NovelToon NovelToon
Jodoh CEO Muda Yang Cacat

Jodoh CEO Muda Yang Cacat

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Contest / Perjodohan / Duniahiburan / Tamat
Popularitas:12.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: desi m

Ceo muda Aditya Pratama Wilson, Pria tampan berbadan tinggi 178 cm.
berkulit putih, memiliki tubuh yang Atletis gagah dan perkasa.
Sangat di sayangkan, setelah pertunanganya gagal, Aditya Ceo muda ini di kabarkan kecelakaan yang mengakibatkan koma lebih kurang tiga bulan, akibat kecelakaan itu Aditya lumpuh, dan akhir akhir ini juga di kabarkan bahwa Aditya terkena Impoten.

dengan keterpurukan itu, Aditya sengaja menutup Identitasnya,
sampay waktunya aditya di jodohkan dengan anak sahabat papanya sendiri,
pernikahan putranya aditya dengan putri sahabatnya Senjaya yang bernama Arsya Aprilia Senjaya.akan di langsungkan beberapa hari lagi, naasnya Aditya, calon pengantin perempuan kembali melarikan diri, mendengar kabar angin bahwa aditya cacat,
mendengar calon istrinya melarikan diri, Aditya tambah murka, Aditya bersumpah tidak akan percaya dengan perempuan

akan tetapi adiknya Arsya terpaksa menggantikan posisi kakanya,
akankah Arsyi Dwika Senjaya, adiknya Arsya bisa nenaklukan hati Aditya,?
lanjutkan kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon desi m, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arsyi Terpuruk

Ponsel Aditya bergetar,

Rifal cell..

Ya halo,

bagaimana,...

............

Baiklah sebentar lagi aku akan pulang,

jemput saya di rumah, kata Aditya,

tampa di dengar Arsyi, siapa orang yang telah menelponnya sepagi ini.

Aditya melihat kearah Arsyi,

hem,..! Aku akan pulang, nanti bibi Erni yang akan menemani mu, aku banyak urusan.

Tidak usah, tidak usah merepotkan bibi Erni, aku ngk apa apa disini,

'Tidak usah,' selalu berkata, 'Merepotkan'.

bibi Erni juga tidak akan merasa di repot kan.

Aditya pergi meninggalkan Arsyi, tanpa sepatah kata pun lagi.

Aditya menyusuri koridor rumah sakit, banyak suster maupun pengunjung yang berbisik bisik melihat ketampanan dan kegagahan CEO muda tersebut, CEO muda yang sangat berpengaruh di kotanya tersebut.

Banyak orang yang tidak mengetahui, bagaimana dan siapa seorang yang melalui koridor tersebut.

Saat Aditya memasuki parkiran, "menuju mobil sports miliknya," banyak orang yang berlalu lalang mengaguminya, apa lagi para perempuan, seakan mencari perhatian pada Aditya yang sama sekali tidak memperdulikannya.

Aditya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hanya menempuh waktu dua puluh menit, Aditya sudah sampai di mansion nya.

Kebetulan jalan tidak begitu macet, walau pun jalan sudah ramai.

Sesampainya di rumah,

Bibi Erni,..!! panggil Aditya menggema di seluruh ruangan.

Iya tuan,.. bibi Erni "Tergesa gesah" menghampiri majikanya serta membungkukkan badannya, ada apa tuan,?

Bersiaplah untuk pergi ke rumah sakit, temani nona Arsyi,

baik tuan,!

Aditya berlari lari kecil menuju kamarnya, "Langsung menuju bathroom,"

Setelah selesai, Aditya mengganti bajunya dengan setelan jas formal nya.

Perempuan mana yang tidak tertarik dengannya, apa lagi berpakaian seperti ini.

Rifal sudah sampai di halaman mansion Aditya, di lihatnya Aditya sudah keluar dari rumah besarnya, Rifal turun dan membuka kan pintu mobil buat tuanya itu.

Jam berapa mereka datang Rif, mereka sudah menuju ke kantor kita bos, jelas asistennya.

Apa yang sudah aku perintahkan sudah selesai,

"Tanya Aditya," sudah tuan, semuanya sudah beres,

bagus, lebih cepat lebih baik.

Iya tuan.

mereka sudah sampai di perusahaan Aditya, semua karyawan akan membungkukkan sedikit bada nya jika di lalui CEO muda dan sekretarisnya tak kalah tampan juga 11 12 saja sama Aditya.

Mereka sama sama tampan, tingginya hampir sama, hanya kulit sekretarisnya agak gelap di bandingkan kulit aditya yang putih bersih.

Rifal mengantar bos nya ke ruang kebesaran CEO. Lalu pergi keruangan nya sendiri,

Hari ini akan menjadi hari yang paling sibuk, banyak pekerjaan yang harus di selesaikan hari ini juga, karena menurutnya hari ini adalah hari terakhirnya untuk memperhitungkan langkah positif untuk perusahaanya.

tok tok tok,

Masuk, suara datar Aditya.

Tuan mereka sudah sampai, dan sekarang mereka sudah di ruang meeting.

Baiklah, apakah semua sudah siap,.!!

sudah tuan.

Aditya melirik jam tangan termahalnya,

Aditya sudah memasuki ruang pertemuan.

Selain CEO tampan gagah dan perkasa, Aditya adalah seorang yang pemberani.

Di ruangan rapat, Aditya mengeksekusi sebuah ide ide dan gagasan yang sangat baik, semua orang yang ada di situ, terperangah, kagum akan kecerdasan CEO muda Aditya Pratama Wilson.

Karena baru kali ini Aditya melakukan rapat keputusan terbesar di perusahaan.

Sebagai CEO muda, Aditya sangat ahli di bidang apa pun, apa lagi di bidang eksekutor menurut Aditya, ini sangat dibutuhkan, karena suatu perusahaan harus cepat mengambil langkah dan mengeksekusi ide-ide yang ada demi kelancaran bisnis perusahaanya.

Tidak hanya itu, CEO Aditya mampu memperhitungkan setiap detail dampak positif dan negatif serta langkah-langkah eksekusi ide yang tepat untuk perusahaan.

Tepuk tangan riuh para klien maupun karyawan penting Aditya, mereka berbisik bisik puas dengan hasil kerja Aditya.

Menurut karyawan lainnya Aditya lah yang tepat memimpin perusahaan ini.

Wah wah wah, tepuk tangan seseorang mengalihkan perhatian semua yang ada di situ,

seorang yang tak lain tuan Bowen, Bowen adalah seorang yang kaya raya di negaranya.

perusahaanya maju pesat, memiliki kekayaan yang berlimpah di Tionghoa.

Aditya Pratama Wilson, kami sangat senang dengan prestasi mu, kami akan menerima berapa pun kamu akan menanam saham di perusahaan kami.

Terimakasih tuan Bowen, kami sangat menghargai kepercayaan anda.

kalau begitu nanti semua perlengkapan data akan di serahkan oleh asisten saya Rifal,

Sekali lagi silahkan untuk berbincang bincang, dan maaf sebelumnya terutama tuan Bowen,

hari ini saya sangat sibuk sekali, saya menemani hanya batas ini, Aditya me nangkupkan kedua tangannya, tanda maaf karena meninggalkan ruangan rapat duluan.

Oh baiklah Tuan muda Aditya, kami mengerti posisi anda sekarang jawab Bowen.

Aditya keluar menuju ruangan kebesaran nya. Rif kamu temani tuan Bowen, dan kamu "Widia" sekretaris aditya, ikut saya.

baik pak,.!! Widia mengikuti langkah Aditya,

Kamu handel pertemuan siang ini, dan persiapkan dokumen kemarin, kami akan pergi siang ini juga.

Baik pak,

dan satu hal lagi, jangan menerima tamu siapa pun itu.

Baik pak.

Aditya kembali ke ruangannya.

Aditya menelpon Rifal,

Rif, kita akan pergi siang ini juga,

oh baik lah tuan, tunggu sebentar.

Aditya dan Rifal sudah terbang menuju kota seberang, mereka akan meneliti dahulu lokasi lokasi yang tepat, Aditya turun tangan sendiri menyangkut data data resmi, agar tidak ada kecerobohan di kemudian hari.

Sementara di rumah sakit, Arsyi di temani bibi Erna,

bibi pulang saja, Arsyi ngk apa apa disini,

ngk apa apa non, lagian ini pesan tuan.

handphone Arsyi bersuara tanda panggilan masuk,

Arsyi melihat nama Rahel di layar, Arsyi ragu untuk mengangkatnya.

akhirnya di angkat juga,

ya kak halo,

sayang, gimana keadaan mu,

deg,

darah Arsyi seakan berhenti mengalir, kenapa kak Rahel bertanya seperti itu lamun Arsyi.

halo Arsyi, "suara Rahel mengangetkan lamunan Arsyi."

oh ia,.. iya kak, kok kamu bengong sayang,..

oh itu kak, aku baru bangun tidur,

em,..

KK ingin bertemu kamu,

apa kak,..!! 'duh gimana ini, '

KK di mana sekarang,?tanya Arsyi

di rumah sakit, kata Rahel spontan mengagetkan Arsyi.

deg kembali hati Arsyi bergetar, mendengar kata kata rahel di seberang.

Oh, kakak kenapa ada di rumah sakit,? pertanyaan arsyi begejola.

Ya KK ngk tau saja, kenapa langkah kaki ini membawaku kemari,

apa,...! Arsyi menutup mulutnya. Jangan jangan kak Rahel tau kalau aku masuk rumah sakit,

Kamu di ruang mana sayang, lagi lagi suara Rahel mengagetkan Arsyi,

ruang apa kak,! Arsyi masih saja pura pura tidak mengerti.

Arsyi, "Kakak sudah tau kamu masuk rumah sakit,"

Mata Arsyi melotot hampir tak percaya. Kakak tau dari mana, jawab arsyi kaku.

Bolehkah KK masuk,?

Ah...itu.. iya kak masuk lah,..!! "Arsyi terbata bata."

ceklekkk..

Suara pintu ruang rawat Arsyi dibuka dari luar,

Arsyi,..

Kak Rahel,.. "mereka bersahutan memanggil nama bergantian."

Mata Rahel nanar melihat keadaan Arsyi saat ini. tangan satunya di infus, satunya lagi di perban.

Apa yang terjadi denganmu baby,..?

Kenapa dengan tanganmu, "Rahel memegang tangan Arsyi yang di perban."

Bibi Erni yang melihat itu semua, merasa ada yang tidak beres dengan hubungan Arsyi dan laki laki itu, yang tak lain adalah Rahel.

Arsyi menyadari ada bibi Erni yang menjaganya,

bibi, bisa minta tolong,

iya non, ada apa,...!

bi, tolong tinggalkan kami berdua, aku ingun bicara dengan nya.

Oh baik lah non, "bibi Erni keluar meninggalkan Arsyi dan Rahel di ruang rawat Arsyi."

Sayang ada apa,..!

Oh.. Aku ngk apa apa kak, hanya luka kecil saja.

Jangan berbohong sayang,.. Siapa yang melakukan ini, siapa yang sudah menyakiti mu.

Kak tidak ada yang menyakitiku, aku han...

Kakak sudah tau semuanya Arsyi. "Rahel memotong pembicaraan Arsyi,"

Mata Arsyi membulat mendengar tutur kata Rahel,

maksud kakak'. Apa,?

Rahel memejamkan matanya sebentar, menarik nafasnya, lalu menghembuskanya perlahan.

Arsyi ceritakanlah yang sebenarnya, kakak akan menerimanya apa pun itu, walaupun hati kakak sakit mendengarnya, "Suara rahel lirih, nampak raut wajah sedihnya."

Seketika itu pula, tangis Arsyi pecah. "huuuhuuu." Maafkan Arsyi kak,

Arsyi tidak bermaksud begitu. Arsyi tidak menghendaki ini semua, "suara arsyi serak."

Rahel menenangkan nya,

"Sutt..." tenang lah, sudah....jangan menangis lagi baby ku.

Kakak sudah tau semuanya.

Kamu sudah benar, tidak ada yang salah dengan mu.

Keluargamu lebih penting dari pada kakak.

Kak Rahel,..."Suara Arsyi menggema di seluruh ruangannya, Arsyi memeluk Rahel dengan erat.

Tidak kak, aku salah...aku salah.....pekik Arsyi.

Arsyi melepaskan pelukan nya.

lanjut di episode selanjutnya, ikuti karya author,❤️ dan jangan lupa berikan vote, like dan komen, agar author lebih bersemangat untuk melanjutkan episode seterusnya.

maafkan author, jika kata katanya banyak yang salah, karena saya juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan,

ini ril karya saya sendiri, di ketik sendiri dengan kedua tanganku ini,

semoga kalian yang membaca menghargai author ya,

yang like karyaku, aku doakan; rezekinya lancar selalu dalam lindungan tuhan amin... terima kasi selamat ,❤️❤️

1
Faris Fahmi
murahan jg yaaa si arshi, udah punya suami masih mau dicium bibirnya
Farldetenc: Ada karya menarik nih, IT’S MY DEVIAN, sudah End 😵 by farldetenc
total 1 replies
Rara Kusumadewi
Rehan apa Rahel sihhh
Alfa Kristanti
👍👍👍
Reza Indra
Kecewa
Reza Indra
👍🏻👍🏻👍🏻🧡🧡❤🧡🧡😘😘😘😘😘
Reza Indra
👍🏻👍🏻👍🏻❤❤🧡❤❤😘😘😘😘😘
Reza Indra
Di balik kelembutan & keluguan Arsy ternyata tersembunyi keberaNian dn kecerdasan yg tdk di ketahui org² terdekatnya apalgi org lain.. auaminya sj tsk tau dn Lara sahabat akrabnyapun tdk menyadarinya... HebaaatTt... aUthor bikin Ceritanya emang super HebaaatTt... Sehat selalu Thor dn SemanGaaatTt... 👍🏻👍🏻👍🏻❤❤🧡❤❤😘😘😘😘😘
Reza Indra
Dredeg nichh... Semoga Baby biy Arazka zsehat kembali... ❤❤🧡❤❤😘😘😘😘
Reza Indra
😢😢😢😭😭😭
Reza Indra
ikut sediichh.. semoga segera sembuh baby boy Arazka.. 😥😥❤❤🧡❤❤😘😘😘😘
Reza Indra
Biasa
Butiran Debu
sebenernya namanya rahel apa rehan sih thour bingung jadinya,,,
Butiran Debu
halah biasa klo di awal bilang kek gitu gak nafsu lah apa lah,,,tapi klo di deketin cwok lain cemburu trus bucin,,,,
Reza Indra
👍🏻👍🏻👍🏻❤❤🧡❤❤😘😘😘😘😘
Reza Indra
Sweety... ❤❤🧡❤❤😘😘😘😘😘
Reza Indra
👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤🧡❤❤❤😘😘😘😘😘
Reza Indra
Cerita yg sangat bagus.. bnyak Hikmah yg bisa di ambil dr kisah ini.. 👍🏻👍🏻👍🏻❤❤🧡❤❤😘😘😘😘😘
Vivi Taufik Wijaya
ini namanya rahel atau rehan.
Oktavia Fransiska butar butar
aku sangat menyukai nya walaupun banyak kepahitan kata atau kurang kata
Oktavia Fransiska butar butar
aku sangat menyukai nya walaupun banyak kepahitan kata atau kurang kata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!