aku ke kota untuk mencari kerja, tapi nyatanya malah mendapat suami !!!
bagaimana bisa aku mendadak jadi seorang mama dan istri seorang CEO kaya?
di usiaku yang baru menginjak 18 tahun aku harus menikahi duda tampan nan kaya yang terpaut usia 10 tahun dariku, aku sangat menyayangi anak itu, juga menyayangi ayahnya, tapi apakah suami ku juga mencintaiku???
Follow ig author bunda dan kakak sekalian sebangsa dan setanah air : @unchiha.sanskeh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon unchihah sanskeh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terkena imbasnya
" nina, maaf ini tidak seperti yang kamu pikirkan"
" maaf kenapa pak? oh, ada mba renatta ya? mba kerja di sini ya?, maaf kalau salah, soalnya nina perhatiin mba di kantor ini terus"
aku tahu ini adalah permulaan dari mba renatta, dia semakin serius buat ngajak nina perang, tapi tidak masalah, aku tidak akan takut.
" nina bukan itu, ini kamu jangan salah paham dulu"
" pak bagas ngomong apa sih? oh, maaf nina salah paham ya? mba renatta maaf ya, nina gak bermaksud" kataku pada mba renatta.
" ah, tentu saja, tidak masalah, aku yang harusnya minta maaf, mungkin kamu tidak nyaman aku di sini, tapi aku dan erik sama kok, kami sahabat nya bagas, jadi kalau aku main kesini tidak masalah kan? atau hanya erik saja yang boleh" balas mba renatta kepada ku, dengan nada sedikit meremehkan.
" ah, benar juga, tapi mba salah, erik jarang lo main ke sini, dia datang kalo lagi ada jam kosong, dan gak ada pekerjaan, benar kan sayang?" balasku
aku merapikan dasi pak bagas, dan menatap matanya, aku tidak akan kalah. pokoknya sebisa mungkin aku bakal pertahan kan pak bagas.
" tapi mba renatta sepertinya tiap hari di sini. atau mba.... gak ada kerjaan ?ah maaf mba, nina keceplosan, nina gak maksud buat nyinggung mba renatta"
aku langsung menutup kedua mulutku, aku benar benar puas bisa balas mba renatta. aku tersenyum di balik tangan ku.
" tidak kok, tidak masalah, ayah ku wali kota, kota j ini, dan kami juga memiliki beberapa bisnis properti, jadi kalau aku tidak bekerja beberapa waktu juga tidak masalah kok nina" timbal mba renatta.
" ya ampun maaf ya mba, nina benar benar gak enak sama mba, nina gak tau kalau ayah mba walikota, soalnya kemarin ada berita walikota J melakukan manipulasi data keuangan untuk desa, desa nina juga kena dampak nya lo mba, jadi nina gak nyangka, ga mungkin walikota adalah ayah dari mba renatta, mba kan wanita baik baik." aku kembali menjawab omongan mba renatta.
" itu bohong nina, kamu tidak usah percaya ya, memang banyak yang iri pada kesuksesan keluarga kami, jadi kamu tidak usah percaya ya, kalau begitu aku pulang sekarang ya" ucap mba renatta kesal, kemudian pergi meninggal kan kami
*******
" nina?" kataku heran menatap nina.
sejak kapan wanita ku. jadi begini, siapa yang mengajari nya?, dia kejam sekali sampai membongkar aib ayah renatta. gawat dia pasti sangat marah, bagaimana ini.
" sayang, maaf. kamu jangan marah, ini salah paham sungguh " aku menggenggam kedua tangan nina, dan berusaha meyakinkan nya
gawat gawat, kali ini nina sudah tumbuh tanduk, aku yakin, gadisku sangat kejam tadi, ini pertama kalinya aku melihat aura hitam nya.
" hmm? bapak ngomong apa? nina marah kenapa? nina tidak marah kok," ucap nina sambil tersenyum padaku.
syukurlah, ku kira aku juga bakal kena, untunglah.
" sayang ayo kita pulang, aku sudah lapar sayang" kataku dan menggenggam tangan nya keluar ruangan.
*****
dirumah
" nina, kamu benaran tidak marah kan? aku bisa jelasin kalau kamu mau dengar" kataku sambil menunduk
aku duduk di kursi makan sambil menunggu nya masak. sesekali aku mendengar dia mengasah pisau nya, suaranya membuat ku merinding, sling sling dia seperti mau membunuh.
clentang clentang.
dia menggoreng, atau memukul sih? sepertinya besok pagi aku akan menyuruh pak An, buat beli wajan baru. aku tertunduk lesu, aku bahkan sampai merinding karna suara suara yang di keluar kan nya saat memasak.
" sudah selesai, nina ambilkan nasinya ya" kata nina sambil meletak kan makanan yang di masaknya.
sial, dia dari masak atau dari membunuh, yang dia hidangkan semuanya warna merah. jujur saja aku mau mundur dari meja makan. tapi dia menatap ku seperti mau melumatku. aku jadi takut.
" sudah, ini bapak makan yang banyak ya, dan habiskan, nina sudah masak nya susah payah lo" ucap nina, dan memberikan makanan yang di siap kan nya kepadaku.
" iya sayang" balas ku padanya.
sialan, ini makanan kah? pedas sekali, dia masukkan semua cabai atau gimana? aku tidak kuat, nasinya panas lagi. baiklah aku sadar nina ku marah, dia marah besar.
" sayang, aku benar benar minta maaf, aku bisa jelaskan, renatta tadi..." kataku berusaha menjelaskan
" pak bagas, habiskan. " ucap nina menyambar omongan ku.
belum selesai aku bilang, sepertinya dia tahu maksudku, nina aku tidak sanggup makan ini, ganti hukumannya sayang, aku mohon .
hari ini aku dapat pelajaran besar, nina kecil ku, kalau marah sangat kejam, tidak manusiawi. mata nya yang indah bisa tajam seperti pisau.
aku saja tidak berani melawannya. aku tidak boleh cari masalah lagi sama nina.
*tolong
tolong
kembalikan nina ku seperti semula*.....