Rangga Cristian Wijaya adalah putra tunggal dari pengusaha ternama ia memiliki seorang kekasih bernama Aura Berly yang berprofesi sebagai Desainer.
Rangga dan Aura sepakat akan menikah sebulan lagi, seminggu sebelum pernikahan aura menghilang entah kemana, keluarga besar Wijaya begitu terpukul ketika mendengar calon menantu mereka kabur.
Kinara Aurora adalah seorang gadis yang tidak terlalu kaya ataupun miskin, ia di kelilingi keluarga yang berkecukupan. Kinara adalah seorang gadis yang menggantikan Aura Berly untuk menikah dengan Rangga Wijaya.
Apakah dengan bergantinya waktu bening cinta di antara mereka berdua akan ada ?!
Terus ikuti ceritanya yaaa
Jangan lupa like, vote, rate dan comen, dan jangan lupa juga beri gitf untuk karya author, agar author lebih semangat lagi dalam menulis🤭🤗
Follow iG: suzanarbabu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ade Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
"Biarkan aja non nanti Bibi yang akan mengaturnya'
"Gak usah Bi, kinar bisa melakukannya sendiri, bi nur pergi beristirahat saja"
"tapi non"
"Gak apa-apa bi, kinar bisa menyelesaikannya sendiri.
Berly melihat kinar dari jauh yang sedang membersihkan meja makan.
"Aku akan membuatmu tidak betah di rumah ini, dan ku pastikan kamu tidak akan mendapatkan tempat di hati Rangga" batin berly
Berly menyandarkan kepalanya di pundak Rangga, dan tanpa perlawanan Rangga membiarkan apa yang berly lakukan.
Kinar yang melihat mereka, tidak tahan sehingga ia meninggalkan meja makan yang masih terlihat kotor. Kinar pergi ke kamar ia masuk ke kamar mandi menatap sebuah cermin sambil menangis.
"Stop kinar, kamu tidak boleh menangis tapi kamu harus berusaha apapun yang terjadi, selama kata berhenti dan menyerah belum keluar dari mulutmu" ucap kinar dengan menyemangati dirinya sambil menghampus air matanya.
Kinar mencuci wajahnya yang tadinya di penuhi oleh air mata, sekarang kinar memakai perawatan wajahnya setelah itu dia tidur dengan tak memusingkan apa yang mereka lakukan di luar sana, walaupun kinar begitu resah tapi ia berusaha agar tidak emosi dengan apa yang berly lakukan.
Pukul 1 malam Rangga masuk ke dalam kamarnya setelah berly tertidur di kamarnya. Angga menatap kinar yang tengah tertidur pulas, Angga mendekati kinar dengan memperbaiki selimut dan sesekali ia menyentuh wajah kinar dan mengeluarkan rambut kinar yang menutupi sebagian wajahnya.
Rangga tidur di samping kinar dengan kedua tangannya berada di bawah kepalanya di jadikan bantal sambil menatap langit-langit kamarnya.
Rangga sesekali menatap kinar yang saat ini tertidur dengan posisi menghadap ke arahnya, lalu ia menatap langit-langit kamarnya sampai dirinya tertidur.
Keesokkan paginya kinar dan Rangga tidur saling berpelukan, tangan Rangga di jadikan bantal oleh kinar.
Kinar yang sudah tidak tahan melihat bibir Rangga yang merah itu, ia langsung menciumnya lalu kinar tersenyum bahagia, ia tidak tau apa yang terjadi padanya tapi saat ini ia benar-benar begitu bahagia di dekat Rangga. apalagi saat ini Rangga memeluknya.
Kinar yang tak ingin beranjak dari tempat tidur ia kembali memejamkan matanya sambil mendekatkan dahinya di dagu dan bibir Rangga.
Rangga tersenyum tipis dengan apa yang kinar lakukan padanya, setiap hari ia harus merasakan sentuhan itu dari bibir kinar. tak sedikitpun Rangga menolaknya karna ia begitu merasa nyaman.
Rangga yang tersenyum dengan matanya masih terpejam, memeluk erat pinggang kinar.
Kinar yang Merasakan pelukan erat itu kaget, bahkan ia membuka matanya saat merasakan pelukan dari Rangga. kinar menelan salivanya ketika melihat leher putih milik Rangga, rasanya ia ingin menggigit leher itu tapi ia menahan dirinya agar moment pagi ini tidak kacau.
Dengan tersenyum kinar memejamkan matanya dengan membalas pelukan Rangga.
Seseorang yang berada di dalam kamar yang sama itu terlihat begitu emosi, yang awalnya dia masuk ke dalam kamar untuk membangunkan Rangga. tapi apa yang dirinya lihat jauh dari apa yang ia pikirkan, selama ini yang ia tau Rangga bukanlah sembarang orang yang di sentuh tapi pagi ini ia melihat Rangga malah memeluk istrinya.
Wanita itu pergi keluar dari dalam kamar dengan menutup pintu dengan keras, tapi apa yang terjadi bahkan mereka berdua tidak terbangun juga ketika mendengar bunyi pintu dengan keras.
Wanita yang tidak mendengar adanya suara dari dalam kamar membuat ia makin kesal sehingga ia pergi meninggalkan kamar itu menuju ke kamarnya.
"Aku akan membalasmu kinar, kamu mungkin saat ini bahagia bisa memeluk dirinya, tapi lihat saja Rangga akan selalu memilihku dan akan selalu menuruti apa yang aku inginkan" ucap berly dengan melipatkan kedua tangannya sejajar dengan dadanya sambil jarinya mengetuk-ngetuk lengannya.
"Aku harus menyiapkan cara agar kinar tidak betah di rumah ini, dan Rangga akan mengusirnya dan menceraikannya" ucap berly dengan tersenyum jahat.
Dengan tidak tahan berly kembali ke kamar Rangga dengan teriak-teriak sambil memanggil sayang.
"Sayang... sayaaaaannggg.... kamu udah bangun belum?"
teriak berly yang dari luar
Rangga dan kinar yang mendengar teriakan itu langsung membuka mata mereka, lalu mereka saling bertatap-tatapan dan berteriak satu sama lain karna melihat apa yang mereka lakukan saat itu.
Kinar yang terkejut melihat Rangga tidak mengenakan pakaian atasnya, sedangkan Rangga terkejut kalau tubuhnya di sentuh.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya kinar
"Seharusnya aku yang menanyakan apa yang kamu lakukan pada tubuhku?"
Kinar membuka mulutnya ketika mendengar apa yang Rangga ucapkan.
"Seharusnya aku bertanya begitu, karna kamu tidak memakai bajumu" ucap kinar dengan mulai berakting menangis agar tidak ketahuan kalau dirinya lah yang menyentuh Rangga lebih dulu.
"Hey kamu kenapa, jangan menangis aku tidak melakukan apa-apa padamu"
"Walaupun aku istrimu tapi kamu gak Seharusnya melakukan itu padaku Rangga, hiks hiks" ucap kinar dengan membuka matanya sedikit melihat sikap Rangga.
"Terserah apa yang kamu pikirkan, aku sudah menjelaskan kalau aku tidak melakukan apa-apa padamu" ucap Rangga dengan pergi meninggalkan kinar yang sedang duduk di tempat tidur sesegukan.
Ketika masuk ke kamar mandi Rangga kembali menatap kinar dan menunjuk ke arah Kinara.
"Kamu harus ingat kalau aku tidur tidak memakai atasan adalah kebiasaanku, jadi kamu tidak perlu berpikir yang tidak-tidak, dan aku tidak menyentuhmu ingat itu" ucap Rangga dengan berusaha menjelaskan.
"Tapi apa itu, Rangga menjelaskannya kepadaku dengan tersenyum, apa yang terjadi sebenarnya kenapa dia tersenyum dan kemana wajah judes itu" batin kinar yang merasa kalau Rangga terlihat aneh pagi ini.
Rangga masuk ke dalam kamar mandi, ia tidak langsung mandi melainkan masih berdiri dan menatap dirinya di cermin yang ada di kamar mandi.
"Apa yang aku lakukan, kenapa aku bisa khilaf" ucap Rangga dengan mengingat kembali apa yang terjadi semalam.
Tidur tanpa atasan bukanlah hobby Rangga atau kebiasaannya, tapi malam itu membuatnya harus melepaskan kaos yang di pakainya.
Flashback on
Malam itu Rangga tidak sengaja menyentuh dada milik kinar, Rangga melepaskan tangannya namun apa yang ia lihat begitu membuatnya khilaf apalagi saat ini dirinya berstatuskan sah dengan sang istri.
Rangga menelan salivanya ketika melihat leher kinar hingga sampai bagian dadanya karna malam itu kancing baju kinar terlepas bagian atasnya sehingga membuat Rangga tidak bisa mengalihkan pandangannya.
Dan tiba-tiba kinar menggerakkan tubuhnya sehingga wajahnya berhadapan dekat dengan wajah Rangga.
Rangga yang sebagai pria normal tidak bisa menahan dirinya lagi, Rangga mulai mencium wajah kinar, bibir kinar, sampai turun kebagian leher dan dada milik kinar, dan dengan cekatan Rangga membuat tanda kepemilikan di leher dan bagian dada kinar.
Kinar yang merasakan sentuhan lembut itu, yang ia pikir saat ini ia di alam mimpi sehingga keluarlah dari mulut kinar desahan demi desahan dan desahan itu membuat Rangga makin berhasrat tapi tiba-tiba dirinya tersadarkan kalau apa yang dilakukannya salah, karna saat ini kinar tidak sadarkan diri karna terlalu pulas dalam tidurnya.
Rangga memperbaiki posisi tidurnya dengan merapikan pakaian kinar, karna merasa panas dan berkeringat Rangga melepaskan kaosnya, ia tidak merasakan adanya AC di dalam kamar.
Rangga terus memegang dadanya karna detak jantungnya yang bekerja seperti sedang berlari.
lha selama ini tinggal dimana?
bingung teu puguh si Lia mah
ke laut aja gih rangga
atau cari yg lain lagi aja
perempuan cantik, baik hati bukan cuma kumat doang. istri cantik ga ada ahlak ya ga guna.
masak ga ijin ke suami
masak g langsung kenalin pamannya ke rangga
gak suka dengan sikap kinar mulai wisuda sampai yg sekarang
season kedua kita tunggu ya thor...