NovelToon NovelToon
Budak Nafsunya

Budak Nafsunya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: nadia

WARNING
Semua adegan dewasa di sensor.
My Instagram @Uzay1720 follow me😍
Sesion duanya berjudul Istri Tuan Smith.
Novel baru sang perebut kehormatan

Jangan ada yang plagiat, coba-coba gue santet lu. Tapi kalau terinspirasi bolehlah, bedain yah mana terinspirasi sama plagiat.

Jonathan Smith adalah seorang Mafia terkenal dari Amerika yang pindah ke jepang untuk mengurus beberapa pekerjaan kotornya itu, selama ia berada di Jepang ia menangkap seorang wanita bernama Haruka Kujo yang Jonathan jadikan budak nafsunya.


Haruka sudah berusaha kabur dari rumah Jonathan tapi ia selalu tak pernah berhasil, Haruka sangat membenci Jonathan. Karena Jonathan selalu memperlakukan Haruka dengan kasar, saat Haruka benar-benar sudah muak dan tak kuat dengan perlakuan kasar Jonathan, Jonathan malah jatuh cinta pada Haruka.

Akankah Haruka mencintai Jonathan, atau Jonathan akan terus memaksa Haruka tetap bersamanya walaupun Haruka tak mencintainya.

Yang abis baca sesion
ini lanjut ke sesion selanjutnya yuk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Hari berikutnya, pada pagi ini Nathan dan Haruka sudah berada di ruang latihan yang ada di bawah tanah, Nathan juga membawa dia orang pelatih yang akan melatih Haruka beladiri dan juga menembak.

Mereka belum mulai latihan karena Nathan belum menyuruh mereka mulai, Nathan masih ngobrol dengan Herry di ruangan sebelah, setelah menunggu beberapa menit Nathan kembali ke ruangan latihan.

"Nih, nanti kau gunakan saja pistol yang ini," Nathan memberikan Haruka satu pistol Colt 1911.

Haruka mengambil pistol itu, tapi pelatih Haruka sedikit takut karena Haruka malah di kasih pistol itu oleh Nathan.

"Maaf, apa tidak papah seorang pemula di berikan pistol itu untuk latihan?" tanya pelatihnya itu sambil menatap pistol yang Haruka pegang.

Haruka menatap pistol yang ia pegang dengan tatapan polos, ia tak tau jenis-jenis pistol dan apa gunanya kalau berbeda jenis, karena yang ia tau hanyalah setiap pistol pasti bisa menembak orang sampai mati.

"Tidak usah khawatir aku yakin kalian bisa melakukannya dengan benar," balas Nathan dingin.

"Aku akan pergi dulu, nanti siang aku akan kembali ke sini untuk melihat perkembangannya," tambah Nathan sambil berjalan dengan gagah pergi dari sana.

Haruka menatap kepergian Nathan, setelah Nathan tak terlihat Haruka langsung menatap salah satu pelatihnya, "Boleh tanyakan?" tanya Haruka sedikit ragu.

"Mau tanya apa silahkan," balas pelatihnya.

"Emangnya pistol ini kenapa? Bukannya sama aja kayak pistol lainnya, Sama-sama bisa buat orang matikan," tanya Haruka kebingungan.

"Pistol Colt 1911 termasuk ke jajaran ke lima pistol paling mematikan di dunia menurut beberapa sumber terpercaya," jelas pelatihnya.

"Oke ya udah mendingan kita latihan beladiri dulu, nanti setelah itu baru latihan menembak," Haruka memberikan pistolnya pada pelatihnya, ia akan mulai latihan hari ini dengan latihan beladiri terlebih dahulu.

Sebelum mulai latihan pelatih beladiri nya menyuruh Haruka untuk peregangan terlebih dahulu beberapa menit, sedangkan itu di tempat lain Nathan baru saja sampai di tempatnya kerja.

Nathan mengecek semua barang yang akan di kirim ke Korea Selatan nanti siang, Herry selalu berada di samping Nathan.

"Semuanya sudah benar, kalian hanya tinggal siap-siap saja," ucap Nathan setelah mengecek semua barang pesanannya.

Yang terdiri dari senapan jarak jauh, pistol dan juga beberapa gram narkoba yang berada di golongan satu. Nathan juga menjual beberapa obat yang dokternya sendiri buat di sini.

Tapi tak semua orang dapat membeli obat yang ia produksi sendiri, hanya orang-orang yang Nathan percaya saja yang dapat membelinya.

Nathan pergi ke ruang laboratorium untuk mengecek perkembangan yang ada di tempat itu dan mengatakan selamat pada dokter yang telah membuat obat barunya yang kemarin berhasil membunuh inspektur Kaito.

Nathan dan Herry sampai di ruangan laboratorium, di sana terdapat satu orang wanita dan satu orang pria, mereka sedang melihat beberapa hasil tes yang mereka lakukan pada hewan.

Saat Nathan datang mereka langsung menghadap ke arah Nathan sambil menundukkan pandangannya.

"Selamat atas kerja keras kalian, obat baru kita sudah bekerja dengan benar," Nathan mengucapkan selamat pada kedua orang itu.

Keduanya tersenyum kecil, "Untuk itu aku akan memberikan kalian cuti dua hari mulai besok, uang nya sudah saya transfer tadi untuk kalian berdua," tambah Nathan.

"Makasih Tuan Nathan," balas keduanya senang.

"Baiklah kalau begitu teruskan kembali pekerjaan kalian," Setelah bicara seperti itu Nathan keluar lagi dari ruangan itu Nathan berjalan menuju ruangan pribadinya.

Nathan duduk di kursi sambil menyalakan komputer di depannya, Nathan menyalakan komputer itu untuk melihat apa yang Haruka lakukan saat ini di rumahnya, karena di setiap rumahnya di pasang kamera pengawas yang bisa ia lihat dari ponsel dan dari komputernya.

Nathan menyenderkan tubuhnya ke senderan kursi dengan mata yang terus menatap layar komputer, di rumah Haruka masih belajar bela diri dengan seorang pelatih yang Nathan suruh.

"Ah capek, Istirahat dulu lah bentar," Haruka duduk di lantai sambil mengelap keringat yang mengalir di sekujur tubuhnya.

"Baiklah saya kasih waktu lima menit untuk istirahat, dan ini minumnya," pelatih itu membiarkan Haruka istirahat dan minum dulu untuk Lima menit saja.

Haruka meneguk minum yang pelatihnya berikan, Haruka menidurkan tubuhnya di lantai sambil menatap ke arah atas, nafasnya terengah-engah karena kelelahan.

Lima menit berlalu, pelatihnya kembali meminta Haruka untuk berlatih beladiri, "Cepat bangun dan mulai berlatih kembali," ucap pelatihnya tegas.

Haruka terbangun dengan tubuh yang malas, "Ya ampun mau balas dendam gini banget sih," Gumam Haruka kesal.

"Karena yang nanti bakalan Nona hadapi adalah kelompok Mafia yang cukup berbahaya," balas pelatihnya.

Dengan malas Haruka akhirnya mulai kembali latihan beladiri nya, di tempat Nathan, Nathan terkekeh pelan melihat kelakuan malas dan bodoh Haruka. Saat ini Haruka sudah mulai menembak dan setiap tembakannya Haruka selalu gagal.

"Dasar wanita bodoh, padahal aku sudah kasih pistol terbaik masih saja belum bisa menembak dengan benar," ucap Nathan tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputer.

Nathan tertawa saat melihat Haruka masih saja gagal, "Padahal aku sudah mendatangkan pelatih terbaik, masih saja belum bisa," ucap Nathan kembali.

Di tempat latihan Haruka duduk di lantai dengan wajah yang kesal masih sambil memegang pistolnya.

"Ada apa lagi?" tanya pelatih yang berbeda.

"Kenapa gak kena-kena sih? Padahal kan aku rasa udah bener ke sana arahnya," tanya Haruka mulai kesal karena ia tidak pernah tepat saat menembak.

"Coba lebih fokus dan arahkan pelan-pelan pistolnya, semua juga butuh proses, tidak mungkin kau langsung jadi penembak yang handal hanya dengan beberapa kali menembak saja," jelas pelatihnya, ia juga menunjukkan bagaimana cara memegang dan menembak objek yang benar.

Haruka mencontohkan apa yang pelatihnya lakukan, akhirnya setelah beberapa kali ia gagal saat ini ia berhasil menembak satu boneka tepat di kepalanya, "Hore berhasil," teriak Haruka senang.

Di tempat Nathan, Nathan juga malah ikut senang dengan keberhasilan Haruka bahkan tanpa sadar Nathan langsung berdiri dan melompat, Nathan tak sadar kalau di ruangannya masih ada Herry yang tengah memperhatikan Nathan.

Setelah Nathan sadar kalau di dalam ruangannya masih ada Herry, Nathan langsung menatap ke arah Herry dengan tatapan datar, Nathan membetulkan jas dan kemejanya lalu duduk kembali dengan posisi gagah di kursi, ia bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi barusan.

"Kau tunggu aku di luar saja sana," Nathan meminta Herry untuk keluar dari ruangannya, sebenarnya Nathan melakukan itu karena malu pada Herry.

Herry menganggukkan kepalanya lalu keluar dari ruangan Nathan, setelah Herry keluar dari ruangan Nathan, Nathan bernafas dengan lega setelah tadi nafasnya terasa sangat berat karena menahan rasa malu.

"Sadar Nathan, jangan lakukan itu lagi," ucap Nathan pada dirinya sendiri.

1
sakura
..
Andy Mauliana
lucu jugak hihi penasaran ma story othor laennya
Bastard_🗡️
Jepang? mau ke sana
Uink
Luar biasa
Deistya Nur
keren
Karmila
pelayannya baik banget
Karmila
sangat menyentuh
Karmila
sayang nasib haruka
Ira ita
jadi ini tentang Fiona.😧 AQ mencurigai dia yg Dalangin ini
Ira ita
nama namanya agak kurang srek
susi
wow
Hadirah Tungkal
mampir
Deyooooo
ditunggu kelanjutannya Thor yangcseruuu
Deyooooo
sosweet banget Harry sama tasya
Deyooooo
pasti Haruka lagi ngidam
Deyooooo
kenapa Nathan tak membawa piona sebagai Sandra setelah mengetahui bahwa piona anak dari musuh mereka 5 thn yang lalu orang tuanya dibunuh sama Nathan
Deyooooo
benarkan kan tebakan ku piona dan pelicia adalah dalang dibalik semua ini ajang balas dendam pun ahirnya sebentar lagi akan terungkap orang yang dipercaya sama Nathan adalah musuhnya sendiri
Deyooooo
siapa dalang dibalik semua rencana ini kenapa mereka tahu jangan " piona dan pelicia sang ketua mereka musuh dibalik selimut ini
Deyooooo
ada apa dibalik senyuman piona jangan sampai punya maksud lain kakanya Pricilia pegang adik Nathan ,Haruka dipegang pacar Nathan dipegang piona orang penting dalam hidup Nathan ada dalam genggamanya
Deyooooo
benih benih cinta mulai tumbuh di hati Nathan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!