bagaimana jika seorang wanita mendapat kesempatan untuk berada dekat dengan seorang taipan berwajah tampan? mengasuh seorang CEO tampan yang pikirannya kembali ke masa anak umur 8 tahun? punya kepribadian aneh? dan kadang wajah tampan itu bertranformasi menjadi imut dan selalu meluluhlan hati seorang karin..... sampai sampai bisa menembus jiwa kejombloan karin, lalu bagaimana jika pria itu kembali ke pemikiran dewasanya? bagaimana kehidupan duo sejoli itu nantinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak_na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERMINTAAN ABSURD
Author pov
Hello everyone! Salam hangat dari thor buat kalian semua, thor mau ngucapin makasih banget buat yang baca cerita absurd karangan amatiran seperti ini, thor rencananya mau tamatin cerita ini sampai eps 30 aj, soalnya kalau panjang2 banyak amat masalah dan mungkin aja bakalan buat para readers tersayang nanti bosan.... So, sekali lagi makasih banyak banget buat kalian yg udah like, tambah lagi komen, buat thor semangat up nya..... Oke selamat membaca
🥰🥰🥰love u all!!
Lea menatap iba melihat wajah Arthur yang terluka, rahangnya yang membiru serta sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.
“jadi... apa yang pak guru lakukan hingga sampai seperti ini?” Lea mengambil posisi duduk di samping Arthur yang sudah menyandarkan dirinya nyaman di ruang tamu apartemennya, sembari meletakkan baskom berisi air hangat ngilu kuku untuk membasuh luka pak gurunya.
“pria sinting itu memukulku”
Allea menaikkan alisnya sebelah berusaha mencari tahu siapa pria sinting yang dikatakan Arthur, namun dia tidak menemukan satu nama pun. “aku tidak tahu ada pria sinting yang berani memukul pak guru?”
Allea kembali tidak ingin memusingkan diri. Dia pun mengambil handuk putih yang sudah sedari tadi berada di samping Arthur dan mencelupkannya pada air yang ada di baskom. Dengan hati-hati dia membawa handuk itu untuk di seka kan pada luka yang ada di wajah Arthur.
Arthur yang menerima perhatian Lea senang bukan kepalang. Pasalnya Lea adalah tipe wanita yang sangat jarang memberikan hal seperti ini, jika bukan Arthur yang memintanya duluan, maka Lea tidak akan pernah peka dengan keinginannya.
“kenapa senyum gitu! Pak guru ini aneh deh, gak ada orang yang senyum senyum habis kena tonjok kek gini” ujar Lea menatap Arthur aneh, apa pemikiran pak Arthur juga jadi bermasalah? Batinnya. Lea pun menggelengkan kepala memikirkan itu semua.
“kau pasti berpikiran jika aku aneh, tapi ada pria yang lebih aneh dari padaku” Arthur kembali menyunggingkan senyum konyolnya mengingat kejadian di kantor Devan beberapa waktu lalu...
Beberapa waktu lalu.....
“hei Arthur” Arthur yang dipanggil namanya menoleh pada sumber suara.
“ada apa? Bukankah diskusi kita sudah selesai?” ujar Arthur dengan perasaan bingung. Dalam benaknya, Devan Antonio buka tipe pria yang mengawali pembicaraan jika itu tidaklah penting bagi hidupnya. Dan ini mungkin berkaitan dengan diskusi tadi, Arthur membenarkan dalam hatinya.
“tidak ini buka masalah diskusi kerja sama kita tadi, aku hanya ingin minta tolong padamu”
“kau meminta tolong? Padaku?” Arthur yang mendengar kata-kata tolong yang terlontar dari mulut Devan sangat terkejut. Ini pasti hal yang sangat mendesak hingga dia menurunkan harga dirinya seperti ini.
“kenapa kau menunjukkan wajah bodohmu itu padaku!”
“Ya ya.... Baiklah, kau mau minta tolong apa?”
“Kau masih punya tenaga untuk memukul bukan?” Arthur menaikkan alis matanya sebelah untuk memahami pertanyaan Devan, namun dia masih tak mengerti dengan maksud dari pertanyaan barusan. Mau tidak mau dia hanya menganggukkan kepala.
Devan yang melihat Arthur mengiyakan pertanyaannya. Tersenyum semringah dengan. “berarti kau bisa memukul ku lagi sekarang?” tanya Devan dengan senyum smirk nya yang menakutkan.
“Yah... Tentu, aku bahkan bisa membuat tubuh mu hancur” jawab Arthur bingung. Tentu saja sangat mudah meremukkan tubuh seseorang, tapi mungkin Devan akan sedikit cukup sulit.
“Bagus! Sekarang kau pukul aku lagi! Aku tidak akan melawan!”
“kau gila! Apa maksudmu!”
“Pukul wajahku lagi! Kenapa kau tidak mengerti maksudku bodoh, sama seperti kau memukulku tadi!”
“Tunggu! Bukan maksudku tidak mengerti caranya memukul! Tapi kenapa aku harus memukulmu lagi?” Devan yang mendapati pertanyaan Arthur seperti itu, mulai mencari alasan yang tepat kenapa pria berdarah Italia campuran itu harus memukulnya.
“bukankah kau membenciku?” tanya Devan sembari memegang dagunya berpura-pura berpikir.
“a-aku memang membencimu-“
“dan kau pasti sangat berniat memukulku bukan?”
“Tentu saja,”
“dan tunggu apa lagi? Aku memberikanmu kesempatan bebas memukulku sebanyak 3 kali, aku janji tidak akan membalasnya” Arthur yang mendengar penuturan gila dari devan, hanya bisa menggelengkan kepalanya. “kau gila, pergi ke dokter dan minumlah obat, aku tidak mau membuang tenagaku hanya untuk meladeni manusia yang tidak waras” jawab Arthur tegas sembari dan langsung hendak beranjak dari hadapan devan.
“Hei kau tidak ingin menggunakan kesempatan ini?” tanya Devan sambil menatap punggung Arthur penuh tanya.
“berhenti bersikap bodoh-“
“kau yang bodoh”
“aku tidak bodoh! Kau yang bodoh!” Devan melancarkan senyum liciknya, jika tidak dengan menyulut amarah Arthur, maka dia tidak akan mendapatkan pukulan itu.
Arthur segera membalik badannya menghadap Devan lagi yang berdiri menyandarkan tubuhnya pada meja kerjanya. Dikepalkan tangannya menahan amarah. ‘apa sebenarnya kemauan manusia bodoh ini?’ ucap arthur dalam hati.
“aku akan pergi sekarang dan melepasmu kali ini” ujar arthur yang kali ini benar-benar mengabaikan perkataan devan.
“bukankah sangat menyenangkan mendapat perhatian dari gadis itu?”
“apa maksudmu?” arthur yang sudah ingin pergi, kembali di buat penasaran dengan perkataan devan. Dan kembali menolehkan kepalanya untuk melihat.
“bukankah jantungmu akan berdegup kencang jika dia berada di dekatmu? Kemudian kau hanya ingin selalu bersamanya, melihat senyumnya, mendapatkan perhatiannya, gadis itu akan meniup setiap luka yang ada di tubuhmu kemudian memberikan waktu sebanyak mungkin untuk merawatmu, bukankah kau kecanduan dengan perhatian dan sikap yang di tunjukkan Lea padamu?”
“... Jangan bilang kau.....” Arthur sedikit terperangah dengan pemikiran Devan jangan bilang jika lelaki itu mau menyakiti dirinya sendiri hanya untuk mendapatkan perhatian dari Karin?
“Kau benar-benar gila”
“Ck, apa salahnya kau menuruti permintaanku? Bukankah itu juga menguntungkanmu, jika kau juga mau, aku juga akan dengan sukarela memukul wajahmu”
“sudahlah, aku akan pergi sekarang”
***
“jadi pak guru berkelahi dengan tuan Devan karena tuan Devan berbicara kasar dan juga bertindak sewenang wenang?”
“yah begitulah....”
“Dan dia juga menghina kak Karin dan ingin meninggalkannya setelah menjadikan kakakku sebagai umpan dalam rencana kalian?” Arthur sedikit tertawa dengan wajah penasaran Lea yang bercampur dengan sedikit ketidakpercayaan.
“Devan itu tidak cocok untuk Karin Lea, jadi kau harus mengatakan pada Karin agar berhati-hati pada laki-laki tidak baik itu” Lea yang mendengar penuturan Arthur menyipitkan matanya mencari kebenaran. Bukannya dia tidak tau mengenai gosip dan isu yang beredar di masyarakat tentang seberapa buruknya Devan. Namun, dari cerita yang di dengarnya langsung dari kakaknya Karin, itu sepertinya lebih terpercaya dibandingkan mendengar penuturan gurunya ini.
“hei, hei. Jangan melihatku seperti itu, apa kau tidak percaya dengan luka ini? Dia yang memulai perkelahian dulu, Lea...” tunjuk Arthur pada lukanya yang sudah di bersihkan oleh Lea tadi.
“kalau begitu aku akan menanyakan langsung pada tuan Devan,-“
“Eh. Jangan! Aku tidak akan membiarkanmu menemuinya, dia jahat dan juga bajingan, Lea, dengarkan aku, kau tidak tau siapa sebenarnya Devan, tapi aku tahu semuanya, dan kali ini percayalah padaku,” ucap Arthur meyakinkan Lea sembari meraup tangan kecil gadisnya untuk di genggam.
Dan tidak lupa juga Arthur menampilkan senyum sedih dan terlukanya agar Lea bisa percaya pada perkataannya barusan. Lea yang melihat ekspresi Arthur yang menggelikan dan tidak seperti biasanya itu hanya bisa membuang muka.
Jantungnya berdegup cepat 2 kali lipat dari biasanya. Apa aku punya masalah jantung? Tanyanya pada diri sendiri.
“Tapi kenapa debarannya aneh dan nyaman gitu?”
hrsnya diceritakan jg gmn Karin diselamatkan, ungkapan cinta Devan, permintaan ma'af Karin, gmn bucinnya Devan..
lha ini tiba2 sdh punya anak usia 5 th..😢😥
ternyata tokohnya semya menyukai Karin kecuali Arthur..
akhirnya Jerry mampus jg, pasti de. Jhon atau suruhannya yg membunuhnya..
kasihan Devan, dia sdh berusaha berubah malah Karinnya salah paham & akhirnya pergi drnya..
yg sabar ya Devan..