NovelToon NovelToon
The Promise

The Promise

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: DHEVIS JUWITA

🌺 Arsenio Putra Atmadja * Bianca Mahendra 🌺

Judul sebelumnya "Aku Ingin Hidup Sekali Lagi!"

Sebuah janji sepuluh tahun lalu membawa Bee dan Arse bertemu kembali dalam situasi rumit.

Bee yang menjadi arwah karena koma mencari cara untuk kembali ke tubuhnya dan mempertemukannya dengan Arse sang penyelamatnya yang dianggapnya sebagai jodohnya kelak.

Hingga akhirnya Bee menyadari cara kembali ke tubuhnya adalah dengan menyadari perasaannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peringatan Arse

...

Seperti perintah Arse sebelumnya saat selesai meeting Kyle pergi ke sebuah toko yang menjual alat alat lukis. Sebenarnya Kyle bingung kenapa Tuannya itu menyuruhnya membeli alat lukis setahunya dia tidak ada bakat menjadi pelukis, tapi dia tidak berani menanyakan lebih baik dia melakukan pekerjaannya segera. Saat tengah asyik memilih berbagai macam alat lukis ponsel Kyle pun berdering, nama Arse yang tertera di layar ponselnya.

"Halo Tuan" kata Kyle saat telepon sudah tersambung.

"Apa kau sudah selesai?" tanya Arse disambungan telepon.

"Belum Tuan, sebentar lagi selesai"

"Oh bagus, setelah dari situ kau pergilah ke toko berlian langgananku aku sudah memesan sebuah berlian dan kau hanya mengambilnya saja" perintah Arse.

"Baik Tuan"

Saat sudah selesai membayar semua peralatan lukis yang dia beli, Kyle segera melajukan mobilnya ke toko berlian langganan Arse.

"Permisi" sapa Kyle pada salah satu karyawan yang ada di toko tersebut.

"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya karyawan itu sopan.

"Saya ingin mengambil pesanan atas nama Tuan Arsenio" jawab Kyle.

"Oh, pesanan Tuan Arsenio saya akan segera ambilkan"

Setelah beberapa saat karyawan itu kembali dengan sebuah kotak berlian yang sangat cantik, kotak berlian itu terbuat dari kaca sehingga cincin berlian yang didalamnya pun kelihatan berkilauan dan begitu mewah. Mungkin dengan gajinya setahun baru Kyle bisa membeli berlian seperti itu, dia harus membawanya dengan sangat hati hati.

Tugasnya sudah selesai semua, Kyle pun segera kembali ke kantor karena bosnya kini sudah menunggunya. Sesampai di kantor Kyle langsung menuju ke ruangan CEO dimana bosnya berada.

"Semua pesanan Tuan sudah saya kerjakan" kata Kyle saat sudah sampai diruangan Arse.

"Bagus Kyle, kalau kerjamu bagus seperti ini terus aku akan memberikan bonus yang besar buatmu" Arse berkata seraya menepuk pundak Kyle karena posisinya saat ini memang berdiri di samping Kyle.

Diraihnya kotak berlian yang di pesannya tadi, "Sangat cantik Bellena pasti menyukainya, Aku akan menemuinya sekarang" gumamnya tapi masih terdengar di telinga Kyle.

"Maaf Tuan, sepertinya Nona Bellena saat ini sedang melakukan pemotretan" kata Kyle karena sebelumnya memang Bellena menghubungi dirinya dan mengatakan kalau dia sedang berada di studio pemotretan.

Arse yang mendengar perkataan Kyle menaikkan alisnya tanda heran kenapa asistennya itu bisa mengetahui keberadaan tunangannya.

"Bagaimana kau bisa tahu Kyle? Kenapa dia tidak memberitahuku?" tanya Arse.

"Ah, i-itu Tuan tadi Nona menghubungi saya saat Tuan sedang rapat menanyakan keberadaan Tuan dan berpesan Nona akan melakukan pemotretan" jawab Kyle berusaha senatural mungkin karena saat ini jantungnya berdebar keras karena takut Arse mencurigainya.

"Bukankah dia masih sakit? Sebaiknya aku menunggu di apartemennya, urus semua pekerjaan disini Kyle" Arse pun berlalu keluar dari ruangannya beserta membawa alat lukis yang dipesan Bianca.

Kyle bernafas lega karena Arse tidak mencurigainya, "Aku seperti seorang pencuri" Kyle berdecak dalam hati.

...

Di apartemen Bellena semua pelayan tampak bungkam enggan memberitahu perlakuan Bellena yang sudah membawa laki laki lain masuk dan bermalam di apartemen. Mereka takut atas ancaman Bellena padahal gaji yang mereka terima setiap bulan tak lain dari uang Arse.

Arse dengan sabar menunggu Bellena pulang, beberapa saat kemudian Bellena yang ditunggu akhirnya datang juga, Bellena kaget karena Arse ada di apartemennya karena sebelumnya dia tidak memberitahunya tapi dia bersikap se normal mungkin.

"Honey, kau sudah lama menunggu?" tanya Bellena seraya duduk dipangkuan Arse karena posisi Arse saat ini tengah duduk di sofa.

"Lumayan, kenapa sudah melakukan pemotretan bukankah lukamu belum sembuh total?" tanya Arse perhatian.

"Aku sudah menundanya kemarin Honey, aku harus profesional" jawab Bianca.

Arse pun mengeluarkan kotak berlian dan menyematkan cincin berlian itu dijari Bellena seraya berkata "Aku minta maaf kemarin tiba tiba meninggalkanmu begitu saja".

"Oh Honey, cantik sekali.. Tidak apa apa pasti kau sangat sibuk bukan" Bellena menatap cincin di jarinya dengan bangga, inilah yang disukainya Arse yang selalu perhatian padanya.

"Maaf untuk saat ini mungkin kita harus jarang bertemu, aku ada urusan yang ingin ku selesaikan" Ucap Arse pada Bellena, yang dimaksud Arse adalah urusan Bianca dia akan cepat menyelesaikan urusan Bianca dahulu agar hubungannya dengan Bellena tidak ada hambatan lagi karena jujur saja saat sedang bersama Bellena sekarang pikirannya terbagi memikirkan sosok Bianca, entah perasaan apa yang jelas Arse tidak tenang jika Bianca jauh darinya mungkin saat di Rumah Sakit dia melihat Bianca akan menghilang membuat perasaan yang sulit diartikan, dia akan bertekad memecahkan misteri ini dan berharap Bianca bisa kembali ke tubuhnya lagi.

"It's Okay.. Tapi tidak terjadi sesuatu padamu kan? kata Kyle kau pergi ke rumah sakit kemarin" tanya Bellena.

"Tidak ada apa apa hanya menjenguk seseorang disana, dan kenapa bisa Kyle memberitahumu? Tadi juga dia bisa tahu kau sedang melakukan pemotretan!" tanya Arse penuh selidik, Arse memang mempunyai tingkat cemburu yang tinggi. Dia tidak mau wanitanya dekat dengan lelaki lain selain dirinya.

"Ngh, i-itu Honey, aku hanya tidak sengaja menelponnya kemarin karena setelah kau pergi aku menghubungimu dan tidak kau angkat" Bellena mencari alasan.

"Maafkan aku ya, tapi jangan terlalu dekat dengan Kyle aku tidak suka, aku memperingatkanmu!"

"Tidak ada apa apa Honey, percayalah"

"Aku percaya padamu"

Mereka pun berciuman dengan mesra. Mereka makan malam bersama di apartemen Bellena, setelah makan malam Arse pun pamit pulang. Bellena bernafas lega Arse tidak menginap karena ditubuhnya ada beberapa jejak tanda kemerahan yang ditinggalkan Kyle kalau sampai Arse melihatnya habislah dia.

1
comcom
ngakak malam malam
retno❤️
Ternyata aq ketinggalan ya Thor... anak cucunya sdh aq baca dati lama tapi baru baca yg ini... mantaap ceritanya... mau lanjut cari cerita yg blm kubaca... semangat trs berkarya ya Thor... sukses selalu 👍🏻🙏🏻🥰
Mulis Mida
alasan klise,menyembunyikan sesuatu dg dalih utk kebaikan. padahal jelas malah bikin ketidakbaikan
Nur Aqilah
Lumayan
Arie
Luar biasa
Win wina
kau tau saja Thor pikiran kami😅
Miya
Luar biasa
Atoen Bumz Bums
10M dianggap kayak uang receh aja
Atoen Bumz Bums
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
makin kesini makin kesana
dewi kepakisan
ternyata harus baca ini dulu sebelum baca " oh my bee"..tapi tetap mengerti cerita awalnya di "oh my bee"...kamu memang keren,thor
Har Tini
Luar biasa
Bahari Sandra Puspita
ceritanya bagus banget kak..
endingnya bikin termehek-mehek.. 😭😭😭
wes g usah banyak komen, intinya cerita ini luar biasa banget..
jangan dilewatkan untuk dibaca.. 🥰🥰🥰

sehat2 terus ya kak..
jgn capek untuk terus berkarya...
mau lanjut baca oh my bee😘😍🤩🥰
Deistya Nur
keren 👍
Naurah Naurah Maryanti
/Heart/
Pepe Black Street
jodohnya
Riswandi Andi
Luar biasa
Surya
😍
Siti Shiro
kenapa dibuat sedih gini thorr
Siti Shiro
Luar biasa
Siti Shiro
namanya susah amat ya Thor 🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!