NovelToon NovelToon
Ola, Tuan Mafia!

Ola, Tuan Mafia!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Romansa Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Pengantin Pengganti Untuk Mafia.

Laura dijebak saat dia berniat bekerja sebagai seorang Nanny di sebuah mansion besar McManaman, Irlandia. Ia justru dijadikan pengantin untuk menggantikan putri berharga sekaligus pewaris McManaman dan menikahkan Laura dengan seorang Killian Marcano demi keuntungan sekaligus menjadi jembatan perdamaian antara dua keluarga mafia Irlandia dan New York.

Tekanan, ancaman, darah dan nyawa menjadi taruhan bagi Laura sehingga dia terjebak dalam lingkaran Sindycat. Dan berniat meracuni Killian Marcano di malam pertama mereka.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon Dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OTM — BAB 19

DI AMBANG KEMATIAN

“Jalang sialan. ” umpat Sandra yang berdiri menunggu di ruang tengah.

“Bagaimana McManaman?” tanya Zoey.

“Mereka juga akan dihabisi. Mereka sudah benar-benar berani mempermainkan Marcano. Entah kemana Killian pergi di saat istrinya adalah seorang mata-mata bajingan.”

Zoey terdiam mendengar nama Killian. Sudah satu setengah hari pria itu pergi, dn tidak ad yang tahu kemana dia pergi selain Vincenzo.

Jauh dari hiruk-pikuk New York dan reruntuhan kediaman di Irlandia, di sebuah kota terpencil yang tersembunyi di antara pegunungan, berdiri sebuah bangunan tua yang kokoh namun suram. Dindingnya tebal, jendelanya tertutup rapat, dan di balik tembok-tembok itu, suara langkah kaki serta percakapan tertahan terdengar samar. Di salah satu ruangan yang berbau obat-obatan dan kesepian, seorang gadis muda meringkuk di pojok ranjang, tubuhnya gemetar hebat.

Lily Sharon menundukkan wajahnya ke lutut, kedua lengannya memeluk erat kakinya. Matanya bengkak dan merah, namun air matanya telah menetes begitu banyak hingga kini hanya tersisa ketakutan yang kering dan menyakitkan.

"Kakak akan datang..." bisiknya pelan, suaranya nyaris tak terdengar. "Kakak Laura pasti akan datang menjemputku... Aku tahu itu."

Namun harapan itu belum sempat tumbuh, pintu kamar terbuka perlahan. Tiga orang berjas putih melangkah masuk — wajah mereka datar, dingin, tanpa belas kasihan sedikit pun. Mereka adalah orang-orang yang mengurungnya di sini, dan mereka bukan dokter sungguhan.

Lily langsung menggeleng keras, tubuhnya semakin meringkuk ke sudut. "Tidak... Jangan... Kumohon, lepaskan aku! Aku tidak sakit apa-apa!"

Salah satu pria itu melangkah mendekat, tangannya memegang spuit berisi cairan bening yang tampak berkilau dingin di bawah cahaya lampu. "Kau akan tetap di sini, Nona Lily. Selama kakakmu masih berada di kediaman Marcano, kau akan tetap berada di ruangan ini. Ini adalah jaminan satu-satunya yang kami miliki."

Lily menatapnya tak percaya, air mata kembali membasahi pipinya. "Apa hubungannya Kakak? Aku tidak tahu apa-apa... Aku tidak mengerti..."

"Kau tidak perlu mengerti," jawab pria itu datar. "Kau hanya perlu tetap hidup di sini, agar kakakmu tahu apa yang dipertaruhkannya."

Lily berusaha mundur, namun punggungnya sudah menyentuh dinding. "Tolong... jangan suntik aku lagi... Kumohon..."

Mereka tidak menjawab. Dua orang lainnya memegang kedua lengan gadis itu, menahannya agar tak bergerak. Lily meronta sekuat tenaga, berteriak meminta tolong — namun suaranya hanya memantul di dinding yang kosong, tak ada satu pun yang mendengar atau peduli.

"LEPASKAN AKU! KAKAK! TOLONG AKU!"

Cairan itu perlahan masuk ke pembuluh darahnya. Detik demi detik, tenaga yang ia miliki seakan tersedot keluar. Lengannya terasa berat, kakinya tak mampu lagi menendang. Perlahan, tubuhnya terkulai di atas ranjang, matanya terbuka namun pandangannya kabur, tak mampu menggerakkan seujung jari pun. Hanya air mata yang masih menetes perlahan dari sudut matanya, mengalir ke pelipis, lalu hilang di balik bantal.

"Laura..." bisiknya terakhir kali, sebelum kesadarannya perlahan tenggelam ke dalam kegelapan yang dingin.

***

Tok! Tok! Tok!

Sementara itu, di kamar yang sama di kediaman Marcano, ketukan terdengar pelan kembali. Laura menegang, napasnya tertahan. Ia mendekat perlahan, tak membuka pintu sepenuhnya.

"Saya pelayan, Nyonya," suara terdengar dari balik pintu. "Ada pesan dari Tuan Vincenzo."

Keraguan menyelimuti hatinya. Namun kata-kata itu membuatnya sedikit melonggarkan gagang pintu, membukanya perlahan — dan darahnya seakan membeku di saat itu juga.

Bukan pelayan yang berdiri di sana.

Muchus tersenyum menyeringai di ambang pintu, tatapannya tajam dan penuh kelicikan. Laura berusaha menutup pintu kembali dengan cepat, namun tangan pria itu sudah menahannya dengan kekuatan yang luar biasa. Pintu terbuka lebar, dan Muchus melangkah masuk, mendorong Laura mundur hingga punggungnya membentur dinding lorong. Pelayan yang tadi menyampaikan pesan itu sudah pergi, menghilang di ujung lorong yang gelap.

"Kau..." napas Laura tercekat, kedua tangannya menekan dada pria itu berusaha mendorongnya menjauh. "Apa yang kau inginkan?"

Muchus mencengkam kedua lengan Laura erat, menahannya di tempat, lalu mendekatkan wajahnya hingga mereka hampir bersentuhan. "Jangan takut, Nyonya... atau seharusnya kupanggil — Laura Sharon."

Nama aslinya diucapkan begitu pelan namun menancap tajam ke dadanya. Laura mundur sedapatnya, jantungnya berdegup kencang hingga nyeri.

"Ap-apa yang kau bicarakan....."

"Banyak hal yang tersembunyi di sini, buka" bisiknya ke telinga gadis itu, napasnya terasa panas di kulitnya. "Dan malam ini... kau akan menyaksikan kematian di depan matamu sendiri."

Laura menelan ludah, berusaha tetap tegar meski kakinya gemetar. "Ak- aku tidak takut padamu."

"Sungguh?" Muchus tersenyum lebar, memperlihatkan giginya. "Tubuh seksi mu gemetar dari ujung kaki hingga kepala. Dan kau tahu kenapa? Karena tahu akan mati dan McManaman tidak akan melihatmu."

Laura mencoba meronta, memutar tubuhnya agar lepas dari cengkeraman itu, namun Muchus dengan mudah membalikkan tubuhnya, menekan kedua pergelangan tangannya ke belakang punggung, menahan tubuh gadis itu menempel ke dinding. Ia mendekat dari belakang, menyibak rambut panjang Laura ke pundak kirinya, bibirnya menyentuh telinga gadis itu.

Tentu Laura mencoba menghindarinya tapi tak sanggup dan dia hanya menggertakkan giginya penuh amarah.

"Kau bisa saja selamat malam ini," bisiknya pelan namun penuh ancaman. "Jika kau berlutut dan memohon kepadaku. Jadilah milikku. Jadilah budakku. Dan mungkin aku akan membiarkanmu hidup."

Wajah Laura memerah padam, amarah meluap menutupi rasa takutnya. Ia mengangkat dagunya, berusaha menoleh ke arah pria itu.

"Pergilah kau ke neraka," ucapnya tegas, tanpa gemetar sedikit pun. "Persetan dengan bajingan sepertimu. Aku tidak akan pernah menjadi milikmu, bahkan jika kau membunuhku sekarang juga."

Muchus tertawa pelan, tawa yang dingin dan penuh ancaman. Ia mengangguk pelan seakan tidak terkejut dengan jawaban itu.

"Berani. Aku suka itu."

Tepat tiga detik kemudian, beberapa sosok berbadan tegap muncul di ujung lorong. Mereka melangkah mendekat tanpa suara, wajah mereka tertutup sebagian. Tanpa banyak bicara, salah satu dari mereka mengangkat selembar kain hitam, lalu menutup kepala Laura seketika.

“Lepaskan aku!”

Gelap menyelimuti segalanya. Laura berteriak, meronta sekuat tenaga, namun tangan-tangan kuat menahannya erat. Suaranya teredam di balik kain itu, dan perlahan ia diseret pergi — menjauh dari kamarnya, menjauh dari tempat yang ia kenal, menuju kegelapan yang tak diketahuinya.

1
Tiara Bella
pasti ada si vattel disitu.....
vnablu
semangat thorrr up nyaa yaa
vnablu
masih belummm tobat juga nihh orang 😓😓
Mia Camelia
Jolie siapa sih😂 jadi curiga klo dia ada hubungan nya sama Laura 🤭
Four.: gak kok, tapi hubungannya sama.... tu tuhh
total 1 replies
Tiara Bella
mungkin ada sebabnya killian gk makan dirmh itu.....
Four.: masakannya pelayan gak enak 😌
total 1 replies
vnablu
Cemunguut thorrr up nyaa😘
Four.: celalu uyyy/Scream/
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪🤗
Four.: wokayyyy/Determined//Determined/
total 1 replies
vnablu
Okeeee thorr akuu ngikut ajaaa🤭🤭🤭... Semangat terus buatt up nyaa yaa 😄
Four.: wokayyyy/Scream//Determined/
total 1 replies
Tiara Bella
jangan² yg marganya vettel mantannya Laura 🤭
Tiara Bella: waduh....
total 2 replies
Kinara Widya
siap kak...🥰🥰🥰
Four.: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Mia Camelia
ehmm pasti ini ulah nya Muchus nyerang meraka😂
Four.: yakinnn
total 1 replies
Tiara Bella
cepat pergi dr sana Nico drpd nanti kena serangan....
Four.: ho, oh
total 1 replies
Eci Rahmayati
nahhh udah ada yg ngincer sebaiknyaa pindahh
Four.: cuman tukang tani kok
total 1 replies
Kinara Widya
Nico bawa pergi semuanya...tempat Lily sudah tidak aman.
Four.: harusnya yee
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪🤗
Four.: wokayyy
total 1 replies
vnablu
kapann nih romantis nyaa kalian 😌
Four.: bentar lagi 😌
total 1 replies
vnablu
SEMANGAT terus thorrr up nyaaa😄😄
Four.: wokayyyyy
total 1 replies
Mia Camelia
kiliian dingin banget sih ke laura😔, kapan bisa romantis nya nih😂
Four.: kapan kapan 😁
total 1 replies
Tiara Bella
Laura km bertanya tanya.....aku pun sama😄🤭
Four.: aku pun juga
total 1 replies
Eci Rahmayati
apa mereka pernah bertemu seblm nya dalam keadannnn mabuk atau apalah ya.. 🤔
Four.: mungkin aja sihhh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!