masing masing, sekarang mereka berlima berkumpul kembali di tempat semula mereka berkumpul sebelum menaklukan para raja siluman. Disana mereka beristirahat sambil menikmati daging bakar olahan Fan Zu karena hari sudah malam Fan Zu memutuskan untuk kembali ke rumahnya esok pagi, dilain dia memang merindukan kedua orang tuanya dia juga ingin berpetualang mengelilingi alam rendah ini jika memungkinkan.
Sambil menikmati makanan, mereka bercerita alakadarnya sebagai pengusir kebosanan dan memang itu rutinitas mereka selama 5 tahub bersama dimana setiap Fan Zu istirahat dari latihan maka akan menikmati makanan olahan Fan Zu sambil bercerita. Fan Zu yang memiliki sifat sedikit ceria memang tidak bisa jika tidak bercerita sekenanya kepada orang orang yang dekat dengannya dan itulah yang di sukai oleh para bawahannya, sebab mereka makin dekat tak ada pembatas juga Fan Zu tidak menganggap mereka sebagai bawahan melainkan sebagai rekan yang kadang meminta pendapat dan saran.
"Besok pagi aku akan keluar dari wilayah hutan kematian ini dan hal tersebut sungguh membuat aku tidak sabar, aku sungguh sudah sangat merindukan ibuku," ucap Fan Zu.
"Zu'er, kami tahu bagaimana kerinduanmu kepada kedua orang tuamu, tapi kami harus mengingatkanmu jika kau keluar dari sini untuk selalu waspada di dunia luar karena semua manusia memiliki sifat serakah. Walaupun kami selalu ada bersamamu tapi tidak akan selalu bisa turun tangan membantu dan juga kau tidak bisa selalu saja mengandalkan kami," sergah Bai Long
"Kami rasa kau sudah tahu itu, dan aku juga beritahukan bahwa situasi dunia luar sedang memanas yang disebabkan suatu gejolak. Aku mengetahuinya sewaktu aku berkeliling di pinggir wilayah luar, tidak sengaja aku mendengar berita ini dari mereka yang melarikan diri dari kejaran beberapa orang," tambah Qi Chuo.
Hal itu malah membuat Fan Zu cepat cepat ingin kembali karena dia ingin segera bertemu orang tuanya, tak ada kata menawar lagi karena tekadnya sudah bulat. Bagi siapa saja yang menyinggung orang tuanya maka dia tidak segan untuk menyelesaikannya meskipun itu dengan kekerasan, karena saat ini prioritasnya adalah orang tua yang dia sayangi.
"Semoga ayah dan ibuku tidak terlibat dalam bahaya." Harapan Fan Zu.
Hari semakin larut dan semua makhluk malam berkicau serta bersuara melakukan aktifitasnya di malam hari, Fan Zu segera tidur untuk menyambut hari esok yang sudah tidak sabar menantikan sang fajar segera muncul.
......................
Di Keluarga Fan.
Yue Xi terbangun dari tidurnya seraya tersenyum, dia bermimpi tentang Fan Zu yang pulang dengan sehat. Air mata yang bening perlahan menuruni garis pipinya sedangkan di bibirnya masih bertahan sebuah senyum yang tulus, siang tadi dia sedang gelisah karena Fan An telah lama tidak kembali dan malam ini entah apa yang terjadi, tiba tiba suasana hatinya menjadi riang sejak dalam alam mimpi sampai ia membuka mata.
Ada secercah harapan tiba tiba menghiasi hatinya, ya harapan akan kedatangan anak pertamanya Fan Zu. Dia melirik anak perempuannya yang tertidur lelap dan mengusap pucuk kepala anaknya itu sambil berkata,"semoga kakakmu Zu'er segera pulang, aku yakin dia akan sangat senang dan bahagia mengetahui kau adalah adiknya." Senyum yang tadi menghiasi bibirnya makin merekah setelah berkata demikian.
Tidak lama diapun kembali tidur dengan hati yang bahagia meski dalam situasi yang tidak menentu akan kabar suaminya, hal aneh itu segera membawanya kedalam mimpi kembali dengan wajah berseri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf untuk kesekian kalinya karena baru update...
bukan ada kesibukan tapi karena lagi badmood dan agak sedikit sulit dalam ide hehehehe...
Aku harap ini tidak akan terjadi lagi...
untuk itu silahkan tinggalka sedekah like dan vote nya y gaes jangan pelit pelit...
scatter aja sekarang sudah banyak masa sedekah like dan votenya di pelitkan...
hehehehe...
kalo ada ide juga bisa di cantumkan di kolom komen y gaes...
terima kasih...
sangat ber kelas
sukses author .....
cukup 1 - 2 halaman saja
pasti sma pmbaca jg pda di skip g di baca ....
kurang jauh jg maen nya author ini