Novel ini bercerita tentang Direktur tampan yang ditinggal mati oleh sang istri, Sang istri pergi untuk selamanya, Meninggalkan satu anak yang masih berusia 1 tahun lebih.
Sebelum meninggal sang istri memberikan amanah pada suaminya, Untuk menikahi Baby sister anaknya.
Sebenarnya sang Baby sister juga sudah mempunyai kekasih, Namun karena sebuah amanah akhirnya sang baby sitter terpaksa menikahi suami majikannya.
Ntah akan seperti apa kehidupan mereka kedepannya, Penasaran ikutin yuk ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25.Gara-gara Reno.
Diana hanya menganggukkan kepalanya, Diana lupa dirinya tidak menghapus panggilan masuk dari Reno.
"Reno..... Siapa dia? Aku yakin Diana sudah berbohong padaku, Awas kamu Diana."
"Gadis gila!!!" Panggil Wisnu yang enggan menyebut nama Diana.
"Tunggu... tunggu, Mas Wisnu panggil aku apa? Gadis gila." Cegah Diana yang kembali mengulangi ucapan sang suami.
"Katakan padaku siapa Mas Reno ini?" Tanya Wisnu yang melihat nama Reno dikontak ponsel Diana adalah Mas Reno.
Diana terdiam sambil mengingat-ingat, Diana sadar dirinya lupa menghapus panggilan masuk dari Reno. "Aduh kenapa aku bisa ya lupa menghapus panggilan masuk dari Mas Reno." Gumam Diana.
"Diana katakan padaku, Siapa itu Reno!!" Wisnu kembali bertanya dengan lantang.
Diana masih diam enggan menjawab pertanyaan dari Wisnu.
"Diana sekali lagi aku tanya, Reno siapa?" Tanya Wisnu untuk kesekian kalinya, Membuat Diana agak takut karena mata Wisnu sudah berapi-api.
"Apa Mas Wisnu sedang marah?" Batin Diana, Wajah Diana tidak berani menatap wajah Wisnu, Dirinya hanya menundukkan kepalanya.
Wisnu mengangkat dagu Diana, Lalu mendekatkan ke wajahnya membuat Diana semakin hanya bisa pasrah.
"Berani sekali kamu bermain dengan laki-laki lain dibelakangku, Apa ini alasanmu, Waktu itu kamu tidak tidur sampai pagi waktu aku diluar kota, Apa kamu telponan dengan laki-laki ini?" Wisnu terus bertanya pada Diana, Diana masih tetap terdiam, Membuat Wisnu semakin kesal pada dirinya.
Waktu Wisnu pergi keluar kota memang Diana tidak bisa tidur sampai pagi, Bukan karena Diana telponan dengan Reno atau laki-laki lain seperti yang Wisnu tuduhkan. Tapi Diana tidak bisa tidur karena Hana rewel dan terus menangis sampai pagi. Dan malam itu Diana baru tidur jam 3 pagi.
Diana menepis tangan Wisnu dengan kasar, Kali ini Diana sudah tidak bisa sabar lagi dengan sikap Wisnu, Mungkin jika Wisnu cuek, judes, galak, dan selalu ketus, Diana bisa menerimanya dengan sabar, Tapi kali ini Wisnu kembali menuduh Diana dengan tuduhan yang tidak-tidak.
"Dengar ya mas, Sudah aku jelaskan aku tidak menelpon laki-laki lain dan waktu malam itu aku tidur sampai pagi karena Hana rewel, Hana nangis terus semalaman dan kamu malah menuduhku yang tidak-tidak." Dengan lantang Diana membantah semua tuduhan dari Wisnu.
"Aku tanya siapa Reno!!!" Wisnu kembali mempertegas perkataannya.
"Mas Reno dulu dia kekasihku, Tapi setelah aku menikah denganmu dia adalah mantan kekasihku." Jelas Diana dengan tegas.
"Dan dibelakangku, Kamu masih telponan dengan dirinya bahkan kamu sampai berbohong padaku." Wisnu terus geleng-geleng kepala karena tidak percaya Diana berbohong pada dirinya.
Diana sebenernya tidak ingin berbohong, Tapi Diana hanya menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskan pada sang suami, Dan ternyata suaminya malah melihat panggilan masuk dari Reno yang belum dihapus oleh Diana.
"Mas aku tanya sebenarnya mau kamu apa? Kamu setiap hari jutek, ketus, acuh tak acuh padaku dan sekarang kamu marah padaku." Dengan amarah yang juga menguasai hatinya Diana berani melawan Wisnu.
"Dengar ya mas, Dulu sebelum aku menikah denganmu aku punya laki-laki yang aku cintai, Aku punya laki-laki yang aku tunggu dan itu adalah Mas Reno." Dengan lantang Diana mengungkapkan semuanya.
Betapa marahnya hati Wisnu, Biarpun itu hanya masalalu Diana tentu saja sebagai seorang suami Wisnu tidak rela kalau wanita yang sudah menjadi istri memikirkan laki-laki lain dihatinya.
Setelah mengungkapkan semuanya Diana langsung menangis, Rasanya hati Diana begitu lega walaupun Diana juga merasakan sakit dihatinya tapi setidaknya Diana sudah jujur semuanya pada Wisnu dan tidak ada apa-apa lagi yang Diana sembunyikan dari Wisnu.
Wisnu ingin memeluk Diana namun Diana menolaknya, Diana langsung berlalu pergi dari hadapan Wisnu masuk kedalam kamar.
Sambil berjalan menuju ke kamarnya Diana terus menangis, Kali ini Diana benar-benar marah pada Wisnu. Bagaimana Diana tidak marah suaminya sendiri menuduh dirinya bermain dengan laki-laki lain dibelakangnya.
Dikamar
Diana langsung menjatuhkan tubuhnya dengan posisi tengkurep, Diana terus menangis karena merasa sedih dengan apa yang suaminya tuduhkan.
"Mas, Biarpun aku menikah denganmu karena terpaksa, Karena sebuah amanah tapi sungguh aku tidak pernah bermain dengan laki-laki lain dibelakangmu, Biarpun Mas Reno adalah laki-laki yang aku cintai, Tapi ketika aku sudah menjadi istrimu aku sudah tidak berhubungan dengannya lagi." Diana terus menangis dan mengeluarkan semua unek-unek yang ada dalam hatinya.
Memang setelah menikah dengan Wisnu, Diana langsung memblokir no ponsel Reno dan baru membuka blokirnya kemarin, Tapi siapa yang menyangka kalau Reno akan menelponnya.
Wisnu....
Wisnu masih duduk dikursi meja makan dengan raut wajah yang frustasi dan kedua tangannya memegangi kepalanya, Wisnu benar-benar bingung sebenarnya ada apa dengan dirinya kenapa dirinya begitu marah saat ada laki-laki lain menelpon istrinya? Jelas-jelas Wisnu tidak punya perasaan pada Diana, Tapi ntah mengapa hari ini Wisnu merasa sangat kesal.
"Aku benar-benar dibuat gila oleh dirinya, Aku ini Kenapa? Aku tidak mencintainya, Aku tidak punya perasaan apa-apa padanya." Wisnu terus mengeluarkan kata-katanya dari dalam mulutnya.
"Tapi kenapa aku bisa sekesal ini, Rasanya aku sangat marah sekali dan ingin sekali menghajar laki-laki yang sudah menelpon Istriku." Pikiran Wisnu sudah mulai kacau gara-gara telpon dari Reno.
Wisnu mengambil ponsel Diana yang berada diatas meja, Karena ada suara pesan masuk.
"Mas Reno..." Batin Wisnu rasanya marah sekali, Ingin rasanya membanting ponsel Diana, Tapi Wisnu mengurungkan niatnya.
Wisnu menggeser layar ponsel milik Diana lalu membaca isi pesan dari Reno diponsel milik Diana.
"Diana, Ayo kita bertemu aku tahu kamu masih sangat mencintaiku, Aku lihat itu disorot matamu."
"Diana aku mohon berikan kesempatan untukku, Aku janji tidak akan pergi jauh lagi darimu. Aku akan menikahimu."
"Diana aku tunggu kamu dijalan xx tempat dulu kita sering ketemu, Aku akan melamarmu."
"Kamu tahu Diana sekarang aku sudah sukses dan aku akan menjadikanmu ratu dalam hidupku, Seperti janjiku dulu."
Membaca semua pesan dari Reno, Hati Wisnu rasanya begitu geram sekali, Rasanya ingin sekali bertemu dengan Reno dan langsung menghajarnya.
"Berani sekali kamu menganggu istriku, Aku tidak perduli bagaimana masalalu kalian, Tapi aku juga tidak rela kamu menganggu wanita yang sudah menjadi istriku." Batin Wisnu mulai berperang dengan hatinya.
"Baiklah aku tunggu kamu disana."
Wisnu membalas pesan dari Reno.
"Kita bertemu secara jantan, Kamu sudah berani menganggu istriku." Gumam Wisnu.
Reno.....
Tring.... 1 pesan masuk.
"Baiklah aku tunggu kamu disana."
Membaca balasan dari Diana, Hati Reno langsung berbunga-bunga dan tidak sabar ingin segera menemui Diana.
"Diana, Mari kita mulai dari awal lagi." Ucap Reno yang langsung mencium ponsel miliknya dengan begitu senang.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊