Seaaon 1 tentang Jill dan Jeff (couple J).
Season 2 tentang Shanum dan Salman (couple S).
Jill kabur dari rumah untuk menghindari perjodohan, ia kemudian bekerja di sebuah perusahaan dan justru bertemu cowok tampan, mapan, dan menawan yang ternyata adalah bosnya.
Shanum terpaksa menggantikan kakaknya menikahi Salman, pria cacat yang tiba-tiba menjelma menjadi pria paling kuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebaikan Veny
Baru saja Jill berurusan dengan Jeff yang galak, sekarang Tata. Tata yang suka melotot setiap kali Jill sedang makan. Tata yang selalu sewot setiap kali berpapasan dengan Jill. Terakhir, Tata bahkan berhasil menendang setumpuk laporan milik Jill hingga laporannya memiliki cap sendal butut. Dan banyak tingkah menyebalkan lainnya yang membuat Jill gedeg.
“Dia gondok ngeliat kertas-kertas robekanmu. Maklumi aja.”
“Jangankan ada robekan kertas begini, pada saat nggak ada masalah pun, Tata tetep keliatan benci kok sama aku.ugh... semua orang pada nyebelin.” Kekesalan Jill kembali fokus kepada Jeff. “Sekarang aku mesti mengulang laporan dari awal. Padahal malam ini laporan itu udah harus aku email ke pusat. Ini penyiksaan tingkat dewa namanya. Kelewatan, kan?” Jill merutuk sambil terus mengetik di laptopnya.
“Sebenernya Jeff itu baik, loh. Dia perhatian. Semua orang bilang dia emang galak, itu karena mereka belum mengenal Jeff lebih dekat. Mungkin sikap itu dia tunjukin di depan karyawan sebagai wujud kewibawaan doang. Tapi sebenernya dia itu perhatian, loh.”
Jill menatap mata Veny dengan dahi berkerut. Dari mananya Jeff keliatan baik? Baru dilihat kakinya aja sudah ketahuan garangnya, apalagi mukanya? Sadis.
“Jeff itu cerdas,” lanjut Veny. “Pertama masuk kerja, dia menjabat sebagai asisten lapangan. Sebulan kemudian loyalitas dan kemampuannya dalam memecah masalah terbaca oleh pimpinan. Makanya dia langsung diangkat menjadi direktur IC. Hebat, kan? Nggak pernah ada kasus begini sebelumnya, dan Jeff menjadi pemecah rekor. Dia nggak perlu waktu lama untuk meraih jabatan penting itu. Mungkin kamu nggak akan percaya kalo denger itu, tapi begitulah kenyataannya. Semua itu dia raih bukan karena punya koneksi, tapi berkat kerja keras dan otaknya yang selalu jitu dalam memecahkan masalah di lapangan. Dan satu lagi, direktur operasional mempercayakan sepenuhnya urusan perusahaan kepada Jeff. Dia benar-benar berkemampuan luar biasa.”
Veny menceritakan tentang Jeff yang tak pernah Jill tanyakan. Kekaguman Veny terhadap Jeff hampir membuat Jill mengangkat tangan untuk menyentuh kening Veny. Sebenarnya Jill ingin bilang, “Cuma orang idiot yang bilang Jeff baik.” Tapi itu pasti akan melukai perasaan Veny. Veny kan orangnya lurus-lurus aja dan cenderung serius.
Sekali lagi, Jill harus sadar diri bahwa ia bisa berada di sana berkat kemuliaan hati Veny. Jangan sampai ia menjadi beban, apa lagi sampai mencoreng nama baik Veny atas ulahnya.
“Oke oke, aku tahu kenapa kamu bilang gini. Supaya aku nurut sama Jeff, kan? Kamu nggak mau aku membuat kesalahan, sebab bukan cuma aku yang malu kalo aku bikin kesalahan, tapi kamu juga. Soalnya kamu yang bawa aku masuk kerja di perusahaan ini.”
Veny tertawa. “Memang bener, aku yang masukin kamu ke perusahaan ini dengan alasan kalau kamu adalah saudaraku. Kalo enggak, mungkin kamu nggak akan dipertimbangkan oleh Jeff. Mengingat lamaran numpuk, dan semua yang punya titel. Tapi itu haya sebatas usahaku, Tuhan-lah yang menghendaki.”
Kebaikan Veny semakin sempurna di mata Jill. Mulai dari membantu Jill mencarikan tempat tinggal, sampai memasukkannya ke perusahaan dengan mengakuinya sebagai saudara, dan sekarang masih terlihat tenang meski Jill uring-uringan dengan pekerjaan yang direkmendasikan oleh Veny. Sudah seharusnya Jill menjaga sikap dan nurut pada atasan demi menjaga nama baik Veny.
Tbc